Megamendung, Bogor — Setelah seluruh peserta menyelesaikan lomba lari 10 kilometer dan mencapai garis finis di Kantor BSDK MA, rangkaian kegiatan BSDK MA Run 2026 tidak serta-merta berakhir. Tepat sekitar pukul 08.15 WIB, suasana di sekitar Auditorium BSDK MA justru semakin semarak dengan dilanjutkannya acara hiburan dan bazar yang telah dipersiapkan panitia. Para peserta yang sebelumnya berjibaku menaklukkan rute dengan medan naik turun, udara dingin khas Megamendung, serta lintasan yang tidak memberikan ruang bagi mereka untuk sekadar berlari santai, kini dapat menikmati suasana yang lebih rileks dan penuh keakraban. Hiburan menjadi ruang untuk melepas kelelahan sekaligus mempertemukan kembali seluruh peserta dalam suasana kekeluargaan. Di sela-sela hiburan, panitia juga membagikan sejumlah doorprize kepada peserta yang beruntung. Sorak kegembiraan pun beberapa kali terdengar ketika nama peserta dipanggil sebagai penerima hadiah. Suasana tersebut membuat kegiatan semakin hangat, tidak hanya sebagai sebuah perlombaan, tetapi sebagai perayaan kebersamaan keluarga besar Mahkamah Agung dan empat lingkungan peradilan.
Setelah rangkaian hiburan selesai, acara kemudian memasuki agenda yang ditunggu-tunggu, yakni penerimaan hadiah bagi para pemenang BSDK MA Run 2026 kategori putra dan putri. Suasana yang sebelumnya penuh canda dan hiburan seketika berubah menjadi lebih khidmat. Para pemenang dipanggil satu per satu untuk maju ke hadapan para pejabat dan peserta yang hadir. Tepuk tangan diberikan sebagai bentuk penghormatan atas capaian mereka setelah berhasil menyelesaikan lintasan 10 kilometer yang tidak ringan. Pada kategori putra, juara pertama diraih Malik Caesar Wardhana dengan catatan waktu 50:34:00, dan berhak menerima uang pembinaan sebesar Rp5.000.000,00. Juara kedua diraih Taufan Firmansyah dengan catatan waktu 58:13:00, memperoleh uang pembinaan sebesar Rp3.000.000,00, sedangkan juara ketiga diraih Erdin Tahir dengan catatan waktu 59:19:00, memperoleh uang pembinaan sebesar Rp1.500.000,00. Seluruh hadiah utama bagi pemenang kategori putra diserahkan secara langsung oleh Kepala Badan Strajak Diklat Kumdil Mahkamah Agung RI, YM. Dr. H. Syamsul Arief, S.H., M.H.
Untuk kategori putri, persaingan tidak kalah menarik. Juara pertama diraih Ciciliya Ticoalu dari Ditjen Badilmiltun dengan catatan waktu 1:08:09, dan memperoleh uang pembinaan sebesar Rp5.000.000,00. Juara kedua diraih Dyah Ardana Riswari dari Dilmil II-08 Semarang dengan catatan waktu 1:23:19, memperoleh uang pembinaan sebesar Rp3.000.000,00. Sementara itu, juara ketiga diraih Letda Chk/K Ni Kadek Ditya Anggraeni dari Dilmiltama dengan catatan waktu 1:23:21, dan memperoleh uang pembinaan sebesar Rp1.500.000,00. Penyerahan penghargaan dilakukan secara langsung oleh Kepala Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI, Dr. H. Subandi, S.H., M.H., bersama Sekretaris Badan Strajak Diklat Kumdil, Dr. Drs. H. Ach. Jufri, S.H., M.H. Ketika para juara menerima penghargaan, tepuk tangan peserta mengiringi setiap nama yang dipanggil. Momen tersebut menjadi bentuk penghargaan yang bukan hanya diberikan atas kecepatan mencapai garis finis, tetapi juga atas ketekunan, keberanian, dan kemampuan mereka menaklukkan seluruh tantangan sepanjang lintasan.
Apresiasi tidak berhenti pada hadiah utama. Sebagai bentuk penghargaan lebih lanjut terhadap prestasi para pelari, Kepala Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI memberikan tambahan uang pembinaan sebesar Rp1.000.000,00 kepada masing-masing juara 1, 2, dan 3, baik kategori putra maupun putri. Sementara itu, peserta yang berhasil menempati peringkat 4 sampai dengan peringkat 10, baik putra maupun putri, masing-masing memperoleh uang pembinaan sebesar Rp1.300.000,00. Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa penghargaan dalam BSDK MA Run 2026 tidak semata-mata berorientasi pada tiga posisi teratas. Setiap perjuangan memiliki nilai dan setiap peserta yang mampu memberikan capaian terbaik patut mendapatkan apresiasi. Pemberian penghargaan tersebut juga memperlihatkan adanya perhatian kelembagaan terhadap semangat kompetisi yang sehat sekaligus penghormatan terhadap kerja keras para peserta. Dengan demikian, garis finis tidak menjadi batas antara pemenang dan bukan pemenang, melainkan menjadi titik bertemunya seluruh peserta yang telah menyelesaikan tantangan dengan kemampuan terbaiknya.
Sebelum penyerahan uang pembinaan tersebut, Kepala Badan Strajak Diklat Kumdil MA, YM. Dr. H. Syamsul Arief, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia yang telah mendukung terlaksananya BSDK MA Run 2026. Disampaikan bahwa kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh semangat. Kondisi medan yang naik turun serta udara dingin kawasan Megamendung ternyata tidak menyurutkan semangat para peserta. Bahkan, seluruh peserta berhasil menyelesaikan lintasan dan mencapai garis finis sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Kabadan juga menyampaikan apresiasi kepada panitia BSDK yang sejak awal telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan peserta, termasuk menyediakan tempat tinggal atau mes bagi peserta sebelum pelaksanaan kegiatan secara gratis. Fasilitas tersebut merupakan bentuk kepedulian panitia agar peserta dapat mempersiapkan diri dengan baik tanpa dibebani persoalan akomodasi. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan semacam ini harus terus dijaga kualitasnya, dan BSDK MA Run diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai bagian dari rangkaian kegiatan kebersamaan keluarga besar Mahkamah Agung.
Pesan tersebut mendapat makna tersendiri jika dikaitkan dengan semboyan “Pelari CADAS — Cerdas dan Berintegritas.” Para pelari bukan hanya dituntut untuk mencapai garis finis, tetapi juga menunjukkan sportivitas, disiplin, ketekunan, dan kemampuan mengendalikan diri. Nilai-nilai tersebut pada dasarnya merupakan karakter yang juga dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas aparatur peradilan. Seorang hakim dan aparatur peradilan menghadapi medan tugas yang tidak selalu mudah. Ada perkara yang kompleks, tekanan pekerjaan, perubahan regulasi, perkembangan teknologi, serta tuntutan masyarakat yang semakin tinggi. Seperti lintasan lari yang tidak selalu datar, perjalanan pengabdian pun memiliki tanjakan dan turunan yang harus dihadapi dengan keteguhan. Karena itu, cerdas tanpa integritas tidak cukup, sementara integritas tanpa kompetensi juga tidak memadai. Keduanya harus berjalan bersama sebagai fondasi pengabdian.
Rangkaian penerimaan penghargaan kemudian ditutup dalam suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan. Para juara berfoto bersama, peserta saling memberikan ucapan selamat, sementara suasana di sekitar Auditorium BSDK MA tetap dipenuhi percakapan dan keakraban. Dari sebuah perlombaan sederhana sepanjang 10 kilometer, lahir pesan yang jauh lebih besar: bahwa kebersamaan dapat dibangun melalui pengalaman yang sama, tantangan dapat dilalui dengan semangat yang sama, dan prestasi patut dihargai sebagai bagian dari budaya kerja yang sehat. BSDK MA Run 2026 akhirnya bukan hanya meninggalkan catatan waktu pada setiap pelari, tetapi juga meninggalkan semangat untuk terus bergerak. Bergerak untuk menjadi lebih sehat, lebih cerdas, lebih berintegritas, dan lebih solid dalam melaksanakan tugas negara. Jika kegiatan ini benar-benar dilaksanakan secara rutin setiap tahun, maka yang diharapkan bukan sekadar lahirnya pelari-pelari baru, tetapi tumbuhnya budaya kebersamaan dan semangat pengabdian yang semakin kuat di lingkungan Mahkamah Agung dan empat lingkungan peradilan. Sebab pada akhirnya, seperti halnya dalam sebuah perlombaan, yang terpenting bukan hanya siapa yang paling cepat sampai, melainkan siapa yang tetap berlari ketika jalan mulai menanjak dan tetap menjaga integritas hingga mencapai garis akhir.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


