Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Seni Membaca yang Tak Terucap: Mengungkap Kepentingan Tersembunyi Lewat Kaukus Mediasi

10 August 2026 • 11:21 WIB

Mengungkap Kecurangan di Balik Angka Bersih: Catatan Penting Pembuktian Ilmiah terhadap Limbah Industri

10 August 2026 • 10:25 WIB

“Koneksitas Jinayat dan Persamaan di Hadapan Hukum”

10 August 2026 • 09:02 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » KETIKA KERUSAKAN TIDAK TERLIHAT, BUKTI ILMIAH MENJADI SOROTAN UTAMA

KETIKA KERUSAKAN TIDAK TERLIHAT, BUKTI ILMIAH MENJADI SOROTAN UTAMA

Ahmad JunaediAhmad Junaedi20 November 2025 • 14:00 WIB6 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Pengantar Pembuktian Ilmiah Dalam Perkara Lingkungan Hidup Bersama Windu Kisworo dan Fasilitator Mayor Laut (H) Ahmad Junaedi, S.H., M.H.  


Perkara lingkungan hidup merupakan salah satu jenis perkara yang paling kompleks dalam sistem peradilan modern. Kompleksitas tersebut bukan hanya disebabkan oleh dimensi ekologis yang luas, namun juga karena perkara lingkungan memerlukan dukungan pembuktian ilmiah yang kuat, multidisipliner, dan sering kali mengandung ketidakpastian (uncertainty). Dalam pelatihan dan pendidikan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi hakim di seluruh Indonesia, pemahaman mengenai pembuktian ilmiah menjadi landasan penting dalam memutus perkara secara adil, objektif, dan akuntabel.

Sebagai fasilitator, saya mendampingi Narasumber Windu Kisworo untuk memberikan pengantar komprehensif mengenai aspek-aspek penting pembuktian ilmiah bagi hakim, termasuk hubungan antara hukum dan sains, tantangan pembuktian ilmiah, metode ilmiah, serta kerangka evaluasi bukti berdasarkan standar internasional maupun PERMA No. 1 Tahun 2023.


1. Mengapa Bukti Ilmiah itu penting?

Perkara lingkungan hidup memiliki karakteristik yang unik, antara lain:

  • Multidimensional, karena menyangkut ekologi, kesehatan, ekonomi, sosial, dan tata ruang.
  • Kompleks secara ilmiah, mengingat sifat pencemaran dan kerusakan lingkungan memerlukan analisis teknis dan laboratorium.
  • Mengandung ketidakpastian, karena dinamika alam tidak selalu dapat diprediksi dengan absolut.

Karakteristik tersebut membuat pembuktian sebab akibat (causation) dalam perkara lingkungan membutuhkan penggunaan bukti ilmiah dalam jumlah besar dan pendekatan multidisipliner. Kemampuan hakim untuk mengakses, memahami, dan menilai bukti ilmiah menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan penegakan hukum lingkungan.


2. Apa keterkaitan Hukum dan Sains?

2.1 Relasi Fundamental

Dalam konteks perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup:

  • Sains menyediakan bukti, data, dan penjelasan mengenai sebab, dampak, serta risiko.
  • Hukum menyediakan kerangka normatif untuk menilai, mengatur, dan memutus sengketa berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Namun hubungan keduanya tidak sederhana. Sains bekerja berdasarkan probabilitas dan ketidakpastian, sedangkan hukum menuntut kepastian. Hakim perlu memahami perbedaan epistemik ini agar dapat menilai kualitas bukti ilmiah secara tepat.

2.2 Tantangan dalam Relasi Hukum dan Sains

  • Masalah Demarkasi: bagaimana menentukan apakah suatu klaim benar-benar ilmiah.
  • Tantangan Spesifisitas: beberapa bidang ilmu memiliki kedalaman sangat teknis sehingga tidak ada satu orang pun yang mampu memahami seluruh aspeknya.

Pemahaman mengenai karakterisasi bukti ilmiah menjadi penting untuk mencegah masuknya pseudosains atau klaim teknis yang tidak teruji.


3. Tantangan dan Kebutuhan Hakim dalam Menilai Bukti Ilmiah

Peran hakim dalam perkara lingkungan tidak hanya menilai alat bukti semata, tetapi juga:

  • Memahami pengetahuan ilmiah yang relevan dengan perkara.
  • Mengidentifikasi prinsip-prinsip ilmiah yang terkait dengan isu lingkungan.
  • Menafsirkan pendapat ahli, terutama ketika terdapat bukti yang saling bertentangan.
  • Menguasai prinsip dasar metode ilmiah dan penyelidikan ilmiah.
Baca Juga  Rekonstruksi Kedudukan Saksi Mahkota dalam Sistem Peradilan Pidana Pasca Kuhap Baru (UU No. 20 Tahun 2025)

Hakim membutuhkan science literacy dasar agar dapat menilai kredibilitas ahli, kekuatan data, dan validitas metodologi yang diajukan.


4. Tujuan Pembelajaran Hakim dalam Konteks Pembuktian Ilmiah

Hakim tidak diharapkan menjadi ilmuwan. Namun, hakim perlu memahami:

  • Bagaimana ilmu pengetahuan bekerja.
  • Bagaimana menilai validitas metode ilmiah.
  • Bagaimana merumuskan pertanyaan kritis yang tepat kepada ahli.
  • Bagaimana melakukan penalaran hukum berbasis bukti ilmiah tanpa terjebak pada judicial overreach.

Pemahaman ini memungkinkan hakim memperkuat pertimbangan hukum ketika melakukan judicial activism secara proporsional.


5. Penyelidikan Ilmiah (Scientific Inquiry) dan Relevansinya bagi Hakim

Scientific inquiry adalah proses ilmiah dalam mengajukan pertanyaan dan mencari jawaban berdasarkan bukti yang dapat diverifikasi. Prinsip-prinsip penyelidikan ilmiah mencakup:

5.1 Objektivitas

Penelitian harus bebas dari bias dan pengaruh kepentingan. Dalam persidangan, objektivitas memastikan pendapat ahli netral dan menjunjung integritas ilmiah.

5.2 Replikabilitas, Transparansi, dan Peer Review

Studi ilmiah harus dapat diuji ulang oleh peneliti lain. Dokumentasi metode dan data harus jelas. Peer review menjadi mekanisme penting untuk menjamin kualitas.

5.3 Independensi dan Presisi

  • Independensi berkaitan dengan kebebasan penelitian dari subjektivitas.
  • Presisi menuntut definisi dan pengukuran yang jelas sehingga dapat diuji dan dipahami oleh pihak lain.

5.4 Falsifikasi (Karl Popper)

Sebuah teori ilmiah harus dapat dibuktikan salah melalui pengujian empiris. Klaim yang tidak dapat diuji bukanlah klaim ilmiah.

Prinsip-prinsip ini membantu hakim membedakan bukti ilmiah dari pseudosains serta mengidentifikasi metode penelitian yang lemah.


6. Metode Ilmiah (Scientific Method): Kerangka Evaluasi Bukti

Metode ilmiah adalah pendekatan sistematis untuk memperoleh pengetahuan. Tahapannya meliputi:

6.1 Observasi

Pengamatan fenomena lingkungan secara langsung atau menggunakan alat ukur.

6.2 Penyusunan Pertanyaan Ilmiah

Pertanyaan harus spesifik, dapat diuji, dan relevan dengan fenomena.

6.3 Hipotesis

Dugaan yang dapat diuji untuk menjelaskan hubungan sebab akibat.

6.4 Eksperimen dan Pengumpulan Data

Penelitian lapangan, pengujian laboratorium, atau pemodelan ilmiah dengan prosedur terstandar.

6.5 Analisis Data

Menggunakan teknik statistik dan model ilmiah untuk menetapkan hubungan kausalitas.

6.6 Penarikan Kesimpulan dan Pelaporan

Laporan harus transparan, menjelaskan keterbatasan, dan menyampaikan tingkat ketidakpastian.

Pemahaman metode ilmiah membantu hakim menilai kualitas laporan ilmiah dan apakah kesimpulan yang ditarik dapat dipertanggungjawabkan.


7. Standar Internasional Evaluasi Bukti Ilmiah

7.1 Kriteria Daubert (Amerika Serikat)

Dipakai untuk menentukan apakah bukti ilmiah dapat diterima di pengadilan. Kriterianya antara lain:

  • Dapat diuji (falsifiability).
  • Memiliki tingkat kesalahan yang diketahui (error rate).
  • Telah melalui peer review dan publikasi.
  • Mengikuti standar prosedur teknis.
  • Diakui secara umum dalam komunitas ilmiah.
Baca Juga  RUU Jabatan Hakim dan Pertaruhan Konstitusional Rekrutmen Hakim Pertama di Peradilan Agama

7.2 Preston’s Test (Australia)

Uji keandalan pendapat ahli, meliputi:

  • Relevancy Test: apakah membantu hakim menyelesaikan isu.
  • Special Knowledge Test: apakah pendapat didasarkan pada pengetahuan ilmiah yang sah.
  • Qualification Test: apakah ahli memiliki kualifikasi memadai.
  • Basic Test: apakah kesimpulan berbasis metode yang jelas dan dapat diuji.

8. Pembuktian Ilmiah dalam PERMA No. 1 Tahun 2023

PERMA ini memberikan pedoman konkret terkait jenis bukti ilmiah, antara lain:

  • Keterangan ahli.
  • Pendapat ahli tertulis.
  • Hasil uji laboratorium.
  • Laporan penelitian.
  • Hasil forensik lingkungan.
  • Bukti ilmiah lain sesuai perkembangan sains.

Dokumen ilmiah seperti KLHS, Amdal, UKL-UPL, hasil interpretasi satelit, dan audit lingkungan diakui sebagai bukti ilmiah sepanjang dapat diuji dan dikuatkan oleh ahli.

Hakim harus menilai:

  1. Kesesuaian metode dengan standar ilmiah.
  2. Ada tidaknya publikasi atau peer review.
  3. Validitas fakta dan relevansinya dengan isu perkara.

Jika terdapat perbedaan pendapat ahli, hakim dapat:

  • Memanggil ahli tambahan, atau
  • Memilih pendapat ahli yang paling kuat dengan memberikan argumentasi hukum yang jelas.

9. Bagaimana Hakim menguji Bukti Ilmiah?

Hakim memeriksa bukti ilmiah melalui tiga parameter:

① Apakah sesuai dengan ilmu pengetahuan?

Teori dan metodologi harus diakui secara ilmiah.

② Apakah ada publikasi atau rujukan?

Data harus dapat ditelusuri pada jurnal, standar laboratorium, atau panduan ilmiah.

③ Apakah telah melalui peer review?

Peer review memastikan bahwa metode atau teori telah diuji oleh rekan ahli.

10. Key Take Aways

  • Perkara lingkungan sangat bergantung pada bukti ilmiah.
  • Hakim perlu science literacy dasar untuk menilai kualitas data dan pendapat ahli.
  • Hakim tidak perlu menjadi ilmuwan, tetapi harus mampu mengajukan pertanyaan ilmiah yang tepat.
  • Prinsip Daubert, Preston, dan metode ilmiah dapat menjadi kerangka konseptual evaluasi bukti.
  • PERMA No. 1 Tahun 2023 mempertegas standar pembuktian ilmiah di Indonesia.

11. Rekomendasi

  • Meningkatkan pengetahuan dasar tentang sains (basic science literacy).
  • Mengkaji putusan yang menggunakan bukti ilmiah sebagai referensi.
  • Menyelenggarakan pelatihan lanjutan berbasis sains.
  • Melatih kemampuan merumuskan pertanyaan kritis kepada ahli.

Pembuktian ilmiah bukan hanya alat bantu, tetapi fondasi bagi tegaknya hukum lingkungan. Dengan Perma No. 1/2023, Indonesia telah membangun kerangka kuat bagi para hakim untuk menilai bukti ilmiah secara lebih objektif.

Peran hakim menjadi semakin strategis:
menerjemahkan bahasa sains ke dalam bahasa hukum – demi keadilan ekologis yang berpihak pada generasi kini dan mendatang.


-Sekian-

Ahmad Junaedi
Kontributor
Ahmad Junaedi
Hakim Yustisial Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

artikel
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Mengungkap Kecurangan di Balik Angka Bersih: Catatan Penting Pembuktian Ilmiah terhadap Limbah Industri

10 August 2026 • 10:25 WIB

“Koneksitas Jinayat dan Persamaan di Hadapan Hukum”

10 August 2026 • 09:02 WIB

Dapatkah Pemeriksaan Setempat Menjadi Bagian dari Mediasi di Pengadilan?

5 August 2026 • 09:59 WIB
Leave A Reply


Demo
Top Posts

Dari Monitoring Hingga Titik Nol: Sebuah Perjalanan Tentang Pengabdian

30 July 2026 • 15:00 WIB

Sebelum Karangan Bunga Berikutnya Dikirim

27 July 2026 • 12:12 WIB

Menepi Sejenak di Tambak Bandeng

11 July 2026 • 09:06 WIB

Prediksi Juara World Cup 2026 Dari Pusdiklat Menpim

6 July 2026 • 21:16 WIB
Don't Miss

Seni Membaca yang Tak Terucap: Mengungkap Kepentingan Tersembunyi Lewat Kaukus Mediasi

By Fauzia Rohmah10 August 2026 • 11:21 WIB0

Bogor – Dalam sebuah proses mediasi, hal yang tampak di permukaan sering kali hanyalah tumpukan…

Mengungkap Kecurangan di Balik Angka Bersih: Catatan Penting Pembuktian Ilmiah terhadap Limbah Industri

10 August 2026 • 10:25 WIB

“Koneksitas Jinayat dan Persamaan di Hadapan Hukum”

10 August 2026 • 09:02 WIB

Judicial Activism: Saat Hakim Lingkungan Tak Lagi Sekadar ‘Corong’ Undang-Undang

9 August 2026 • 13:15 WIB
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Seni Membaca yang Tak Terucap: Mengungkap Kepentingan Tersembunyi Lewat Kaukus Mediasi
  • Mengungkap Kecurangan di Balik Angka Bersih: Catatan Penting Pembuktian Ilmiah terhadap Limbah Industri
  • “Koneksitas Jinayat dan Persamaan di Hadapan Hukum”
  • Judicial Activism: Saat Hakim Lingkungan Tak Lagi Sekadar ‘Corong’ Undang-Undang
  • Hakim Agung Lucas Prakoso: Hakim adalah Penegak Hukum dan Keadilan, Bukan Sekadar Corong Undang-Undang

Recent Comments

  1. asyrof on Dapatkah Pemeriksaan Setempat Menjadi Bagian dari Mediasi di Pengadilan?
  2. AI API Directory on Sistem Pembuktian KUHAP 2025: Dr. Chairul Huda Tegaskan Hakim Harus Berani Menolak Alat Bukti Ilegal
  3. Syihabuddin on Sebelum Karangan Bunga Berikutnya Dikirim
  4. Sub2API AI Proxy Directory on Membuat “Roadmap” Dalam Meniti Karir Asn Dengan Menggali Potensi Individu
  5. Ahmad on Anak yang Tak Ikut Mutasi
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Dr. Satria Perdana, S.H., M.H.
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.