Megamendung, Bogor — Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Mahkamah Agung Republik Indonesia di lingkungan Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (Badan Strajak Diklat Kumdil/BSDK) tidak berhenti setelah seluruh peserta menyelesaikan BSDK MA Run 2026. Sekitar pukul 10.30 WIB, suasana di lingkungan BSDK kembali berubah menjadi semarak ketika seluruh keluarga besar BSDK mengikuti rangkaian kegiatan internal yang telah dipersiapkan sebagai bagian dari partisipasi dalam peringatan HUT ke-81 Mahkamah Agung RI. Berbagai kegiatan olahraga dan hiburan diselenggarakan, mulai dari biliar, karaoke, catur, tenis meja, tenis lapangan, futsal, gaple, bulu tangkis, bola voli, Mobile Legends, e-Football, hingga basket 3 on 3. Beragam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa peringatan hari jadi Mahkamah Agung tidak hanya dirayakan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kegiatan yang melibatkan seluruh unsur keluarga besar BSDK secara aktif dan meriah.
Menariknya, pertandingan tidak seluruhnya bersifat perorangan. Sejumlah cabang dipertandingkan secara beregu dan mempertemukan tim dari berbagai unsur dan Eselon II di lingkungan BSDK. Di sinilah suasana kompetisi menjadi semakin terasa. Lapangan yang semula menjadi tempat berolahraga berubah menjadi arena adu kemampuan, strategi, dan semangat untuk menjadi yang terbaik. Sorak-sorai dari rekan kerja, dukungan kepada tim masing-masing, serta canda di sela-sela pertandingan membuat suasana semakin hidup. Namun, kompetisi tersebut tidak menimbulkan jarak. Justru sebaliknya, persaingan dalam pertandingan secara perlahan memperlihatkan sisi lain dari kehidupan birokrasi: bahwa di balik struktur organisasi dan pembagian tugas, seluruh pegawai merupakan satu keluarga besar. Ketika pertandingan selesai, yang tersisa bukan persoalan siapa yang menang dan siapa yang kalah, melainkan rasa bangga karena dapat bermain dan tertawa bersama. Keramaian dalam pertandingan justru menjadi ruang tumbuhnya persaudaraan yang semakin kental.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk partisipasi keluarga besar BSDK dalam menyemarakkan HUT ke-81 Mahkamah Agung RI. Peringatan hari jadi lembaga tidak semestinya hanya menjadi milik pimpinan atau pejabat, tetapi harus menjadi milik seluruh aparatur yang setiap hari menjalankan roda organisasi. Karena itu, keterlibatan pegawai dalam berbagai kegiatan menjadi penting untuk membangun rasa memiliki terhadap lembaga. Seorang pegawai tidak hanya mengenal institusinya melalui tugas, target, dan kewajiban administratif, tetapi juga melalui hubungan sosial yang sehat dengan rekan kerja. Dari kegiatan bersama seperti olahraga, permainan, dan hiburan, tercipta komunikasi yang lebih terbuka dan hubungan yang lebih manusiawi. Hal sederhana tersebut mempunyai arti penting karena lingkungan kerja yang sehat pada akhirnya akan memberikan pengaruh terhadap kualitas pelaksanaan tugas.
Di sela-sela kegiatan, Kepala Badan Strajak Diklat Kumdil Mahkamah Agung RI, YM. Dr. H. Syamsul Arief, S.H., M.H., turut memberikan hadiah dan uang pembinaan kepada para pemenang berbagai pertandingan. Pemberian penghargaan tersebut tidak dimaksudkan sekadar sebagai hadiah atas kemenangan, tetapi merupakan bentuk apresiasi pimpinan terhadap semangat, kerja keras, sportivitas, dan partisipasi seluruh pegawai dalam menyukseskan rangkaian kegiatan HUT ke-81 Mahkamah Agung RI. Dalam setiap kompetisi selalu ada yang keluar sebagai juara, tetapi yang jauh lebih penting adalah proses yang dijalani. Setiap peserta telah memberikan waktu, tenaga, dan semangat untuk ikut memeriahkan kegiatan lembaga. Karena itu, penghargaan diberikan sebagai bentuk pengakuan bahwa kontribusi setiap pegawai mempunyai arti bagi keberhasilan kegiatan bersama. Uang pembinaan juga diharapkan menjadi motivasi agar semangat berkompetisi secara sehat, sportif, dan positif dapat terus tumbuh dalam lingkungan BSDK.
Semangat pemberian penghargaan tersebut sejalan dengan nilai yang hendak dibangun melalui kegiatan peringatan HUT ke-81 Mahkamah Agung. Prestasi harus dihargai, sportivitas harus dijaga, dan kebersamaan harus dipelihara. Dalam lingkungan kerja, tidak setiap bentuk kontribusi dapat diukur dengan angka. Ada pegawai yang bekerja di depan publik, ada yang bekerja di balik layar, ada yang menjadi pelaksana kegiatan, dan ada pula yang memastikan pekerjaan administratif berjalan tanpa terlihat. Karena itu, kegiatan bersama seperti ini menjadi salah satu kesempatan untuk memberikan penghargaan dalam bentuk yang lebih sederhana dan manusiawi. Pesan yang hendak disampaikan adalah bahwa lembaga tidak hanya membutuhkan pegawai yang mampu menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga pegawai yang memiliki semangat kebersamaan, mampu bekerja dalam tim, menghargai orang lain, dan menjunjung sportivitas.

Suasana semakin meriah ketika pemberian hadiah diselingi dengan hiburan dan pembagian doorprize bagi pegawai BSDK. Berbagai hadiah disiapkan dan sebagian besar pegawai berkesempatan memperoleh hadiah. Di antara hadiah yang dibagikan terdapat 10 kompor listrik, 10 smart TV, 10 blender, 10 speaker karaoke standing, 10 speaker karaoke portable, 5 kipas angin, 1 blender, 1 rice cooker, 2 magic com, 1 microwave, 2 mesin cuci, 1 kulkas, 3 televisi 32 inci, 2 sepeda lipat, 3 sepeda, 10 amplop uang pembinaan masing-masing Rp1.000.000,00, 10 tabungan emas senilai Rp500.000,00, serta 2 unit sepeda motor. Doorprize tersebut secara khusus diberikan kepada pegawai BSDK, sedangkan pejabat atau Eselon IV ke atas dan Hakim Yustisial tidak termasuk penerima doorprize. Ketika nama-nama penerima diumumkan, suasana berubah menjadi penuh kejutan. Ada yang bersorak karena namanya dipanggil, ada yang tertawa ketika rekannya memperoleh hadiah, dan ada pula yang harus menunggu hingga undian berikutnya. Kemeriahan tersebut menjadi bagian dari kebahagiaan bersama yang sederhana tetapi terasa dekat dengan kehidupan para pegawai.
Pemberian doorprize tersebut juga mempunyai maksud yang lebih jauh. Hadiah bukanlah ukuran nilai seseorang dalam organisasi, tetapi bentuk penghargaan atas keberadaan dan partisipasi mereka sebagai bagian dari keluarga besar BSDK. Dengan memberikan kesempatan kepada pegawai untuk memperoleh hadiah, pimpinan ingin menciptakan suasana peringatan HUT Mahkamah Agung yang inklusif dan dapat dirasakan secara langsung oleh seluruh pegawai. Bahkan hadiah dengan nilai yang lebih besar seperti sepeda motor, mesin cuci, kulkas, televisi, hingga tabungan emas memberikan kejutan tersendiri dan membuat kegiatan semakin dinantikan. Namun, di balik nilai material tersebut terdapat pesan yang lebih penting: bahwa kerja keras dan kebersamaan pegawai tidak luput dari perhatian pimpinan. Penghargaan tidak selalu harus hadir dalam bentuk formalitas kedinasan; sesekali ia perlu hadir dalam bentuk kegembiraan yang dapat dinikmati bersama.
Dalam konteks BSDK sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan yang mendukung peningkatan kualitas hakim dan aparatur peradilan, kegiatan internal semacam ini mempunyai arti strategis. Mendidik dan membangun kompetensi aparatur bukan hanya persoalan memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun lingkungan kerja yang sehat, solid, dan memiliki rasa kebersamaan. Pegawai yang merasa dihargai akan lebih mudah membangun rasa memiliki terhadap organisasi. Rasa memiliki tersebut kemudian dapat tumbuh menjadi tanggung jawab untuk memberikan pelayanan dan kinerja terbaik. Oleh karena itu, kegiatan HUT ke-81 Mahkamah Agung di BSDK tidak dapat dipandang sebagai kegiatan tambahan yang sekadar mengisi waktu di luar pekerjaan. Di dalamnya terdapat upaya membangun modal sosial organisasi—kepercayaan, komunikasi, solidaritas, dan rasa persaudaraan—yang pada akhirnya menjadi kekuatan dalam menjalankan tugas.
Apa yang terjadi pada siang itu memperlihatkan bahwa sebuah lembaga tidak hanya dibangun oleh struktur, regulasi, dan pembagian kewenangan. Lembaga juga dibangun oleh manusia dan hubungan antarmanusia di dalamnya. Pertandingan futsal, bulu tangkis, bola voli, tenis meja, catur, hingga permainan digital mungkin terlihat sederhana. Akan tetapi, dari sana orang saling mengenal lebih dekat, belajar menerima kemenangan dan kekalahan, belajar bekerja sama, serta belajar menghargai kemampuan orang lain. Dalam pertandingan antar-Eselon II, misalnya, persaingan justru menjadi bumbu yang membuat suasana semakin hidup. Setelah pertandingan berakhir, tidak ada lagi sekat tim. Semua kembali menjadi rekan kerja dan saudara dalam satu institusi. Inilah sisi penting yang sering tidak tercatat dalam laporan kegiatan, tetapi justru menjadi salah satu hasil paling berharga dari sebuah kegiatan kebersamaan.
Peringatan HUT ke-81 Mahkamah Agung RI di BSDK dengan demikian memperoleh makna yang lebih luas. Ada lari 10 kilometer yang menguji ketahanan fisik, ada pertandingan yang menguji sportivitas dan kerja sama, ada hiburan yang mencairkan suasana, dan ada pemberian hadiah yang menjadi bentuk apresiasi. Semuanya bermuara pada satu pesan: bahwa pengabdian kepada lembaga dan negara membutuhkan manusia yang tidak hanya kompeten, tetapi juga sehat, solid, dan memiliki rasa persaudaraan. Bagi Kabadan, pemberian hadiah dan uang pembinaan merupakan investasi kecil untuk menumbuhkan semangat yang lebih besar. Bagi pegawai, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memberikan yang terbaik. Dan bagi BSDK sebagai sebuah institusi, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada apa yang dikerjakan, tetapi juga pada bagaimana orang-orang di dalamnya berjalan bersama.
Pada akhirnya, kemeriahan HUT ke-81 Mahkamah Agung RI di BSDK bukan sekadar rangkaian perlombaan dan pembagian hadiah. Ia menjadi ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas, tertawa bersama, saling memberikan dukungan, dan merasakan bahwa setiap orang mempunyai tempat dalam keluarga besar organisasi. Kemenangan boleh dirayakan, hadiah boleh dibawa pulang, tetapi persaudaraan adalah hadiah yang seharusnya tinggal lebih lama. Dari lapangan pertandingan hingga ruang kerja, semangat yang dibangun harus kembali menjadi energi untuk melaksanakan tugas negara dengan lebih baik. Sebab lembaga peradilan yang kuat tidak hanya membutuhkan aturan yang kuat, tetapi juga manusia yang bekerja dengan hati, saling menghormati, menjaga integritas, dan memiliki kesadaran bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan pada akhirnya bermuara pada satu tujuan yang lebih besar: memberikan pelayanan terbaik dan menghadirkan keadilan bagi masyarakat.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


