Jakarta, 6 Juli 2026, Pepatah lama mengatakan bahwa mempertahankan suatu pencapaian jauh lebih sulit daripada mendapatkannya. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Badan Litbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung Republik Indonesia (Pusdiklat Menpim BSDK MA RI) benar-benar meresapi makna pepatah tersebut. Lima tahun yang lalu, lembaga ini berhasil meraih akreditasi “A” untuk seluruh program pelatihan, yang meliputi Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP), dan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS. Kini, pada tahun 2026, Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) kembali menguji dan menilai eksistensi Pusdiklat Menpim.
Terdapat perbedaan mencolok pada penilaian akreditasi tahun ini. Saat ini, Pusdiklat Menpim dipimpin oleh sosok baru, yakni D.Y. Witanto. Sejak hari pertama menjabat, ia menetapkan visi yang jelas: di bawah kepemimpinannya, Pusdiklat Menpim harus mampu mempertahankan nilai akreditasi “A” untuk seluruh program pelatihan, atau bahkan meningkatkannya. Ia juga menggaungkan semboyan agar Pusdiklat Menpim menjadi “Rumah Belajar yang Menyenangkan”.
Pada awalnya, seluruh pegawai merasa visi tersebut sangat sulit untuk diwujudkan. Akan tetapi, D.Y. Witanto membuktikan bahwa ia tidak hanya sekadar memberikan visi dan misi. Ia terjun langsung untuk menghadirkan inovasi, salah satunya adalah “Menpim Optima”. Inovasi ini merupakan Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS) baru yang menggabungkan metode pembelajaran daring dengan klasikal (tatap muka). Platform ini dilengkapi dengan fitur gamifikasi yang membuat proses belajar mengajar menjadi lebih mudah dan menyenangkan bagi pengajar maupun peserta. Langkah ini sangat selaras dengan kebijakan LAN RI yang mengharuskan penerapan gamifikasi sebesar 20 persen di setiap materi ajar.
Selain itu, D.Y. Witanto menginstruksikan pembuatan skema instrumen penilaian seminar yang inovatif untuk Latsar, PKP, dan PKA. Instrumen yang tetap mematuhi pedoman LAN RI ini membuat proses penilaian menjadi sangat transparan, sehingga Pusdiklat Menpim tidak perlu lagi melakukan kalibrasi nilai secara manual. Inovasi cerdas ini pun mendapat apresiasi langsung dari LAN RI.
Lebih dari sekadar berinovasi, Sang Kepala Pusdiklat juga memberikan keteladanan nyata melalui kedisiplinan. Ia selalu tiba di kantor antara pukul 07.00 hingga 07.30, lebih awal dari jam kerja resmi yang dimulai pukul 08.00. Sembari bersiap, ia memiliki rutinitas menggiling dan menyeduh secangkir kopi panasnya sendiri. Ia juga rutin mengajak pegawai muslim untuk salat berjemaah di masjid saat azan berkumandang, serta memfasilitasi pegawai nonmuslim dengan menyediakan kapel untuk beribadah. Dalam hal integritas, ia membuktikan komitmennya dengan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) sebagai mitra pelatihan.
Keberhasilan Pusdiklat Menpim juga tidak lepas dari koordinasi yang harmonis. D.Y. Witanto selalu meminta arahan dari Kepala BSDK MA RI, Syamsul Arief, dan berkoordinasi dengan Sekretaris BSDK, Ach. Jufri, sehingga seluruh target program pelatihan selalu berhasil terpenuhi. Komitmen sang pemimpin semakin terlihat ketika ia selalu hadir tepat waktu dalam setiap rapat asesmen di kantor LAN RI, serta mendampingi para asesor secara penuh saat mereka melakukan asesmen langsung di Kampus BSDK Megamendung.
Pada akhirnya, perpaduan antara inovasi, keteladanan, dan komitmen tinggi tersebut membuahkan hasil yang manis. Cita-citanya tercapai; Pusdiklat Menpim BSDK MA RI sukses mempertahankan dan meningkatkan predikat akreditasi “A” untuk seluruh diklat (PKA, PKP, dan Latsar). LAN RI secara resmi menaikkan nilai lembaga ini dari 91 menjadi 92.
Pencapaian gemilang ini menjadi bukti nyata dari “tangan dingin” D.Y. Witanto sebagai Kepala Pusdiklat Menpim BSDK MA RI. Sebab pada akhirnya, kepemimpinan bertangan dingin tidak lahir dari hati dan pikiran yang panas, melainkan berawal dari ketenangan menyesap secangkir kopi yang panas.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


