Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mengadili Orang Lain, Menjaga Diri Sendiri: Catatan Mental dari Ruang Peradilan

14 May 2026 • 07:40 WIB

LBH APIK Bali Ungkap Problem Besar Pascaperceraian: Putusan Ada, Keadilan Tak Sampai

13 May 2026 • 21:50 WIB

Bukti Digital, Konsumen Syariah, dan Hakim Pengadilan Agama

13 May 2026 • 20:00 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » 70 Tahun Bapak Konstitusi: Prof. Jimly Asshiddiqie.
Sosok

70 Tahun Bapak Konstitusi: Prof. Jimly Asshiddiqie.

Enrico SimanjuntakEnrico Simanjuntak20 April 2026 • 10:58 WIB6 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Fantastis. Mungkin ini patut masuk rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Dalam rangka peringatan ulang tahun seorang tokoh bangsa secara hampir bersamaan, kurang lebih 13 buku berupa Liber Amicorum, diterbitkan oleh berbagai institusi dan komunitas dalam rangka memperingati 70 Tahun Prof. Jimly Asshiddiqie. Menjelang dan sesudah hari ulang tahunnya itu, 17 April, secara maraton berbagai kegiatan peluncuran buku berlangsung. Dimulai dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia di Depok, meluncurkan dua buku sekaligus. Buku pertama berjudul: ”Jejak Ilmu dan Keteladanan Guru Besar Konstitusi Bangsa”, berisi kumpulan testimoni dari dosen, pimpinan dan alumni FH UI. Buku kedua dari Indonesian Law Debating Society FH UI berjudul ”Jimly dan Debat:  Mosi, Mimbar, Dan Kami Yang Terus Mengutipnya”. Keesokan harinya, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) meluncurkan buku “Etika yang Melembaga: 70 Tahun Prof. Jimly Asshiddiqie–Warisan Gagasan dan Penguatan DKPP”. Sedangkan di hari yang sama, Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar peluncuran buku berjudul “Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman”.

Tidak kalah meriahnya, diluar komunitas hukum, Ikatan Cendikawan Muslim Indonesia (ICMI) serta Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), masing-masing ikut menerbitkan buku untuk memperingati 7 dasawasarsa Bapak Pendiri Mahkamah Konstitusi itu. Pada tanggal 20 April 2026, seperti tidak mau ketinggalan dari pihak lain, penerbit buku terkemuka: Kompas, pun meluncurkan dan melaksanakan bedah buku ”Begawan Konstitusi: Sosok Jimly Asshiddiqie dalam Catatan Kompas 1989–2026”, sebuah dokumentasi penting yang merekam gagasan, peran, dan kontribusi Prof. Jimly Asshiddiqie dalam membangun fondasi negara hukum dan demokrasi konstitusional di Indonesia.

Sungguh luar biasa sambutan dan partisipasi beragam lembaga, komunitas, tokoh, dosen, mahasiswa untuk menerbitkan buku-buku yang tidak hanya sekadar berisi semata-mata pesan dan kesan tetapi juga refleksi tentang pentingnya jejak keilmuan, kiprah kelembagaan, dan pengaruh intelektual Prof. Jimly yang sangat luas dan mengakar kuat dalam perkembangan hukum dan diskursus konstitusi di negara kita.

Beliau masih ikut terus berkontribusi memecahkan permasalahan-permasalahan konkret bangsa dan negara. Terakhir ia ditunjuk Presiden Prabowo sebagai Ketua Percepatan Reformasi Polri. Tidak berlebihan rasanya, jika Buya Syafii Maarif dijuluki sebagai muazin bangsa karena keteguhannya untuk terus mengingatkan ketidakadilan, korupsi, serta perjuangan toleransi, maka Prof. Jimly patut disematkan predikat yang sama. Tentu gelar atau predikat seperti itu tidak akan pernah diminta oleh empunya tetapi pemberian anugerah gelar seperti itu memiliki nilai simbolik yang sangat berarti tentang suatu pokok, bukan tokoh. Apalagi sebelumnya sudah ada yang menjuluki beliau sebagai pendekar konstitusi seperti terangkum dalam buku ”Pendekar Konstitusi Jimly Asshiddiqie : Satria Bijak Bestari dari Bumi Sriwijaya” terbitan Hanan Pustaka, di tahun 2006 silam. Tetapi mungkin lebih tepat lagi beliau disematkan gelar sebagai Bapak Kontitusi. Saya sependapat dengan Fritz Edward Siregar, istilah itu bukan untuk mengagungagungkan secara personal, melainkan pengakuan terhadap kontribusi struktural yang telah Prof. Jimly berikan pada bangunan konstitusional Indonesia (”Jejak Ilmu dan Keteladanan Guru Besar Konstitusi Bangsa”, halaman 176).

Baca Juga  Melalui Seleksi Ketat dan Terbuka, MA Kirim Tiga Kandidat Hakim MK Pengganti Anwar Usman

Sifat pantang menyerah dan kerja keras sudah tertanam sejak muda dalam diri Prof. Jimly. Bagi generasi muda yang mulai mengejar sukses pendidikan tinggi, kisah perjalanan hidup Prof. Jimly patut menjadi inspirasi. Di buku ”Setengah Abad Jimly Asshiddiqie,   Konstitusi dan Semangat Kebangsaan” dikisahkan bagaimana Jimly muda yang hendak merantau ke Pulau Jawa namun mengalami nasib sial karena kecopetan di tengah perjalanan sesampai di Stasiun Kereta Api di Kawasan Panjang. “Yang tersisa hanya Rp. 75,- di saku dan surat-surat saja,” kenangnya. Namun kesialan itu tidak menyurutkan langkahnya, ia pantang pulang ke rumah. Berbekal niat teguh dan bantuan seorang polisi yang baik hati, Jimly berhasil menyeberang ke Merak dengan gratis dan tibalah ia di ibukota, Jakarta.  Lalu, di ibukota untuk membiayai kuliahnya, ia sambil bekerja sebagai penerjemah di Kedutaan Besar Pakistan. Kehidupan di Ibu Kota yang keras justru menumbuhkan kesadaran mendalam dalam dirinya bahwa pendidikan adalah jalan paling efektif untuk meningkatkan taraf hidup dan martabat diri. Waktu itu siapa yang mampu menduga jika pemuda pemuda tangguh itu kelak menjadi Guru Besar Fakultas Hukum sekaligus pendiri dan ketua Mahkamah Konstitusi pertama?. Yang jelas, dibalik kisah ini, terselip pesan moral bahwa tantangan dan kesulitan hidup tidak boleh menjadi pembenaran untuk gagal meraih impian dan kesuksesan. Mungkin karakter positif inilah antara lain yang ikut menjelaskan dari mana ketangguhan dan keteguhan Prof. Jimly membangun kesadaran konstitusi maupun institusi bernama Mahkamah Konstitusi atau institusi lain seperti selama ini kita saksikan bersama.

Siapa pun yang pernah menjadi mahasiswanya pasti mengingat bagaimana Prof. Jimly selalu berpesan bahwa hukum itu tidak hanya terpaku pada aturan tertulis, tapi juga memiliki keluhuran budi pekerti. Itulah sebabnya mungkin beliau sering meneruskan pesan bijak dari Earl Warren, Ketua Mahkamah Agung Amerika Serikat, 1963-1959: ”law floats in a sea of ethics”, hukum mengapung di atas samudera etika. Di sisi lain, Prof. Jimly selalu mengajarkan sarjana hukum itu bukan sarjana titik-koma. Maksudnya tanpa harus dilabeli jargon hukum progresif, seorang sarjana hukum harus mampu berpikir kritis-konstruktif, tidak terkekang sekat-sekat legisme. Di kelas perbandingan konstitusi, Magister Hukum Tata Negara FHUI, di tahun 2013, saya masih ingat bagaimana decak kagum teman-teman setiap kali beliau selesai mengajar di kelas. Jam kuliah terasa menjadi sangat pendek setiap topik-topik ruwet tentang teori dan praktik hukum tata negara selesai didiskusikan di kelas.

Baca Juga  Membedah "Wakil Tuhan": Kekuasaan Tanpa Intervensi Dan Tanggung Jawab Moral Sang Hakim

Tetapi, pengaruh dan warisan pemikiran Prof. Jimly tentu melampaui ruang-ruang fisik perkuliahan. Beliau tidak tinggal di menara gading. Tidak hanya berteori, tetapi terjun langsung dalam praktik. Itulah sebabnya, dalam konteks pembaruan peradilan, sempat ada wacana untuk menyematkan gelar “Bapak Peradilan Modern Indonesia” kepada beliau meskipun hingga kini belum terealisasi. Dalam rangka memperluas akses pelatihan keterampilan hukum bagi praktisi dan masyarakat luas, beliau mendirikan Jimly School of Law and Government Foundation, sebuah yayasan yang bergerak di bidang pelatihan dan pendidikan hukum. Dengan kata lain, energi dan semangatnya tidak pernah surut meskipun beliau tidak menduduki jabatan-jabatan resmi kenegaraan lagi.

Seorang tokoh besar di bidang hukum memang akan selalu punya jejak yang panjang apalagi jika tokoh itu terus konsisten dan terus berkomitmen memajukan kehidupan hukum, sebagaimana halnya tercermin dari sosok Prof. Jimly. Dalam konteks kekuasaan kehakiman, sosok Prof. Jimly mengingatkan kita kata-kata dari Rehan Abeyratne & Iddo Porat, dalam bukunya tentang ketokohan para hakim di berbagai belahan dunia dan lintasan sejarah: “Towering Judges a comparative study of constitutional judges” (Cambridge University Press, 2021) bahwa: “…there is a long-standing tradition of biographies of great judges and groups of judges in important historical moments…”. Ketokohan dan pengaruh para hakim yang menonjol dalam kiprahnya (towering judge) telah menjadi objek studi berbagai penelitian hukum, karena baik melalui putusan-putusannya yang monumental atau kualitas kepemimpinan dan perilaku, mereka sepenuhnya dinilai mampu membentuk kembali lanskap peradilan, hukum, dan bahkan masyarakat, khususnya dalam konteks hukum publik dan kewenangan peradilan dalam pengujian norma hukum atau singkatnya dalam bidang judicial review. Dalam konteks ini menjadi relevan lagi jika kita membaca disertasi Stefanus Hendrianto berjudul: “Law and Politics of Constitutional Courts: Indonesia and The Search for Judicial Heroes” (New York: Routledge, 2018), yang membahas pergulatan dan/atau kiprah “heroisme yudisial” Prof. Jimly Asshiddiqie pada masa-masa awal berdirinya Mahkamah Konstitusi (MK). Unsur-unsur “heroisme yudisial” tersebut dalam pendekatan kerangka pengadilan yang unggul (The Framework of Courts Excellence) dapat dikatakan pararel dengan kriteria kepepimpinan dan manajemen Pengadilan yang dipahami sebagai elemen pengarah/pengendali (driver) bagi pelaksanaan tupoksi peradilan.

Akhirnya, selamat menapaki usia ke-70, Prof. Jimly. Semoga senantiasa dianugerahi kesehatan, keberkahan, dan kekuatan untuk terus berkarya serta menginspirasi banyak orang melalui pemikiran-pemikiran yang mencerahkan.

Enrico Simanjuntak
Kontributor
Enrico Simanjuntak
Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Bapak Konstitusi Demokrasi Konstitusional Hukum Tata Negara Jimly Asshiddiqie Judicial Review Konstitusi Indonesia Liber Amicorum Mahkamah Konstitusi Reformasi Hukum Tokoh Hukum Indonesia
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Sejarah, Keadilan, dan Masa Depan Peradaban Indonesia: Perspektif Anhar Gonggong

6 May 2026 • 09:38 WIB

Antara Kealpaan, Pemulihan, dan Pemaafan Hakim: Catatan atas Putusan PN Merauke Nomor 27/Pid.B/2026/PN Mrk

2 May 2026 • 14:21 WIB

Hukum Kepailitan dan Kewenangan Pengadilan Niaga dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004: Menimbang Wacana Penerapan Hukum Kepailitan Syariah dan Pembentukan Pengadilan Niaga Syariah

2 May 2026 • 14:17 WIB
Demo
Top Posts

Peradilan Militer Bukan Ruang Gelap: Menepis Narasi Impunitas dengan Fakta dan Akuntabilitas

9 May 2026 • 18:38 WIB

NJA India, JTC Indonesia, dan Jalan Belajar Seorang Hakim

4 May 2026 • 09:43 WIB

Bagaimana Cara Hakim dan Lembaga Peradilan menghadapi Trial By Media “Sebuah Pembelajaran dari India”

2 May 2026 • 16:11 WIB

5 Hal Menarik dalam Sistem Peradilan India yang Tidak Ditemukan di Indonesia

1 May 2026 • 13:20 WIB
Don't Miss

Mengadili Orang Lain, Menjaga Diri Sendiri: Catatan Mental dari Ruang Peradilan

By Rizal Arif Fitria14 May 2026 • 07:40 WIB0

Hari ini, Rabu, 13 Mei 2026, melalui kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) tentang peningkatan kesadaran dan…

LBH APIK Bali Ungkap Problem Besar Pascaperceraian: Putusan Ada, Keadilan Tak Sampai

13 May 2026 • 21:50 WIB

Bukti Digital, Konsumen Syariah, dan Hakim Pengadilan Agama

13 May 2026 • 20:00 WIB

Deliberasi Berbasis Substansi Pada Pengumpulan Data-Masukan Perubahan PP Tentang PNBP Mahkamah Agung RI

13 May 2026 • 19:04 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Mengadili Orang Lain, Menjaga Diri Sendiri: Catatan Mental dari Ruang Peradilan
  • LBH APIK Bali Ungkap Problem Besar Pascaperceraian: Putusan Ada, Keadilan Tak Sampai
  • Bukti Digital, Konsumen Syariah, dan Hakim Pengadilan Agama
  • Deliberasi Berbasis Substansi Pada Pengumpulan Data-Masukan Perubahan PP Tentang PNBP Mahkamah Agung RI
  • Bali dan Paradoks Perceraian: Banjar Mengikat, Mantan Suami WNA Menghilang, Perempuan Tetap Menanggung Hidup Pasca Perceraian

Recent Comments

  1. semaglutide dosage for weight loss in ml on Ketika Kontrak Diputus Sepihak: Pelanggaran Biasa atau Perbuatan Melawan Hukum?
  2. dapoxetine vs cialis on Ketika Kontrak Diputus Sepihak: Pelanggaran Biasa atau Perbuatan Melawan Hukum?
  3. dapoxetine in kuwait on Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
  4. mesalamine otc alternatives on Ketika Kontrak Diputus Sepihak: Pelanggaran Biasa atau Perbuatan Melawan Hukum?
  5. revatio coupon on Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami, S.H.I., M.H.I.
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Assc. Prof. Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM., CPArb.
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.