Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Olahraga Bersama di Taman BKT, Pengadilan Militer II-06 Jakarta Perkuat Kebersamaan dan Kebugaran Personel

October 30, 2026

Mahkamah Agung Tolak Kasasi Penuntut Umum, Putusan Bebas Empat Aktivis Telah Berkekuatan Hukum Tetap: Hukum Pidana Tidak Boleh Membatasi Ruang Berpikir

October 30, 2026

BSDK Mahkamah Agung Tutup Pelatihan Legal Drafter, Tekankan Pentingnya Dokumentasi dan Kualitas Regulasi Peradilan

October 30, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Sebelum Bercita-cita Menjadi Hakim, Bacalah Ini

Sebelum Bercita-cita Menjadi Hakim, Bacalah Ini

Iqbal LazuardiBy Iqbal LazuardiJune 16, 2026 · 19:04 WIB5 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Banyak orang bermimpi menjadi hakim.

Mereka melihat kehormatan jabatannya. Mereka melihat kewibawaannya. Mereka melihat toga yang dikenakan, kursi persidangan yang dihormati, serta kewenangan untuk mengetukkan palu atas nama keadilan.

Namun sangat sedikit yang benar-benar memahami kehidupan di baliknya.

Sebab menjadi hakim bukan sekadar memperoleh profesi yang terhormat. Menjadi hakim adalah memilih sebuah jalan hidup. Jalan yang mungkin membuat seseorang dihormati banyak orang, tetapi pada saat yang sama menuntut pengorbanan yang tidak sedikit.

Apa yang terlihat dari luar sering kali jauh lebih indah daripada kenyataan yang harus dijalani.

Menjadi hakim berarti bersiap hidup dalam kesepian yang tidak dialami oleh banyak profesi lain.

Saat orang lain bebas membangun kedekatan dengan siapa saja, seorang hakim harus menjaga jarak. Saat orang lain bebas menerima berbagai bentuk perhatian, seorang hakim harus selalu berhati-hati. Sedikit saja keliru menjaga batas, integritas yang dibangun selama bertahun-tahun dapat dipertanyakan dalam hitungan detik.

Lambat laun, ruang pergaulan menjadi semakin sempit.

Bukan karena tidak ada yang ingin berteman. Bukan pula karena seorang hakim merasa lebih tinggi dari orang lain.

Melainkan karena jabatan menuntutnya untuk menjaga independensi, bahkan dari hal-hal yang bagi orang lain dianggap biasa.

Di saat yang sama, seorang hakim harus siap hidup jauh dari keluarga.

Negara membutuhkan hakim di seluruh penjuru negeri, bukan hanya di kota tempat seseorang dilahirkan atau dibesarkan. Hari ini mungkin bertugas dekat rumah. Besok bisa dipindahkan ke daerah yang bahkan belum pernah dikunjungi sebelumnya. Dan perpindahan itu bisa terjadi lebih dari sekali sepanjang karier.

Tahun demi tahun berlalu.

Orang tua semakin menua.

Saudara membangun kehidupannya masing-masing.

Anak-anak tumbuh dewasa.

Berbagai momen keluarga terjadi silih berganti.

Namun tidak sedikit dari momen-momen itu yang hanya dapat disaksikan dari kejauhan.

Ada harga yang harus dibayar untuk sebuah pengabdian. Dan sering kali harga itu adalah kebersamaan dengan orang-orang yang paling dicintai.

Jika berpikir tantangannya berhenti sampai di sana, kenyataannya tidak.

Dalam perkara-perkara tertentu, terutama yang menyangkut kepentingan besar, kekuasaan, uang, atau konflik yang menyita perhatian publik, seorang hakim tidak hanya berhadapan dengan berkas perkara.

Baca Juga  Menakar Ulang Keadilan Sosial dari Rakyat, untuk Rakyat dan oleh Rakyat

Ia berhadapan dengan kepentingan.

Ia berhadapan dengan tekanan.

Ia berhadapan dengan harapan dan kemarahan banyak pihak.

Tidak semua orang siap menerima putusan yang berbeda dari keinginannya. Karena itu, ancaman dapat muncul dalam berbagai bentuk.

Nama baik diserang.

Informasi pribadi disebarluaskan.

Fitnah diproduksi.

Intimidasi dilakukan.

Bahkan keluarga dapat ikut menjadi sasaran.

Di era digital, doxing dan serangan di media sosial menjadi risiko yang semakin nyata.

Masyarakat sering membaca putusan yang telah dijatuhkan. Namun jarang membayangkan risiko yang harus ditanggung oleh orang yang mengetuk palu atas putusan tersebut.

Belum lagi tekanan yang datang dari berbagai arah.

Dari luar institusi.

Dari dalam institusi.

Dari pihak yang berperkara.

Dari opini publik.

Dari media sosial.

Dari berbagai kelompok yang memiliki kepentingan.

Semua ingin hakim memutus sesuai harapan mereka. Semua merasa memiliki alasan yang benar. Semua ingin didengar.

Sementara hakim dituntut tetap berdiri tegak di tengah semua tekanan itu.

Tidak takut.

Tidak tergoda.

Tidak berpihak.

Tidak tunduk.

Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Namun dalam kenyataan, itulah salah satu ujian paling berat yang dapat dihadapi manusia.

Di ruang sidang, hakim bukan hanya berhadapan dengan pasal-pasal dan teori hukum. Ia berhadapan dengan nasib manusia.

Ada kebebasan seseorang yang dipertaruhkan.

Ada masa depan keluarga yang dipertaruhkan.

Ada hak yang harus dilindungi.

Ada keadilan yang harus ditegakkan.

Dan sering kali tidak ada keputusan yang mampu membuat semua pihak merasa puas.

Ada perkara yang secara hukum harus diputus dengan satu cara, tetapi secara kemanusiaan meninggalkan rasa getir.

Ada perkara yang menyentuh hati, tetapi tidak cukup kuat sebagai dasar hukum.

Ada putusan yang benar menurut hukum, tetapi akan mengundang kemarahan sebagian orang.

Inilah bagian yang tidak pernah terlihat dalam foto-foto seremonial dan pemberitaan singkat.

Pergulatan batin.

Konflik nurani.

Beban psikologis yang tetap tinggal bahkan setelah ruang sidang kosong dan semua orang pulang.

Sementara itu, pekerjaan tidak pernah benar-benar selesai.

Berkas perkara terus berdatangan.

Tumpukan dokumen terus bertambah.

Baca Juga  Sistem Pengawasan “No Mercy” Untuk Melayakkan Kesejahteraan Finansial Hakim

Sidang berlangsung dari pagi hingga malam.

Putusan harus disusun.

Pertimbangan hukum harus ditulis dengan teliti.

Setiap fakta harus diperiksa dengan cermat.

Setiap kalimat harus dipertanggungjawabkan.

Satu putusan yang dibacakan dalam hitungan menit sering kali lahir dari puluhan bahkan ratusan jam kerja yang tidak pernah dilihat publik.

Ketika banyak orang telah beristirahat, tidak sedikit hakim yang masih duduk di balik meja, membaca berkas demi berkas yang harus diputus dengan penuh kehati-hatian.

Lalu datang ujian yang mungkin paling berat dari semuanya yakni integritas.

Jangan bayangkan ujian itu selalu hadir dalam bentuk suap bernilai fantastis.

Sering kali ia datang dalam bentuk yang jauh lebih sederhana.

Pertemanan.

Kedekatan.

Rasa sungkan.

Balas budi.

Fasilitas.

Hadiah.

Kemudahan.

Hal-hal kecil yang perlahan mengikis independensi tanpa disadari.

Karena itulah kode etik hakim dibuat begitu ketat. Karena keadilan hanya dapat berdiri tegak apabila hakim tetap bersih bahkan ketika tidak ada seorang pun yang melihat.

Dan di atas seluruh beban itu, ada satu tanggung jawab yang mungkin paling berat.

Hakim tidak hanya mempertanggungjawabkan pekerjaannya kepada negara. Tidak hanya kepada institusi. Tidak hanya kepada masyarakat.

Pada akhirnya, ia juga harus mempertanggungjawabkannya kepada hati nuraninya sendiri.

Bahkan bagi mereka yang beriman, kepada Tuhan.

Sebab setiap putusan mungkin selesai dibacakan di dunia. Namun pertanggungjawabannya belum tentu selesai di sana.

Maka sebelum bercita-cita menjadi hakim, jangan hanya melihat kehormatannya.

Lihat juga kesepiannya.

Lihat juga perpindahan tugasnya.

Lihat juga tekanan yang mengitarinya.

Lihat juga ancamannya.

Lihat juga godaannya.

Lihat juga beban moral yang harus dipikul sepanjang hidup.

Karena menjadi hakim bukan sekadar tentang mengenakan toga dan mengetukkan palu.

Menjadi hakim adalah kesiapan untuk hidup dalam pengabdian, menjaga integritas di tengah godaan, tetap tegak di tengah tekanan, serta mempertanggungjawabkan setiap putusan ketika banyak orang hanya melihat hasil akhirnya.

Jika setelah memahami semua itu seseorang masih ingin menjadi hakim, maka memang di situlah panggilan hidupnya berada.

Iqbal Lazuardi
Kontributor
Iqbal Lazuardi
Hakim Pengadilan Negeri Kayu Agung

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Etika Peradilan independensi peradilan Integritas Hakim Pengabdian Hakim Profesi Hakim
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Sinergi, KPA, Forkopimda, Bupati OKU Sambut Kajati Sumsel

October 28, 2026

Pengujian Kewenangan Pemerintah Harus Menjangkau Perlindungan Hak Warga

October 27, 2026

Batas Kekuasaan Mengadili

October 26, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026
Don't Miss

Olahraga Bersama di Taman BKT, Pengadilan Militer II-06 Jakarta Perkuat Kebersamaan dan Kebugaran Personel

By Silveria SupantiOctober 30, 20260

Jakarta – Di tengah padatnya agenda persidangan dan rutinitas pekerjaan yang menuntut konsentrasi serta tanggung…

Mahkamah Agung Tolak Kasasi Penuntut Umum, Putusan Bebas Empat Aktivis Telah Berkekuatan Hukum Tetap: Hukum Pidana Tidak Boleh Membatasi Ruang Berpikir

October 30, 2026

BSDK Mahkamah Agung Tutup Pelatihan Legal Drafter, Tekankan Pentingnya Dokumentasi dan Kualitas Regulasi Peradilan

October 30, 2026

Dilmil Peduli: Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan Jalin Kerja Sama dan Salurkan Bantuan kepada DPC Gerkatin

October 30, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Olahraga Bersama di Taman BKT, Pengadilan Militer II-06 Jakarta Perkuat Kebersamaan dan Kebugaran Personel
  • Mahkamah Agung Tolak Kasasi Penuntut Umum, Putusan Bebas Empat Aktivis Telah Berkekuatan Hukum Tetap: Hukum Pidana Tidak Boleh Membatasi Ruang Berpikir
  • BSDK Mahkamah Agung Tutup Pelatihan Legal Drafter, Tekankan Pentingnya Dokumentasi dan Kualitas Regulasi Peradilan
  • Dilmil Peduli: Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan Jalin Kerja Sama dan Salurkan Bantuan kepada DPC Gerkatin
  • Menakar Etika dan Batas Pemanfaatan AI di Pengadilan: Hakim Dituntut Pahami Pembuktian Perkara Digital

Recent Comments

  1. Auzir on KUHAP Baru: Menanggalkan Jubah Interogator, Transformasi Menuju Sistem Adversarial
  2. Budi Santoso on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  3. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  4. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
  5. Abdul Mustopa on Membedah Rahasia Keberhasilan Wakai dan Chotei untuk Mediasi Indonesia
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Antok Wibowo
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reynold Mauliate Panggabean
  • Avatar photo Reza Kresna Adipraya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.