Pangkalpinang – Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pangkalpinang menerima kunjungan Ketua Kamar Militer Mahkamah Agung Republik Indonesia, Brigjen TNI (Purn.) Hidayat Manao, S.H., M.H., bersama Hakim Agung Kamar Tata Usaha Negara, Dr. H. Hari Sugiharto, S.H., M.H., pada Selasa (1/9/2026). Kehadiran para Yang Mulia menjadi momen istimewa bagi keluarga besar PTUN Pangkalpinang karena merupakan kunjungan pertama ke PTUN Pangkalpinang. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Ketua PTUN Pangkalpinang Bapak Andi Maderumpu, S.H., M.H. dan Wakil Ketua PTUN Pangkalpinang Ibu Lucya Permata Sari, S.H., M.Hum., para hakim, dan aparatur PTUN Pangkalpinang.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda Mahkamah Agung di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang beriringan dengan kegiatan purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung. Adapun rangkaian agenda Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Bidang Yudisial, Ketua Kamar Peradilan Militer, Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung, dan para Hakim Agung tiba di Pangkalpinang pada Minggu (30/8/2026). Pada Senin (31/8/2026), para Yang Mulia menghadiri kegiatan purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung. Pada hari yang sama, Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Bidang Yudisial, H. Suharto, S.H., M.Hum., melaksanakan kegiatan pembinaan di Pengadilan Tinggi Bangka Belitung. Pembinaan ini diikuti oleh seluruh satuan kerja dibawah Pengadilan Tinggi Bangka Belitung, seluruh satuan kerja dibawah Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung, dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pangkalpinang. Kegiatan ini menjadi momen bagi seluruh aparatur peradilan untuk memperoleh arahan dan pembinaan dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan peradilan kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut dilanjutkan dengan kunjungan Yang Mulia Ketua Kamar Militer dan Yang Mulia Hakim Agung Kamar Tata Usaha Negara ke PTUN Pangkalpinang pada Selasa, 1 September 2026. Dalam kunjungan tersebut, Ketua Kamar Peradilan Militer dan Hakim Agung Kamar Tata Usaha Negara turut mengunjungi dan melihat secara langsung kondisi gedung dan lingkungan kerja PTUN Pangkalpinang. Para Yang Mulia melihat sejumlah ruangan dan fasilitas yang digunakan dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi peradilan. Peninjauan tersebut juga memberikan kesempatan bagi para tamu untuk mengamati secara langsung tata kelola dan pemeliharaan lingkungan kantor PTUN Pangkalpinang. Para hakim dan aparatur turut mendampingi kunjungan tersebut sebagai wujud partisipasi dan antusiasme seluruh keluarga besar PTUN Pangkalpinang. Dalam kesempatan yang sama Para Yang Mulia memberikan apresiasi terhadap kondisi gedung, lingkungan kantor, serta pengelolaan fasilitas yang dinilai baik dan representatif. Dalam kesempatan tersebut, para Yang Mulia bahkan menyampaikan apresiasi bahwa gedung PTUN Pangkalpinang merupakan gedung pengadilan terbaik yang pernah mereka kunjungi. Apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi segenap keluarga besar PTUN Pangkalpinang dalam menjaga dan merawat lingkungan kerja demi pelayanan prima kepada masyarakat pencari keadilan.
Apresiasi terhadap kondisi gedung juga disertai pesan dari Yang Mulia Bapak Hari Sugiharto mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan fasilitas yang telah tersedia. Beliau mengimbau agar pengelolaan dan perawatan gedung yang telah dilakukan dengan baik dapat terus diperhatikan secara berkesinambungan. Apresiasi tersebut disertai pesan dari hakim Agung Kamar TUN mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan fasilitas yang telah tersedia. Beliau mengimbau agar pengelolaan dan perawatan gedung yang telah dilakukan dengan baik terus dipertahankan secara berkesinambungan melalui rasa memiliki dan tanggung jawab bersama.
Kunjungan ini menjadi kesempatan berharga bagi para Hakim PTUN Pangkalpinang, khususnya para hakim muda dalam menjalankan tugas yudisial. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kamar Peradilan Militer dan Hakim Agung Kamar Tata Usaha Negara mendorong para hakim muda untuk terus meningkatkan kompetensi dan memperluas pemahaman terhadap hukum dan praktik peradilan. Para hakim diingatkan untuk tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan formal, melainkan terus mengembangkan kapasitas melalui membaca, berdiskusi, memeriksa perkara, serta memperdalam berbagai persoalan hukum yang dihadapi dalam praktik. Diskusi dengan pimpinan dan sesama hakim juga dinilai penting untuk memperkaya perspektif, dengan tetap menjunjung tinggi independensi hakim dalam memeriksa, mengadili, dan memutus perkara.
Hakim Agung Kamar Tata Usaha Negara berbagi pengalaman Kemampuan Teknis Yudisia kepada para hakim di PTUN Pangkalpinang mengenai penyusunan putusan, khususnya dalam menguraikan fakta hukum dan membangun pertimbangan hukum yang sistematis. Bimbingan tersebut menekankan pentingnya menempatkan fakta hukum secara jelas dalam bagian pertimbangan hukum. Pertimbangan hukum tidak hanya memuat penerapan norma terhadap perkara yang diperiksa, tetapi juga harus menunjukkan secara terang fakta-fakta yang telah terbukti dan relevan. Penyusunan pertimbangan hukum harus mampu memperlihatkan hubungan runtut antara fakta hukum yang diperoleh dalam proses pemeriksaan dengan penerapan norma hukum. Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam menghasilkan putusan yang memiliki argumentasi hukum yang jelas, logis, dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui pertimbangan hukum yang berangkat dari fakta hukum yang jelas, pembaca putusan dapat memahami proses berpikir hakim dalam menghubungkan fakta yang terungkap dalam pemeriksaan dengan norma hukum yang berlaku. Konstruksi tersebut akan membantu menunjukkan alasan yang mendasari hakim dalam menerima atau menolak suatu dalil, menilai suatu pembuktian, dan menarik kesimpulan hukum terhadap perkara yang diperiksa. Dengan demikian, pertimbangan hukum dapat memberikan gambaran yang utuh mengenai dasar dan alasan yang melandasi amar putusan. Arahan tersebut menjadi pencerahan bagi para hakim PTUN Pangkalpinang, khususnya para hakim muda dalam menjalankan tugas, bahwa kualitas putusan harus terus ditingkatkan melalui pembelajaran dan pengalaman.

Para Yang Mulia masih dalam agenda yang sama juga menyampaikan arahan mengenai Buku II tentang Pedoman Pelaksanaan Teknis Administrasi dan Teknis Peradilan yang baru diperbarui. Para hakim PTUN Pangkalpinang diimbau untuk membaca dan mempelajari pedoman tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dalam pelaksanaan tugas yudisial. Kehadiran Buku II yang baru diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan penting dalam memperkuat keseragaman pemahaman dan pelaksanaan administrasi serta teknis peradilan. Pembelajaran terhadap pedoman tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalisme hakim dalam menghadapi dinamika pelaksanaan tugas peradilan.
Bagi PTUN Pangkalpinang, kunjungan perdana Ketua Kamar Peradilan Militer dan Hakim Agung Kamar Tata Usaha Negara memiliki makna yang lebih dari sekadar kunjungan kelembagaan. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperoleh apresiasi terhadap kondisi dan pengelolaan lingkungan pengadilan, sekaligus menerima arahan langsung mengenai pengembangan kapasitas hakim dan peningkatan kualitas putusan. Bagi PTUN Pangkalpinang, kunjungan tersebut memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pelaksanaan tugas yudisial. Arahan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi para hakim dan aparatur untuk terus menjaga kualitas putusan, meningkatkan kompetensi, serta memberikan pelayanan peradilan yang profesional kepada masyarakat.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


