Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kepedulian Sebagai Wujud Nyata Pembangunan Zona Integritas (ZI) di Lingkungan Pengadilan Militer

November 1, 2026

MOVE!

November 1, 2026

Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian

October 31, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Hakim, Iklim, dan Hati Nurani

Hakim, Iklim, dan Hati Nurani

Syamsul AriefBy Syamsul AriefJuly 30, 2026 · 22:11 WIB6 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Ada pengalaman yang kadang baru menemukan maknanya setelah perjalanan cukup panjang.

Siang tadi, 30 Juli 2026, saya mendapat kesempatan berbicara di Forum Diskusi Wahana Lingkungan Hudup (WALHI) dalam peringatan satu tahun Advisory Opinion (AO) Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) tentang kewajiban negara dalam menghadapi perubahan iklim di Hotel Odyssey, Jakarta.

Di tengah forum itu, saya justru teringat pada catatan-catatan yang sudah lama saya simpan. Catatan yang saya tulis jauh sebelum dunia menyambut AO ICJ sebagai tonggak baru keadilan iklim.

Saya senang, sebab apa yang ditegaskan oleh Mahkamah Internasional itu sesungguhnya telah lama saya lihat tumbuh di ruang-ruang sidang Indonesia.

Mungkin belum sempurna. Mungkin belum selalu disadari. Tetapi benih-benihnya sudah ada.

Saya selalu percaya, perubahan besar dalam hukum hampir tidak pernah datang secara tiba-tiba. Ia lahir dari keberanian-keberanian kecil yang sering kali tidak banyak mendapat perhatian.

Dari hakim yang memilih membaca hukum dengan hati nurani. Dari putusan yang berani melampaui kebiasaan. Dari keyakinan bahwa hukum tidak boleh berhenti pada teks ketika kehidupan sedang dipertaruhkan.

Itulah sebabnya, ketika AO ICJ menyatakan bahwa krisis iklim bukan lagi sekadar isu politik, melainkan kewajiban hukum negara, saya tidak merasa sedang membaca sesuatu yang sepenuhnya baru.

Saya justru merasa dunia sedang mengejar apa yang sebagian hakim kita telah mulai kerjakan.

Selama beberapa tahun, terakhir saya mengikuti perkembangan putusan-putusan lingkungan di Indonesia. Semakin saya membacanya, semakin saya merasakan adanya perubahan cara pandang.

Hakim tidak lagi hanya melihat kerusakan lingkungan sebagai pelanggaran administratif atau sekadar sengketa antara pemerintah dan warga. Perlahan, mereka mulai melihat sesuatu yang lebih besar.

Bahwa setiap hutan yang hilang, setiap rawa gambut yang terbakar, setiap izin yang diberikan tanpa kehati-hatian, sesungguhnya sedang mengurangi hak generasi berikutnya untuk hidup dalam lingkungan yang layak.

Saya selalu menyukai pemikiran Filsuf Hans Jonas yang mengatakan bahwa manusia memikul tanggung jawab terhadap mereka yang belum lahir. Kalimat itu sederhana, tetapi setiap kali saya membaca putusan-putusan lingkungan, saya merasa gagasan itu hidup di dalam ruang sidang.

Hakim sebenarnya sedang berbicara atas nama orang-orang yang belum mampu berbicara.

Barangkali itulah makna terdalam keadilan iklim.

Putusan Hakim berkeadilan Iklim

Saya melihat keberanian itu ketika majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung dalam perkara PLTU Tanjung Jati A.  (Putusan PTUN Bandung Nomor 52/G/LH/2022/PTUN.Bdg) menerima argumentasi dari WALHI bahwa pembangunan PLTU batubara tidak bisa dilepaskan dari komitmen pengurangan emisi. Majelis hakim berani menerima perubahan iklim sebagai ancaman nyata yang harus dipertimbangkan dalam penerbitan izin lingkungan. Energi fosil tidak lagi dipandang sekadar urusan investasi, melainkan juga soal tanggung jawab terhadap penurunan emisi gas rumah kaca.

Baca Juga  Di Bawah Terik 41 Derajat Celsius 30 Peserta menuju kelas Pelatihan ITEC di NJA India

Saya melihatnya ketika Mahkamah Agung mengoreksi putusan tingkat pertama yang pernah menganggap kebakaran hutan tidak merusak lingkungan hanya karena pohonnya dapat ditanam kembali. Dalam Putusan Nomor 3067 K/Pdt/2018 itu MA menghukum korporasi membayar ganti rugi ratusan miliar rupiah dan menegaskan bahwa korporasi pemegang konsesi bertanggung jawab mutlak (strict liability) atas seluruh kebakaran di wilayahnya, terlepas dari siapa yang menyulut api. Lahan gambut adalah penyerap karbon raksasa. Perlindungan terhadapnya berimplikasi langsung pada pencegahan krisis iklim global.

Pada Putusan PN Meulaboh Nomor 54/Pid.Sus/2014/PN.MBO, hakim menjatuhi pidana denda miliaran rupiah langsung ke entitas korporasi yakni  PT Surya Panen Subur  karena membuka lahan kelapa sawit di Rawa Tripa (Aceh) dengan metode membakar lahan. Hakim menerapkan teori tanggung jawab pidana korporasi secara ketat demi melindungi ekosistem rawa gambut Tripa yang dikenal dunia sebagai situs penyimpanan karbon krusial serta habitat satwa lindung.

Saya teringat ketika izin tambang di Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan dibatalkan hakim demi menjaga fungsi ekologis kawasan karst dalam  Putusan Kasasi Mahkamah Agung No. 199 K/TUN/2019

Saya tidak lupa ketika gugatan warga atas polusi udara Jakarta dikabulkan Hakim  karena negara dianggap lalai memenuhi hak warga atas udara bersih dalam Putusan Citizen Lawsuit Polusi Udara Jakarta No. 451/Pdt.G/2019/PN Jkt.Pst.

Putusan-putusan itu tidak selalu menyebut istilah climate justice. Namun ruhnya ada di sana.

Karena itu, ketika AO ICJ hadir pada Juli 2025 dan menegaskan bahwa mitigasi perubahan iklim adalah kewajiban hukum negara, saya merasa dunia sedang memberikan legitimasi yang lebih kuat terhadap arah yang sudah ditempuh oleh banyak hakim.

AO ICJ mengingatkan bahwa negara tidak dapat berlindung dibalik alasan pertumbuhan ekonomi ketika mengetahui kerusakan lingkungan terus terjadi. Negara dapat dimintai pertanggungjawaban atas pembiaran. Krisis iklim diakui sebagai persoalan hak asasi manusia, bahkan menyangkut hak generasi yang akan datang.

Bagi saya, pendapat Mahkamah Internasional itu bukan garis start. Ia adalah penguat langkah.

Peran BSDK & Keadilan Iklim

Hal lain yang juga saya sampaikan siang tadi adalah pentingnya melihat peran BSDK Mahkamah Agung. Hampir 4 Tahun lamanya di markas Balacadas ini saya mengikuti bagaimana lembaga ini perlahan membangun fondasi baru pendidikan hakim lingkungan.

Baca Juga  Penutupan Pendidikan Filsafat dan Keadilan bagi Hakim

Saya sering mengatakan bahwa putusan yang baik tidak lahir secara kebetulan. Di belakangnya selalu ada proses belajar yang panjang. Di BSDK MA, para hakim tidak hanya diajak memahami norma hukum lingkungan. Mereka belajar membaca bukti ilmiah, memahami perubahan iklim, mengenali valuasi kerugian ekologis, hingga berdialog dengan perkembangan hukum internasional.

Yang paling saya rasakan justru bukan soal pengetahuan teknisnya. Yang dibangun adalah kesadaran. Kesadaran bahwa perkara lingkungan bukan sekadar perkara tanah, izin, atau ganti rugi. Perkara lingkungan adalah perkara masa depan.

Saya menyebutnya sebagai kesadaran juang. Sebab pada akhirnya seorang hakim memang tidak cukup hanya menguasai teori, asas, pengetahuan materil dan formil hukum lingkungan. Ia juga harus memiliki keberanian untuk berpihak pada keadilan ketika hukum menghadapi tantangan zaman.

Karena itu saya melihat AO ICJ sebagai momentum yang sangat penting. Bukan untuk memulai dari nol, melainkan untuk memperkuat fondasi yang sudah kita bangun.

Kita perlu menyelaraskan berbagai pedoman peradilan, termasuk implementasi PERMA Nomor 1 Tahun 2023 dalam penanganan perkara lingkungan yang berperspektif keadilan iklim.

Kita juga perlu mendorong lahirnya Undang-Undang Perubahan Iklim agar arah kebijakan nasional semakin kokoh.

Saya meninggalkan forum siang tadi dengan satu keyakinan yang terasa semakin utuh.

Selama ini saya sering mendengar orang bertanya, apakah hukum mampu menyelamatkan bumi? Saya tidak pernah memiliki jawaban yang sederhana. Tetapi setiap kali membaca putusan hakim yang berpihak pada lingkungan, setiap kali melihat para hakim terus belajar memahami krisis iklim, dan setiap kali menyaksikan hukum perlahan bergerak mengikuti suara nurani, keyakinan itu tumbuh kembali.

Barangkali memang di sanalah harapan itu berada. Di ruang sidang yang sunyi.

Di tangan hakim yang berani. Dan di hati nurani yang memilih menjaga bumi, bahkan untuk mereka yang belum sempat dilahirkan.

Syamsul Arief

SYAMSUL ARIEF adalah Hakim Agung Kamar Pidana. Ia adalah hakim karir yang menjalani 20 tahun menjadi hakim tingkat pertama dan ditambah 4 tahun menjalani pekerjaan non judisial sebagai Kapusdiklat Teknis Peradilan dan Kepala Badan Strategi Kebijakan Diklat Kumdil MA.

Dia adalah peminat Filsafat dan mengasuh kelas Pelatihan Filsafat Keadilan bagi Hakim di BSDK MA.

Dia pelari trail, pendaki gunung, petani kopi dan durian, senang menyelam, bersepeda, pecinta sastra, musik, film dan teater serta penggemar hutan, sungai, gunung dan laut.

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Advisory Opinion ICJ BSDK MA RI hakim lingkungan Keadilan Iklim Mahkamah Agung RI Perkara Lingkungan Strict Liability WALHI
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

MOVE!

November 1, 2026

Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian

October 31, 2026

Di Balik Asap Karhutla: Menelusuri Potensi Pencucian Uang dalam Green Financial Crime

October 31, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026
Don't Miss

Kepedulian Sebagai Wujud Nyata Pembangunan Zona Integritas (ZI) di Lingkungan Pengadilan Militer

By Bagus Partha WijayaNovember 1, 20260

Sebagai implementasi nyata sekaligus inisiasi program kepedulian dilingkungan Pengadilan Militer dibawah kepemimpinan Kolonel Laut (H)…

MOVE!

November 1, 2026

Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian

October 31, 2026

Lompatan Mutu Kebijakan Peradilan: BSDK MA RI Evaluasi 30 Naskah Rekomendasi Strategis di Jakarta

October 31, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Kepedulian Sebagai Wujud Nyata Pembangunan Zona Integritas (ZI) di Lingkungan Pengadilan Militer
  • MOVE!
  • Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian
  • Lompatan Mutu Kebijakan Peradilan: BSDK MA RI Evaluasi 30 Naskah Rekomendasi Strategis di Jakarta
  • Di Balik Asap Karhutla: Menelusuri Potensi Pencucian Uang dalam Green Financial Crime

Recent Comments

  1. Rizka on Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak
  2. Auzir on KUHAP Baru: Menanggalkan Jubah Interogator, Transformasi Menuju Sistem Adversarial
  3. Budi Santoso on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  4. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  5. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Antok Wibowo
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Engli Thirta Satria
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reynold Mauliate Panggabean
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.