Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Delegasi PN Dataran Hunipopu Sumbang Suara Daerah Dalam Fgd Identifikasi Masalah Penerapan Rj Bersama Kemenko Polkam Ri Di Ambon

17 April 2026 • 07:56 WIB

PT Ambon Perkuat Pembangunan Zona Integritas Di PN Dataran Hunipopu

17 April 2026 • 07:51 WIB

Mahkamah Agung Godok Aturan Pre-Trial Perdata Guna Pangkas Inefisiensi Peradilan

16 April 2026 • 19:36 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Sudah Punya Nama, Jangan Cari Muka
Features Satire

Sudah Punya Nama, Jangan Cari Muka

Tri IndroyonoTri Indroyono3 January 2026 • 14:05 WIB5 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Realitas Kehidupan

Di sebuah ruang kerja yang dindingnya penuh slogan motivasi Integritas, Profesionalisme, Akuntabilitas, hidup sekelompok manusia yang setiap pagi tampak sibuk, tetapi tak selalu bekerja. Mereka datang tepat waktu, duduk rapi, membuka komputer, lalu membuka jendela lain yang lebih penting dari pekerjaan: jendela untuk menilai orang lain.

Tokoh utama kita sebut saja Aku bukan siapa-siapa. Sudah punya nama di kartu identitas, sudah punya muka di cermin, dan karena itu tak berniat mencari muka di hadapan siapa pun. Prinsipnya sederhana: bekerja secukupnya dengan sungguh-sungguh, bicara seperlunya dengan jujur, dan berharap hasil pada Allah SWT, bukan pada tepuk tangan manusia.

Namun prinsip sederhana itu sering dianggap aneh di ruang kerja ini.

Di sini, ada tradisi tak tertulis: bekerja bukan untuk hasil, melainkan untuk terlihat. Siapa yang paling sering mengkritik, dialah yang dianggap paling peduli. Siapa yang paling lantang menilai, dialah yang disebut paling berintegritas. Anehnya, mereka yang rajin menilai jarang terlihat menyelesaikan pekerjaan sendiri.

“Pekerjaan si A lambat,” kata seseorang sambil menyeruput kopi.

“Laporan si B banyak salah,” timpal yang lain sambil membuka media sosial.
“Kalau saya yang pegang, pasti beres,” ujar yang ketiga, meski pekerjaannya sendiri belum pernah benar-benar selesai.

Aku mendengarkan, tersenyum, lalu kembali menatap layar. Dalam hati Aku bergumam: “Betapa mudahnya menilai pekerjaan orang lain, dan betapa beratnya menilai kinerja sendiri”.

Cermin Bermuka Dua

Satire kehidupan kantor memang sering lucu sekaligus menyedihkan. Banyak orang sibuk menambal kekurangan diri dengan menyoroti kesalahan orang lain. Seolah dengan menemukan cacat pada sesama, lubang pada dirinya akan tertutup rapi. Padahal, kekurangan itu bukan hilang hanya disembunyikan di balik suara kritik.

Aku pernah bertanya pada diri sendiri: “Mengapa manusia begitu gemar mencari kesalahan orang lain?” Jawabannya sederhana: “Karena menilai orang lain lebih ringan daripada memperbaiki diri sendiri. Mengkritik tidak membutuhkan disiplin, sedangkan memperbaiki diri menuntut kejujuran dan kerja keras.”

Baca Juga  Jejak Siber sebagai Identitas Permanen: Hak untuk Dilupakan dan Peran Hukum di Era Digital

Dalam satu rapat evaluasi, seorang rekan berdiri dengan penuh semangat. Ia menyampaikan daftar panjang kesalahan tim lain. Slide demi slide dipenuhi kata “kurang”, “tidak optimal”, dan “perlu diperbaiki”. Ketika giliran laporan timnya sendiri, layar “mendadak mati”. Ia tersenyum dan berkata, “Untuk tim kami, rasanya sudah cukup baik.”

Aku menunduk. Bukan menahan tawa, tetapi menahan sedih. Sebab di situlah satire itu berdiri telanjang: mencari kebenaran saat menilai orang lain, tetapi mencari pembenaran saat menilai diri sendiri.

Padahal, dalam iman yang kami yakini bersama, kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Manusia diciptakan dengan keterbatasan, dengan cela, dengan potensi salah. Lalu mengapa kita begitu berambisi tampil sempurna di hadapan sesama, sementara lupa memperbaiki diri di hadapan-Nya?

Aku teringat satu nasihat lama yang sering terdengar klise: “Jangan mencari kesalahan orang lain, lebih baik mengisi dan melengkapi kekurangannya.” Nasihat itu terdengar sederhana, tetapi sulit dijalankan di dunia yang lebih menghargai kritik daripada kontribusi.

Sudah Punya Nama, Tak Perlu Cari Muka

Di ruang kerja ini, orang yang bekerja diam-diam sering kalah pamor dengan mereka yang pandai berbicara. Mereka yang menuntaskan tugas tanpa banyak cerita sering luput dari perhatian. Tetapi Aku belajar satu hal: “Bekerja tanpa berharap balas budi adalah bentuk kemerdekaan batin. Ketika tidak berharap pujian, kita tidak kecewa saat dilupakan. Ketika tidak mengejar sanjungan, kita bebas bekerja dengan jujur.”

Aku memilih jalur yang mungkin tidak populer: bekerja mandiri, berusaha inovatif, dan tetap inspiratif setidaknya bagi diri sendiri. Bukan berarti menutup mata pada kesalahan, tetapi memilih cara yang lebih beradab untuk menyikapinya. Bukan dengan mengumumkan kekurangan orang lain, melainkan dengan menawarkan solusi dan kebersamaan.

Sebab pada akhirnya, kinerja yang berarti bukanlah kinerja yang paling terlihat, melainkan yang paling berdampak. Bukan yang paling sering dibicarakan, tetapi yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Suatu hari, seorang rekan mendekat dan bertanya, “Kenapa kamu jarang ikut mengkritik di rapat?”

Baca Juga  PN Karawang Gelar Bimtek Keterbukaan Informasi Publik: Perkuat Budaya Transparansi dan Pelayanan Prima

Aku menjawab pelan, “Karena saya masih sibuk memperbaiki pekerjaan saya sendiri.”

Rekan tersebut terdiam, lalu tertawa kecil. Mungkin menganggap jawabanku sebagai satire. Padahal, itu adalah pengakuan paling jujur yang bisa kusampaikan. Sebab Aku sadar, kesalahan dan kekurangan diri kita sering kali belum diketahui orang lain, hanya karena semata Allah SWT menutupinya. Di hadapan Yang Maha Kuasa, semua kekurangan dan cela terpampang jelas dan tercatat sangat rinci.

Mencari kebenaran berarti berani bercermin. Mencari pembenaran berarti memecahkan cermin agar tak melihat pantulan sendiri. Banyak orang memilih yang kedua, karena lebih nyaman. Namun kenyamanan itu semu. Ia hanya menunda perjumpaan dengan kenyataan.

Dengan segala keterbatasan yang kita miliki, seharusnya kebersamaan menjadi kekuatan. Tidak ada manusia yang cukup hebat bekerja sendirian. Tidak ada institusi yang berhasil karena satu orang paling vokal. Kinerja yang berarti, lahir dari saling melengkapi, bukan saling menjatuhkan.

Di akhir cerita ini, ruang kerja itu masih sama. Slogan di dinding belum berubah. Orang-orang masih datang dan pergi. Sebagian masih sibuk menilai, sebagian mulai belajar bekerja. Aku tetap di mejaku, menuntaskan tugas, memperbaiki kekurangan, dan berdoa agar pekerjaanku bernilai ibadah.

Aku percaya, prestasi sejati bukan tentang siapa yang paling terlihat benar, tetapi siapa yang paling sungguh-sungguh berusaha. Bukan tentang siapa yang paling pandai bicara, tetapi siapa yang paling jujur bekerja.

Dan dalam sunyi itu, aku mengulang satu kalimat sebagai pengingat diri:
Sudah punya nama, jangan cari muka. Sudah punya amanah, tunaikan dengan sebaik-baiknya. Sisanya, serahkan pada Allah SWT.

Tri Indroyono
Kontributor
Tri Indroyono
Panitera Pengadilan Negeri Garut

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

ASN cari muka dunia peradilan pengadilan profesionalisme
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Disiplin atau Distrust? Ketika Pimpinan Pengadilan Menghadapi Era Work From Anywhere

19 March 2026 • 08:50 WIB

Perjamuan di Meja Bundar: Saat Burung Beo Belajar Makan dengan Garpu Plastik

15 March 2026 • 12:07 WIB

Labirin Cermin: Terjebak Perjamuan Abadi Yang Tak Pernah Usai

14 March 2026 • 13:10 WIB
Demo
Top Posts

Etika Bermedia Sosial bagi Hakim: Antara Ekspresi Diri dan Marwah Peradilan

13 March 2026 • 20:03 WIB

Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

5 March 2026 • 18:28 WIB

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB
Don't Miss

Delegasi PN Dataran Hunipopu Sumbang Suara Daerah Dalam Fgd Identifikasi Masalah Penerapan Rj Bersama Kemenko Polkam Ri Di Ambon

By Yudhistira Ary Prabowo17 April 2026 • 07:56 WIB0

Rabu 15 April 2026, berlokasi di Hotel Swiss-Belhotel Ambon Jl. Benteng Kapaha No. 88, Uritetu,…

PT Ambon Perkuat Pembangunan Zona Integritas Di PN Dataran Hunipopu

17 April 2026 • 07:51 WIB

Mahkamah Agung Godok Aturan Pre-Trial Perdata Guna Pangkas Inefisiensi Peradilan

16 April 2026 • 19:36 WIB

DYK Gaungkan Semangat Anti Korupsi, Tegaskan Peran Perempuan sebagai Garda Terdepan Pencegahan

16 April 2026 • 18:35 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Delegasi PN Dataran Hunipopu Sumbang Suara Daerah Dalam Fgd Identifikasi Masalah Penerapan Rj Bersama Kemenko Polkam Ri Di Ambon
  • PT Ambon Perkuat Pembangunan Zona Integritas Di PN Dataran Hunipopu
  • Mahkamah Agung Godok Aturan Pre-Trial Perdata Guna Pangkas Inefisiensi Peradilan
  • DYK Gaungkan Semangat Anti Korupsi, Tegaskan Peran Perempuan sebagai Garda Terdepan Pencegahan
  • Anggun, Berdaya, dan Menginspirasi: Peragaan Busana Dharmayukti Karini dalam Semangat Kartini

Recent Comments

  1. doxycycline monohydrate 100mg on Fenomena The Blue Wall of Silence dan Upaya Membangun the Wall of Integrity: Belajar dari Kasus di Mahkamah Agung dan Kementerian Keuangan
  2. lasix for dogs 12.5 mg on Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan
  3. esomeprazole magnesium 40 mg generic on Debu di Atas Map Hijau
  4. lasix water pill on Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong
  5. udenafil tablet price on Mempererat Integritas dan Spiritualitas: Rangkaian Giat Ramadan 1447 H di Pengadilan Negeri Kotabaru
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.