Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Evolusi Hukum Keluarga Indonesia: Refleksi Atas Putusan Mahkamah Konstitusi

September 16, 2026

Menelusuri Jejak Uang: Dari Data Intelijen Keuangan hingga Pembuktian di Persidangan

September 16, 2026

Memutus Aliran Dana Kejahatan: 25 Hakim Perdalam Penanganan Perkara TPPU di Depok

September 16, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Menguak Ketentuan Donasi, Benarkah Harus Lapor Pemerintah? Sudut Pandang pada Legitimasi Skema Bisnis Donation Based Crowdfunding

Menguak Ketentuan Donasi, Benarkah Harus Lapor Pemerintah? Sudut Pandang pada Legitimasi Skema Bisnis Donation Based Crowdfunding

Rahimulhuda Rizki AlwiRahimulhuda Rizki AlwiJanuary 5, 20269 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Pendahuluan

Masyarakat Indonesia tengah dihadapkan dengan musibah bencana yang baru-baru ini menimpa Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Banjir besar yang melanda ketiga provinsi tersebut sejak awal Desember hingga saat ini masih memberikan dampak masif yang melumpuhkan keberlangsungan kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah. Belum pulih dari hiruk pikuk akibat bencana dan pro kontra permasalahan penetapan Status Bencana Nasional, beberapa waktu yang lalu masyarakat kembali digegerkan dengan pernyataan Menteri Sosial terkait penggalangan dana yang harus berdasarkan izin pemerintah. 

Hal ini mengemuka karena banyaknya pegiat media sosial atau influencer melakukan inisiatif kemanusiaan dengan mengadakan penggalangan dana untuk membantu korban bencana baik melalui platform pribadi maupun platform pengelola situs penggalangan dana. Pernyataan pemerintah terkait “izin” dan “ancaman pidana” di tengah-tengah permasalahan penanganan bencana yang tak kunjung usai, menjadi bumerang bagi pemerintah sendiri, karena nitizen merespon negative “kebijakan” Pemerintah tersebut. Muncul pertanyaan, apakah benar terdapat aturan mengenai izin penggalangan dana? Siapa yang harus mengantongi izin tersebut? Dan kenapa baru saat ini pemerintah menyatakan hal tersebut?

Aturan Pengumpulan Uang dan Barang

Ketentuan Penggalangan Dana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1961 tentang Pengumpulan Uang dan Barang (selanjutnya disebut UU PUB). Alasan filosofis dibentuknya UU ini adalah untuk memelihara semangat gotong royong masyarakat dengan mengutamakan upaya preventif dan represif agar masyarakat yang melakukan donasi dapat terlindungi. Pada pokoknya undang-undang ini mengatur terkait perizinan dalam penyelenggaraan pengumpulan uang dan barang serta tata cara perizinannya. 

Pasal 2  ayat (1) UU PUB menyebutkan, “Untuk menyelenggarakan pengumpulan uang atau barang sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 diperlukan izin lebih dahulu dari pejabat yang berwenang”. Pejabat yang berwenang yang dimaksud sebagaimana Pasal 4 UU PUB adalah Menteri Kesejahteraan Sosial (saat ini Menteri Sosial), apabila pengumpulan diselenggarakan dalam seluruh wilayah negara atau melampaui daerah Tingkat I atau diluar negeri, Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I, apabila pengumpulan diselenggarakan di dalam seluruh wilayahnya yang melampaui suatu daerah tingkat II dalam wilayah daerah tingkat I yang bersangkutan, dan Bupati/Walikota, Kepala Daerah Tingkat II apabila pengumpulan diselenggarakan dalam wilayah daerah tingkat II yang bersangkutan. Ketentuan tentang perizinan ini kembali dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1980 tentang Pelaksanaan Pengumpulan Sumbangan, dan Peraturan Menteri Sosial Nomor 8 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Sosial Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengumpulan Uang atau Barang.

Namun ada pengecualian dari ketentutan tersebut, yaitu tidak semua kegiatan pengumpulan uang dan barang diwajibkan untuk mengurus izin. Penjelasan Pasal 2  ayat (2) UU PUB menyatakan, salah satu contoh pengumpulan uang atau barang yang dipandang tidak memerlukan izin lebih dahulu adalah gotong royong yang dijalankan dalam keadaan darurat, misalnya pada waktu timbul wabah, kebakaran, taufan, banjir dan bencana alam lainnya. Ketentutan ini kembali dikuatkan dengan aturan-aturan di bawahnya, yaitu pada Peraturan Menteri Sosial Nomor 8 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Sosial Nomor 8 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengumpulan Uang Atau Barang. Pasal 4 aturan Mensos tersebut menyatakan, penyelenggaraan PUB yang tidak memerlukan izin terdiri atas zakat, pengumpulan di dalam tempat peribadatan, keadaan darurat di lingkungan terbatas, gotong royong di lingkungan terbatas, dalam pertemuan terbatas yang bersifat spontan, dan/atau penyelenggaraan PUB lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketentuan-ketentuan tersebut pada dasarnya sudah menerangkan dengan jelas bahwa apabila pengumpulan uang dan barang diperuntukkan pada suatu keadaan darurat seperti bencana alam pada waktu terjadinya bencana, maka dapat dilaksanakan tanpa diperlukan izin. Namun untuk mengejawantahkan semangat undang-undang dengan prinsip transparan dan akuntabel, hasil dari penggalangan dana atau barang tersebut haruslah dilaporkan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan akuntabilitas kepada donatur.

Bagaimana jika penggalangan dana dilakukan untuk aktifitas selain keadaan darurat? Sebelum itu perlu dipahami siapa yang dapat melakukan penggalangan dana, sehingga berimplikasi kepada siapa yang harusnya mengurus izin ataupun pelaporan hasil penyaluran donasi. Pihak yang dapat melakukan pengumpulan uang dan barang secara eksplisit disebutkan pada UU PUB dan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1980 tentang Pelaksanaan Pengumpulan Sumbangan, yaitu “organisasi kemasyarakatan”. Jika merujuk pada Pasal 10 ayat (1) dan Pasal 11 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 juncto Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan, organisasi masyarakat dapat berbentuk badan hukum yaitu perkumpulan atau Yayasan atau dapat berbentuk tidak berbadan hukum. Sehingga jelas orang perorangan tidak dapat melaksanakan kegiatan pengumpulan uang dan barang apalagi menyatukan donasi yang didapatkan dari orang-orang ke rekening pribadinya. Lantas bagaimana dengan tren yang terjadi saat ini dimana para influencer atau pegiat media sosial kerap kali membuat kegiatan penggalangan dana, baik untuk bencana maupun aktifitas lainnya. 

Baca Juga  Pelatihan Kebebasan Berekspresi dalam KUHP 2023: Hak Fundamental yang Harus Dijaga Hakim

Peran Platform Donation based Crowdfunding

Jika diteliti lebih dalam, kegiatan penggalangan dana yang dilakukan tersebut menggunakan bantuan platform situs crowdfunding sebagai pihak ketiga, yang dalam hal ini sering dijumpai melalui website Kitabisa.com. Istilah Crowdfunding sendiri adalah suatu metode penghimpunan dana yang melibatkan partisipasi banyak individu berbasis media internet dan platform khusus untuk mendanai proyek, kegiatan usaha, atau tujuan tertentu. Dana yang terkumpul berasal dari kontribusi individu dalam jumlah relatif kecil, namun secara kolektif dapat menghasilkan nilai pendanaan yang signifikan. 

Pada perkembangannya Crowdfunding terbagi menjadi 4 (empat) jenis yaitu Equity based Crowdfunding yaitu metode penghimpunan dana yang ditujukan untuk permodalan atau kepemilikan saham dimana kontributor akan menerima keuntungan saham layaknya investasi, Lending based Crowdfunding (Crowdlending) yaitu metode penghimpunan dana berbasis pinjaman atau utang piutang, Reward based Crowdfunding yaitu penghimpunan dana untuk suatu proyek tertentu dimana si donatur menerima hadiah atau imbalan non-finansial seperti produk, merchandise atau jasa sebagai ucapan terimakasih dan Donation based Crowdfunding dimana penghimpunan dana yang ditujukan untuk suatu aktifitas sosial tanpa adanya suatu imbalan kepada si donatur. 

Keempat skema bisnis Crowdfunding tersebut merupakan bagian dari perkembangan financial technology atau yang biasa kita kenal dengan sebutan Fintech, sementara di Indonesia hanya skema Equity based Crowdfunding dan Lending based Crowdfunding yang mempunyai payung hukum yang jelas yaitu sebagaimana POJK No. 57/POJK.04/2020 , POJK No. 16/POJK.04/2021 yang telah diubah dengan POJK No. 17 Tahun 2025 mengenai Equity based Crowdfunding, serta POJK No. 40/2024 mengenai Lending based Crowdfunding (peer to peer lending), sedangkan skema Donation based Crowdfunding yang sering dijumpai masih berlandaskan UU PUB yang pada dasarnya tidak mengenal skema ini.

Melihat aktifitas donation based crowdfunding di Indonesia saat ini, situs Kitabisa.com menjadi yang paling sering digunakan oleh masyarakat. Sebagai salah satu platform crowdfunding, Kitabisa.com mencoba beradaptasi dengan UU PUB yang ada saat ini, dengan legalitas sebagai 2 (dua) badan hukum sekaligus, yaitu berbentuk Yayasan untuk mendapatkan izin melakukan aktifitas penggalangan dana yang selalu diperbarui setiap 3 (tiga) bulan (sebagaimana ketentuan izin aktifitas PUB diberikan maksimal untuk 3 (tiga) bulan) dan berbentuk Perseroan Terbatas sebagai badan usaha yang menawarkan jasa dan konsultasi di bidang sosial, dalam bentuk pengembangan dan pengelolaan teknologi. Namun jika dilihat dari aturan yang ada saat ini, ada dimana posisi platform crowdfunding ini?

Pada dasarnya berdasarkan ketentuan terkait PUB, hanya terdapat 2 (dua) pihak dalam aktifitas penggalangan dana yaitu si penggalang dana yang merupakan organisasi masyarakat dan pihak donatur. Sedangkan dalam bisnis model dari donation based crowdfunding, minimal melibatkan 3 (tiga) subjek, subjek yang pertama adalah Penggalang dana atau fundraiser yang menjadi pihak inisiator untuk membuat suatu aktifitas penggalangan dana, lalu investor atau donatur yang memberikan dana pada aktifitas tersebut, lalu platform crowdfunding sebagai pihak ketiga yang menjadi intermediaries atau perantara yang menghubungkan pihak fundraiser dengan donatur melalui suatu platform teknologi. Jika dicermati lebih lanjut, berdasarkan ketentuan PUB yang ada saat ini, pihak ketiga ini tidak dikenal dalam ketentuan tersebut, yang ada hanya tata cara pengumpulan sebagaimana Pasal 10 Permensos Nomor 8 Tahun 2021. Salah satunya yaitu dilakukan dengan cara layanan dalam jaringan, aplikasi digital, layanan uang elektornik, media sosial dan/atau PUB lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Lantas muncul kembali pertanyaan, apakah platform crowdfunding ini sebagai pihak penggalang dana atau salah satu bentuk cara penggalangan dana? 

Baca Juga  Femisida dalam Lingkup Hukum Adat: Antara Kearifan Lokal dan Tantangan Hak Asasi Perempuan

Faktanya yang terjadi saat ini orang perorangan yang menjadi fundraiser atau penggalang dana pada platform crowdfunding tidak hanya sebagai inisiator campaign yang membuka suatu program penggalangan dana dalam suatu platform crowdfunding, tetapi juga sebagai pihak yang menyalurkan dana yang telah terkumpul kepada si penerima manfaat. Sekaligus juga menjadi pihak yang bertanggung jawab sepenuhnya terkait aktifitas penggalangan dana sebagaimana syarat dan ketentuan yang ditawarkan oleh platform crowdfunding terkait. Namun demikian yang sejatinya melakukan aktifitas pengumpulan dana adalah si pihak ketiga yaitu platform crowdfunding dengan cara mengiklankan campaign dan menghimpun dana yang masuk dari donatur melalui rekening Yayasan platform tersebut. Ketentuan mengenai PUB baik undang-undang maupun peraturan Menteri terkait belum memuat aturan yang jelas terkait skema ini, sehingga berimplikasi kepada ketidakjelasan siapa yang mempunyai kewajiban dalam mengajukan izin dan pelaporan. 

Kekosongan hukum ini tampaknya tetap dipelihara hingga saat ini, padahal skema donation based crowdfunding telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2013 silam. Sedangkan di dalam Undang-Undang PUB juga memuat mengenai ketentuan tindak pidana. Ketidakpastian terkait hal ini melanggar prinsip pada asas legalitas yaitu lex scripta, lex stricta dan terutama prinsip lex certa yang mengedapankan kepastian. Pemerintah tidak dapat sewenang-wenang menyatakan orang yang tanpa izin melakukan penggalangan dana dengan menggunakan bantuan platform crowdfunding yang mempunyai izin PUB seperti situs Kitabisa.com merupakan sebuah tindak pidana karena ketidakpastian aturan tersebut. Apalagi Pasal 52 ayat (2) KUHP Nasional menegaskan, jika dalam menegakkan hukum dan keadilan terdapat pertentangan antara kepastian hukum dengan keadilan, maka keadilan lah yang wajib diutamakan. 

Sampai saat ini praktik donasi melalui platform crowdfunding tetap awet dan perusahaan serta Yayasan crowdfunding tetap eksis. Jika memang pemerintah selama ini tidak mempermasalahkan dan merasa cukup dengan aturan mengenai PUB yang ada saat ini, maka apa maksud dari himbauan pemerintah terkait izin donasi beberapa waktu lalu? Apakah untuk sekedar mengingatkan kepada masyarakat tentang adanya aturan ini? 

Bila demikian, himbauan tersebut dirasa kurang lengkap dan dilakukan pada waktu yang kurang tepat. Padahal pada praktiknya selama ini yang mengantongi izin PUB dari pejabat yang berwenang dan yang melaporkan hasil penyaluran penggalangan dana kepada pejabat terkait adalah Yayasan dari pihak platform crowdfunding, karena orang perorangan yang menginisiasi campaign penggalangan dana tersebut berdasarkan UU PUB tidak mempunyai legal standing untuk itu. Meskipun pada praktiknya, pihak platform crowdfunding juga meminta pertanggungjawaban dari si inisiator campaign untuk melaporkan pelaksanaan penyerahan donasi kepada target campaign nya agar dapat diteruskan nantinya oleh pihak Yayasan kepada pejabat yang berwenang tersebut.

Penutup

Kesimpulannya apabila mengacu pada ketentuan saat ini, maka orang perorangan yang notabene tidak diziinkan untuk melakukan aktifitas Pengumpulan Uang dan Barang dapat melakukan penggalangan dana dengan bantuan suatu organisasi kemasyarakatan ataupun suatu platform crowdfunding, dengan catatan organisasi atau platform tersebut mempunyai izin PUB dari pejabat yang berwenang. Adapun terkait izin donasi tersebut, dapat dikecualikan jika aktifitas penggalangan dana dilakukan untuk keadaan darurat seperti bencana. Oleh karena itu agar dapat memberikan kepastian hukum bagi masyarakat, ketentutan terkait Pengumpulan Uang dan Barang perlu dilakukan adjustment menyesuaikan dengan perkembangan saat ini dengan memperhitungkan model bisnis donation based crowdfunding dan memperjelas status dan legal standing platform tersebut dalam aktifitas Pengumpulan Uang dan Barang. 

Rahimulhuda Rizki Alwi
Kontributor
Rahimulhuda Rizki Alwi

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

artikel donasi legitimasi sudut pandang
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Evolusi Hukum Keluarga Indonesia: Refleksi Atas Putusan Mahkamah Konstitusi

September 16, 2026

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Meredefinisi Peran Ahli Hukum dalam Persidangan Perkara Pidana

September 16, 2026
Leave A Reply


Demo
Top Posts

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,401 Views

Titah Leviathan

September 11, 2026

Di Balik Tradisi ‘Mohon Izin’: Meneguhkan Etika dan Jati Diri Prajurit pada HUT ke-81 TNI AL

September 10, 2026
Don't Miss

Evolusi Hukum Keluarga Indonesia: Refleksi Atas Putusan Mahkamah Konstitusi

By Sri Nurmina Sari, S.HSeptember 16, 20260

PENDAHULUAN Salah satu adagium hukum yang pertama kali diperkenalkan pada telinga penulis saat menjadi mahasiswa…

Menelusuri Jejak Uang: Dari Data Intelijen Keuangan hingga Pembuktian di Persidangan

September 16, 2026

Memutus Aliran Dana Kejahatan: 25 Hakim Perdalam Penanganan Perkara TPPU di Depok

September 16, 2026

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Evolusi Hukum Keluarga Indonesia: Refleksi Atas Putusan Mahkamah Konstitusi
  • Menelusuri Jejak Uang: Dari Data Intelijen Keuangan hingga Pembuktian di Persidangan
  • Memutus Aliran Dana Kejahatan: 25 Hakim Perdalam Penanganan Perkara TPPU di Depok
  • Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe
  • Meredefinisi Peran Ahli Hukum dalam Persidangan Perkara Pidana

Recent Comments

  1. Masjudul Haq on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
  2. Ahmad Satiri on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
  3. Burhan on Dari Prajurit Hukum ke Mahkamah Agung: Letkol Chk Sudiyo Pesan ‘Menulis dan Menulislah’
  4. Vanimut on Ketua PTA Kepri Buka Pendampingan Monev KIP Tahun 2026
  5. Ekasari on BSDK MA Run 2026: 10 Kilometer Pelari CADAS, Berlari Bersama Menjaga Semangat Pengabdian dan Integritas
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Sri Nurmina Sari, S.H
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Zidny Taqiyya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.