Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ukuran Yang Bergeser

23 March 2026 • 13:22 WIB

Kewajiban Lapor SPT Wajib Pajak yang Dipotong Otomatis itu Konyol

22 March 2026 • 11:45 WIB

Prof. Barda Nawawi Arief: Sang Arsitek di Balik Lahirnya KUHP Nasional

21 March 2026 • 14:30 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Rendah Hati, Hati-Hati, dan Sepenuh Hati
Artikel Features

Rendah Hati, Hati-Hati, dan Sepenuh Hati

Syamsul AriefSyamsul Arief3 February 2026 • 18:23 WIB4 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Ada pesan mendalam di balik prosesi pelantikan 18 Ketua Pengadilan Tingkat Banding tadi pagi 03-02-2026:  Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Yang Mulia Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., sesungguhnya sedang menitipkan pesan yang jauh melampaui seremoni. Pesan itu sederhana dalam redaksi, namun berat dalam makna: rendah hati, hati-hati, dan sepenuh hati.

Sebagai orang yang hadir langsung di ruang pelantikan, saya menyaksikan bukan hanya pengambilan sumpah dan pergantian jabatan, tetapi juga penegasan arah kepemimpinan peradilan yang disampaikan secara tenang, namun sangat mengunci, oleh Ketua Mahkamah Agung.

Ada satu bagian sambutan yang membuat saya cukup terhenyak—bukan karena keras, tetapi justru karena kesederhanaannya. Tiga frasa yang diulang dengan penuh kesadaran: rendah hati, hati-hati, dan sepenuh hati. Kalimatnya singkat. Namun di ruang itulah saya menangkap, pesan ini bukan sekadar nasihat seremonial, melainkan catatan serius untuk para Ketua Pengadilan Tinggi yang hari itu ditegaskan Kembali untuk selalu menjadi voor post Mahkamah Agung di daerah.

Rendah hati disebut pertama. Pada  di titik ini, saya merasa Ketua MA sedang berbicara sangat jujur kepada kita semua. Dalam beberapa waktu terakhir ini, negara telah memberikan penghargaan besar kepada para hakim—terutama melalui peningkatan kesejahteraan yang signifikan. Tetapi justru di sanalah, pesan rendah hati menjadi relevan dan mendesak.

Saya menangkap kegelisahan yang halus namun nyata: jangan sampai kesejahteraan dibaca sebagai legitimasi untuk bersikap berlebihan. Jangan sampai fasilitas negara mengubah jarak batin seorang hakim dengan masyarakat yang datang mencari keadilan. Jabatan dan kesejahteraan, dalam pesan Ketua MA, bukan alat untuk meninggi, tetapi sarana untuk semakin membumi.

Rendah hati, dalam konteks ini, bukan sikap pasif. Ia adalah kesadaran aktif bahwa kekuasaan kehakiman hanya bermakna jika dijalankan dengan empati dan kesediaan mendengar. Ketua Pengadilan Tinggi, dengan seluruh kewenangannya, tetap harus mampu menunduk—mendengar suara publik, mendengar kritik, dan mendengar kegelisahan aparaturnya sendiri. Menyelami realitas dengan dengan kerendahan hati.

Baca Juga  Di Balik Toga dan Palu: Smash Para Yang Mulia di Lapangan BSDK

Pesan kedua—hati-hati—membawa saya pada kesadaran yang lebih struktural. Pada  level peradilan banding, kehati-hatian bukan pilihan, melainkan keharusan. Setiap kebijakan pimpinan pengadilan, setiap disposisi administratif, bahkan setiap tanda tangan, memiliki dampak berlapis hingga ke pengadilan tingkat pertama.

Sebagai orang yang sehari-hari bergelut dengan kebijakan dan pengembangan SDM peradilan, saya memahami betul bahwa satu kekeliruan kecil di tingkat banding dapat menciptakan preseden yang panjang. Di situlah kehati-hatian menjadi wujud paling konkret dari tanggung jawab moral seorang pimpinan peradilan.

Ketua MA, menurut saya, sedang mengingatkan kita bahwa kewenangan tanpa kehati-hatian adalah ruang rawan, titik kritis ke arah penyimpangan. Bukan hanya rawan secara hukum, tetapi juga rawan secara etik. Dalam iklim keterbukaan hari ini, publik selalu lebih cepat menangkap kesalahan dibandingkan keberhasilan yang sunyi.

Pesan ketiga—sepenuh hati—adalah penutup yang terasa paling personal. Saya membaca ini sebagai peringatan bahwa kepemimpinan peradilan tidak bisa dijalani dengan setengah energi. Tidak cukup hanya hadir secara administratif, tidak cukup hanya memenuhi indikator kinerja.

Sepenuh hati berarti memimpin dengan keterlibatan batin. Membina hakim dengan kesungguhan, mengawasi dengan kepedulian, dan melayani publik dengan empati. Ketua Pengadilan Tinggi tidak sedang mengelola kantor biasa; ia sedang menjaga denyut keadilan di wilayahnya.

Dalam ruang pelantikan pagi tadi, saya merasakan bahwa Ketua MA tidak sedang memberi beban tambahan, melainkan sedang mengunci makna jabatan. Pesan autentik atas sebuah amanah. Bahwa tantangan terbesar peradilan hari ini bukan lagi soal sarana dan prasarana, tetapi soal menjaga kejernihan niat dan konsistensi etik.

Tiga pesan ini—rendah hati, hati-hati, dan sepenuh hati—jika dibaca bersama, membentuk satu kesatuan nilai kepemimpinan. Rendah hati menjaga relasi dengan masyarakat, kehati-hatian menjaga batas kewenangan, dan kesungguhan menjaga makna pengabdian.

Baca Juga  Ketua MA: Hakim Tipikor Bukan Mesin Penghukum, Melainkan Penjaga Keseimbangan Keadilan

Sebagai voor post Mahkamah Agung di daerah, para Ketua Pengadilan Tinggi yang baru dilantik hari itu tidak hanya membawa nama institusi, tetapi juga membawa harapan publik. Harapan bahwa keadilan tidak sekadar diputus, tetapi memiliki dampak.

Pelantikan pagi itu, bagi saya, bukan sekadar agenda struktural. Ia adalah momentum reflektif. Sebuah pengingat bahwa dalam kekuasaan kehakiman, yang paling berbahaya bukanlah kekurangan wewenang, melainkan lupa menjaga hati.

Keniscayaan, justru di situlah pesan Ketua Mahkamah Agung menemukan kedalamannya—bahwa peradilan yang agung selalu dimulai dari pimpinan yang tahu kapan harus merendah, kapan harus waspada, dan kapan harus benar-benar hadir sepenuh hati. Kesaksian saya pagi tadi menyimpulkan pesan singkat: 

Keadilan runtuh bukan karena kurang kuasa, tetapi karena hati yang lupa merunduk

Syamsul Arief
Kontributor
Syamsul Arief
Kepala Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Ketua Mahkamah Agung Ketua Pengadilan Tingkat Banding Pelantikan Ketua Pengadilan Tinggi
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Kewajiban Lapor SPT Wajib Pajak yang Dipotong Otomatis itu Konyol

22 March 2026 • 11:45 WIB

Dialektika Lex Specialis dan Lex Posterior dalam Konflik Norma

20 March 2026 • 13:15 WIB

Judicial Integrity Soulmate: Sang “Alter Ego” di Balik Toga

20 March 2026 • 07:57 WIB
Demo
Top Posts

Etika Bermedia Sosial bagi Hakim: Antara Ekspresi Diri dan Marwah Peradilan

13 March 2026 • 20:03 WIB

Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

5 March 2026 • 18:28 WIB

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB
Don't Miss

Ukuran Yang Bergeser

By Muamar Azmar Mahmud Farig23 March 2026 • 13:22 WIB0

Ruang musyawarah itu tampak sama seperti hari-hari sebelumnya, meja kayu panjang dengan berkas yang tersusun…

Kewajiban Lapor SPT Wajib Pajak yang Dipotong Otomatis itu Konyol

22 March 2026 • 11:45 WIB

Prof. Barda Nawawi Arief: Sang Arsitek di Balik Lahirnya KUHP Nasional

21 March 2026 • 14:30 WIB

Dialektika Lex Specialis dan Lex Posterior dalam Konflik Norma

20 March 2026 • 13:15 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Ukuran Yang Bergeser
  • Kewajiban Lapor SPT Wajib Pajak yang Dipotong Otomatis itu Konyol
  • Prof. Barda Nawawi Arief: Sang Arsitek di Balik Lahirnya KUHP Nasional
  • Dialektika Lex Specialis dan Lex Posterior dalam Konflik Norma
  • Judicial Integrity Soulmate: Sang “Alter Ego” di Balik Toga

Recent Comments

  1. metoclopramide reglan on Ketika Kontrak Diputus Sepihak: Pelanggaran Biasa atau Perbuatan Melawan Hukum?
  2. furosemide 40 mg tablet on Konsekuensi Hukum Penetapan Pengembalian Berkas oleh KPN dalam Proses MKR di Tingkat Penyidikan dan Penuntutan
  3. metoprolol on Fenomena The Blue Wall of Silence dan Upaya Membangun the Wall of Integrity: Belajar dari Kasus di Mahkamah Agung dan Kementerian Keuangan
  4. ursodiol cost on Fenomena The Blue Wall of Silence dan Upaya Membangun the Wall of Integrity: Belajar dari Kasus di Mahkamah Agung dan Kementerian Keuangan
  5. atorvastatin calcium on Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Letkol Chk Dendi Sutiyoso, S.S., S.H.
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.