Author: Redpel SuaraBSDK

Karawang — Pengadilan Negeri Karawang menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun kepada seorang pelaku pencurian yang melakukan aksinya dua kali dalam satu malam. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum pada Rabu, 18 Februari 2026. Terdakwa Indra Satria Rukmana alias Acil (19) dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pencurian dalam keadaan memberatkan. Majelis hakim menilai perbuatan terdakwa memenuhi unsur pencurian yang dilakukan pada malam hari di dalam rumah serta dilakukan secara bersama-sama. Peristiwa bermula pada dini hari 22 Oktober 2025 di wilayah Rawamerta, Karawang. Terdakwa bersama rekannya yang masih buron memasuki rumah korban yang pintunya tidak terkunci.…

Read More

Megamendung, 12 Februari 2026 — Udara pegunungan di kawasan Pusdiklat BSDK Mahkamah Agung pagi itu terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan karena matahari, melainkan karena semangat kebersamaan keluarga besar Peradilan Tata Usaha Negara (PERATUN) yang berkumpul memperingati Hari Ulang Tahun ke-35. Secara historis, hari lahir PERATUN ditetapkan setiap 14 Januari 1991. Dan sebagaimana tradisi yang terjaga dari tahun ke tahun, beberapa hari setelahnya seluruh warga PERATUN se-Indonesia berkumpul dalam satu ruang silaturahmi nasional—menguatkan soliditas melalui olahraga dan kreasi seni. Tahun ini, rangkaian kegiatan dipusatkan di Gedung Pusdiklat BSDK Mahkamah Agung, Megamendung, Bogor. Upacara pembukaan dimulai pukul 07.00 WIB di lapangan…

Read More

Jakarta, Balairung Mahkamah Agung Laptah 2026 Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia menegaskan peran strategisnya dalam memperkokoh posisi Indonesia dalam kancah hukum internasional. Pernyataan ini disampaikan dalam laporan tahunan 2026 yang mana Mahkamah Agung berkomitmen untuk memperkuat dan menjalin Kerjasama dengan komunitas peradilan baik regional maupun multilateral . Keikutsertaan Mahkamah Agung dalam forum CACJ (Council of Asean Chief Justice)diregional maupun Kerjasama dengan peradilan dari berbagai negara mendukung pernyataan tersebut . Komitmen Mahkamah Agung terkait perkembangan hukum di Indonesia yang mengadopsi dan menyesuaikam dengan hukum internasional ditandai dengan apresiasi tinggi dari Mahkamah Agung atas terbitnya Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2025 tentang…

Read More

Jakarta — Laporan Tahunan Mahkamah Agung Republik Indonesia Tahun 2025 memotret satu realitas penting di balik capaian kinerja peradilan: meningkatnya beban perkara yang ditopang oleh daya tahan hakim dan kebijakan kelembagaan yang adaptif. Angka-angka produktivitas yang tinggi tidak lahir dalam ruang hampa, melainkan melalui kerja intensif di bawah tekanan struktural yang terus membesar. Sepanjang tahun 2025, Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya menangani lebih dari tiga juta perkara. Di tingkat Mahkamah Agung, beban perkara yang terus meningkat ditangani oleh 48 Hakim Agung dan 8 Hakim Ad Hoc. Meski demikian, rasio penyelesaian perkara mencapai 99,54 persen, sebuah capaian yang menunjukkan…

Read More

Jakarta — Laporan Tahunan Mahkamah Agung Republik Indonesia Tahun 2025 menempatkan transformasi digital sebagai salah satu fondasi penting pembaruan peradilan. Digitalisasi tidak lagi diposisikan sebagai pelengkap administrasi, melainkan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat integritas, transparansi, dan akuntabilitas kekuasaan kehakiman. Dalam pidatonya, Ketua Mahkamah Agung menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi informasi telah mendorong percepatan layanan peradilan melalui e-court, e-litigasi, hingga pengajuan kasasi dan peninjauan kembali secara elektronik. Tingkat pemanfaatan yang telah melampaui 96 persen menunjukkan bahwa digitalisasi telah menjadi arus utama dalam penyelenggaraan peradilan. Namun demikian, pesan yang mengemuka bukan semata soal kecepatan. Transformasi digital dipahami sebagai upaya memastikan bahwa keadilan semakin…

Read More

Jakarta — Laporan Tahunan Mahkamah Agung Republik Indonesia Tahun 2025 menegaskan satu dimensi penting peran kekuasaan kehakiman yang kerap luput dari perhatian publik: kontribusi peradilan dalam menjaga dan memulihkan keuangan negara. Melalui putusan-putusan pengadilan, keadilan tidak berhenti pada aspek normatif, tetapi berdampak langsung pada kepentingan fiskal dan kesejahteraan rakyat.Dalam pidatonya, Ketua Mahkamah Agung menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, total nilai denda dan uang pengganti yang ditetapkan melalui putusan pengadilan mencapai Rp65,7 triliun. Angka ini mencerminkan peran strategis peradilan dalam mendukung pemulihan dan penguatan keuangan negara, khususnya melalui penegakan hukum pidana dan pidana khusus.Capaian tersebut menunjukkan bahwa fungsi yudisial tidak berdiri…

Read More

Jakarta — Di balik paparan capaian kinerja dan angka-angka produktivitas, Laporan Tahunan Mahkamah Agung Republik Indonesia Tahun 2025 memuat satu pesan yang paling tegas dan mendasar: integritas adalah modal utama peradilan. Tanpa integritas, kinerja tinggi kehilangan makna; tanpa integritas, kepercayaan publik tak akan pernah tumbuh. Tema “Pengadilan Terpercaya, Rakyat Sejahtera” yang diangkat Ketua Mahkamah Agung bukan sekadar slogan normatif. Ia menjadi tesis besar pidato—bahwa kesejahteraan rakyat hanya mungkin lahir dari peradilan yang dipercaya, dan kepercayaan publik hanya tumbuh dari integritas yang dijaga secara konsisten. Dalam pidatonya, Ketua MA menempatkan pengawasan sebagai instrumen penjaga martabat peradilan, bukan semata alat penghukuman. Data…

Read More

Ketua Mahkamah Agung, Sunarto, menyempatkan diri singgah di booth BSDK Mahkamah Agung RI dalam rangkaian Pameran Kampung Hukum. Di sela dialog dan peninjauan inovasi pembelajaran, Ketua MA mencicipi kopi Balacadas, kopi khas BSDK yang sarat makna nilai. Balacadas bukan sekadar sajian minuman. Ia adalah simbol—sebuah akronim nilai yang dihidupi BSDK: Cerdas dan Integritas. Terinspirasi dari kata cadas yang kokoh, kopi Balacadas dimaknai sebagai pengingat bahwa pembinaan aparatur peradilan harus berdiri di atas fondasi pengetahuan yang kuat dan integritas yang tidak goyah. Momen ngopi Balacadas berlangsung cair dan humanis. Gestur sederhana Ketua MA ini justru memancarkan pesan penting: pembinaan peradilan tidak…

Read More

Mahkamah Agung Republik Indonesia menggelar Laporan Tahunan sebagai forum pertanggungjawaban kinerja lembaga peradilan sekaligus ruang refleksi institusional atas perjalanan peradilan sepanjang tahun sebelumnya. Agenda tahunan yang digelar pada tanggal 10 Februari 2026 kembali menegaskan komitmen Mahkamah Agung dalam menjaga akuntabilitas, integritas, serta arah pembaruan peradilan di Indonesia. Laporan Tahunan yang digelar di Gedung Mahkamah Agung, Jl. Medan Merdeka Utara Jakarta ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia merupakan momentum konstitusional bagi Mahkamah Agung untuk menyampaikan capaian, tantangan, serta strategi ke depan dalam menjawab dinamika penegakan hukum dan tuntutan keadilan masyarakat yang terus berkembang. Di forum inilah wajah peradilan dipertanggungjawabkan secara terbuka—baik…

Read More