Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dinamika Proses Mediasi dan Realita Penumpukan Perkara di Peradilan India

26 April 2026 • 20:08 WIB

Hakim Agung India: Musyawarah-Mufakat dan Mediasi adalah Warisan Bersama Indonesia dan India

26 April 2026 • 19:58 WIB

Di Bawah Terik 41 Derajat Celsius 30 Peserta menuju kelas Pelatihan ITEC di NJA India

26 April 2026 • 18:51 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Dari Tradisi ke Sistem: Pembelajaran Alternatif Penyelesaian Sengketa dari India
Artikel Liputan Khusus Kegiatan BSDK Kerjasama dengan National Judicial Academy

Dari Tradisi ke Sistem: Pembelajaran Alternatif Penyelesaian Sengketa dari India

Muamar Azmar Mahmud FarigMuamar Azmar Mahmud Farig26 April 2026 • 14:21 WIB4 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Apakah penyelesaian sengketa selalu harus berakhir di ruang sidang, atau justru dapat dimulai dan diselesaikan di ruang-ruang sosial masyarakat itu sendiri? Pertanyaan ini mengemuka dalam sesi Alternative Dispute Resolution Mechanisms yang menghadirkan Justice N. Kotiswar Singh, hakim Agung India, sebagai salah satu pemateri utama dalam rangkaian pelatihan di National Judicial Academy, Bhopal.

Dalam paparannya, Justice Singh tidak langsung berbicara mengenai regulasi atau prosedur modern. Ia justru memulai dari sejarah panjang yang mempertemukan India dan Indonesia dalam satu benang merah: tradisi penyelesaian sengketa berbasis komunitas. Sejak abad pertama, interaksi antara kedua peradaban telah membawa bukan hanya perdagangan dan budaya, tetapi juga cara pandang terhadap hukum dan keadilan. Tradisi panchayat di India dan praktik musyawarah mufakat di Indonesia menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa pada awalnya tidak bertumpu pada logika menang-kalah, melainkan pada pemulihan harmoni sosial.

Dalam konteks Indonesia, nilai tersebut menemukan ekspresinya dalam prinsip Bhinneka Tunggal Ika, gotong royong, serta praktik deliberatif dalam berbagai komunitas adat. Sengketa dipahami sebagai gangguan terhadap keseimbangan sosial, sehingga penyelesaiannya diarahkan pada rekonsiliasi. Perspektif ini menunjukkan bahwa secara filosofis, Indonesia tidak pernah asing dengan gagasan alternative dispute resolution.

Namun, pengalaman India menunjukkan satu langkah lebih jauh. Tradisi tersebut tidak hanya dipertahankan sebagai nilai, tetapi ditransformasikan menjadi sistem yang terinstitusionalisasi. Melalui Legal Services Authorities Act 1987, India mengembangkan mekanisme Lok Adalat yang mampu menyelesaikan perkara secara cepat, sederhana, dan memiliki kekuatan hukum yang setara dengan putusan pengadilan. Bahkan dalam praktiknya, forum ini mampu menyelesaikan jutaan perkara, termasuk melalui penyelenggaraan serentak dalam skala nasional.

Transformasi tersebut semakin diperkuat dengan hadirnya Mediation Act 2023, yang menempatkan mediasi sebagai tahapan penting sebelum litigasi dalam perkara perdata dan komersial. Pengakuan terhadap mediation settlement agreement sebagai instrumen yang final dan mengikat menunjukkan adanya pergeseran paradigma: dari peradilan sebagai forum utama, menuju penyelesaian sengketa sebagai tujuan utama.

Baca Juga  Simfonia Kewenangan: Komparasi antara Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung dan Peradilan Tata Usaha Negara

Di sisi lain, Indonesia juga memiliki fondasi yang tidak kalah kuat. Pengakuan konstitusional terhadap masyarakat hukum adat melalui Pasal 18B ayat (2) UUD 1945, serta keberadaan berbagai mekanisme penyelesaian sengketa berbasis komunitas, menunjukkan adanya ruang yang luas bagi pengembangan ADR. Namun, pengalaman ini juga memperlihatkan bahwa integrasi antara nilai lokal dan sistem hukum formal masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal standarisasi, pengakuan kelembagaan, dan kekuatan eksekutorial hasil penyelesaian.

Di titik ini, pertukaran pengalaman menjadi relevan. India menunjukkan bagaimana nilai tradisional dapat diangkat menjadi bagian dari arsitektur hukum modern tanpa kehilangan esensi sosialnya. Sementara Indonesia menunjukkan kekayaan praktik sosial yang hidup, yang berpotensi menjadi fondasi pengembangan sistem penyelesaian sengketa yang lebih adaptif dan kontekstual.

Menariknya, paparan Justice Singh juga menempatkan ADR dalam konteks yang lebih luas, yakni sebagai respons terhadap beban perkara yang tinggi. Dengan jutaan perkara yang masih tertunda di berbagai tingkat peradilan, India menjadikan ADR bukan sekadar alternatif, melainkan bagian integral dari strategi sistem peradilan. Dalam perspektif ini, keberhasilan ADR tidak hanya diukur dari jumlah perkara yang diselesaikan, tetapi juga dari kemampuannya menjaga akses terhadap keadilan yang cepat dan terjangkau.

Bagi Indonesia, pengalaman ini membuka ruang refleksi yang konstruktif. Pertanyaannya bukan lagi apakah ADR diperlukan, tetapi bagaimana mengembangkan sistem yang mampu menjembatani antara nilai lokal, kebutuhan masyarakat modern, dan kerangka hukum nasional. Dalam konteks ini, peran hakim menjadi penting, tidak hanya sebagai pemutus perkara, tetapi juga sebagai pengarah penyelesaian sengketa yang lebih efektif.

Penutup

Pertemuan antara pengalaman India dan Indonesia dalam sesi ini menunjukkan bahwa masa depan peradilan tidak selalu terletak pada inovasi yang sepenuhnya baru. Dalam banyak hal, ia justru berangkat dari kemampuan untuk membaca kembali tradisi, dan mengolahnya menjadi sistem yang relevan dengan tantangan zaman.

Baca Juga  Across Borders, Shared Lessons: India’s Insights for Indonesia

Barangkali, yang sedang kita pelajari bukan sekadar tentang ADR sebagai mekanisme, melainkan tentang bagaimana hukum dapat kembali mendekat pada masyarakat yang dilayaninya. Dan dalam proses itu, pertukaran pengalaman menjadi langkah awal untuk membangun pemahaman bersama tentang arah pembaruan peradilan di masa depan.

Muamar Azmar Mahmud Farig
Kontributor
Muamar Azmar Mahmud Farig
Hakim Pengadilan Negeri Poso

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

artikel India National Judicial Academy India Penyelesaian Sengketa sengketa sistem tradisi
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Dinamika Proses Mediasi dan Realita Penumpukan Perkara di Peradilan India

26 April 2026 • 20:08 WIB

Hakim Agung India: Musyawarah-Mufakat dan Mediasi adalah Warisan Bersama Indonesia dan India

26 April 2026 • 19:58 WIB

Di Bawah Terik 41 Derajat Celsius 30 Peserta menuju kelas Pelatihan ITEC di NJA India

26 April 2026 • 18:51 WIB
Demo
Top Posts

Dinamika Proses Mediasi dan Realita Penumpukan Perkara di Peradilan India

26 April 2026 • 20:08 WIB

Hakim Agung India: Musyawarah-Mufakat dan Mediasi adalah Warisan Bersama Indonesia dan India

26 April 2026 • 19:58 WIB

Di Bawah Terik 41 Derajat Celsius 30 Peserta menuju kelas Pelatihan ITEC di NJA India

26 April 2026 • 18:51 WIB

Saree, Martabat, dan Wajah Keadilan di India

26 April 2026 • 18:46 WIB
Don't Miss

Dinamika Proses Mediasi dan Realita Penumpukan Perkara di Peradilan India

By Mohammad Khairul Muqorobin26 April 2026 • 20:08 WIB0

Bhopal, Minggu 26 April 2026 – Rangkaian sesi ketujuh short course bagi 30 delegasi hakim dan aparatur…

Hakim Agung India: Musyawarah-Mufakat dan Mediasi adalah Warisan Bersama Indonesia dan India

26 April 2026 • 19:58 WIB

Di Bawah Terik 41 Derajat Celsius 30 Peserta menuju kelas Pelatihan ITEC di NJA India

26 April 2026 • 18:51 WIB

Saree, Martabat, dan Wajah Keadilan di India

26 April 2026 • 18:46 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Dinamika Proses Mediasi dan Realita Penumpukan Perkara di Peradilan India
  • Hakim Agung India: Musyawarah-Mufakat dan Mediasi adalah Warisan Bersama Indonesia dan India
  • Di Bawah Terik 41 Derajat Celsius 30 Peserta menuju kelas Pelatihan ITEC di NJA India
  • Saree, Martabat, dan Wajah Keadilan di India
  • Hadapi Kejahatan Lintas Negara, Hakim Agung India Tekankan Kerja Sama Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik India-Indonesia

Recent Comments

  1. is cenforce legal on Debu di Atas Map Hijau
  2. kamagra north sydney on Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
  3. what is vidalista 80 on Fenomena The Blue Wall of Silence dan Upaya Membangun the Wall of Integrity: Belajar dari Kasus di Mahkamah Agung dan Kementerian Keuangan
  4. hims tadalafil atorvastatin on Mempererat Integritas dan Spiritualitas: Rangkaian Giat Ramadan 1447 H di Pengadilan Negeri Kotabaru
  5. cenforce pillen on Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami, S.H.I., M.H.I.
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Assc. Prof. Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM., CPArb.
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.