Megamendung, 9 Juni 2026 – Setelah menjalani rangkaian pemusatan latihan yang intensif, penuh disiplin, dan sarat semangat juang selama delapan hari, Training Center (TC) Tenis PTWP Peradilan Militer dalam rangka persiapan menghadapi Turnamen Tenis Beregu ke-XX Piala Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Tahun 2026 resmi ditutup oleh Kepala Peradilan Militer Utama (Kadilmiltama) Mayjen TNI Faridah Faisal, S.H., M.H., pada hari Selasa, 9 Juni 2026 pukul 15.00 Wib bertempat di Lapangan Tenis Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia, Megamendung, Bogor.
Kegiatan penutupan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Kepala Peradilan Militer Utama Brigjen TNI Dr. Esron Sinambela, S.H., M.H., Angpokkimiltama Marsma TNI Evi Zuraida, S.H., M.H., Seketaris Dilmiltama Ibu Nuratiah, S.H., M.H., Panitera Dilmiltama Brigjen TNI Ida Yanti, S.H., M.H. dan Koordinator Tenis PTWP Peradilan Militer Kolonel Kum Dr. Dahlan Suherlan, S.H., M.H., para official, pelatih, serta seluruh atlet putra dan putri yang akan memperkuat kontingen Peradilan Militer pada Turnamen Tenis Beregu ke-XX Piala Ketua Mahkamah Agung RI yang akan diselenggarakan pada tanggal 11–16 Juni 2026 di Kota Malang, Jawa Timur.
Penutupan Training Center menjadi penanda berakhirnya seluruh program persiapan yang telah dilaksanakan sejak tanggal 2 Juni 2026. Selama masa pemusatan latihan, para atlet menjalani berbagai program peningkatan kemampuan yang meliputi pembinaan fisik, teknik, strategi permainan, penguatan mental bertanding, serta pembangunan kekompakan tim.
Puncak acara berlangsung ketika Kadilmiltama memberikan pengarahan sekaligus melepas secara resmi kontingen PTWP Peradilan Militer menuju Malang.

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Faridah Faisal, S.H., M.H. menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada seluruh atlet yang telah mengikuti program Training Center dengan penuh disiplin, dedikasi, dan semangat juang selama satu minggu terakhir.
Beliau menegaskan bahwa pelaksanaan Training Center bukanlah proses pembelajaran dari awal, melainkan proses pemantapan kemampuan yang telah dimiliki oleh para atlet terbaik Peradilan Militer.
“Sudah satu minggu kalian berlatih bersama. Saya melihat perkembangan yang sangat baik. Latihan yang kita laksanakan bukan untuk mengajarkan dari dasar karena saya yakin kalian semua sudah memiliki kemampuan yang sangat baik. Training Center ini adalah sarana untuk menyatukan irama permainan, mencocokkan pukulan, membangun chemistry, memperkuat kekompakan, dan meningkatkan kontinuitas permainan agar ketika bertanding nanti mampu tampil sebagai satu tim yang solid.”
Menurut Kadilmiltama, seluruh atlet yang tergabung dalam kontingen PTWP Peradilan Militer merupakan atlet-atlet pilihan yang telah mendapatkan kepercayaan untuk membawa nama besar Peradilan Militer pada ajang nasional warga peradilan.
“Kalian yang berdiri di sini adalah orang-orang terbaik yang dimiliki Peradilan Militer. Tidak semua mendapatkan kesempatan ini. Kalian dipilih karena memiliki kemampuan, semangat, dan komitmen untuk mewakili institusi. Oleh karena itu, jagalah kepercayaan yang telah diberikan dengan menunjukkan performa terbaik selama pertandingan.”
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa keberhasilan menyelesaikan seluruh program latihan dengan baik merupakan modal penting dalam menghadapi pertandingan yang sesungguhnya.
“Selama delapan hari terakhir saya melihat semangat yang luar biasa dari seluruh atlet. Saya melihat kerja keras, disiplin, kebersamaan, dan kemauan untuk terus berkembang. Semua itu merupakan modal yang sangat penting dalam menghadapi pertandingan di Malang.”
Suasana pengarahan semakin membara ketika Kadilmiltama mengaitkan semangat olahraga dengan nilai-nilai keprajuritan yang melekat dalam identitas Peradilan Militer.
“Kita adalah Peradilan Militer. Di dalam kata militer terdapat jiwa seorang prajurit. Dan sebagai prajurit, kita memiliki doktrin yang sangat jelas, yaitu tidak ada kata menyerah.”
Beliau menegaskan bahwa seluruh atlet harus membawa semangat juang seorang prajurit ketika memasuki arena pertandingan.
“Ketika kalian bertanding nanti, ingat bahwa kalian tidak hanya mewakili diri sendiri. Kalian membawa nama Pengadilan Militer dan membawa kebanggaan para prajurit dari seluruh Indonesia. Karena itu saya ingin kalian berjuang sekuat tenaga. Berjuang sampai titik penghabisan. Berjuang untuk setiap poin. Berjuang untuk setiap pertandingan. Jangan pernah menyerah sebelum pertandingan benar-benar selesai.”
Kadilmiltama juga mengingatkan bahwa keberangkatan menuju Malang bukan sekadar untuk mengikuti pertandingan, melainkan membawa amanah dan kehormatan institusi.
“Kalian berangkat bukan hanya sebagai atlet tenis. Kalian adalah duta Peradilan Militer. Di pundak kalian terdapat kehormatan institusi yang harus dijaga dan dibanggakan melalui sikap, sportivitas, disiplin, dan prestasi.”
Dengan penuh keyakinan, beliau kembali menyampaikan pesan yang selama ini menjadi penyemangat seluruh peserta Training Center.
“Peradilan Militer mungkin tidak besar dari sisi jumlah personel, tetapi memiliki semangat yang besar. Saya selalu mengatakan bahwa Peradilan Militer itu kecil tetapi mematikan. Saya melihat sendiri bagaimana para atlet berlatih dengan sungguh-sungguh, berjuang dalam setiap pertandingan uji coba, dan tidak pernah menyerah menghadapi lawan yang lebih kuat. Semangat seperti itulah yang harus dibawa ke Malang.”
Kadilmiltama kemudian mengajak seluruh atlet membangun mental juara dan keberanian menghadapi setiap lawan yang akan ditemui selama turnamen berlangsung.
“Kita berangkat ke Malang bukan sebagai wisatawan dan bukan sekadar sebagai peserta. Kita berangkat sebagai petarung yang siap menghadapi pertandingan. Kita berangkat membawa semangat yang ada di dalam dada sebagaimana seorang prajurit yang akan berangkat ke medan pertempuran. Semangat itu harus menyala. Semangat itu harus membara. Semangat untuk memenangkan setiap pertandingan dan memberikan yang terbaik bagi Peradilan Militer.”
Beliau kembali menegaskan pentingnya menjaga kekompakan, disiplin, dan semangat juang yang telah dibangun selama Training Center.
“Saya ingin kalian tetap menjaga apa yang sudah dibangun selama Training Center ini. Jaga kekompakan. Jaga semangat. Jaga disiplin. Ketika memasuki lapangan, tunjukkan bahwa atlet Peradilan Militer adalah atlet yang memiliki mental juara, sportif, dan pantang menyerah.”

Menjelang akhir sambutannya, Kadilmiltama menyampaikan harapan agar kontingen PTWP Peradilan Militer mampu mempertahankan prestasi yang telah diraih pada turnamen sebelumnya dan bahkan meningkatkan capaian yang telah ada.
“Saya tidak meminta kalian terbebani oleh target yang berlebihan. Saya hanya meminta kalian memberikan yang terbaik. Bermainlah dengan hati. Berjuanglah sampai poin terakhir. Jangan pernah menyerah sebelum pertandingan benar-benar berakhir. Jika seluruh kemampuan, kerja keras, disiplin, dan semangat juang telah kalian berikan, maka apa pun hasilnya akan menjadi kebanggaan bagi Peradilan Militer.”
Dengan suara penuh semangat yang disambut tepuk tangan seluruh peserta, beliau menutup arahannya dengan pesan yang membakar semangat kontingen.
“Ingat, besok kita berangkat ke Malang dengan semangat yang membara. Berangkat dengan keyakinan. Berangkat dengan keberanian. Berangkat dengan tekad untuk memberikan yang terbaik. Saya percaya kepada kemampuan kalian. Saya percaya kepada semangat kalian. Dan saya percaya Peradilan Militer mampu kembali mengukir prestasi yang membanggakan.”
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan perjalanan, kesehatan seluruh atlet dan official, serta keberhasilan kontingen dalam mengikuti seluruh rangkaian pertandingan di Kota Malang.

Selanjutnya sebagai simbol pelepasan, para atlet mencium bendera merah putih satu persatu sebagai bentuk kecintaan yang mendalam terhadap tanah air, selanjutnya pemberian ucapan selamat dari pimpinan dan tamu undangan kepada seluruh kontingen Tim Tenis PTWP Peradilan Militer.
Raut optimisme terlihat dari wajah seluruh atlet yang telah menyelesaikan program Training Center. Berbagai pengalaman, evaluasi, kemenangan, maupun pelajaran berharga yang diperoleh selama masa latihan menjadi bekal penting dalam menghadapi kompetisi yang sesungguhnya.
Dengan berakhirnya Training Center, maka dimulailah babak baru perjuangan Kontingen PTWP Peradilan Militer. Berbekal semangat Tangguh – Integritas – Teguh, dukungan penuh dari pimpinan, serta persiapan yang matang, kontingen PTWP Peradilan Militer siap berangkat menuju Kota Malang untuk mengukir prestasi dan mengharumkan nama Peradilan Militer.
“Berlatih dengan disiplin, bertanding dengan kehormatan, dan pulang membawa prestasi.”
Kalimat tersebut menjadi tekad bersama yang mengiringi langkah Kontingen PTWP Peradilan Militer menuju Turnamen Tenis Beregu ke-XX Piala Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Tahun 2026 di Kota Malang.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


