Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Debut Impresif di Turnamen E-Sport BSDK MARI, Prajurit PMT II Gaming Tak Bergeming Hingga Babak Akhir

15 August 2026 • 20:07 WIB

Sayap Patah dan Keadilan Yang Tersisa Bagi Elang

15 August 2026 • 14:32 WIB

Secangkir Cocopresso dari Seorang Yang Mulia

15 August 2026 • 12:22 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Tata Kelola Pelayanan Publik Peradilan dalam Mewujudkan Akses Terhadap Keadilan: Perspektif Hukum dan Administrasi Publik

Tata Kelola Pelayanan Publik Peradilan dalam Mewujudkan Akses Terhadap Keadilan: Perspektif Hukum dan Administrasi Publik

Tri IndroyonoTri Indroyono30 June 2026 • 08:10 WIB11 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Pendahuluan

Peradilan sering dipahami sebagai lembaga yang bertugas menegakkan hukum dan memberikan putusan yang adil. Namun, dalam perkembangan negara modern, peradilan tidak hanya berfungsi sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai penyelenggara pelayanan publik. Setiap masyarakat yang datang ke pengadilan pada hakikatnya adalah pengguna layanan publik yang memiliki hak untuk memperoleh pelayanan yang mudah, cepat, transparan, dan berkeadilan.

Dalam konteks tersebut, keberhasilan peradilan tidak hanya diukur dari kualitas putusan yang dihasilkan, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diberikan kepada para pencari keadilan. Oleh karena itu, upaya mewujudkan akses terhadap keadilan (access to justice) memerlukan sinergi antara perspektif hukum dan administrasi publik. Di samping itu, integritas aparatur peradilan menjadi faktor fundamental yang menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.

Dalam konteks negara hukum modern, pelayanan publik dan penegakan hukum tidak dapat dipisahkan. Pelayanan peradilan yang berkualitas merupakan bagian dari pemenuhan hak konstitusional warga negara untuk memperoleh keadilan. Oleh karena itu, peradilan tidak hanya dituntut menghasilkan putusan yang adil, tetapi juga memberikan pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat sebagai pencari keadilan.

Peradilan sebagai Penyelenggara Pelayanan Publik

Konstitusi Indonesia menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum. Konsekuensinya, setiap warga negara berhak memperoleh perlindungan hukum dan akses yang setara terhadap lembaga peradilan. Hak tersebut tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir berupa putusan, tetapi juga mencakup proses pelayanan yang diberikan sejak masyarakat pertama kali berinteraksi dengan institusi peradilan.

Landasan normatif pelayanan peradilan dapat ditemukan dalam Pasal 24 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan kekuasaan kehakiman sebagai kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Selain itu, Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman mengamanatkan bahwa peradilan dilaksanakan secara sederhana, cepat, dan biaya ringan. Dari perspektif pelayanan publik, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik juga menjadi dasar penting bahwa setiap penyelenggara layanan negara wajib memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik memperkuat kewajiban badan publik, termasuk lembaga peradilan, untuk menyediakan informasi yang mudah diakses, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Dalam perspektif hukum, asas peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan merupakan prinsip yang harus diwujudkan dalam praktik penyelenggaraan peradilan. Prinsip tersebut menunjukkan bahwa pelayanan peradilan tidak boleh dipersulit oleh prosedur yang berbelit-belit, biaya yang tidak transparan, maupun proses yang tidak efisien.

Sementara itu, dalam perspektif administrasi publik, pelayanan publik merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Kualitas pelayanan menjadi indikator penting keberhasilan organisasi publik dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Dengan demikian, pengadilan tidak hanya dituntut menghasilkan putusan yang berkualitas, tetapi juga menyelenggarakan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Perspektif Administrasi Publik dalam Pelayanan Peradilan

Administrasi publik modern menempatkan masyarakat sebagai fokus utama pelayanan. Paradigma good governance menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, efektivitas, efisiensi, partisipasi, dan responsivitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Dalam perspektif administrasi publik, Dwight Waldo memandang administrasi publik sebagai instrumen untuk mewujudkan nilai-nilai publik melalui tindakan pemerintah yang bertanggung jawab. Sementara itu, Denhardt dan Denhardt melalui konsep New Public Service menekankan bahwa birokrasi publik harus berorientasi pada pelayanan kepada warga negara (citizens), bukan sekadar kepada pelanggan (customers). Dengan demikian, pelayanan peradilan harus ditempatkan sebagai bentuk pelayanan negara yang menghormati hak, martabat, dan kebutuhan masyarakat pencari keadilan.

David Osborne dan Ted Gaebler dalam konsep Reinventing Government menegaskan bahwa organisasi publik harus bertransformasi menjadi institusi yang lebih responsif, inovatif, dan berorientasi pada hasil. Dalam konteks peradilan, transformasi tersebut tercermin melalui berbagai inovasi pelayanan yang bertujuan mendekatkan akses keadilan kepada masyarakat.

Dalam lingkungan peradilan, prinsip-prinsip tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai inovasi pelayanan, seperti Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), sistem peradilan elektronik (e-Court), persidangan elektronik (e-Litigation), (e-Berpadu)keterbukaan informasi publik, serta berbagai aplikasi digital yang memudahkan masyarakat mengakses layanan pengadilan.

Transformasi digital yang dilakukan oleh Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya merupakan langkah strategis dalam meningkatkan aksesibilitas layanan. Teknologi informasi mampu mempercepat proses administrasi perkara, meningkatkan transparansi, serta memperluas akses masyarakat terhadap informasi hukum dan layanan peradilan.

Berbagai inovasi tersebut diwujudkan melalui implementasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), e-Court, e-Litigation, e-Berpadu, Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), serta pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik peradilan.

Baca Juga  Sidang Keliling PA Baturaja Tembus Kecamatan Peninjauan: Wujud Nyata Akses Keadilan untuk Masyarakat

Namun demikian, teknologi hanyalah alat. Keberhasilan transformasi digital tetap bergantung pada kualitas tata kelola dan sumber daya manusia yang menjalankannya.

Akses terhadap Keadilan sebagai Tujuan Utama

Akses terhadap keadilan tidak sekadar berarti tersedianya gedung pengadilan atau prosedur hukum yang lengkap. Akses terhadap keadilan berarti kemampuan masyarakat untuk memperoleh perlindungan hukum secara efektif, tanpa hambatan yang tidak perlu, baik hambatan ekonomi, geografis, administratif, maupun sosial.

Konsep access to justice pada hakikatnya tidak hanya menekankan keterbukaan akses terhadap lembaga peradilan, tetapi juga menjamin bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang setara untuk memperoleh perlindungan hukum yang efektif tanpa diskriminasi.

Dalam praktiknya, masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi pencari keadilan. Sebagian masyarakat mengalami kesulitan memahami prosedur hukum, keterbatasan akses terhadap teknologi digital, maupun kurangnya pemahaman mengenai hak-hak hukum yang dimiliki.

Di era digital, tantangan akses terhadap keadilan tidak hanya berkaitan dengan faktor ekonomi dan geografis, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi. Implementasi layanan elektronik seperti e-Court, e-Litigation, dan e-Berpadu telah memberikan kemudahan yang signifikan, namun masih terdapat kelompok masyarakat yang menghadapi keterbatasan literasi digital. Oleh karena itu, transformasi digital peradilan harus tetap memperhatikan prinsip inklusivitas agar tidak menimbulkan kesenjangan akses terhadap keadilan.

Oleh karena itu, tata kelola pelayanan publik peradilan harus dirancang dengan pendekatan yang berorientasi pada pengguna layanan (user-centered service). Pelayanan yang baik bukan hanya mematuhi prosedur, tetapi juga mampu membantu masyarakat memahami proses hukum yang sedang mereka jalani.

Peradilan yang modern harus mampu menghadirkan pelayanan yang ramah, inklusif, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa mengurangi independensi dan profesionalitas lembaga peradilan.

Integritas sebagai Fondasi Tata Kelola Peradilan

Di antara berbagai faktor yang menentukan kualitas pelayanan publik peradilan, integritas merupakan fondasi yang paling mendasar. Regulasi yang baik, sistem digital yang canggih, dan prosedur pelayanan yang modern tidak akan memberikan manfaat optimal apabila tidak didukung oleh integritas aparatur yang menjalankannya.

Integritas mencerminkan keselarasan antara nilai, norma, dan tindakan dalam menjalankan tugas jabatan. Dalam lingkungan peradilan, integritas menjadi prasyarat utama untuk menjaga independensi, objektivitas, serta kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.

Dalam perspektif tata kelola publik, integritas tidak hanya dipahami sebagai kualitas moral individu, tetapi juga sebagai nilai kelembagaan yang harus tertanam dalam sistem, budaya organisasi, dan mekanisme pengawasan. Oleh karena itu, pembangunan integritas harus dilakukan secara berkelanjutan melalui keteladanan pimpinan, penguatan budaya kerja, serta sistem pengendalian yang efektif guna menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.

Masyarakat akan lebih mudah menerima suatu putusan, meskipun tidak selalu sesuai harapan mereka, apabila proses pelayanan dan penanganan perkara dilakukan secara jujur, transparan, dan profesional. Sebaliknya, pelayanan yang buruk atau perilaku yang tidak berintegritas dapat merusak kepercayaan publik dan mengurangi legitimasi lembaga peradilan.

Dalam era digital saat ini, integritas juga menghadapi tantangan baru. Penyebaran informasi yang cepat, penggunaan teknologi komunikasi, serta meningkatnya interaksi melalui media digital menuntut aparatur peradilan untuk tetap menjaga etika, profesionalisme, dan akuntabilitas dalam setiap tindakan yang dilakukan.

Kepercayaan publik merupakan modal sosial yang sangat penting bagi lembaga peradilan. Semakin tinggi integritas aparatur dan kualitas pelayanan yang diberikan, semakin tinggi pula tingkat kepercayaan masyarakat terhadap proses dan hasil penegakan hukum. Sebaliknya, satu tindakan yang bertentangan dengan nilai integritas dapat mengurangi legitimasi institusi yang dibangun selama bertahun-tahun.

Membangun Peradilan yang Berkeadilan dan Berintegritas

Mewujudkan akses terhadap keadilan memerlukan sinergi antara sistem hukum yang kuat, tata kelola administrasi publik yang baik, serta integritas aparatur yang tinggi. Ketiga unsur tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Sistem hukum memberikan kepastian dan perlindungan hak. Administrasi publik menyediakan mekanisme pelayanan yang efektif dan responsif. Integritas memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai nilai-nilai kejujuran, profesionalitas, dan tanggung jawab.

Dalam kerangka good governance, kualitas pelayanan peradilan tidak hanya diukur dari keberhasilan penyelesaian perkara, tetapi juga dari tingkat transparansi, akuntabilitas, efektivitas, responsivitas, serta kemampuan lembaga peradilan membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan.

Penguatan tata kelola pelayanan peradilan juga sejalan dengan agenda reformasi birokrasi nasional yang menempatkan pelayanan publik sebagai salah satu area perubahan utama. Dalam konteks tersebut, lembaga peradilan dituntut tidak hanya mampu menjaga independensi kekuasaan kehakiman, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan yang berorientasi pada kepuasan dan kepercayaan masyarakat.

Oleh karena itu, reformasi peradilan di masa depan tidak cukup hanya berfokus pada pembaruan regulasi atau pengembangan teknologi. Reformasi juga harus memperkuat budaya integritas, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan bahwa setiap pencari keadilan memperoleh akses yang setara terhadap layanan peradilan.

Baca Juga  Integritas Digital ASN: Benteng Kepercayaan Publik Di Era Artificial Intelligence

Lima Pilar Tata Kelola Pelayanan Peradilan Berintegritas

Sebagai upaya mewujudkan pelayanan peradilan yang berkualitas, diperlukan tata kelola yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga pada pembangunan kepercayaan publik. Dalam perspektif hukum dan administrasi publik, terdapat lima pilar utama yang perlu diperkuat.

Pertama, kepastian hukum yang menjamin setiap warga negara memperoleh perlakuan yang sama di hadapan hukum.

Kedua, transparansi pelayanan yang memberikan kemudahan akses terhadap informasi dan prosedur layanan.

Ketiga, akuntabilitas aparatur yang memastikan setiap tindakan dan keputusan dapat dipertanggungjawabkan.

Keempat, transformasi digital yang mendukung efektivitas, efisiensi, dan aksesibilitas layanan.

Kelima, integritas sebagai nilai utama yang menjaga independensi, profesionalitas, dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.

Kelima pilar tersebut harus berjalan secara terpadu karena kelemahan pada salah satu pilar dapat memengaruhi kualitas pelayanan dan tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.

Penutup

Tata kelola pelayanan publik peradilan merupakan elemen penting dalam mewujudkan akses terhadap keadilan bagi masyarakat. Perspektif hukum memberikan landasan normatif mengenai hak dan kewajiban warga negara, sementara perspektif administrasi publik menyediakan pendekatan tata kelola yang berorientasi pada kualitas pelayanan.

Di tengah tuntutan reformasi birokrasi dan transformasi digital yang semakin cepat, lembaga peradilan dituntut untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai dasar keadilan. Pelayanan publik yang baik bukan hanya tentang kecepatan layanan, tetapi juga tentang kemampuan menghadirkan keadilan yang dapat diakses, dipahami, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Di antara keduanya, integritas berperan sebagai jiwa yang menghidupkan seluruh proses penyelenggaraan peradilan. Tanpa integritas, hukum kehilangan kepercayaan, dan pelayanan publik kehilangan makna. Oleh karena itu, peradilan yang modern harus dibangun tidak hanya di atas fondasi hukum yang kuat dan tata kelola yang baik, tetapi juga di atas nilai integritas yang menjadi sumber kepercayaan publik dan penjaga marwah lembaga peradilan.

Pada akhirnya, pencari keadilan tidak hanya membutuhkan putusan yang adil, tetapi juga pelayanan yang manusiawi, transparan, dan dapat dipercaya. Ketika hukum memberikan kepastian, tata kelola menghadirkan kualitas pelayanan, dan integritas menjadi fondasi perilaku aparatur, maka keadilan tidak hanya diputuskan di ruang sidang, tetapi juga dirasakan dalam setiap proses pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Daftar Referensi

  1. Literatur
    • Denhardt, Janet V., & Denhardt, Robert B. (2015). The New Public Service: Serving, Not Steering.
    • Osborne, David & Gaebler, Ted. (1992). Reinventing Government: How the Entrepreneurial Spirit is Transforming the Public Sector.
    • United Nations Development Programme (UNDP). (1997). Governance for Sustainable Human Development.
    • OECD. (2021). Public Governance Reviews.
    • Waldo, Dwight. (1984). The Administrative State.
    • Taliziduhu Ndraha. (2011). Kybernology (Ilmu Pemerintahan Baru).
    • Sedarmayanti. (2012). Good Governance dan Good Public Governance.
    • Jeremy Pope. (2000). Confronting Corruption: The Elements of a National Integrity System.
    • Cappelletti, Mauro & Garth, Bryant. (1978). Access to Justice: The Worldwide Movement to Make Rights Effective.
  2. Peraturan Perundang-undangan
    • Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
    • Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.
    • Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
    • Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
    • Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.
    • Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.
  3. Dokumen Kebijakan
    • Mahkamah Agung Republik Indonesia. Blueprint Pembaruan Peradilan 2010–2035.
    • SK Dirjen Badan Peradilan Umum Nomor 3239/DJU/SK/HM02.3/11/2019 tentang Perubahan atas SK Dirjen Badan Peradilan Umum Nomor 77/DJU/SK/HM02.3/2/2018 tentang Pedoman Standar Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) pada Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri.
    • SK Dirjen Badilum Nomor 114/DJU/SK.HM1.1.1/I/2024 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
    • SK KMA Nomor 026/KMA/SK/II/2012 tentang Standar Pelayanan Peradilan.
    • SK KMA Nomor 1-144/KMA/SK/I/2011, diperbarui dan digantikan SK KMA Nomor 2-144/KMA/SK/VIII/2022, Tentang Standar Pelayanan Informasi Publik di Pengadilan.
    • Peraturan Mahkamah Agung Nomor 7 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan secara Elektronik.
    • Peraturan Mahkamah Agung Nomor 8 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2020 tentang Administrasi dan Persidangan Perkara Pidana di Pengadilan Secara Elektronik.
    • SK KMA Nomor 363/KMA/SK/XII/2022 tentang Petunjuk Teknis Administrasi dan Persidangan Perkara Perdata, Perdata Agama, dan Tata Usaha Negara di pengadilan secara elektronik (e-Court dan e-Litigasi).
    • SK KMA Nomor 365/KMA/SK/XII/2022 tentang Petunjuk Teknis Administrasi dan Persidangan Perkara Pidana di Pengadilan Secara Elektronik.
    • Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010–2025.
Tri Indroyono
Kontributor
Tri Indroyono
Panitera Pengadilan Negeri Garut

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Administrasi Publik Akses Keadilan Good Governance integritas Pelayanan Publik Reformasi Birokrasi tata kelola peradilan Transformasi Digital
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Pengantar Tugas, Menjaga Dedikasi dan Kehormatan BSDK

14 August 2026 • 11:38 WIB

Tantangan Kapasitas Hakim dan Sistem Peradilan dalam Menghadapi Kejahatan Modern: Penggunaan Kecerdasan Buatan, Manipulasi hingga Bias Algoritma

13 August 2026 • 12:11 WIB

Sisi unik Sistem Peradilan Sabah, Malaysia

13 August 2026 • 12:00 WIB
Leave A Reply


Demo
Top Posts

Sayap Patah dan Keadilan Yang Tersisa Bagi Elang

15 August 2026 • 14:32 WIB

Secangkir Cocopresso dari Seorang Yang Mulia

15 August 2026 • 12:22 WIB

Dari Monitoring Hingga Titik Nol: Sebuah Perjalanan Tentang Pengabdian

30 July 2026 • 15:00 WIB

Sebelum Karangan Bunga Berikutnya Dikirim

27 July 2026 • 12:12 WIB
Don't Miss

Debut Impresif di Turnamen E-Sport BSDK MARI, Prajurit PMT II Gaming Tak Bergeming Hingga Babak Akhir

By Zidny Taqiyya15 August 2026 • 20:07 WIB0

Megamendung, 14 Agustus 2026. Tim e-sport Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta (Dilmilti II Jakarta), PMT…

Sayap Patah dan Keadilan Yang Tersisa Bagi Elang

15 August 2026 • 14:32 WIB

Secangkir Cocopresso dari Seorang Yang Mulia

15 August 2026 • 12:22 WIB

Pesan Kepala BSDK kepada Para Hakim Lingkungan Hidup Angkatan XXIII: Kecerdasan Buatan Takkan Pernah Melampaui Kecerdasan Manusia dan Alam

15 August 2026 • 09:22 WIB
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Debut Impresif di Turnamen E-Sport BSDK MARI, Prajurit PMT II Gaming Tak Bergeming Hingga Babak Akhir
  • Sayap Patah dan Keadilan Yang Tersisa Bagi Elang
  • Secangkir Cocopresso dari Seorang Yang Mulia
  • Pesan Kepala BSDK kepada Para Hakim Lingkungan Hidup Angkatan XXIII: Kecerdasan Buatan Takkan Pernah Melampaui Kecerdasan Manusia dan Alam
  • Penutupan Sertifikasi Lingkungan Hidup Angkatan XXIII Tahun 2026

Recent Comments

  1. Noezafri Amar on Peran dan Kedudukan Juru Bahasa Asing dalam Pemenuhan Hak Fair Trial bagi Terdakwa Warga Negara Asing Menurut KUHAP Baru
  2. cindy on Putusan untuk Bumi: Refleksi Hakim di Tengah Triple Planetary Crisis
  3. Jeje on Putusan untuk Bumi: Refleksi Hakim di Tengah Triple Planetary Crisis
  4. asyrof on Dapatkah Pemeriksaan Setempat Menjadi Bagian dari Mediasi di Pengadilan?
  5. AI API Directory on Sistem Pembuktian KUHAP 2025: Dr. Chairul Huda Tegaskan Hakim Harus Berani Menolak Alat Bukti Ilegal
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Dr. Satria Perdana, S.H., M.H.
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Zidny Taqiyya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.