Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bergerak Serentak Demi Kemajuan, BSDK Teguhkan Peran sebagai Motor Penggerak Peradilan

October 21, 2026

Plt. Kepala BSDK MA Buka Acara Peningkatan Kompetensi, Profesionalisme, dan Kualitas Kinerja Hakim serta Aparatur Sipil Negara (ASN) BSDK MA RI : Apa saja yang Dibahas?

October 21, 2026

PTUN Banda Aceh Perkuat Penanganan Pengaduan Lintas Kanal

October 21, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Jebakan Paternalisme Hukum: Mengurai Kontradiksi Normatif Dana Abadi Korban

Jebakan Paternalisme Hukum: Mengurai Kontradiksi Normatif Dana Abadi Korban

Ghesa Agnanto HutomoBy Ghesa Agnanto HutomoAugust 21, 2026 · 09:09 WIB5 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Kehendak pembentuk undang-undang di Indonesia yang gandrung akan jargon dogmatis kembali tepercik dalam agenda pembaruan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana Nasional. Gagasan pemulihan hak korban melalui skema Dana Abadi sebagaimana tertera dalam Pasal 187 dan Pasal 188 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (UU No. 20 Tahun 2025) disambut hangat sebagai wujud pergeseran paradigma menuju pemulihan. Namun, jika dibedah secara kritis tanpa silau apresiasi semu, norma ini menyembunyikan kontradiksi struktural yang mengancam pemenuhan hak victimologis. Negara seolah-olah tampil sebagai pahlawan bagi korban, padahal yang terjadi hanyalah penundaan tanggung jawab finansial di balik labirin teknokrasi.

Secara tekstual, Pasal 187 UU Hukum Acara Pidana baru merumuskan pendanaan abadi untuk pembayaran ganti rugi, rehabilitasi, restitusi, dan kompensasi dari pelbagai sumber, termasuk APBN serta hasil pengelolaan barang rampasan negara. Di atas kertas, klausa ini memproklamasikan bahwa korban tak lagi digantungkan pada ketidakmampuan finansial pelaku pidana. Janji manis ini seakan memberikan jaminan mutlak bahwa hak-hak pemulihan korban akan selalu tercover oleh kas khusus yang dikelola oleh negara.

Namun, Pasal 188 secara ugal-ugalan melemparkan seluruh detail krusial mengenai tata kelola kelembagaan, mekanisme investasi, dan prosedur penyaluran dana tersebut kepada Peraturan Pemerintah (PP). Penebalan ketergantungan pada regulasi eksekutif ini merupakan kebiasaan buruk legislatif: membuat norma konstitusional yang indah di tingkat undang-undang, tetapi membiarkannya lumpuh tanpa daya karena PP yang tak kunjung terbit atau jus-aplikasinya amat kaku.

Pola delegasi kosong ini kian beralasan untuk dikritisi bila disandingkan dengan Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban. Regulasi sektoral tersebut juga mencantumkan pendanaan pemulihan dari Dana Abadi Korban sebagai bagian dari jaminan perlindungan negara. Sinkronisasi antar-aturan yang sejatinya diharapkan justru berujung pada kerancuan operasional di tingkat kementerian dan lembaga penerap.

Sayangnya, reduplikasi klausa dana abadi di dua lini undang-undang ini melahirkan tumpang-tindih normatif (normative overlapping) yang fatal. Publik disuguhi parade pasal serupa, tetapi kehilangan arah tentang siapa otoritas tunggal yang berwenang mengeksekusi uang tersebut secara lekas ketika korban membutuhkannya dalam tenggat darurat. Ketiadaan kejelasan lead agency ini hanya memicu aksi lempar tanggung jawab antar-instansi.

Baca Juga  MKR Berhasil, PN Pacitan Jatuhkan Hukuman Penjara Sesuai Masa Tahanan di HUT ke-81 MA

Kedua UU tersebut mempertontonkan kecacatan logika perancangan hukum yang memisahkan antara pengakuan hak (right) dan ketersediaan anggaran (redressability). Menggantungkan pemulihan fisik, psikologis, dan material korban kejahatan pada mekanisme endowment fund yang secara prinsip keuangan sangat dipengaruhi imbal hasil investasi dan situasi fiskal makro merupakan bentuk pengabaian kewajiban konstitusional. Korban tindak pidana bukanlah investor saham yang harus menunggu portofolio investasi negara panen untuk memperoleh hak pemulihan atas derita yang mereka pikul.

Bahaya laten lain yang tersembunyi dari konstruksi Pasal 187 KUHAP baru adalah potensi timbulnya moral hazard bagi aparatur penegak hukum maupun pelaku pidana. Dengan dalih tersedianya “Dana Abadi” yang disuntik dari APBN atau instrumen penegakan hukum lainnya, hakim dan jaksa berisiko menjadi tidak maksimal dalam melakukan pelacakan serta penyitaan aset (asset tracing) milik pelaku untuk pembayaran restitusi. Terjadi subsiderisasi tak langsung atas kejahatan: penjahat dimiskinkan secara setengah-setengah, sementara negara memikul beban ganti rugi melalui tabungan dana publik.

Isu tata kelola kelembagaan pengelola dana ini pun menyisakan lubang kecurigaan yang menganga. Pengalaman pengelolaan dana abadi di sektor lain seperti sektor pendidikan maupun pengelolaan aset barang rampasan menunjukkan tingginya birokratisasi, biaya operasional lembaga yang bengkak, dan kerentanan tata kelola (fraud). Pengelolaan dana dalam jumlah besar tanpa pengawasan independen yang ketat kerap menjadi bancakan baru di lingkaran birokrasi.

Jika badan pengelola Dana Abadi Korban kelak berwujud lembaga baru yang tambun, maka anggaran yang terserap untuk operasional birokrasi berisiko jauh lebih besar ketimbang nominal pemulihan yang nyata-nyata menyentuh jemari korban. Ketimpangan alokasi ini menjadikan keberadaan dana abadi lebih menguntungkan para pengelola struktur ketimbang subjek hukum yang seharusnya dilindungi.

Bagi korban kejahatan, keadilan hukum pidana dihitung berdasarkan unit detik dan hari, bukan dalam hitungan tahun fiskal anggaran. Perintah pengadilan agar korban menerima kompensasi atau restitusi sering kali membutuhkan tindakan medis atau psikologis yang amat mendesak. Apabila Pasal 188 KUHAP baru menciptakan prosedur pencairan yang berbelit melalui permohonan berjenjang, verifikasi teknis, dan persetujuan bendahara negara, maka norma tersebut tak lebih dari retorika kosong belaka. Keadilan yang tertunda (justice delayed) dalam konteks pemulihan fisik dan mental adalah penolakan atas keadilan itu sendiri (justice denied).

Baca Juga  Pertimbangkan Masa Depan Anak, PN Pacitan Jatuhkan Pidana Bersyarat dalam Perkara Pencurian, Wajib Lanjutkan Sekolah

Kritik mendasar atas jajaran pasal ini melahirkan konklusi bahwa pembentuk UU belum lepas dari jebakan paternalisme hukum. Negara bangga merumuskan konsep kontemporer seperti Dana Abadi, namun gagap merancang kepastian hukum serta eksekusinya di lapangan. KUHAP baru dan UU Perlindungan Saksi dan Korban terkesan mengedepankan kosmetik yuridis ketimbang menuntaskan persoalan mendasar: kejelasan eksekusi harta pelaku dan kepastian pembayaran kompensasi tanpa penundaan birokrasi.

Selama pasal-pasal tersebut tidak dilengkapi dengan kepastian tenggat waktu pencairan yang mengikat dan ancaman sanksi bagi Pejabat Pengelola Keuangan yang abai, slogan “Dana Abadi” hanya akan berakhir menjadi monumen hukum mati. Korban tetap ditempatkan sebagai penonton yang meratapi haknya di balik megahnya kata-kata undang-undang. Pembaruan Hukum Acara Pidana sepatutnya membebaskan Korban dari labirin administrasi, bukan justru menguncinya dalam penjara prosedur baru bernama Dana Abadi.

Sumber Pustaka :

  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (khususnya Pasal 173-188 mengenai Ganti Rugi, Restitusi, Kompensasi, dan Dana Abadi).
  2. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2026 tentang Perlindungan Saksi dan Korban (khususnya Pasal 13 dan Pasal 17 mengenai skema pendanaan dan Dana Abadi Korban).
  3. Indonesia Judicial Research Society (IJRS). (2026). Policy Paper: Kelembagaan Pengelolaan Dana Abadi untuk Pemulihan Korban Tindak Pidana.
  4. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). (2025). Laporan Kinerja dan Analisis Eksekusi Restitusi Korban Kejahatan di Indonesia.
  5. Eleanora, F. N., & Nahuddin, A. (2022). Akses Keadilan dan Perlindungan Hukum Bagi Korban Tindak Pidana dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia.

Ghesa Agnanto Hutomo
Kontributor
Ghesa Agnanto Hutomo
Hakim Pengadilan Negeri Namlea

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

#AksesKeadilan #DanaAbadiKorban #KeadilanRestoratif #PembaharuanHukumPidana #PerlindunganKorban
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Menakar Keadilan di Atas Rel: Refleksi Hukum atas Insiden Babaranjang di Talang Baru Oku

October 21, 2026

Perlindungan Hukum bagi Hakim, Antara Kritik Publik dan Marwah Peradilan

October 21, 2026

Menyoal Finalitas Tahapan Pemilu

October 20, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026

Belajar Keadilan Iklim dari Secangkir Kopi: Setiap Daerah Punya Cerita, Alam Punya Keunikan

October 15, 2026

Di mana Kesaktian Pancasila Diuji?

October 1, 2026
Don't Miss

Bergerak Serentak Demi Kemajuan, BSDK Teguhkan Peran sebagai Motor Penggerak Peradilan

By Muamar Azmar Mahmud FarigOctober 21, 20260

Garut, 21 Oktober 2026 — Kemajuan sebuah lembaga tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa jauh ia…

Plt. Kepala BSDK MA Buka Acara Peningkatan Kompetensi, Profesionalisme, dan Kualitas Kinerja Hakim serta Aparatur Sipil Negara (ASN) BSDK MA RI : Apa saja yang Dibahas?

October 21, 2026

PTUN Banda Aceh Perkuat Penanganan Pengaduan Lintas Kanal

October 21, 2026

Menakar Keadilan di Atas Rel: Refleksi Hukum atas Insiden Babaranjang di Talang Baru Oku

October 21, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Bergerak Serentak Demi Kemajuan, BSDK Teguhkan Peran sebagai Motor Penggerak Peradilan
  • Plt. Kepala BSDK MA Buka Acara Peningkatan Kompetensi, Profesionalisme, dan Kualitas Kinerja Hakim serta Aparatur Sipil Negara (ASN) BSDK MA RI : Apa saja yang Dibahas?
  • PTUN Banda Aceh Perkuat Penanganan Pengaduan Lintas Kanal
  • Menakar Keadilan di Atas Rel: Refleksi Hukum atas Insiden Babaranjang di Talang Baru Oku
  • PTUN Banda Aceh Dalami Pedoman Pengelolaan Media dari Mahkamah Agung

Recent Comments

  1. Budi Santoso on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  2. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  3. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
  4. Abdul Mustopa on Membedah Rahasia Keberhasilan Wakai dan Chotei untuk Mediasi Indonesia
  5. H. Moh. Nasri on Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim Sebagai Pembelajaran Diklat Pertama di Hari Pertama
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reynold Mauliate Panggabean
  • Avatar photo Reza Kresna Adipraya
  • Avatar photo Peltu Ricko Rikardo, S.H
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Robiatul Adawiyah, S.H., M.H.
  • Avatar photo Rocky Gerung
  • Avatar photo Rudi Hartoyo
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.