Bogor, 1 September 2026 – Auditorium Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK) menjadi saksi sebuah peristiwa yang memiliki makna lebih dari sekadar seremoni. Sebanyak 15 orang pegawai Aparatur Sipil Negara BSDK dilantik dalam Jabatan Fungsional, antara lain sebagai Widyaiswara, Arsiparis, Pengembang Teknologi Pembelajaran, dan Analis Pengelolaan Keuangan APBN.
Pelantikan itu terasa semakin istimewa karena dilaksanakan hanya satu hari sebelum Kepala BSDK, Dr. H. Syamsul Arief, S.H., M.H., mengemban amanah baru dan dilantik sebagai Yang Mulia Hakim Agung Republik Indonesia.
Seolah waktu sengaja mempertemukan dua perjalanan dalam satu titik perjalanan 15 pegawai yang memasuki babak baru pengabdian profesionalnya, dan perjalanan seorang pemimpin yang bersiap meninggalkan jejak kepemimpinannya di BSDK untuk melanjutkan pengabdian pada puncak karier seorang hakim.
Ketika Sebuah Perjuangan Sampai pada Hari Pelantikan
Auditorium BSDK, pagi itu dipenuhi jajaran pejabat struktural, pejabat fungsional, dan seluruh ASN BSDK. Hadir pula keluarga dari para pejabat yang dilantik orang-orang yang mungkin tidak selalu terlihat dalam perjalanan karier mereka, tetapi menjadi bagian penting dari setiap doa, dukungan, kesabaran, dan pengorbanan.

Acara dimulai dengan khidmat melalui kumandang Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Himne Mahkamah Agung Republik Indonesia dan pembacaan doa secara agama Islam.
Suasana kemudian memasuki rangkaian resmi dengan pembacaan Surat Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia nomor 12353 s.d. 12383/SEK/SK4.1.3/VIII/2026 oleh Kepala Bagian Kepegawaian dan Organisasi Tata Laksana BSDK, Teguh Setiyawan, S.H., M.H.
Namun, suasana menjadi jauh lebih sakral ketika Dr. H. Syamsul Arief, S.H., M.H. berdiri memimpin pengucapan sumpah jabatan, yang diikuti oleh 15 Orang pegawai yang dilantik. Di hadapan pimpinan, rekan kerja, keluarga, dan Tuhan Yang Maha Esa, sumpah itu bukan sekadar rangkaian kalimat.
Ia adalah janji.
Janji untuk menjaga integritas.
Janji untuk bekerja secara profesional.
Janji untuk menggunakan ilmu dan kompetensi bagi organisasi.
Dan yang terpenting, janji untuk menjadikan jabatan bukan sekadar kedudukan, melainkan jalan pengabdian.
Lorong Sunyi Itu Bernama Perjuangan
Dalam sambutannya, Kepala BSDK menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada 15 orang pejabat fungsional yang baru dilantik. Namun, ada satu pesan yang terasa begitu dalam. Beliau mengajak semua yang hadir untuk sejenak melihat kembali perjalanan ke belakang. Sebab, sebelum seseorang berdiri dengan pakaian terbaiknya pada hari pelantikan, ada proses panjang yang tidak selalu terlihat oleh orang lain.
Ada lorong sunyi yang pernah dilewati.
Di dalam lorong itu ada perjuangan, doa, penantian, pembelajaran, kegagalan, kesabaran, bahkan mungkin kekecewaan. Ada waktu bersama keluarga yang dikorbankan. Ada pekerjaan yang harus diselesaikan bersamaan dengan upaya meningkatkan kompetensi. Ada berbagai persyaratan yang harus dipenuhi dan ada harapan yang terus dijaga agar tidak padam.
Hari ini orang melihat pelantikan.
Tetapi hanya mereka yang menjalani perjalanan itu yang mengetahui betapa panjang jalan menuju hari ini. Karena sebuah keberhasilan sesungguhnya tidak pernah lahir hanya pada hari ketika seseorang menerima jabatan. Keberhasilan dibangun jauh sebelumnya melalui pekerjaan-pekerjaan kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh ketika bahkan tidak ada seorang pun yang memberikan tepuk tangan.
Jangan Pernah Melupakan Sejarah
Pesan Kepala BSDK membawa seluruh hadirin kembali pada satu kesadaran sederhana jangan pernah melupakan dari mana perjalanan dimulai.
Apa yang kita nikmati hari ini merupakan bagian dari apa yang pernah kita perjuangkan kemarin.
Jabatan, kedudukan, dan pencapaian tidak datang dalam satu malam. Di belakangnya selalu ada orang-orang yang membantu, pimpinan yang memberikan kesempatan, rekan yang berjalan bersama, dan keluarga yang diam-diam ikut menanggung beratnya perjalanan.
Karena itu, sejarah bukan hanya catatan tentang masa lalu.
Sejarah adalah pengingat agar ketika kita berada di tempat yang lebih tinggi, kita tidak melupakan tangga yang pernah kita naiki dan orang-orang yang pernah berjalan bersama kita.
Pesan itu terasa semakin bermakna karena disampaikan oleh seorang pemimpin yang sehari kemudian juga akan memasuki babak baru dalam perjalanan hidupnya.
Pada 2 September 2026, Dr. H. Syamsul Arief, S.H., M.H. akan melanjutkan pengabdian sebagai Hakim Agung Republik Indonesia.
Di penghujung pengabdiannya sebagai Kepala BSDK, beliau masih menyempatkan diri berdiri di hadapan pegawai-pegawainya, mengambil sumpah mereka, memberikan ucapan selamat, sekaligus menitipkan pesan tentang perjuangan, pengorbanan, dan sejarah.
Ada simbol yang begitu kuat di sana.
Seorang pemimpin yang akan melangkah menuju amanah baru, terlebih dahulu mengantarkan orang-orang yang dipimpinnya menuju amanah baru mereka.
Lima Belas Orang, Satu Sejarah Baru BSDK
Pelantikan 15 orang pejabat fungsional tersebut juga menandai babak penting dalam perjalanan kelembagaan BSDK. Mereka adalah bagian dari pejabat fungsional pertama yang dilantik di lingkungan BSDK. Widyaiswara akan menjaga nyala pembelajaran dan pengembangan kompetensi aparatur peradilan. Arsiparis akan memastikan setiap perjalanan organisasi tercatat dan terpelihara sebagai memori institusi. Pengembang Teknologi Pembelajaran akan membawa proses pendidikan dan pelatihan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sementara Analis Pengelolaan Keuangan APBN akan memperkuat tata kelola keuangan negara yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Mereka memiliki ruang pengabdian yang berbeda, tetapi membawa satu tujuan yang sama, yaitu membangun BSDK yang semakin profesional dan memberikan kontribusi nyata bagi Mahkamah Agung Republik Indonesia. Pelantikan bukanlah garis akhir. Justru dari titik inilah perjalanan yang sesungguhnya dimulai.
Ketika Dua Perjalanan Bertemu
Tanggal 1 September 2026 kelak mungkin hanya menjadi satu tanggal dalam kalender organisasi. Namun bagi BSDK, hari itu menyimpan sebuah cerita. Cerita tentang 15 orang yang akhirnya tiba setelah melewati lorong perjuangannya masing-masing.
Cerita tentang keluarga yang menyaksikan buah dari doa dan pengorbanan mereka.
Dan cerita tentang seorang Kepala Badan yang, sehari sebelum melanjutkan pengabdiannya sebagai Hakim Agung Republik Indonesia, masih berdiri di Auditorium BSDK untuk mengantarkan pegawainya memasuki perjalanan baru.
Barangkali begitulah kehidupan organisasi berjalan.
Ada yang datang.
Ada yang tumbuh.
Ada yang mendapatkan amanah baru.
Dan ada yang melanjutkan perjalanan menuju medan pengabdian yang lebih luas. Namun jejak yang pernah ditinggalkan akan tetap menjadi bagian dari sejarah. Karena pada akhirnya, jabatan akan berganti, ruang kerja akan berganti, dan waktu akan terus berjalan. Tetapi nilai, keteladanan, perjuangan, dan pengabdian akan tinggal lebih lama daripada nama yang tertulis pada sebuah jabatan.
Selamat kepada 15 orang Pejabat Fungsional BSDK yang telah dilantik.
Teruslah berjalan, meskipun suatu saat perjalanan kembali membawa kita melewati lorong-lorong sunyi. Sebab sering kali, justru dari lorong sunyi itulah lahir ketekunan, integritas, dan pencapaian besar.
Dan kepada Dr. H. Syamsul Arief, S.H., M.H., perjalanan pengabdian itu belum selesai. BSDK menjadi salah satu halaman dari perjalanan panjang tersebut, sebelum esok membuka halaman baru sebagai Yang Mulia Hakim Agung Republik Indonesia.
Sebab sejarah bukan hanya tentang apa yang telah kita capai.
Sejarah adalah tentang perjuangan yang pernah kita lalui, orang-orang yang berjalan bersama kita, dan nilai yang kita tinggalkan untuk mereka yang meneruskan perjalanan.
Dari lorong sunyi lahir perjuangan.
Dari perjuangan lahir pengorbanan.
Dari pengorbanan lahir sebuah pencapaian.
Dan dari pencapaian yang dijalani dengan integritas, lahirlah sejarah.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


