Megamendung, Bogor — Masih dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Mahkamah Agung Republik Indonesia Tahun 2026, Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (Badan Strajak Diklat Kumdil/BSDK) Mahkamah Agung RI menyelenggarakan BSDK MA Run 2026 pada hari Minggu tanggal 30 Agustus 2026. Kegiatan olahraga ini diikuti secara terbatas oleh 250 peserta yang seluruhnya berasal dari lingkungan Mahkamah Agung RI dan empat lingkungan peradilan, yakni Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Militer, dan Peradilan Tata Usaha Negara. Dengan mengusung semangat “Pelari CADAS — Cerdas dan Berintegritas”, kegiatan tersebut tidak sekadar dimaksudkan sebagai aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, kesehatan, solidaritas, dan semangat pengabdian aparatur peradilan. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh antusiasme dan kekeluargaan, sekaligus menjadi bagian dari upaya memeriahkan HUT ke-81 Mahkamah Agung RI.

BSDK MA Run 2026 dilepas secara langsung oleh YM. Dr. H. Syamsul Arief, S.H., M.H., Kepala Badan Strajak Diklat Kumdil Mahkamah Agung RI, pada pukul 06.30 WIB. Para peserta harus menempuh jarak 10 kilometer dengan karakter rute yang cukup menantang karena hampir seluruh lintasan terdiri atas jalan yang naik dan turun dan tidak terdapat jalan yang benar-benar datar. Dari Kantor BSDK MA sebagai titik start, para peserta bergerak menuju Jalan Cikopo Selatan, kemudian menuju Gg. Mebal (exit way), dilanjutkan melalui Jalan Lembah Nendeut, kemudian kembali menuju Jalan Cikopo Selatan, hingga akhirnya memasuki garis finis di Kantor BSDK MA. Rute tersebut menuntut kemampuan peserta dalam mengatur stamina dan ritme, khususnya ketika menghadapi tanjakan dan turunan. Namun, tantangan medan justru membuat kegiatan semakin menarik karena setiap peserta harus mampu mengendalikan diri, menjaga ketahanan, dan menyelesaikan perjalanan hingga garis finis.
Sepanjang rute, kegiatan BSDK MA Run mendapatkan sambutan antusias dari masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan yang dilalui para peserta. Warga terlihat keluar dari rumah dan tempat aktivitas masing-masing untuk menyaksikan dan memberikan dukungan kepada para pelari. Sorak-sorai dan sambutan warga menjadi penyemangat tersendiri, terutama ketika para peserta harus menghadapi tanjakan. Antusiasme tersebut semakin terasa karena rute yang digunakan merupakan rute baru dan untuk pertama kalinya dilalui dalam kegiatan BSDK MA Run. Meskipun masyarakat umum tidak menjadi peserta lari, kehadiran dan sambutan warga sepanjang perjalanan memberikan suasana yang hangat dan menunjukkan adanya hubungan yang baik antara kegiatan kelembagaan BSDK dengan lingkungan masyarakat di sekitarnya. Para pelari seolah tidak hanya berlari melewati sebuah kawasan, tetapi juga membawa semangat kebersamaan yang kemudian disambut positif oleh warga.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Kepala Badan Strajak Diklat Kumdil MA RI beserta Ibu, Kepala Biro Umum MA RI beserta Ibu, Senior Vice President Bank Mandiri, Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama, Inspektur Wilayah III Badan Pengawasan MA RI, serta Sekretaris Kepaniteraan Mahkamah Agung RI. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi media yang efektif untuk memperkuat komunikasi dan silaturahmi antarsatuan kerja. Di tengah rutinitas pekerjaan yang sering kali berlangsung dalam ruang dan tanggung jawab masing-masing, kegiatan seperti BSDK MA Run memberikan kesempatan untuk bertemu dalam suasana yang lebih cair. Tidak ada sekat jabatan ketika seluruh peserta harus menghadapi tanjakan yang sama dan menempuh jarak yang sama. Semua menjadi bagian dari satu barisan besar keluarga Mahkamah Agung dan empat lingkungan peradilan.
Semangat “Pelari CADAS — Cerdas dan Berintegritas” menjadi pesan penting dalam kegiatan ini. Cerdas tidak semata-mata berarti memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga memiliki kecakapan membaca keadaan, mengambil keputusan secara tepat, dan terus belajar menghadapi perkembangan zaman. Sementara integritas merupakan fondasi yang tidak dapat ditawar dalam pelaksanaan tugas peradilan. Seorang aparatur dapat memiliki pengetahuan yang tinggi, tetapi tanpa integritas pengetahuan tersebut kehilangan arah. Demikian pula seorang hakim tidak cukup hanya menguasai hukum, tetapi harus memiliki keberanian moral untuk menerapkan hukum secara objektif, independen, dan berkeadilan. Karena itu, semboyan CADAS sesungguhnya sangat dekat dengan misi BSDK sebagai lembaga yang mendidik dan mengembangkan kompetensi hakim serta aparatur peradilan dari seluruh Indonesia.
Setelah seluruh peserta menyelesaikan lintasan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian apresiasi kepada para pelari yang berhasil mencapai garis finis dengan catatan waktu terbaik. Juara pertama Putra diraih oleh Malik Caesar Wardhana, juara kedua oleh Taufan Firmansyah, dan juara ketiga oleh Erdin Tahir, sedangkan juara Putri pertama diraih oleh Ciciliya Ticoalu, juara kedua oleh Dyah Ardana Riswari, dan juara ketiga oleh Ni kAdek Ditya Anggraeni. Namun, semangat BSDK MA Run tidak berhenti pada persoalan siapa yang menjadi pemenang. Setiap peserta memiliki perjalanan dan kemampuan yang berbeda. Ada yang berlari cepat, ada yang menjaga ritme, dan ada pula yang harus memperlambat langkah ketika menghadapi tanjakan. Dalam konteks pengabdian kepada negara, keadaan tersebut memberikan gambaran bahwa perjalanan menuju tujuan tidak selalu mudah dan tidak semua orang menempuh jalan dengan kecepatan yang sama. Yang terpenting adalah tetap bergerak, menjaga integritas, dan tidak kehilangan arah. Sebagaimana para pelari harus mencapai garis finis, demikian pula setiap aparatur peradilan harus menyelesaikan amanah yang diberikan negara dengan penuh tanggung jawab.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan hiburan dan bazar di sekitar Auditorium BSDK MA. Suasana berlangsung semakin meriah dan penuh kekeluargaan setelah sebelumnya para peserta menyelesaikan tantangan 10 kilometer. BSDK MA Run 2026 pada akhirnya bukan sekadar kegiatan olahraga dalam rangka HUT ke-81 Mahkamah Agung RI. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol bahwa perjalanan pengabdian membutuhkan kesehatan, kebersamaan, kecerdasan, dan integritas. Pelari CADAS adalah gambaran sederhana tentang aparatur peradilan yang diharapkan BSDK: sehat secara jasmani, cerdas dalam berpikir, kuat dalam menghadapi tantangan, dan teguh dalam integritas. Sebab perjalanan menuju peradilan yang profesional dan berkeadilan tidak selalu memiliki jalan yang datar. Ada tanjakan berupa persoalan, ada turunan berupa tantangan, tetapi seluruhnya harus dilalui dengan semangat yang sama: bekerja, mengabdi, dan menjaga keadilan demi masyarakat dan negara.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI



1 Comment
Mantaappss Kereenn MA Run BSDK 🥳