MALANG – Pagi itu suasana masih gelap dan dingin, namun semangat peserta begitu terasa. Ada optimisme yang tumbuh, seolah perjalanan ini menjadi awal dari pencarian inspirasi baru bagi perubahan di satuan kerja masing-masing. Semangat perubahan dan pembelajaran menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Mahkamah Agung RI. Kegiatan ini menjadi momentum bagi para peserta untuk melihat langsung praktik terbaik tata kelola pemerintahan dan transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Malang.
Sebanyak 40 peserta PKA Angkatan I Tahun 2026 memulai perjalanan dari Pusdiklat Mahkamah Agung pada 23 Juni 2026 pukul 05.00 WIB menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta Terminal 1C menggunakan bus. Perjalanan dilanjutkan menggunakan pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG752 yang lepas landas pukul 09.35 WIB menuju Kota Malang dan tiba di Bandara Abdul Rachman Saleh pada pukul 11.10 WIB.
Dalam perjalanan udara, para peserta menikmati panorama langit yang memukau. Hamparan awan putih yang membentang luas seperti lautan kapas menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan menuju perubahan selalu memiliki tantangan sekaligus keindahan yang layak dinikmati.
Setibanya di Kota Malang, rombongan menuju Grand Mercure Malang Mirama sebagai tempat transit dan pusat kegiatan. Pada malam harinya, kegiatan studi lapangan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Mahkamah Agung RI, Darmoko Yuti Witanto.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk menggerakkan perubahan, membangun sistem yang efektif, serta memastikan program kerja dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Beliau juga menyoroti kuatnya kepemimpinan di Pemerintah Kota Malang yang dinilai mampu mendorong pelaksanaan program kerja secara optimal.
“Keberhasilan Kota Malang menjadi bukti bahwa kepemimpinan yang kuat mampu menggerakkan organisasi menuju perubahan yang berdampak nyata. Ini yang harus menjadi pembelajaran bagi peserta untuk diadaptasi di satuan kerja masing-masing,” ujarnya.
Pada hari berikutnya, peserta memulai agenda studi lapangan di Pemerintah Kota Malang dan disambut langsung oleh Asisten III Pemerintah Kota Malang, M.Sailendra. Dalam sambutannya, Pemerintah Kota Malang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Mahkamah Agung RI yang menjadikan Kota Malang sebagai lokus studi lapangan.
“Kami merasa bangga dan terhormat dipercaya sebagai lokus studi lapangan Mahkamah Agung RI. Semoga kunjungan ini dapat memberikan inspirasi sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Malang dan Mahkamah Agung dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, modern, dan responsif terhadap kebutuhan Masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai kota terbesar kedua di Provinsi Jawa Timur, Kota Malang dikenal sebagai kota pendidikan, perdagangan dan jasa, wisata, serta kota kreatif dunia bidang media arts pertama di Asia Tenggara. Berbagai program pembangunan di Kota Malang saat ini telah dijalankan melalui sistem digitalisasi yang terintegrasi, yang mampu mendorong transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi anggaran.
Agenda inti studi lapangan dilaksanakan di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang dengan narasumber Kepala Bidang Aptika, Pandu Zanuar Sulistyo.
Dalam pemaparannya, Pandu menekankan bahwa transformasi digital tidak hanya berbicara tentang aplikasi, tetapi lebih dari itu, yaitu membangun budaya baru dalam organisasi.
“Digitalisasi bukan sekadar membuat aplikasi, tetapi bagaimana membangun sistem yang terintegrasi, menyederhanakan proses bisnis, dan membentuk pola pikir baru yang adaptif,” jelasnya.
Sejumlah poin penting menjadi perhatian peserta, di antaranya :
- Kunci perubahan adalah adaptasi. Organisasi harus berani melakukan terobosan baru dan meningkatkan kecakapan digital aparatur.
- Sistem dan data harus terintegrasi, karena aplikasi yang berdiri sendiri hanya akan menambah beban birokrasi.
- Pengambilan keputusan strategis harus berbasis data dan riset, sehingga mampu melahirkan kebijakan yang kreatif dan solutif.
- Digitalisasi adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas satu bidang, tetapi alat untuk memperkuat seluruh organisasi.
- Pimpinan tidak harus ahli teknis, tetapi harus memiliki komitmen, kemampuan manajerial, dan memahami kebutuhan timnya.
- Inovasi sering lahir dari keterbatasan, sehingga tekanan dan tantangan justru bisa menjadi ruang tumbuh perubahan.
- Agenda setting menjadi penting, di mana pimpinan harus rutin berdiskusi dengan staf untuk mengevaluasi kinerja dan menyusun langkah strategis ke depan.
- Roadmap pengadaan perlu disusun secara matang, agar selaras dengan kebutuhan organisasi dan kemampuan anggaran yang tersedia.
Selain itu, dalam diskusi kelompok peserta juga mempelajari implementasi dashboard pimpinan berbasis AI, sistem input data berjenjang, serta penyusunan roadmap pengadaan yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan ketersediaan anggaran.
Studi lapangan ini memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Kota Malang dinilai berhasil menunjukkan bagaimana kepemimpinan yang kuat, inovasi digital, dan budaya organisasi yang adaptif dapat menjadi fondasi perubahan.
Filosofi “Ngalam”, yang merupakan kata Malang yang dibaca terbalik, menjadi simbol penting dalam perjalanan ini, bahwa perubahan sering kali lahir dari keberanian melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Dari sanalah inovasi lahir.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, pada malam tanggal 25 Juni 2026, peserta menyusun executive summary hasil studi lapangan untuk disampaikan kepada Kepala Pusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan Mahkamah Agung RI sebagai bahan laporan benchmarking. Selanjutnya, pada 26 Juni 2026, rombongan kembali ke Jakarta untuk melanjutkan tahapan berikutnya, yakni Seminar Rancangan Aksi Perubahan.
Studi lapangan ini menjadi bagian penting dalam membentuk pemimpin yang tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga visioner, adaptif, dan siap membawa perubahan nyata di lingkungan kerja masing-masing.
Karena pada akhirnya, semangat PKA bukan hanya belajar untuk hari ini, tetapi menyiapkan pemimpin untuk masa depan.
PKA 2026…………… CADAS
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


