Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Samara dan Siluman Matu

5 September 2026 • 14:08 WIB

Menelaah Subjek Kalimat dalam Bahasa Hukum

4 September 2026 • 17:53 WIB

Memperkuat Integritas dan Pengetahuan Hukum: PN Dataran Hunipopu Gelar Sosialisasi SEMA, PERMA, Hingga SK KMA Bersama Aparat Penegak Hukum

4 September 2026 • 14:46 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Court Security System : Pelajaran dari lantai 27 Victoria Police Centre

Court Security System : Pelajaran dari lantai 27 Victoria Police Centre

Syamsul AriefSyamsul Arief19 November 2025 • 21:59 WIB7 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

SUARABSDK. ~ Melbourne, Rabu pagi, 19 November 2025. Cuaca cerah, suhu 15 derajat. Sejuk yang membuat logika bisa bekerja tanpa dipaksa. Martin, Manager International Program Federal Court Australia (FCA), menunggu kami di depan gedung FCA yang berdiri anggun di posisi hook simpang jalan raya William Street dan La Trobe Street.

Disampingnya Flagstaff Garden membentang hijau ditingkahi burung camar paruh merah terbang di cabang pohon london plane lalu turun melenggang dijalan tiada takut pada manusia didekatnya.

Kami berjalan 200 meter menuju Victoria Police Center (VPC). Di depan gedung itu, Superintendent Scot Johnson menyambut kami. Setelah saling bersalaman, ia mengajak masuk dan bercerita bahwa gedung megah 40 lantai itu baru dua tahun ditempati. Kantor polisi ini menampung 21.324 polisi, guna seluruh tenaga keamanan negara bagian Victoria. Setelah diberi ID card, kami menuju lantai 27. Di sana, Inspector Peter Mellas dan Senior Sergeant Chris Jefferey sudah menunggu.
Kemudian ketiganya bergantian menjelaskan tugas Kepolisian Victoria dalam pengaman di Pengadilan.

Peran Polisi Victoria di Pengadilan

Polisi Victoria Australia memberi perlindungan pada gedung dan fasilitas publik, kekuasaan negara yang harus dijaga bukan karena kehormatan birokrasi tapi karena keamanan warga.

Mereka bertugas menjaga pengadilan: County Court, Magistrates’ Court, hingga Supreme Court Victoria. Semua berdasarkan Undang-undang, bukan undangan khusus dari ketua pengadilan, bukan pula amplop makan siang dari panitera.

Di Victoria, keamanan pengadilan bukan “pilihan moral”, melainkan kewajiban legal. Polisi bekerja berdasar: Court Security Act 2017, Victoria Police Act 2013, Judicial Proceedings Reports Act, Standard Operating Procedures, Court Security Officers (G4S).

Tugas teknis polisi di pengadilan antara lain: Patroli harian di County Court, Magistrates’ Court, dan Supreme Court. Mengambil alih barang berbahaya hasil screening petugas keamanan pengadilan. Respon langsung terhadap ancaman: agresi, kekerasan, percobaan serangan terhadap hakim, jaksa, atau saksi. Pengawalan tahanan dari fasilitas Corrections Victoria jika dibutuhkan. Koordinasi harian dengan Court Security Officers (CSO). Tentu tidak menerima honorarium, konsumsi atau uang tambahan dari pengadilan.Tidak menunggu undangan resmi dari ketua pengadilan. Singkatnya: Polisi datang karena undang-undang memerintah, bukan karena undangan kepala pengadilan membujuk melalui grup WhatsApp.

Integritas Sebagai Barang Publik

Di sini ironi mulai terasa: Polisi Victoria datang setiap hari ke pengadilan bukan jika diminta. Mereka hadir tanpa mengajukan syarat-syarat tambahan yang di negeri lain sering dikemas sebagai “uang transport”, “uang konsumsi”, atau “uang rokok” – istilah yang terdengar lebih sopan daripada “gratifikasi kecil-kecilan”.

Petugas keamanan pengadilan (Court Security Officers) melakukan screening di pintu masuk. Polisi Victoria mendampingi, menerima barang-barang berbahaya hasil pemeriksaan: pisau, gunting, benda tajam. Dicatat, disimpan, dikembalikan, atau disita sesuai aturan. Tak ada drama. Tak ada negosiasi gelap-gelapan. Tak ada oknum yang berkata, “Bisa kita bicarakan, Pak?”. Keamanan adalah prosedur, bukan transaksi.

Lalu saya bertanya hal yang di beberapa negara dianggap sensitif: “Apakah kalian tidak iri dengan gaji hakim atau jaksa yang jauh lebih tinggi?”

Baca Juga  Judicial Security Reflections – Special Edition

Peter polisi berpuluh tahun pengalaman dalam menghadapi demonstrasi masyarakat itu tersenyum kecil. “Profesi ini saya pilih sejak muda,” ujarnya. “Saya tahu gajinya tidak sebesar profesi hukum lain. Saya bisa saja mengeluh kepada istri saya, tapi tidak kepada publik. Masyarakat tidak perlu tahu kekurangan kami. Tugas kami adalah melindungi mereka. Itu perintah undang-undang. Integritas kami tidak boleh menjadi tebusan untuk simpati.” Ucap Peter tenang dan tidak dibuat-buat seperti janji politisi lima tahunan.

Lalu saya bertanya lagi. Kali ini pertanyaan yang sering relevan di republik seberang garis khatulistiwa: “Apakah pimpinan kalian pernah memerintahkan aksi populis? Direkam, diviralkan, lalu dijadikan alat untuk meminta tambahan anggaran? Atau taktik agar pimpinan polisi kalian mendapat tempat di panggung politik?”

Peter menggeleng. “Kami bukan politisi. Kami bekerja karena undang-undang, bukan pencitraan”, Jawab Peter sambil tersenyum seperti mau mengatakan pertanyaan langka apa ini.

Lalu Chris Jefferey yang lebih tua tapi posisinya adalah anakbuah Peter itu menimpali sopan: “Integritas itu mengalir dalam darah kami, jadi tidak terpikir oleh kami untuk bertransaksi dijalanan menjual rasa keamanan”, ucap Chris tenang meski ditubunya mengenakan perangkat keamanan seberat 5 kg tanpa sedikit pun ekspresi lelah.

“Kami tidak bermain politik. Tugas kami: menjaga ketertiban dan melindungi masyarakat. Titik”, ucap Peter menjawab terang pertanyaan saya.

Dalam logika akademik, pernyataan Peter dan Chris dua Polisi Victoria itu adalah Etika Weberian. Bahwa Polisi Victoria ini bertindak berdasarkan legalitas dan etos jabatan, bukan kepentingan pribadi. Mereka bekerja melindungi warga dan memberikan keamanan sebagai panggilan moral semata bentuk asketisme duniawi.

Dalam logika satire, pernyataan Peter itu terdengar seperti: “Kami miskin, tapi tidak menjual integritas. Maaf kalau itu terdengar asing di beberapa negara.”
Sedangkan Chris yang menambahkan: “Integritas mengalir dalam darah kami.”
Seperti bermakna : Kalau integritas bisa jadi tes darah, Chris pasti lulus tanpa perlu revisi hasil lab.

Indonesia Satire yang Menjadi Kenyataan Saat Keamanan Sidang Dianggap Tambahan, Bukan Tugas Negara

Kontras terasa mencolok bila dibandingkan dengan Indonesia. Polisi Victoria hadir di pengadilan karena tugas. Di Indonesia, polisi hadir kalau diminta, dan kadang disambut seolah tamu istimewa yang perlu diberi makan siang dan kopi, sebuah budaya feodal yang bertahan hidup lebih lama dari kewarasan.

Tidak semua polisi demikian, tentu. Namun sistemnya memang memberi ruang bagi ketidakteraturan. Di banyak pengadilan kecil, security screening hampir tidak ada karena selain screening machine tidak ada nir pula kesiapsiagaan petugas.

Tersangka, saksi, korban, pengunjung, semua masuk dari pintu yang sama, membawa tas yang tidak diperiksa, emosi yang tidak ditapis, dan potensi kekerasan yang tidak pernah diprediksi.

Akibatnya, tragedi berulang:
Seorang hakim ditikam oleh tentara yang tidak terima putusan cerai.
Seorang saksi di Pengadilan Jakarta Pusat tewas ditikam simpatisan lawan. Keluarga korban mengejar terdakwa, jaksa ikut diserang. Seorang jaksa pernah dilempar kayu ketika membaca tuntutan.
Dan ruang sidang, tempat hukum mestinya melindungi semua orang, berubah menjadi arena yang rawan maut.

Baca Juga  “Championing Justice: Meneguhkan Peran Hakim Perempuan dalam Menjaga Martabat Keadilan”

Peristiwa-peristiwa tragis itu hanya menjadi berita sesaat lalu dilupakan begitu saja. Keselamatan dianggap aksesoris, bukan kewajiban negara.

Berbeda dengan Victoria, di Indonesia peran polisi di pengadilan bersifat: tidak permanen, tidak terstandar, sering by request dan kadang perlu diberi konsumsi

Struktur keamanan pengadilan di Indonesia mengandalkan Petugas Keamanan Dalam (PKD) yang bahkan kalah sigap dengan hansip kelurahaan saat riungan. Polisi hanya datang jika diminta dan tidak ada UU khusus yang mengatur pengamanan pengadilan seperti di Victoria Australia.

Akibatnya, hasilnya bisa ditebak:
Keamanan ruang sidang diserahkan pada harapan, bukan sistem. Dan harapan, seperti biasa, tidak pernah lolos audit BPK.

Pengamanan Victoria vs Indonesia : Perbandingan yang tidak memerlukan saksi ahli untuk menyimpulkan

Di Victoria Australia 1 gedung pengadilan besar sama dengam minimal 20–60 Court Security Officers lalu ditambah 5–15 Polisi Victoria standby setiap hari. Tersedia Metal detector, X-ray conveyor, mandatory bag screening. Panic button terhubung langsung ke Victoria Police Centre.

Adapun CCTV dengan 100-200 titik pemantauan. Kemudian Petugas bersenjata siap respon dalam 3 menit jika dibutuhkan.

Sedangkan di Indonesia 1 pengadilan negeri rata-rata memiliki 4–8 Petugas Keamanan Dalam alias satpam internal yang entah seperti apa metode rekruitmen dan nir pendidikan. Tidak ada screening tas, apa kabar metal detector. Tersedia hanya 6–20 unit CCTV, itupun banyak yang mati sensor dan respon polisi bergantung jarak Polsek atau Polres.

Adapun dokumen pengamanan, jikapun ada hanya SOP internal, tidak memiliki undang-undang khusus. Lalu pengawalan tahanan sering diserahkan pada kejaksaan, bukan kepolisian.
Perbedaan ini menghasilkan gap keamanan yang sepadan dengan perbedaan kurs dolar dan kurs kepercayaan publik. Semua terjadi karena negara absen dari ritual keamanan.

Penutup

Dalam rapat Komisi III DPR, 18 November 2025, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengakui banyak Kapolsek, Kasatreskrim dan Kapolres belum bekerja optimal. Sebuah pengakuan jujur, tetapi juga pengingat: pembenahan tidak boleh berhenti pada laporan rapat. Pembenahan harus sampai pada titik di mana polisi memandang pengadilan bukan sekadar bangunan administratif, melainkan jantung peradaban hukum.

Kapolri dan Tim Reformasinya harus mencatat bahwa tanpa keamanan di ruang sidang pengadilan, hukum hanya menjadi teks rapuh. Tanpa perlindungan polisi, martabat peradilan hanya selembar spanduk di dinding.
Dan tanpa integritas aparat, negara hanyalah panggung sandiwara yang menunggu penonton terakhir pergi sebelum tirai roboh.

Victoria menunjukkan bahwa keamanan pengadilan bukan soal gengsi institusi, tapi soal nilai peradaban. Polisi harus hadir karena itu mandat konstitusional, bukan permintaan seremonial.
Indonesia bisa melakukan hal yang sama seperti di Victoria asal keberanian moral mengalahkan kebiasaan lama.

Jika integritas mengalir dalam darah Polisi Victoria, maka semoga suatu hari integritas juga mengalir deras di negeri ini: tidak hanya di darah polisi, tetapi di nadi seluruh sistem peradilan.

Syamsul Arief
Kontributor
Syamsul Arief
Hakim Agung Kamar Pidana

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

australia
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Menelaah Subjek Kalimat dalam Bahasa Hukum

4 September 2026 • 17:53 WIB

Bahasa Indonesia Sebagai Jiwa dari Keadilan  dalam Dokumen Pengadilan

3 September 2026 • 08:40 WIB

Menanam Nilai, Menjaga Masa Depan

1 September 2026 • 13:29 WIB
Leave A Reply


Demo
Top Posts

Menanam Nilai, Menjaga Masa Depan

1 September 2026 • 13:29 WIB

Sayap Patah dan Keadilan Yang Tersisa Bagi Elang

15 August 2026 • 14:32 WIB

Secangkir Cocopresso dari Seorang Yang Mulia

15 August 2026 • 12:22 WIB

Dari Monitoring Hingga Titik Nol: Sebuah Perjalanan Tentang Pengabdian

30 July 2026 • 15:00 WIB
Don't Miss

Samara dan Siluman Matu

By Syamsul Arief5 September 2026 • 14:08 WIB0

Sains dan puisi pada suatu hari yang sunyi, berjanji untuk bertemu di altar yang sama.…

Menelaah Subjek Kalimat dalam Bahasa Hukum

4 September 2026 • 17:53 WIB

Memperkuat Integritas dan Pengetahuan Hukum: PN Dataran Hunipopu Gelar Sosialisasi SEMA, PERMA, Hingga SK KMA Bersama Aparat Penegak Hukum

4 September 2026 • 14:46 WIB

Membuka Sosialisasi Perma Nomor 2 Tahun 2026, Wkma Bidang Yudisial Tekankan Independensi Hakim Harus Berjalan Bersama Akuntabilitas

4 September 2026 • 14:42 WIB
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Samara dan Siluman Matu
  • Menelaah Subjek Kalimat dalam Bahasa Hukum
  • Memperkuat Integritas dan Pengetahuan Hukum: PN Dataran Hunipopu Gelar Sosialisasi SEMA, PERMA, Hingga SK KMA Bersama Aparat Penegak Hukum
  • Membuka Sosialisasi Perma Nomor 2 Tahun 2026, Wkma Bidang Yudisial Tekankan Independensi Hakim Harus Berjalan Bersama Akuntabilitas
  • Plt. Kepala BSDK MA RI Sampaikan Laporan Penyelenggaraan Sosialisasi PERMA Nomor 2 Tahun 2026 di Bali

Recent Comments

  1. Burhan on Dari Prajurit Hukum ke Mahkamah Agung: Letkol Chk Sudiyo Pesan ‘Menulis dan Menulislah’
  2. Vanimut on Ketua PTA Kepri Buka Pendampingan Monev KIP Tahun 2026
  3. Ekasari on BSDK MA Run 2026: 10 Kilometer Pelari CADAS, Berlari Bersama Menjaga Semangat Pengabdian dan Integritas
  4. Abdul Hafid PP PA Sleman on Alumni Bersuara dari PA Sleman : Diklat Panitera Pengganti Harus Update, Merata, dan Berbasis Praktik
  5. kumalasari on Di Mana Negara Menempatkan, Di Sana Pengabdian Dijalankan: Kisah PNS Non-Homebase Menemukan Arti Ketulusan di Tanah yang Jauh dari Rumah
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Ferdian Permadi
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Zidny Taqiyya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.