Panggilan di Penghujung Tahun
Akhir tahun 2025 masih menyisakan jejak yang jelas dalam ingatan saya. Pada saat itulah, tepatnya pada tanggal 11 November 2025, telepon saya berdering. Di ujung sana, suara yang tidak asing dari Bapak Dr. Syamsul Arief, S.H., M.H., yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK) Mahkamah Agung RI menyapa dengan nada yang penuh semangat.
“Robin, Carikan teman-teman hakim Angkatan VIII dan Angkatan XI untuk ikutan jadi kontributor di daerah ya” itulah pesan singkat yang disampaikan kepada saya kala itu. Dibalik pesan singkat itu, Beliau tidak berbicara kepada saya tentang perkara, bukan pula soal administrasi kelembagaan melainkan tentang sesuatu yang lebih mendasar : upaya merawat citra institusi peradilan melalui narasi yang jujur, utuh, dan bermartabat. Di tengah derasnya arus pemberitaan yang kerap menempatkan lembaga peradilan sebagai objek kritik, beliau memilih jalan yang berbeda dengan membangun pemahaman publik melalui tulisan-tulisan yang tajam secara akademik, namun tetap berpijak pada norma dan keilmuan yang kokoh.
Suarabsdk, media yang saat itu baru pertama kali terbit, menjadi wadah dari ikhtiar tersebut. Beliau menegaskan bahwa kehadiran suarabsdk bukanlah sebagai kompetitor media internal Mahkamah Agung lainnya seperti Dandapala atau Marinews yang telah lebih dahulu eksis. Suarabsdk hadir sebagai pelengkap, sebuah upaya untuk turut meramaikan ruang publik dengan narasi yang menempatkan “good news as good news”, bukan “bad news as good news” yang selama ini dianggap sebagai magnet pembaca oleh sebagian media.
Ajakan beliau kepada saya bukan sekadar permintaan untuk menulis. Beliau meminta saya untuk mengoordinir teman-teman hakim muda dari Angkatan Delapan dan Angkatan Sembilan Mahkamah Agung untuk turut bergabung dalam gelombang awal penulisan di suarabsdk. Ini adalah panggilan yang tidak datang dari ruang kosong. Jauh sebelum pengadaan hakim tahun 2023, beliau telah menyapa kami para Analis Perkara Peradilan Angkatan 2021 (sebelum calon hakim) yang tengah mengikuti seleksi pengadaan calon hakim berdasarkan PERMA Nomor 1 Tahun 2021 dengan memberikan masukan, wawasan, dan motivasi yang membara. Beliau melihat potensi pada diri kami, bukan sekadar untuk menjadi hakim yang cakap dalam memeriksa dan mengadili perkara, tetapi juga untuk menjadi pemikir yang mampu menuangkan gagasan ke dalam tulisan sehingga publik dapat dengan mudah mengakses dan memahaminya.
Dari situlah, slogan “Cadas: Cerdas dan Berintegritas” lahir sebagai tagline yang mengikat semangat kami. Slogan yang lahir pada saat kami menjalani Program Pendidikan Calon Hakim Terpadu (PPCHT) ini Kembali dibawa dan diinternalisasikan dalam suarabsdk. Bersama Bapak Irvan Mawardi, S.H., M.H., selaku Ketua Redaktur Pelaksana, kami mulai mengawali proses penulisan. Para kontributor suarabsdk pun terbentuk, terdiri dari hakim-hakim dari berbagai lingkungan peradilan dan lintas angkatan, yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Filosofi di Balik Media
Suarabsdk tidak dibangun sebagai media yang sekadar menyajikan berita maupun artikel yang biasa-biasa saja. Di tangan Syamsul Arief, media ini menjelma menjadi ruang permenungan dan penyebarluasan pengetahuan yang khas. Berbagai rubrik dihadirkan: artikel, berita, features, sosok, filsafat, satire, bahkan roman yang kesemuanya mewarnai nuansa yang tidak lazim bagi sebuah media internal institusi publik.
Beliau menyebut kami sebagai “anomali” dalam konteks yang positif. Anomali yang dimaksud bukanlah penyimpangan dari norma, melainkan keberanian untuk berpikir melampaui kebiasaan. Beliau memacu kami agar tulisan yang dimuat tidak hanya mengandung nilai akademik semata, tetapi juga menghadirkan nuansa filosofis yang mendalam baik dari aspek ontologis, epistemologis, maupun aksiologis. Setiap tulisan, kata beliau, harus tajam. Bahkan kritik konstruktif diperlukan agar dimuat dalam tulisan demi terwujudnya visi dan misi Mahkamah Agung yang menurut beliau bukanlah suatu hal yang tabu.
Pemikiran ini lahir dari kesadaran yang lebih besar: bahwa membangun peradilan tidak cukup hanya dengan putusan. Peradilan yang agung membutuhkan ekosistem intelektual yang hidup, tempat di mana pengetahuan ditransmisikan, nilai-nilai etik diteladankan, dan keberanian berpikir dirawat dan yang utama agar Masyarakat umum memperoleh akses informasi dengan mudah. Melalui suarabsdk, seluruh produk pengetahuan dari pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan BSDK jurnal, hasil kinerja, kediklatan, pelatihan sertifikasi hingga gagasan-gagasan para hakim, didokumentasikan dan didiseminasikan kepada publik.
Dari Balik Layar Menuju Panggung Utama
Hampir satu tahun berjalan, suarabsdk berkembang pesat. Naskah-naskah yang terbit semakin banyak, kontributor semakin bertambah, dan jangkauannya semakin luas. Di balik semua itu, sosok penggagasnya justru sedang melangkah menuju babak baru dalam perjalanan kariernya.
Komisi III DPR menyetujui Syamsul Arief sebagai calon Hakim Agung Kamar Pidana pada Kamis, 13 Agustus yang 2026. Pria kelahiran Lampung, 24 Februari 1976 ini, akan mengemban amanah sebagai Hakim Agung pada usia yang relatif muda. Dalam beberapa hari ke depan, kepemimpinannya di badan pendidikan akan beralih menjadi tanggung jawab mengadili pada tingkat tertinggi.
Beliau meyakini bahwa generasi muda insan Mahkamah Agung akan membawa perubahan. Program-program yang ia jalankan selama memimpin BSDK telah menjadi pemantik untuk menghidupkan kembali semangat para hakim muda dengan pemikiran yang progresif sehingga membuat hakim muda tidak takut dan tidak gentar dalam menuangkan gagasan, baik dalam menjalankan tugas sebagai aparatur peradilan maupun dalam menulis.
Hari ini, Rabu, tanggal 2 September 2026, di Gedung Mahkamah Agung Republik Indonesia, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, beliau akan resmi dilantik sebagai Hakim Agung Kamar Pidana. Sekali lagi, dari balik layar Suara BSDK, seluruh kontributor dan pegiat media ini turut memanjatkan doa dan restu. Semoga dengan jabatan barunya sebagai Hakim Agung sang pengadil tertinggi, lebih diberikan berkah lagi ilmunya, diluaskan lagi wawasannya, dan dipertajam juga nuraninya, serta setiap keadilan yang ditegakkan mampu menjadi cahaya bagi para pencari keadilan. Semoga juga, tahun ini menjadi momentum lahirnya sosok-sosok muda progresif di Mahkamah Agung, mereka yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga berani berpikir berbeda dari arus utama, tidak gentar menghadapi godaan dan tekanan, berintegritas, dan yang utama mampu membawa angin segar bagi insan peradilan Indonesia. Karena ketika satu jalan terbuka, jalan-jalan pikiran lain akan mengikuti. Perubahan besar selalu dimulai dari keberanian untuk melangkah. Dan hari ini, kita menyaksikan satu langkah besar itu dimulai.

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


