Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kepedulian Sebagai Wujud Nyata Pembangunan Zona Integritas (ZI) di Lingkungan Pengadilan Militer

November 1, 2026

MOVE!

November 1, 2026

Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian

October 31, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Membaca Ulang Riset MA tentang Kerugian Negara dalam BUMN

Membaca Ulang Riset MA tentang Kerugian Negara dalam BUMN

Muamar Azmar Mahmud FarigBy Muamar Azmar Mahmud FarigJune 6, 2026 · 12:39 WIB6 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Riset Lama yang Masih Berbicara

Tidak semua penelitian lama menjadi usang. Sebagian justru menjadi semacam cermin panjang untuk melihat apakah persoalan hukum yang dulu dianggap mendesak benar-benar telah selesai. Salah satunya adalah penelitian Puslitbang Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI tahun 2010 berjudul Makna “Uang Negara” dan “Kerugian Negara” dalam Putusan Pidana Korupsi Kaitannya dengan BUMN/Persero. Pada tahun 2026, penelitian ini telah berjarak sekitar 16 tahun. Namun jarak waktu tersebut tidak otomatis mengurangi nilainya. Sebaliknya, justru memperlihatkan bahwa sebagian problem hukum dalam perkara korupsi BUMN masih terus berulang dalam bentuk yang berbeda.

Penelitian ini berangkat dari kontroversi dan multitafsir mengenai makna “uang negara” dan “kerugian negara” ketika berhubungan dengan BUMN Persero. Pertanyaan intinya tetap terasa aktual: apakah BUMN Persero harus dilihat sebagai subjek hukum publik karena terdapat penyertaan modal negara, atau sebagai subjek hukum privat karena bekerja dalam bentuk perseroan? Jawaban atas pertanyaan ini menentukan cara aparat penegak hukum, termasuk hakim, menilai unsur kerugian keuangan negara dalam perkara korupsi BUMN.

Masalah yang Tidak Sederhana

Letak penting penelitian ini ada pada keberaniannya menempatkan BUMN Persero dalam ruang abu-abu antara hukum publik dan hukum privat. Di satu sisi, Undang-Undang Keuangan Negara memasukkan kekayaan negara yang dipisahkan pada perusahaan negara sebagai bagian dari keuangan negara. Di sisi lain, Undang-Undang BUMN dan Undang-Undang Perseroan Terbatas menempatkan BUMN Persero sebagai badan hukum yang dikelola berdasarkan prinsip perusahaan yang sehat.

Ketegangan ini bukan sekadar perdebatan akademik. Dalam praktik pidana korupsi, ia menentukan apakah suatu kerugian dapat diperlakukan sebagai kerugian keuangan negara, atau sekadar kerugian korporasi akibat risiko bisnis. Bila semua kerugian BUMN otomatis dianggap sebagai kerugian negara, ruang pengambilan keputusan bisnis dapat terancam kriminalisasi. Namun bila seluruh kerugian BUMN dianggap semata-mata urusan privat, penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan dapat luput dari pertanggungjawaban pidana.

Di titik ini, penelitian tersebut masih penting dibaca. Ia mengingatkan bahwa hukum pidana korupsi tidak boleh bekerja dengan logika yang terlalu kasar. Yang harus diuji bukan hanya ada atau tidaknya kerugian, tetapi bagaimana kerugian itu lahir, apakah terdapat perbuatan melawan hukum, apakah ada penyalahgunaan kewenangan, apakah keputusan bisnis dilakukan secara wajar, dan apakah terdapat hubungan kausal antara perbuatan dengan kerugian.

Data Praktik yang Masih Bernilai

Baca Juga  Business Judgment Rule Dalam Keputusan Direksi Badan Usaha Milik Negara Dalam Perspektif Tindak Pidana Korupsi

Salah satu kekuatan penelitian ini adalah tidak berhenti pada kajian normatif. Penelitian dilakukan melalui kajian peraturan, teori, putusan pengadilan, diskusi dengan narasumber, serta penggalian pengalaman hakim sebagai responden. Kegiatan penelitian dilaksanakan di beberapa wilayah, antara lain Semarang, Surabaya, Pontianak, Bengkulu, dan Kupang. Dengan demikian, laporan ini merekam bukan hanya pandangan akademik, tetapi juga pengalaman praktik peradilan pada masa itu.

Di sinilah nilainya sebagai arsip kelembagaan. Data yang dikumpulkan 16 tahun lalu dapat digunakan untuk membaca perubahan dan kesinambungan cara pandang hakim terhadap perkara korupsi BUMN. Apakah problem multitafsir sudah berkurang? Apakah standar pembuktian kerugian negara sudah lebih jelas? Apakah perbedaan antara risiko bisnis dan perbuatan pidana sudah lebih mudah diterapkan? Pertanyaan-pertanyaan ini justru muncul karena penelitian lama tersebut menyediakan titik pijak pembanding.

Penelitian ini juga mencatat perlunya langkah untuk memperkuat metode dan konsep dalam menentukan makna uang negara dan kerugian negara. Bahkan disebutkan bahwa diperlukan pembakuan yang dapat diterima luas oleh pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan perkara korupsi, termasuk mengenai siapa yang memiliki otoritas dalam menentukan kerugian keuangan negara.

Dari Angka Kerugian ke Konstruksi Perbuatan

Dalam perkara korupsi BUMN, angka kerugian sering kali menjadi pusat perhatian. Namun penelitian ini menunjukkan bahwa persoalan sebenarnya lebih dalam daripada sekadar berapa jumlah kerugian yang dihitung oleh auditor atau ahli. Hakim tetap harus menilai konstruksi perbuatannya secara utuh.

Kerugian harus diletakkan dalam hubungan dengan perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan, proses pengambilan keputusan, prinsip kehati-hatian, konflik kepentingan, serta kemungkinan adanya keuntungan yang tidak sah. Tanpa penilaian itu, angka kerugian dapat menjadi terlalu dominan dan menutup pertanyaan yang lebih mendasar: apakah kerugian tersebut lahir dari risiko bisnis yang wajar, kesalahan manajerial, pelanggaran administratif, perbuatan perdata, atau tindak pidana korupsi.

Dari sudut ini, penelitian tahun 2010 tersebut tetap menawarkan pelajaran penting bagi praktik peradilan hari ini. Ia mendorong hakim untuk tidak jatuh pada dua ekstrem. Ekstrem pertama adalah menganggap semua kerugian BUMN sebagai korupsi. Ekstrem kedua adalah menganggap semua keputusan direksi BUMN sebagai urusan bisnis yang kebal dari hukum pidana. Di antara dua ekstrem itu, hakim perlu membangun pertimbangan yang lebih presisi.

Mengapa Tetap Relevan pada 2026

Relevansi penelitian ini pada tahun 2026 terletak pada kenyataan bahwa isu BUMN, keuangan negara, risiko bisnis, dan pertanggungjawaban pidana masih terus menjadi bahan perdebatan. BUMN tetap memainkan peran besar dalam perekonomian, sementara tuntutan terhadap pemberantasan korupsi juga tetap tinggi. Dalam situasi seperti itu, kebutuhan terhadap garis batas yang jernih antara keputusan bisnis dan tindak pidana menjadi semakin penting.

Baca Juga  Business Judgment Rule Dalam Keputusan Direksi Badan Usaha Milik Negara Dalam Perspektif Tindak Pidana Korupsi

Penelitian ini memang tidak dapat dibaca sebagai jawaban final. Perkembangan hukum setelah tahun 2010, termasuk perkembangan putusan pengadilan, putusan Mahkamah Konstitusi, praktik audit kerugian negara, dan kebijakan hukum pidana korupsi, tetap harus diperhitungkan. Namun justru karena itu, penelitian ini layak diangkat kembali. Ia dapat menjadi bahan pembanding historis untuk melihat apakah peradilan telah bergerak menuju kepastian yang lebih baik, atau masih berhadapan dengan problem yang sama.

Dengan kata lain, nilai penelitian ini bukan hanya pada jawabannya, tetapi pada peta masalah yang disusunnya. Ia menunjukkan bahwa perbedaan tafsir mengenai uang negara dan kerugian negara bukan persoalan kecil. Perbedaan itu dapat berdampak pada kepastian hukum, keberanian mengambil keputusan bisnis, efektivitas pemberantasan korupsi, dan kualitas pertimbangan hakim.

Catatan untuk Pembaruan

Penelitian ini juga menyampaikan perlunya kajian lanjutan dengan memperluas data empiris dan melibatkan asosiasi profesi serta instansi terkait. Dari kajian lanjutan tersebut, diharapkan dapat ditarik pedoman atau standar mengenai makna uang negara dan perhitungan kerugian keuangan negara dalam perkara korupsi terkait BUMN/Persero yang dapat diterima secara umum.

Catatan ini penting. Setelah 16 tahun, pertanyaan lanjutannya menjadi lebih tajam yakni apakah pedoman semacam itu sudah cukup tersedia dan benar-benar bekerja dalam praktik? Jika belum, maka penelitian tahun 2010 ini bukan sekadar dokumen lama, tetapi undangan untuk melanjutkan pekerjaan kelembagaan yang belum selesai.

Pada akhirnya, membaca ulang penelitian lama bukan berarti kembali ke masa lalu. Ia justru cara untuk menguji ingatan institusional. Dalam isu kerugian negara pada BUMN Persero, penelitian ini mengingatkan bahwa pemberantasan korupsi memerlukan ketegasan. Namun ketegasan itu harus disertai presisi. Negara perlu melindungi kekayaannya dari penyimpangan, tetapi hukum juga harus memberi ruang bagi keputusan bisnis yang sah. Di antara dua kepentingan itu, tugas peradilan adalah menjaga batasnya tetap jernih.

Laporan penelitian selengkapnya dapat diakses melalui laman resmi koleksi buku penelitian BSDK Mahkamah Agung RI pada https://bsdk.mahkamahagung.go.id/id/pustrajak-id/koleksi-buku-penelitian.html

Muamar Azmar Mahmud Farig
Kontributor
Muamar Azmar Mahmud Farig
Hakim Pengadilan Negeri Poso

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

BUMN Persero Kerugian Negara Korupsi BUMN Penelitian MA Uang Negara
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian

October 31, 2026

Di Balik Asap Karhutla: Menelusuri Potensi Pencucian Uang dalam Green Financial Crime

October 31, 2026

Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak

October 30, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026
Don't Miss

Kepedulian Sebagai Wujud Nyata Pembangunan Zona Integritas (ZI) di Lingkungan Pengadilan Militer

By Bagus Partha WijayaNovember 1, 20260

Sebagai implementasi nyata sekaligus inisiasi program kepedulian dilingkungan Pengadilan Militer dibawah kepemimpinan Kolonel Laut (H)…

MOVE!

November 1, 2026

Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian

October 31, 2026

Lompatan Mutu Kebijakan Peradilan: BSDK MA RI Evaluasi 30 Naskah Rekomendasi Strategis di Jakarta

October 31, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Kepedulian Sebagai Wujud Nyata Pembangunan Zona Integritas (ZI) di Lingkungan Pengadilan Militer
  • MOVE!
  • Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian
  • Lompatan Mutu Kebijakan Peradilan: BSDK MA RI Evaluasi 30 Naskah Rekomendasi Strategis di Jakarta
  • Di Balik Asap Karhutla: Menelusuri Potensi Pencucian Uang dalam Green Financial Crime

Recent Comments

  1. Rizka on Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak
  2. Auzir on KUHAP Baru: Menanggalkan Jubah Interogator, Transformasi Menuju Sistem Adversarial
  3. Budi Santoso on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  4. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  5. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Antok Wibowo
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Engli Thirta Satria
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reynold Mauliate Panggabean
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.