Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI

November 6, 2026

Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda

November 6, 2026

Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”

November 6, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Bulan Bung Karno dan Tantangan Menjadi Hakim Marhaenis

Bulan Bung Karno dan Tantangan Menjadi Hakim Marhaenis

Iqbal LazuardiBy Iqbal LazuardiJune 19, 2026 · 14:53 WIB6 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Juni dikenal sebagai Bulan Bung Karno, sebutan tersebut bukan tanpa alasan. Pada bulan inilah bangsa Indonesia mengenang tiga peristiwa penting yang melekat pada sosok Proklamator, Sukarno. Bung Karno lahir pada 6 Juni 1901, menyampaikan pidato bersejarah di hadapan sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945 yang kemudian dikenal sebagai lahirnya Pancasila, dan wafat pada 21 Juni 1970. Rangkaian peristiwa tersebut menjadikan bulan Juni sebagai momentum refleksi atas pemikiran, perjuangan, dan warisan kebangsaan yang ditinggalkannya bagi Indonesia.

Di antara berbagai gagasan yang diwariskan Bung Karno, Marhaenisme merupakan salah satu ajaran yang paling lekat dengan semangat pembelaan terhadap rakyat kecil dan perjuangan mewujudkan keadilan sosial. Marhaenisme lahir dari pergulatan Bung Karno membaca realitas bangsanya yang masih terbelenggu oleh kemiskinan, ketimpangan, dan penindasan. Meskipun lahir dalam konteks perjuangan kemerdekaan, nilai-nilai Marhaenisme tetap relevan hingga kini, termasuk dalam dunia peradilan. Pertanyaannya, bagaimana seorang hakim dapat mengaktualisasikan semangat Marhaenisme dalam menjalankan tugas menegakkan hukum dan keadilan?

Marhaenisme lahir bukan dari ruang kuliah, bukan pula dari perdebatan para elite politik. Ia lahir dari tanah yang diinjak rakyat kecil. Pada suatu hari di sekitar Bandung pada dekade 1920-an, Bung Karno bertemu dengan seorang petani sederhana bernama Marhaen. Petani itu memiliki sebidang tanah, cangkul, dan tenaga untuk bekerja. Namun, seluruh alat produksi yang dimilikinya ternyata tidak mampu membebaskannya dari kemiskinan. Ia bekerja keras, tetapi tetap hidup dalam kekurangan. Ia merdeka secara pribadi, tetapi terjajah oleh sebuah sistem yang membuat hasil jerih payahnya tidak pernah benar-benar menjadi miliknya.

Pertemuan itu mengguncang kesadaran Bung Karno. Di hadapannya berdiri sosok yang bukan hanya seorang petani, melainkan cerminan jutaan rakyat Indonesia yang hidup di bawah bayang-bayang kolonialisme dan ketidakadilan struktural. Mereka bukan penganggur, bukan pula pemalas. Mereka bekerja, berkeringat, dan berjuang setiap hari, tetapi tetap terjebak dalam lingkaran kemiskinan. Dari sanalah Bung Karno menyimpulkan bahwa persoalan bangsa ini bukan semata-mata kemiskinan, melainkan adanya sistem yang membuat rakyat kecil sulit memperoleh keadilan dan kemakmuran.

Dari nama seorang petani itulah lahir sebuah gagasan besar yakni Marhaenisme. Sebuah ajaran yang menjadikan rakyat kecil sebagai pusat perjuangan, menolak segala bentuk penindasan, dan menempatkan keadilan sosial sebagai tujuan utama kehidupan berbangsa. Marhaenisme bukan sekadar teori politik, melainkan suara mereka yang selama ini tidak terdengar, harapan mereka yang terpinggirkan, dan ikhtiar untuk memastikan bahwa negara hadir bagi rakyat yang paling membutuhkan perlindungan.

Baca Juga  Penutupan Pendidikan Filsafat dan Keadilan bagi Hakim

Hampir satu abad setelah pertemuan itu, sosok Marhaen sesungguhnya masih ada di sekitar kita. Ia mungkin hadir sebagai petani yang berhadapan dengan korporasi besar, buruh yang menuntut haknya, nelayan yang kehilangan ruang hidupnya, pedagang kecil yang tersandung perkara hukum, atau warga miskin yang mengetuk pintu pengadilan untuk mencari keadilan. Pertanyaannya, ketika Marhaen hadir di ruang sidang, mampukah hakim melihat dan mendengar suaranya?

Pertanyaan tersebut menjadi relevan karena hakim pada hakikatnya merupakan benteng terakhir keadilan. Di tangan hakim, hukum memperoleh maknanya yang paling nyata. Pengadilan bukan sekadar tempat membaca pasal demi pasal, melainkan ruang tempat negara mendengarkan keluhan rakyat dan memberikan penyelesaian yang adil atas konflik yang terjadi. Karena itu, tugas hakim tidak berhenti pada penerapan aturan secara tekstual semata, tetapi juga menuntut kemampuan memahami realitas sosial yang melatarbelakangi setiap perkara.

Dalam praktik peradilan modern, hakim kerap dihadapkan pada perkara yang mempertemukan pihak-pihak dengan kekuatan yang tidak seimbang. Di satu sisi terdapat korporasi besar, pemilik modal, atau pihak yang memiliki akses luas terhadap sumber daya hukum. Di sisi lain terdapat petani, buruh, nelayan, pelaku usaha kecil, masyarakat adat, dan kelompok rentan lainnya yang memperjuangkan hak-haknya. Ketimpangan tersebut tidak selalu menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah, tetapi menunjukkan bahwa pencarian keadilan sering kali berlangsung dalam arena yang tidak sepenuhnya setara. Dalam situasi seperti itulah sensitivitas sosial seorang hakim diuji.

Di sinilah nilai-nilai Marhaenisme menemukan relevansinya. Seorang hakim yang menghayati ajaran Marhaenisme akan memiliki kepekaan terhadap kondisi masyarakat yang lemah dan rentan. Ia memahami bahwa tidak semua orang yang datang ke pengadilan memiliki kekuatan, pengetahuan, dan akses yang sama. Ada pihak yang datang dengan dukungan modal, pengaruh, dan sumber daya yang besar. Namun ada pula yang datang hanya dengan harapan bahwa hukum masih mampu melindungi hak-haknya.

Tentu saja menjadi hakim Marhaenis bukan berarti meninggalkan prinsip independensi atau mengorbankan objektivitas. Hakim tetap harus berdiri di atas semua kepentingan dan memutus perkara berdasarkan hukum serta fakta yang terungkap di persidangan. Akan tetapi, seorang hakim Marhaenis menyadari bahwa hukum tidak boleh dipisahkan dari tujuan besarnya, yakni menghadirkan keadilan bagi manusia. Ia tidak memandang para pencari keadilan sebagai sekadar nomor perkara, melainkan sebagai manusia yang memiliki martabat dan hak yang harus dihormati.

Baca Juga  Kajian Sistem Wakai Jepang dari Perspektif Cita Hukum Teori Hukum Pancasila

Hakim Marhaenis bukan hakim yang memihak kepada golongan tertentu. Ia adalah hakim yang berpihak kepada keadilan. Ia sadar bahwa hukum dibuat untuk manusia, bukan manusia untuk hukum. Karena itu, dalam setiap perkara, ia berusaha memastikan bahwa hukum tidak menjadi alat reproduksi ketimpangan, melainkan sarana untuk menghadirkan perlindungan, kepastian, dan keadilan bagi semua orang tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi.

Pandangan demikian sejalan dengan Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman yang menegaskan bahwa hakim wajib menggali, mengikuti, dan memahami nilai-nilai hukum serta rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat. Amanat tersebut menunjukkan bahwa hukum Indonesia tidak hanya mengejar kepastian, tetapi juga keadilan yang substantif. Dalam konteks itulah hakim dituntut untuk tidak menutup mata terhadap kenyataan sosial yang melingkupi suatu perkara.

Lebih jauh lagi, ajaran Marhaenisme memiliki titik temu yang kuat dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, serta sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Kedua sila tersebut menghendaki agar hukum menjadi instrumen pembebasan dari ketidakadilan, bukan alat yang justru memperkuat ketimpangan. Hakim sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman memiliki peran strategis untuk menerjemahkan cita-cita tersebut ke dalam putusan yang tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga menghadirkan kemanfaatan dan keadilan bagi masyarakat.

Pada akhirnya, menjadi hakim Marhaenis bukanlah soal afiliasi ideologis, melainkan komitmen moral untuk menjadikan hukum sebagai sarana menghadirkan keadilan yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. Di Bulan Bung Karno, semangat Marhaenisme mengingatkan bahwa hukum tidak boleh menjauh dari rakyat, dan hakim tidak boleh kehilangan kepekaan terhadap nilai kemanusiaan serta keadilan sosial.

Di Bulan Bung Karno, kita kembali diingatkan bahwa sejarah bangsa ini dibangun oleh perjuangan kaum Marhaen. Karena itu, ketika seorang Marhaen datang ke pengadilan untuk mencari keadilan, hakim tidak boleh hanya melihat berkas perkara di atas meja. Hakim harus mampu melihat manusia di balik perkara tersebut. Sebab pada akhirnya, ukuran kemuliaan sebuah pengadilan bukanlah banyaknya putusan yang dihasilkan, melainkan sejauh mana keadilan benar-benar dirasakan oleh rakyat.

Iqbal Lazuardi
Kontributor
Iqbal Lazuardi
Hakim Pengadilan Negeri Kayu Agung

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Bulan Bung Karno Bung Karno Hakim Marhaenis Keadilan Sosial Kekuasaan Kehakiman Marhaenisme pancasila Peradilan Indonesia
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Merawat Etika Hakim di Ruang Sidang Anak

November 5, 2026

Penggunaan Artificial Intelligence dalam Peradilan: Pelajaran dari Pedoman Internasional bagi Mahkamah Agung Indonesia

November 5, 2026

Cepat dan Cermat: Cara Mahkamah Agung Menyelesaikan Perkara

November 4, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini

November 6, 2026

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026
Don't Miss

Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI

By JohanesNovember 6, 20260

Jakarta, 6 November 2026 – Sejumlah pejabat dan pegawai di lingkungan Gedung Sekretariat Mahkamah Agung…

Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda

November 6, 2026

Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”

November 6, 2026

Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini

November 6, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI
  • Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda
  • Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”
  • Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini
  • Ini Empat Lembaga Penting bagi Anak Berhadapan dengan Hukum

Recent Comments

  1. Aman on Kejahatan Siber: Hakim Harus Cermat Menguji Bukti
  2. Dr. Sakwanah on Ketua MS Aceh Apresiasi Pelatihan BSDK, Harapkan Diklat Khusus Hukum Acara Jinayat
  3. Herman on Di Balik Mangrove, Ada Keadilan yang Harus Diperjuangkan
  4. Abdul Mustopa on MOVE!
  5. Rizka on Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Arie Guntoro
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Antok Wibowo
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Dismas Lukito Ornasto
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Engli Thirta Satria
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Humas Pengadilan Negeri Sidoarjo
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ainun Najib
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.