Ambon, Maluku — Di tengah tuntutan tata kelola pemerintahan yang semakin modern, organisasi tidak cukup hanya bergerak cepat. Setiap kebijakan dan keputusan harus dibangun di atas informasi yang tepat, akurat, terintegrasi, serta didukung oleh sumber daya manusia yang terus berkembang. Semangat itulah yang mewarnai perjalanan Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI dalam melaksanakan Monitoring Implementasi dan Evaluasi Pasca Diklat serta Rapat Koordinasi Integrasi Data Perencanaan dan Keuangan di Pengadilan Tinggi Ambon dan Pengadilan Tinggi Agama Ambon pada 10–13 Agustus 2026. Kegiatan dipimpin oleh Sekretaris BSDK, Dr. H. Ach. Jufri, S.H., M.H., dengan melibatkan Widyaiswara, Hakim Yustisial BSDK, jajaran pejabat struktural Eselon III dan Eselon IV, pejabat fungsional BSDK, serta perwakilan Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI.
Dua Gelombang Menuju Ambon Manise
Perjalanan menuju Kota Ambon dimulai pada 10 Agustus 2026. Untuk menyesuaikan agenda dan kebutuhan pelaksanaan kegiatan, rombongan terbagi dalam dua gelombang penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Pattimura, Ambon. Tim pertama berangkat menggunakan Garuda Indonesia pukul 09.40 WIB, sedangkan tim kedua berangkat menggunakan Batik Air pukul 00.20 WIB. Perjalanan udara menuju Maluku menjadi awal dari rangkaian kegiatan yang memadukan evaluasi hasil pendidikan dan pelatihan dengan upaya BSDK membangun ekosistem pengelolaan data perencanaan dan keuangan yang semakin terintegrasi.
Hari Pertama : Evaluasi Kompetensi dan Membangun Satu Data
Pada 11 Agustus 2026 pukul 10.00 WIT, rombongan yang dipimpin Sekretaris BSDK tiba di Pengadilan Tinggi Agama Ambon dan diterima langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Ambon, Dr. H. Ahmad Zainullah, S.H., M.H., di Ruang Media Center. Dalam sambutannya, Sekretaris BSDK menekankan pentingnya membangun tata kelola organisasi yang semakin efektif, terukur, terintegrasi, dan berbasis data. Transformasi organisasi, menurutnya, harus diikuti kemampuan untuk memastikan bahwa setiap program, anggaran, dan hasil pelatihan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja organisasi. Setelah pembukaan, rombongan dibagi menjadi dua tim dengan fokus kegiatan yang berbeda namun saling melengkapi. Tim pertama melaksanakan Monitoring Implementasi dan Evaluasi Pasca Diklat yang dipimpin oleh Widyaiswara BSDK, Martono Udjianto Rajusman. Kegiatan ini diarahkan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan, kompetensi, dan pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti pendidikan dan pelatihan telah diimplementasikan di lingkungan kerja.
Sementara itu, tim kedua melaksanakan Rapat Integrasi Data Perencanaan dan Keuangan, dengan fokus pada penyelarasan data yang bersumber dari sistem Kementerian Keuangan (SAKTI), e-BIMA Mahkamah Agung RI, dan Sistem Monitoring Perencanaan dan Keuangan Terintegrasi BSDK (SIMPATI BSDK). Integrasi tersebut menjadi langkah penting agar berbagai data yang sebelumnya tersebar pada sejumlah sistem dapat diolah menjadi informasi yang lebih utuh dan memberikan dukungan nyata bagi pimpinan dalam mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan berbasis data. Selepas rangkaian kegiatan resmi, rombongan berkesempatan menikmati pesona alam Maluku dengan mengunjungi Pantai Liang. Hamparan laut biru dan suasana pantai menjadi ruang kebersamaan bagi tim setelah menjalani agenda kerja, dilengkapi dengan menikmati rujak khas Maluku yang menjadi salah satu kuliner terkenal di kawasan Natsepa.


Hari Kedua : Mendengar Dampak Nyata Pelatihan
Memasuki hari kedua, 12 Agustus 2026 pukul 09.30 WIT, rombongan melanjutkan kegiatan di Pengadilan Tinggi Ambon dan diterima oleh Ketua Pengadilan Tinggi Ambon, Krosbin Lumban Gaol, S.H., M.H., di Ruang Sidang Pengadilan Tinggi Ambon. Setelah pembukaan, tim kembali menjalankan dua agenda utama. Tim yang dipimpin Widyaiswara BSDK, Martono Udjianto Rajusman, melaksanakan monitoring dan evaluasi pasca diklat terhadap alumni, antara lain peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dan Pelatihan Dasar (Latsar). Evaluasi pasca diklat menjadi penting karena keberhasilan sebuah pelatihan tidak berhenti ketika peserta memperoleh sertifikat. Ukuran yang sesungguhnya adalah ketika kompetensi yang diperoleh mampu diterapkan dalam pekerjaan, menghasilkan perubahan, mendorong inovasi, serta memberikan manfaat bagi organisasi dan masyarakat pencari keadilan. Pada saat yang bersamaan, tim integrasi data melanjutkan pembahasan teknis di Pengadilan Tinggi Agama Ambon. Pertemuan ini menjadi bagian dari proses membangun konektivitas data dan mendorong terbentuknya satu pusat informasi yang mampu memberikan gambaran mengenai perencanaan, pelaksanaan anggaran, realisasi, capaian output, hingga potensi deviasi. Dengan demikian, data tidak hanya berfungsi sebagai arsip administratif, tetapi menjadi instrumen pengendalian dan dasar pengambilan keputusan pimpinan. Setelah menyelesaikan agenda kegiatan, rombongan menikmati keindahan alam Maluku melalui kegiatan snorkeling dan menyaksikan matahari terbenam di kawasan Pantai Lubang Buaya, Morela. Di antara laut yang jernih dan matahari yang perlahan tenggelam di ufuk Ambon, kebersamaan tersebut menjadi pengingat bahwa transformasi organisasi bukan semata-mata dibangun melalui sistem dan teknologi, tetapi juga melalui kolaborasi dan kekompakan orang-orang di dalamnya.
Hari Ketiga : Tanggung Jawab Menjaga Mutu
Rangkaian kegiatan memasuki hari ketiga pada 13 Agustus 2026. Pukul 09.30 WIT, rapat koordinasi secara resmi ditutup oleh Sekretaris BSDK di Ruang Media Center Pengadilan Tinggi Agama Ambon. Dalam penutupan tersebut ditegaskan bahwa komitmen BSDK dalam memperkuat tata kelola yang efektif, meningkatkan akuntabilitas, menyederhanakan proses kerja, serta membangun budaya satu data untuk satu tujuan. Pada sisi lain, monitoring implementasi dan evaluasi pasca diklat memiliki posisi yang tidak kalah strategis. Kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari evidence atau bukti dukung dalam proses penjaminan mutu dan akreditasi lembaga penyelenggara pelatihan. Hal tersebut semakin relevan dengan capaian membanggakan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan BSDK pada Tahun 2026 yang berhasil memperoleh Akreditasi AAA. Capaian tersebut tentu patut disyukuri dan diapresiasi. Namun, Akreditasi AAA bukan semata-mata penghargaan administratif ataupun simbol keberhasilan lembaga. Di balik predikat tersebut terdapat tanggung jawab yang jauh lebih besar: mempertahankan sekaligus meningkatkan standar mutu penyelenggaraan pelatihan secara berkelanjutan. Karena itu, evaluasi pasca diklat menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan adanya kesinambungan antara proses pembelajaran, implementasi kompetensi di tempat kerja, perubahan perilaku kerja, hingga kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi.

Menelusuri Jejak Sejarah di Benteng Amsterdam
Setelah kegiatan resmi berakhir dan makan siang bersama, perjalanan dilanjutkan menuju salah satu cagar budaya penting di Maluku, Benteng Amsterdam, yang berada di kawasan perbatasan Negeri Hila dan Negeri Kaitetu. Benteng Amsterdam merupakan salah satu peninggalan bersejarah kolonial di Maluku yang telah berusia ratusan tahun dan menjadi bagian dari perjalanan panjang sejarah penguasaan VOC di Ambon. Benteng ini tercatat sebagai salah satu bangunan yang dibangun Belanda setelah Casteel Vanveere di Negeri Seith hancur. Berdiri menghadap perairan Maluku, Benteng Amsterdam seakan menjadi saksi bisu berbagai perubahan zaman. Kunjungan tersebut memberikan makna tersendiri bagi rombongan. Sejarah mengajarkan bahwa setiap organisasi dan institusi akan berhadapan dengan perubahan. Mereka yang mampu belajar dari masa lalu, beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan berani melakukan inovasi akan lebih siap menghadapi masa depan.
Membawa Semangat Perubahan dari Ambon Manise
Selepas mengunjungi Benteng Amsterdam, rombongan bergerak menuju Bandara Internasional Pattimura untuk kembali ke Jakarta. Empat hari perjalanan di Ambon akhirnya tidak hanya menghasilkan catatan monitoring, evaluasi, ataupun rumusan teknis integrasi sistem. Ada pesan dari timur Indonesia, dari laut biru, matahari terbenam, serta jejak sejarah Ambon, rombongan BSDK kembali menuju Jakarta dengan energi baru untuk melanjutkan transformasi yang lebih besar yang dibawa pulang. Bahwa perjalanan ini memperlihatkan satu benang merah yaitu kolaborasi adalah kunci perubahan, BSDK membawa pulang lebih dari sekadar hasil kegiatan. BSDK membawa semangat perubahan, terintegrasi dalam data, unggul dalam kompetensi sumber daya manusia, merupakan dua kekuatan yang harus berjalan beriringan dalam membangun organisasi modern, akuntabel, dan berkelanjutan.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


