Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Membaca Alur Perkara di High Court India: Dari Meja Registry hingga Putusan

27 April 2026 • 17:31 WIB

Ketua PA Baturaja Laksanakan Maksimal  Program Prioritas Badilag Tahun 2026 di Kecamatan Peninjauan

27 April 2026 • 14:44 WIB

Di Hadapan Raja Vikramaditya: Catatan Mencari Makna Keadilan di Jabalpur

27 April 2026 • 11:41 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Di Hadapan Raja Vikramaditya: Catatan Mencari Makna Keadilan di Jabalpur
Liputan Khusus Kegiatan BSDK Kerjasama dengan National Judicial Academy

Di Hadapan Raja Vikramaditya: Catatan Mencari Makna Keadilan di Jabalpur

Muamar Azmar Mahmud FarigMuamar Azmar Mahmud Farig27 April 2026 • 11:41 WIB4 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Perjalanan menuju Jabalpur tidak dimulai dari ruang sidang, tetapi dari jalan yang panjang. Sekitar lima jam perjalanan darat ditempuh dari Bhopal, menyusuri Madhya Pradesh yang perlahan berganti dari hiruk kota menjadi suasana yang lebih tenang. Perjalanan itu berakhir pada malam hari, ketika rombongan peserta Training Programme for the Judges from the Republic of Indonesia tiba dan disambut dengan hangat oleh para hakim serta aparatur dari High Court of Madhya Pradesh. Sambutan tersebut bukan sekadar formalitas, tetapi menghadirkan kesan awal tentang bagaimana institusi peradilan juga dibangun di atas etika kelembagaan yang hidup.

Madhya Pradesh State Judicial Academy tempat rombongan menginap, sebuah ruang pembelajaran yang didesain bukan hanya untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk cara berpikir hakim. Di sinilah, di sebuah ruang yang justru paling sunyi perpustakaan sebuah pengalaman reflektif yang tak terduga muncul. Sebuah lukisan besar terpampang. Lukisan tersebut tidak menghadirkan ruang sidang modern, tidak pula menampilkan hakim dengan toga dan protokol formal. Yang tampak justru seorang raja duduk di bawah pohon, dikelilingi masyarakat, memutus perkara dalam kesederhanaan yang hampir terasa asing bagi imajinasi peradilan hari ini. Lukisan itu menggambarkan Raja Vikramaditya, sosok legendaris dalam tradisi India yang dikenal sebagai simbol keadilan dan kebijaksanaan.

Namun daya tarik lukisan tersebut tidak terletak pada siapa yang digambarkan, melainkan pada bagaimana keadilan itu divisualisasikan.

Raja Vikramaditya sendiri dalam tradisi India tidak sekadar diposisikan sebagai figur penguasa, melainkan sebagai simbol ideal tentang bagaimana keadilan dijalankan. Dalam berbagai kisah klasik, termasuk rangkaian cerita Vetala Panchavimshati, ia digambarkan sebagai raja yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu menimbang perkara dengan kebijaksanaan yang melampaui teks dan formalitas. Ia mendengarkan, menguji argumen, dan bahkan mempertanyakan kembali premis yang diajukan kepadanya sebelum menjatuhkan keputusan. Dalam narasi tersebut, keadilan tidak lahir dari kekuasaan semata, tetapi dari kemampuan untuk memahami kompleksitas manusia dan mengambil keputusan yang paling adil, sekalipun tidak selalu yang paling mudah. Sosok ini, meskipun bersifat semi-legendaris, terus hidup sebagai representasi tentang hakim yang tidak hanya benar secara hukum, tetapi juga bijak secara moral.

Baca Juga  Blind Spot dalam Sistem Peradilan Pidana: Aspek “Perbuatan yang Didakwakan” dalam Konstruksi Surat Dakwaan

Jika dibaca lebih dalam, struktur visual lukisan itu sendiri mengandung pesan filosofis yang kuat. Ruang terbuka di bawah pohon mencerminkan gagasan bahwa keadilan harus dapat diakses dan disaksikan oleh masyarakat. Tidak adanya sekat fisik menjadi simbol keterbukaan dan transparansi. Posisi raja yang berada di pusat, namun tetap dikelilingi masyarakat, menunjukkan bahwa otoritas tidak berdiri dalam isolasi, melainkan berakar pada legitimasi sosial. Di sekelilingnya, masyarakat tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi sebagai bagian dari proses, ada yang berbicara, menyimak, dan menunjukkan sikap hormat. Bahkan elemen simbolik seperti api yang menyala di hadapan raja dapat dimaknai sebagai representasi kebenaran moral, bahwa keadilan tidak hanya bersandar pada aturan, tetapi juga pada nilai yang diyakini bersama.

Di titik ini, lukisan tersebut tidak lagi sekadar artefak sejarah. Melanikan juga menjadi cermin yang diam-diam mengajukan standar.

Sistem peradilan modern tentu tidak dapat sepenuhnya kembali pada model seperti itu. Peradilan dibangun di atas prinsip kepastian hukum, prosedur, dan perlindungan hak yang terstruktur. Konstitusi menjadi batas yang tidak dapat dinegosiasikan. Namun dalam praktiknya, keadilan sering kali tereduksi menjadi rangkaian prosedur yang kering, jauh dari pengalaman masyarakat yang mencarinya. Di sinilah relevansi refleksi tersebut muncul kembali.

Pengalaman melihat lukisan itu di ruang perpustakaan, ruang di mana hakim dibentuk secara intelektual seolah menyampaikan pesan yang sederhana tetapi dalam yakni sebelum hukum menjadi teks, hukum adalah praktik sosial. Dan sebelum hakim menjadi pemutus, ia adalah penimbang antara norma dan realitas manusia.

Dalam konteks Indonesia, refleksi ini terasa tidak sepenuhnya asing. Prinsip musyawarah mufakat, gotong royong, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika menunjukkan bahwa keadilan yang hidup di masyarakat telah lama menjadi bagian dari fondasi sosial kita. Namun tantangan yang dihadapi hari ini adalah bagaimana nilai tersebut tetap hidup dalam sistem hukum yang semakin kompleks dan formal.

Baca Juga  YM. Sutardjo: “Hakim Adalah Penafsir Nilai Keadilan Yang Hidup Di Tengah Masyarakat”

Di sinilah peran hakim menemukan kedalamannya. Hakim tidak cukup hanya menjunjung konstitusi sebagai batas normatif, tetapi juga dituntut untuk membaca nilai yang hidup dalam masyarakat sebagai sumber makna keadilan. Keduanya bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk dijembatani. Dan jembatan itu tidak dibangun oleh sistem, tetapi oleh cara berpikir hakim itu sendiri.

Perjalanan dari Bhopal ke Jabalpur pada akhirnya bukan sekadar perpindahan geografis. Melainkan menjadi perjalanan reflektif yang membawa pada satu kesadaran bahwa di balik setiap sistem hukum yang modern, terdapat akar keadilan yang lebih tua, lebih sederhana, namun tetap relevan. Lukisan Raja Vikramaditya itu tidak memaksa untuk ditiru, tetapi cukup kuat untuk dijadikan cermin tentang bagaimana keadilan seharusnya tidak hanya benar secara hukum, tetapi juga hidup dalam kesadaran masyarakat.

Dan mungkin, tanpa perlu berkata apa pun, lukisan itu sedang menetapkan satu standar yang diam-diam menantang setiap hakim yang melewatinya: bukan hanya seberapa tepat hukum diterapkan, tetapi seberapa dalam keadilan itu dipahami.

Muamar Azmar Mahmud Farig
Kontributor
Muamar Azmar Mahmud Farig
Hakim Pengadilan Negeri Poso

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Hakim Dan Keadilan Keadilan Substantif Peradilan Modern Perjalanan Yudisial
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Membaca Alur Perkara di High Court India: Dari Meja Registry hingga Putusan

27 April 2026 • 17:31 WIB

Enforcing Environmental Law In The Framework Of A Shared Future For Mankind

27 April 2026 • 11:27 WIB

Perjalanan Hakim Indonesia: Journey to the West & Wasiat Sukarno

27 April 2026 • 11:07 WIB
Demo
Top Posts

Membaca Alur Perkara di High Court India: Dari Meja Registry hingga Putusan

27 April 2026 • 17:31 WIB

Di Hadapan Raja Vikramaditya: Catatan Mencari Makna Keadilan di Jabalpur

27 April 2026 • 11:41 WIB

Enforcing Environmental Law In The Framework Of A Shared Future For Mankind

27 April 2026 • 11:27 WIB

Perjalanan Hakim Indonesia: Journey to the West & Wasiat Sukarno

27 April 2026 • 11:07 WIB
Don't Miss

Membaca Alur Perkara di High Court India: Dari Meja Registry hingga Putusan

By Ganjar Prima Anggara27 April 2026 • 17:31 WIB0

Jabarpur-India High Court di India menempati posisi penting dalam struktur peradilan negara bagian. Konstitusi India…

Ketua PA Baturaja Laksanakan Maksimal  Program Prioritas Badilag Tahun 2026 di Kecamatan Peninjauan

27 April 2026 • 14:44 WIB

Di Hadapan Raja Vikramaditya: Catatan Mencari Makna Keadilan di Jabalpur

27 April 2026 • 11:41 WIB

Enforcing Environmental Law In The Framework Of A Shared Future For Mankind

27 April 2026 • 11:27 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Membaca Alur Perkara di High Court India: Dari Meja Registry hingga Putusan
  • Ketua PA Baturaja Laksanakan Maksimal  Program Prioritas Badilag Tahun 2026 di Kecamatan Peninjauan
  • Di Hadapan Raja Vikramaditya: Catatan Mencari Makna Keadilan di Jabalpur
  • Enforcing Environmental Law In The Framework Of A Shared Future For Mankind
  • Perjalanan Hakim Indonesia: Journey to the West & Wasiat Sukarno

Recent Comments

  1. Analisis Batas Fungsi Pengawasan DPR dan Prinsip Judicial Independence dalam Seruan Komisi III pada Kasus Vonis Bebas Amsal Sitepu - LP2KI FH-UH on Batas Kewenangan Konstitusional: Antara Fungsi Pengawasan DPR dan Kemandirian Kekuasaan Kehakiman
  2. is cenforce legal on Debu di Atas Map Hijau
  3. kamagra north sydney on Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
  4. what is vidalista 80 on Fenomena The Blue Wall of Silence dan Upaya Membangun the Wall of Integrity: Belajar dari Kasus di Mahkamah Agung dan Kementerian Keuangan
  5. hims tadalafil atorvastatin on Mempererat Integritas dan Spiritualitas: Rangkaian Giat Ramadan 1447 H di Pengadilan Negeri Kotabaru
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami, S.H.I., M.H.I.
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Assc. Prof. Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM., CPArb.
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.