Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dinamika Ujian Akhir Hingga Pamitan Hangat Peserta Diklat Teknis Yudisial Dispensasi Kawin Bagi Hakim Peradilan Agama Seluruh Indonesia

October 9, 2026

Hukum Acara Dispensasi Kawin 2: Mengasah Rasa dan Karsa Hakim dalam Melindungi Kepentingan Terbaik Anak

October 9, 2026

Menembus Labirin Reformasi Peradilan: Mengurai Diskusi Strategis Pustrajak MA RI dan Kamar TUN untuk Arah Kebijakan Hukum 2027

October 9, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Sidang Tertutup pada Perkara KDRT sebagai Wujud Perlindungan Hak Privasi dan Identitas Korban

Sidang Tertutup pada Perkara KDRT sebagai Wujud Perlindungan Hak Privasi dan Identitas Korban

Muhammad Hanif RamadhanFirzi RamadhanBy Muhammad Hanif Ramadhan and Firzi RamadhanMay 2, 2026 · 11:55 WIB7 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Penghapusan kekerasan dalam rumah tangga merupakan bentuk dari penghormatan hak asasi manusia. Pemidanaan terhadap kekerasan dalam rumah tangga pada dasarnya adalah mencegah seseorang untuk melakukan segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga. Undang-Undang yang mengatur mengenai Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) terakhir kali diudangkan pada tahun 2004 tepatnya melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Meskipun sudah 22 tahun berlalu namun belum ada pembaruan pada peraturan tersebut sehingga terdapat beberapa kekosongan hukum, termasuk terkait publikasi identitas para pihak dalam persidangan tindak pidana tersebut, padahal Pasal 10 huruf c UU PKDRT secara tegas menagamanatkan bahwa korban berhak mendapatkan penanganan secara khusus yang berkaitan dengan kerahasiaan korban.

Dualisme Publikasi Pada Persidangan Dan Publikasi Pada Putusan

Mengenai persidangan tindak pidana KDRT sebenarnya telah dibahas dalam Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2021 yang menyebutkan bahwa:

“Terhadap tindak pidana KDRT sebagaimana dimaksud Pasal 46 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 yang mengandung muatan kekerasan seksual dan Penuntut Umum tidak mendakwakan delik kesopanan (Pasal 281 sampai dengan Pasal 297 KUHP), maka demi perlindungan harkat dan martabat kemanusiaan, Majelis Hakim menyatakan sidang tertutup untuk umum.”

Dari penjelasan ketetuan tersebut, penulis memaknai bahwa apabila tindak pidana KDRT mengandung muatan kekerasan seksual, berarti persidangan tersebut tertutup untuk umum. Sebaliknya, apabila tidak mengandung muatan kekerasan seksual, berarti persidangan tersebut terbuka untuk umum, sesuai dengan asas hukum acara pidana Pasal 153 ayat (3) KUHAP Baru.

Kemudian, mengenai putusan tindak pidana KDRT juga telah dibahas dalam Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia (SK-KMA Nomor 2-144/KMA/SK/VIII/20220) Tentang Standar Pelayanan Informasi Publik Di Pengadilan, dengan menyebutkan pada halaman 35 dan 36:

“Sebelum memberikan salinan Informasi kepada Pemohon atau memasukannya dalam situs web, PPID Pelaksana Wajib mengaburkan informasi yang dapat mengungkap identitas pihak di bawah ini dalam putusan atau penetapan hakim dalam perkara sebagai berikut. Mengaburkan identitas Saksi Korban dan Saksi Lainnya dalam perkara: (…) b. tindak pidana yang berhubungan dengan kekerasan dalam rumah tangga”

Dari kedua ketentuan tersebut, menimbulkan kerancuan karena disatu sisi apabila persidangan terbuka (karena dalam hal ini diluar dari muatan kekerasan seksual) tentunya dapat membuat orang lain yang hadir di persidangan mengetahui identitas yang seharusnya dikaburkan dalam putusan/penetapan sebagaimana diatur dalam SK-KMA Nomor 2-144/KMA/SK/VIII/20220 tersebut. Terdapat suatu konflik norma pada persoalan ini, di satu sisi dalam sidang terbuka berarti semua identitas para pihak dapat diketahui oleh pengunjung sidang sedangkan di sisi yang lain pengaburan identitas pada putusan/penetapan perlu dilakukan dalam tindak pidana kdrt sehingga penulis memandang konflik ini sebagai suatu ketidakefektifan dalam perlindungan identitas saksi korban dan saksi lainnya dalam tindak pidana KDRT.

Baca Juga  ETIKA EKOLOGI SEBAGAI KEBENARAN HUKUM

Dari kedua ketentuan tersebut, menimbulkan kerancuan karena disatu sisi apabila persidangan terbuka (karena dalam hal ini diluar dari muatan kekerasan seksual) tentunya dapat membuat orang lain yang hadir di persidangan mengetahui identitas yang seharusnya dikaburkan dalam putusan/penetapan sebagaimana diatur dalam SK-KMA Nomor 2-144/KMA/SK/VIII/2022 tersebut.

Terdapat suatu konflik norma pada persoalan ini. Pada satu sisi, sidang terbuka berarti semua identitas para pihak dapat diketahui oleh pengunjung sidang, sedangkan di sisi yang lain pengaburan identitas pada putusan/penetapan perlu dilakukan dalam tindak pidana KDRT. Oleh karena itu, penulis memandang konflik ini sebagai suatu ketidakefektifan dalam perlindungan identitas saksi korban dan saksi lainnya dalam tindak pidana KDRT.

Anomali Praktik Peradilan: Studi Kasus Venna Melinda dan Ferry Irawan

Ketimpangan antara teks hukum (SEMA No. 5 Tahun 2021) dan kebutuhan praktis perlindungan korban nyatanya pernah diterobos oleh majelis hakim dalam praktik peradilan. Hal ini terlihat jelas pada kasus KDRT yang melibatkan selebritas Venna Melinda dengan terdakwa Ferry Irawan di Pengadilan Negeri Kediri pada awal tahun 2023.

Berdasarkan dakwaan, Ferry Irawan didakwa dengan pasal berlapis, yakni Pasal 44 ayat (1) dan Pasal 45 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT yang pada pokoknya mengatur tentang kekerasan fisik dan kekerasan psikis. Terdakwa sama sekali tidak didakwa dengan Pasal 46 yang berkaitan dengan kekerasan seksual. Jika merujuk pada Rumusan Kamar Pidana MA Nomor 5 Tahun 2021, sidang tersebut seharusnya digelar secara terbuka untuk umum dari awal hingga akhir.

Faktanya, meskipun sidang pembacaan dakwaan sempat digelar secara terbuka, Majelis Hakim kemudian menetapkan bahwa sidang dengan agenda pembuktian (pemeriksaan saksi korban Venna Melinda) digelar secara tertutup untuk umum. Keputusan hakim untuk menutup persidangan ini didasarkan pada permohonan Jaksa Penuntut Umum dan kuasa hukum korban, dengan pertimbangan utama bahwa materi persidangan menyangkut aib rumah tangga, hal-hal sensitif terkait ranah privasi suami-istri, serta untuk menjaga stabilitas psikologis korban saat memberikan keterangan. Kasus ini menjadi preseden penting yang membuktikan bahwa sifat KDRT (baik fisik maupun psikis) sejatinya sama-sama membongkar ranah paling privat dari sebuah keluarga, sehingga perlindungan melalui sidang tertutup adalah sebuah keniscayaan sosiologis dan psikologis, bukan semata-mata karena adanya unsur kekerasan seksual.

Persidangan Tertutup Sebagai Bentuk Keserasian Norma Guna Perlindungan Privasi Keluarga Khususnya Anak;

            Dalam persidangan perdata terkhusus yang mengadili perkara perceraian, persidangan dilakukan secara tertutup untuk umum. Hal tersebut diatur dalam Pasal 33 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menyebutkan:

Pasal 33: Apabila tidak dapat dicapai perdamaian, pemeriksaan gugatan perceraian dilakukan dalam sidang tertutup.

Baca Juga  Mengenal Dinamika Hukum Korea Melalui Drakor

Penjelasan: Apabila pengadilan telah berusaha untuk mencapai perdamaian, akan tetapi tidak berhasil, maka gugatan perceraian diperiksa dalam sidang tertutup. Pemeriksaan dalam sidang tertutup ini berlaku juga bagi pemeriksaan saksi-saksi. Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan terdapat alasan-alasan yang dapat dijadikan dasar perceraian, hakim mengabulkan kehendak suami atau isteri untuk melakukan perceraian.

Pelaksanaan persidangan tertutup tersebut bukan tanpa tujuan melainkan suatu wujud pencegahan penyebaran aib rumah tangga kepada publik serta yang terpenting menjaga kepentingan anak agar tidak terdampak konflik orangtua. Perkara pidana KDRT pada substansinya memiliki irisan yang sangat kuat dengan perkara perceraian, karena keduanya sama-sama membicarakan masalah internal rumah tangga yang tabu untuk dikonsumsi oleh publik.

            Jikalau terdapat perbedaan pandangan dalam memaknai bahwa perkara perdata adalah kepentingan privat sehingga persidangan dilaksanakan secara tertutup, lalu perkara pidana adalah kepentingan publik sehingga persidangan dilaksanakan secara terbuka untuk umum, maka penulis memaknai berbeda. Sekalipun perkara pidana adalah kepentingan publik, namun dalam beberapa perkara seperti perindungan anak atau yang menyangkut kesusilaan, persidangannya pun dilaksanakan secara tertutup. Karena pada prinsipnya sekalipun itu kepentingan publik, terdapat hal lain yang lebih diutamakan yaitu perlindungan terhadap korban terkhususnya anak, kesusilaan, keamanan, dan kerahasiaan tertentu (hak kerahasiaan ini dijamin oleh Pasal 10 UU PKDRT).

            Anak kerap kali diabaikan dalam perkara pidana KDRT padahal sejatinya anak juga merupakan korban yang tersembunyi. Anak kerap kali melihat pertengkaran hingga perbuatan pidana yang dilakukan antara orangtuanya yang berpotensi menimbulkan luka, trauma dan malu pada anak dari terdakwa dan korban yang mengalaminya.

Persidangan secara terbuka di tengah kecanggihan media sosial memudahkan penyebaran informasi antar pribadi sehingga pengaburan identitas pada putusan terasa hambar jika di ruang sidang identitas mereka sudah menjadi tontonan publik. Oleh karena itu, konsistensi publikasi baik persidangan maupun putusan secara tertutup perlu diterapkan serta sebagai bentuk keserasian norma dengan perkara perceraian pada persidangan perdata. Bukan hanya untuk menjaga kesusilaan dan etika yang memuat hal-hal sensitif atau tidak pantas diumbar ke publik, namun pada pokoknya untuk memastikan perlindungan bagi kepentingan pihak-pihak serta saksi terutama anak dari terdakwa dan korban.

Sebagai penutup, penulis merekomendasikan agar Mahkamah Agung dapat meninjau kembali atau memperluas cakupan SEMA Nomor 5 Tahun 2021, agar persidangan tertutup tidak hanya dibatasi pada KDRT yang bermuatan kekerasan seksual (Pasal 46), tetapi juga mencakup seluruh bentuk KDRT (fisik, psikis, dan penelantaran) demi menjamin koherensi dengan SK KMA tentang pengaburan identitas serta hak atas kerahasiaan korban.

Muhammad Hanif Ramadhan
Kontributor
Muhammad Hanif Ramadhan
Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Redeb
Firzi Ramadhan
Kontributor
Firzi Ramadhan
Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Redeb

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

artikel hak hak privasi identitas KDRT korban perlindungan Sidang Tertutup
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Membedah Rahasia Keberhasilan Wakai dan Chotei untuk Mediasi Indonesia

October 8, 2026

Ketika Kebakaran Hutan dan Lahan Dilakukan oleh Badan Usaha: Siapa Saja Yang Berhak Menggugat Secara Perdata?

October 8, 2026

Menakar Ringannya Perbuatan

October 8, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Di mana Kesaktian Pancasila Diuji?

October 1, 2026

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,548 Views

Titah Leviathan

September 11, 2026
Don't Miss

Dinamika Ujian Akhir Hingga Pamitan Hangat Peserta Diklat Teknis Yudisial Dispensasi Kawin Bagi Hakim Peradilan Agama Seluruh Indonesia

By Abdul Azis Ali RamdlaniOctober 9, 20260

Megamendung, Jumat, 9 Oktober 2026 – Udara segar dan suasana tenang melingkupi area pusat pelatihan.…

Hukum Acara Dispensasi Kawin 2: Mengasah Rasa dan Karsa Hakim dalam Melindungi Kepentingan Terbaik Anak

October 9, 2026

Menembus Labirin Reformasi Peradilan: Mengurai Diskusi Strategis Pustrajak MA RI dan Kamar TUN untuk Arah Kebijakan Hukum 2027

October 9, 2026

Kepala BSDK Dorong Wali Lingkungan Hidup, Pelatihan Hakim Harus Menjangkau Pemulihan Ekologis

October 9, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Dinamika Ujian Akhir Hingga Pamitan Hangat Peserta Diklat Teknis Yudisial Dispensasi Kawin Bagi Hakim Peradilan Agama Seluruh Indonesia
  • Hukum Acara Dispensasi Kawin 2: Mengasah Rasa dan Karsa Hakim dalam Melindungi Kepentingan Terbaik Anak
  • Menembus Labirin Reformasi Peradilan: Mengurai Diskusi Strategis Pustrajak MA RI dan Kamar TUN untuk Arah Kebijakan Hukum 2027
  • Kepala BSDK Dorong Wali Lingkungan Hidup, Pelatihan Hakim Harus Menjangkau Pemulihan Ekologis
  • Bedah Kasus di Akhir Kursus: Diklat Teknis Yudisial Dispensasi Kawin Telah Sampai pada Intinya

Recent Comments

  1. H. Moh. Nasri on Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim Sebagai Pembelajaran Diklat Pertama di Hari Pertama
  2. H. Moh. Nasri on Bedah Kasus di Akhir Kursus: Diklat Teknis Yudisial Dispensasi Kawin Telah Sampai pada Intinya
  3. Pandu PW on Ketika Perkawinan Tidak Tercatat : Isbat Nikah sebagai Jalan Menuju Perlindungan Hak Anak
  4. Mery Donna Tiur Pasaribu on Praperadilan dan Batas Kekuasaan
  5. indarka pp on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reza Kresna Adipraya
  • Avatar photo Peltu Ricko Rikardo, S.H
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Rudi Hartoyo
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Wisnu Indradi
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.