Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Perjamuan di Meja Bundar: Saat Burung Beo Belajar Makan dengan Garpu Plastik

15 March 2026 • 12:07 WIB

Menyoal Legal Standing dalam Sengketa Informasi

15 March 2026 • 08:01 WIB

Analisis Yuridis Dilema Eksekusi Pidana Mati terhadap Terpidana Gangguan Jiwa dalam Perspektif KUHP Baru dan UU Penyesuaian Pidana

14 March 2026 • 20:46 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Menyoal Legal Standing dalam Sengketa Informasi
Artikel

Menyoal Legal Standing dalam Sengketa Informasi

Febby FajrurrahmanFebby Fajrurrahman15 March 2026 • 08:01 WIB7 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

The secreting or hoarding of knowledge or information may be an act of tyranny camouflaged as humility.

Robin Morgan

Keterbukaan informasi, merupakan tuntutan yang seumur dengan era demokrasi. Selain penegakan hukum yang independen dan kebebasan pers, penyebaran dan akses informasi yang terbuka menjadi salah satu parameter utama demokratisasi di tiap negara. Pun halnya tingkat kematangan demokrasi suatu negara, yang sering kali diukur melalui seberapa kuat kerangka hukum dan implementasi kebijakan yang menjamin hak masyarakat untuk mengetahui (right to know).

Bagi sebagian besar masyarakat, informasi mungkin tidaklah terlalu berpengaruh pada hajat dan kehidupan yang relatif sederhana, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan primer: sandang, pangan dan papan. Akses terhadap informasi masih belum diposisikan sebagai penunjang keberlangsungan kehidupan. Padahal ketersediaan beras dalam negeri plus kuota impornya, kasak-kusuk kebijakan subsidi BBM di tengah konflik Iran dengan USA-Israel, atau roadmap dan tata ruang wilayah yang menentukan proyek-proyek strategis nasional, semuanya berpotensi mempengaruhi hajat hidup orang banyak, tak hanya tengkulak, spekulan, bandar atau makelar yang sadar cuannya terkoneksi langsung dengan akses atas informasi.

Jeremy Bentham, yang terkenal dengan Utilitarianisme, juga menekankan konsep publicity. Ia berpendapat bahwa semakin terbuka sebuah kegiatan pemerintahan terhadap pengawasan publik, semakin kecil peluang terjadinya penyimpangan. “Secrecy is an instrument of conspiracy”, ujarnya, yang dapat diartikan bahwa: Rahasia adalah instrumen penyalahgunaan.

Di sisi lain, terdapat kepentingan lebih besar yang juga harus mendapatkan perlindungan kerahasiaan atau keterbatasan akses. Mengingat sifat dan relevansinya, informasi dan dokumen yang dikuasai pemerintahan atau negara, secara umum harus terlindungi secara sistem administrasi dan informasi, maupun oleh mekanisme hukum.

Sengketa Informasi Publik sebagai Derivasi Sengketa TUN

Dalam konteks penegakan hukum, akses terhadap dokumen publik disertai pengaturan serta penegakan hukum atas hal itu, menjadi parameter penting bagi keadilan prosedural maupun substansial atas informasi. Itulah semangat yang dibawa Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Pasca penyelesaian oleh Komisi Informasi, Pasal 47 undang-undang tersebut membedakan secara spesifik kewenangan penyelesaian sengketa informasi. Bila yang digugat adalah badan publik negara, maka pengajuan gugatan dilakukan kepada Pengadilan Tata Usaha Negara. Sementara selain badan publik, pengajuan gugatan dilakukan melalui Pengadilan Negeri. Parameter pembedaan itu didasarkan atas fungsi dan tugas pokok penyelenggaraan negara, serta sumber anggarannya dari APBN atau APBD.

Oleh karena secara substansi berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan, maka sengketa informasi yang melibatkan badan publik negara sebagai salah satu pihak, merupakan derivasi dari sengketa tata usaha negara, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 beserta perubahannya. Sehingga, konsepsi pengaturan maupun paradigma penegakan hukumnya berada dalam rezim hukum administrasi.

Anatomi pemeriksaan sengketa informasi oleh Pengadilan Tata Usaha Negara dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2011, dilaksanakan melalui pemeriksaan sederhana, dan hanya terhadap Putusan Komisi Informasi, berkas perkara, serta permohonan keberatan serta jawaban atas keberatan tersebut. Pemeriksaan bukti, hanya dilakukan saat ada perbantahan dari para pihak.

Baca Juga  Konsep Keputusan Tata Usaha Negara dalam Sengketa Nilai Ekonomi Karbon pada Skema Carbon Capture and Storage

Pelaksanaan kewenangan mengenai sengketa informasi publik ini, telah berjalan setidaknya selama 14 tahun. Dan dalam praktiknya, tentu memberikan pandangan dan paradigma baru, dari berbagai jenis, motif serta latar belakang permohonan informasi. Mekanisme persidangan secara sederhana, secara faktual sedikit berbeda dengan pemeriksaan sengketa tata usaha negara, dimana sebelum mempertimbangkan mengenai pokok sengketa, terlebih dahulu Majelis Hakim memastikan terpenuhinya aspek formal dan/atau mempertimbangkan juga mengenai eksepsi dalam Pasal 77 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986.

Berkaca dari hal tersebut, tentu pandangan keterbukaan informasi maupun transparansi badan publik, memerlukan reformulasi dan reposisi, agar tak hanya akses informasi dari masyarakat yang terpenuhi sebagai output, tetapi juga terjaminnya penyelenggaraan administrasi pemerintahan dalam kaitannya dengan limitasi dan restriksi dokumen tertentu.

Legal Standing dalam Sengketa Tata Usaha Negara dan Hak Uji Materi (HUM)

Sengketa tata usaha negara menempatkan legal standing atau kedudukan dan kepentingan hukum sebagai prasyarat utama untuk mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Meskipun dengan formulasi dan sistematika yang berbeda, pada prinsipnya dalam putusan Pengadilan TUN, soalan legal standing atau kedudukan dan kepentingan hukum menjadi komponen utama pertimbangan hukum dalam putusan.

Dasar hukum legal standing dalam sengketa tata usaha negaraberpedoman pada Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004, dimana secara deskriptif, unsur-unsurnya dapat diuraikan menjadi:

  • Kepentingan atau kerugian yang dialami bersifat langsung dari keputusan dan/atau tindakan pemerintahan yang diuji legalitasnya. Ada hubungan kausalitas yang terkandung di dalamnya;
  • Kepentingan atau kerugian tersebut bersifat spesifik, personal dan berbeda dengan kepentingan khalayak lain;
  • Kepentingan atau kerugian tersebut nyata (faktual) dan ada (aktual), serta dapat diukur keberadaannya secara logis dan objektif. Unsur ini mengalami perluasan makna seiring perubahan norma mengenai keputusan dan/atau tindakan pemerintahan dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014, sehingga kepentingan atau kerugian secara logis dan objektif, dapat pula dinisbahkan pada hal yang bersifat potensial, indikatif atau proyektif.

Sementara, dalam perkara Hak Uji Materiil (HUM), parameter legal standing yang menjadi preseden adalah merujuk pada kaidah hukum dalam Putusan Nomor 54 P/HUM/2013, tanggal 19 Desember 2013, yakni:

  1. adanya hak Pemohon yang diberikan oleh suatu peraturan perundang-undangan;
  2. hak tersebut oleh Pemohon dianggap dirugikan oleh berlakunya peraturan perundang-undangan yang dimohonkan pengujian;
  3. kerugian tersebut harus bersifat spesifik (khusus) dan aktual atau setidak-tidaknya potensial yang menurut penalaran yang wajar dapat dipastikan akan terjadi;
  4. adanya hubungan sebab-akibat (causal verband) antara kerugian dimaksud dan berlakunya peraturan perundang-undangan yang dimohonkan pengujian; dan
  5. adanya kemungkinan bahwa dengan dikabulkannya permohonan maka kerugian seperti yang didalilkan tidak akan atau tidak lagi terjadi.

Selain itu, dalam praktik penegakan hukum administrasi, dikenal juga legal standing bagi badan hukum untuk mengajukan gugatan TUN maupun HUM, dengan memenuhi kriteria tertentu. Hal mana telah menjadi yurisprudensi dan secara kontinu dijadikan tolok ukur formal untuk mempertimbangkan eksistensi kepentingan hukum, baik dalam gugatan TUN maupun Hak Uji Materiil.

Baca Juga  Penerimaan Sebagai Dasar Berlakunya Hukum Di Masyarakat

Urgensi Pemuatannya dalam Putusan

Mendasarkan pada sifat hukum acara sederhana, dalam beberapa putusan Pengadilan TUN yang menjadi sampel, pertimbangan hukum mengenai legal standing kerap dipertimbangkan secara sumir, bahkan tidak dipertimbangkan secara elaboratif. Secara formal, hal tersebut tidak dapat dipersalahkan. Namun secara substansi, kelengkapan dan tuntasnya pertimbangan hukum tentu menentukan kadar dan kualitas putusan secara holistik. Demikian pula yang terjadi dalam Putusan Komisi Informasi, yang secara kasuistis melewatkan kedudukan, kepentingan maupun motif permohonan informasi dalam pertimbangan hukum mengenai legal standing.

Permasalahan muncul saat sengketa informasi diajukan oleh pihak yang tidak jelas kedudukan hukumnya serta apa tujuan atau motif dimohonkannya informasi tersebut. Informasi tertentu yang dimiliki badan publik, kerap memuat hal konfidensial yang rentan dimanfaatkan untuk kepentingan yang melanggar hukum atau disalahgunakan saat aksesnya dimiliki setiap orang. Sebab, bisa jadi informasi yang dimintakan merupakan hal yang berkenaan dengan kepentingan penyelenggaraan pemerintahan, atau bahkan kepentingan perorangan.

Kebocoran data pribadi yang beberapa telah kali terjadi, dan merupakan persoalan kelemahan sistem administrasi dan informasi digital di internal pemerintah, jangan sampai ditambah dengan lemahnya penjagaan akses dari eksternal (luar) yang memanfaatkan lemahnya mekanisme hukum. Sehingga seharusnya, akses terhadap informasi tertentu, sudah sepatutnya disaring dan dikenakan prasyarat yang ketat dan konsisten.

Legal standing Pemohon Informasi atas informasi yang dimintakannya, harus dipertimbangkan dengan jelas. Apakah menyangkut kepentingannya secara pribadi? Atau mewakili kepentingan dari beberapa atau kelompok orang tertentu yang memerlukan informasi terkait kepentingan atau hajat hidupnya? Tanpa adanya kejelasan legal standing mengenai motif atau tujuan permohonan informasi, maka terdapat potensi pemanfaatan atau penggunaan informasi untuk tujuan yang melanggar hukum dan/atau perundang-undangan. Sehingga sebagai mekanisme preventif, pertimbangan hukum yang komprehensi berkenaan hal ini, harus termuat secara eksplisit di dalam putusan.

Hal ini sejalan dengan parameter legal standing dalam sengketa tata usaha negara. Saat individu/perorangan mengajukan gugatan, maka harus diukur kriteria kepentingan dan kerugian sebagaimana terurai sebelumnya. Sementara legal standing khusus untuk badan hukum dalam pengajuan gugatan, juga didasarkan beberapa kriteria ketat. Badan hukum tidak dapat secara bebas nilai, memohon informasi dan/atau mengajukan gugatan, tanpa motif atau tujuan yang jelas.

Pemuatan pertimbangan hukum mengenai legal standing dalam putusan sengketa informasi, tentu bertujuan untuk memastikan keadilan dan kemanfaatan hukum, sekaligus memberikan perlindungan hukum yang obyektif dan preventif atas dokumen dari penyalahgunaan informasi yang berpotensi menghambat penyelenggaraan pemerintahan dan perlindungan atas data-data pribadi. Sehingga, kendatipun telah dipertimbangkan oleh Komisi Informasi, (apalagi bila tidak dipertimbangkan secara komprehensif), masih terdapat proses penyaringan kedua oleh Pengadilan TUN ikhwal kepentingan dan/atau kerugian yang didalilkan dalam permohonan informasi.

Febby Fajrurrahman
Kontributor
Febby Fajrurrahman
Hakim Yustisial Kamar Tata Usaha Negara

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Hukum Administrasi Keterbukaan Informasi Publik Komisi Informasi Legal Standing PTUN Transparansi Publik
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Analisis Yuridis Dilema Eksekusi Pidana Mati terhadap Terpidana Gangguan Jiwa dalam Perspektif KUHP Baru dan UU Penyesuaian Pidana

14 March 2026 • 20:46 WIB

Reimagining Justice in the Shadow of the Algorithm

14 March 2026 • 16:32 WIB

Autentikasi Dan Keabsahan Perolehan Alat Bukti

14 March 2026 • 15:03 WIB
Demo
Top Posts

Etika Bermedia Sosial bagi Hakim: Antara Ekspresi Diri dan Marwah Peradilan

13 March 2026 • 20:03 WIB

Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

5 March 2026 • 18:28 WIB

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB
Don't Miss

Perjamuan di Meja Bundar: Saat Burung Beo Belajar Makan dengan Garpu Plastik

By Syailendra Anantya Prawira15 March 2026 • 12:07 WIB0

Ada sebuah negeri yang konon dibangun di atas fondasi kemerdekaan yang “ialah hak segala bangsa”.…

Menyoal Legal Standing dalam Sengketa Informasi

15 March 2026 • 08:01 WIB

Analisis Yuridis Dilema Eksekusi Pidana Mati terhadap Terpidana Gangguan Jiwa dalam Perspektif KUHP Baru dan UU Penyesuaian Pidana

14 March 2026 • 20:46 WIB

Reimagining Justice in the Shadow of the Algorithm

14 March 2026 • 16:32 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Perjamuan di Meja Bundar: Saat Burung Beo Belajar Makan dengan Garpu Plastik
  • Menyoal Legal Standing dalam Sengketa Informasi
  • Analisis Yuridis Dilema Eksekusi Pidana Mati terhadap Terpidana Gangguan Jiwa dalam Perspektif KUHP Baru dan UU Penyesuaian Pidana
  • Reimagining Justice in the Shadow of the Algorithm
  • Autentikasi Dan Keabsahan Perolehan Alat Bukti

Recent Comments

  1. ursodiol cost on Fenomena The Blue Wall of Silence dan Upaya Membangun the Wall of Integrity: Belajar dari Kasus di Mahkamah Agung dan Kementerian Keuangan
  2. atorvastatin calcium on Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan
  3. dapoxetine 30mg on Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
  4. cefixime trihydrate on Mempererat Integritas dan Spiritualitas: Rangkaian Giat Ramadan 1447 H di Pengadilan Negeri Kotabaru
  5. lisinopril 5 mg on Konsekuensi Hukum Penetapan Pengembalian Berkas oleh KPN dalam Proses MKR di Tingkat Penyidikan dan Penuntutan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Mayor Laut (H) A. Junaedi, S.H., M.H.
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Letkol Chk Dendi Sutiyoso, S.S., S.H.
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.