Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Titah Leviathan

September 11, 2026

Peserta Antusias Bahas Persoalan Praktik, BSDK MA Tutup Dua Pelatihan di Batam

September 11, 2026

Tim Pusdiklat Teknis Peradilan Laksanakan Monev Pelatihan Sertifikasi Hakim Mediator di PN Palembang

September 10, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Saat Janji Rumput Menguap, Keadilan Runtuh diterkam Kepentingan

Saat Janji Rumput Menguap, Keadilan Runtuh diterkam Kepentingan

Mohammad Khairul MuqorobinMohammad Khairul MuqorobinDecember 1, 20256 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Prolog: Pesta Demokrasi dan Auman Janji Manis

Di Kerajaan Alasnusa yang megah, pesta demokrasi baru saja usai. Dengan gemuruh sorak-sorai yang memecah langit, Sang Singa terpilih sebagai Penguasa Tertinggi. Di atas Batu Orationis, tempat segala janji diumbar, aumannya bergema memenuhi sudut-sudut kerajaan. “WARGAAAA ALASNUSA YANG KUCINTAI!” gertaknya, dada membusung penuh wibawa. “Kepada Sang Kambing penegak keadilan, dengarlah suaraku! Kami AKAN MELIPATGANDAKAN pasokan rumput kalian RATUSAN KALI LIPAT! Setiap tetes keringat kejujuran dan integritas kalian, akan kami tukar dengan gunungan rumput hijau yang menjulang hingga menyentuh awan! PERCAYALAH PADAKU!”

Sorak-sorai membahana. Para kambing menari-nari kegirangan, melompat-lompat, dan para bersuit riang. Janji itu begitu manis, namun hingga kini tetap menggantung di udara bagai khayalan indah yang tak ingin mereka lupakan.

Babak 1: Rapat Anggaran, di Mana Janji Dikubur dalam Kompromi

Beberapa bulan berlalu. Di Balai Markas Beruang, ruangannya harum oleh aroma madu dan kekuasaan. Sang Beruang duduk empuk di singgasananya, mencakar-cakar setumpuk dokumen sambil sesekali menyeruput madu murni dari guci bertuliskan “Dana Aspirasi Strategis”. Sang Kambing masuk dengan langkah gontai, membawa proposal anggaran yang telah ia susun semalaman. Matanya berkaca-kaca.

“Yang Terhormat Pimpinan Beruang dan Sang Singa yang Tegas,” mulainya dengan suara bergetar namun berusaha tegas. “Janji pelipatgandaan pasokan rumput sudah waktunya direalisasikan. Musim kemarau datang. Rekan-rekan kami di perbatasan mulai kelaparan. Rekan kami yang berada di lereng bukit hanya bisa memakan kulit kayu. Bagaimana mereka bisa menegakan keadilan jika perut mereka keroncongan dan fokusnya terpecah belah?”

 Sang Singa, yang baru saja selesai menyisir bulu tengkuknya, menghela napas dramatis. “Kambing, Kambing… Kau itu selalu terlalu teknis, bahkan cenderung filosofis. Tapi yaa sesuailah sama profesimu itu,” ujarnya, suara berat penuh bas. “Kamu harus realistis juga.  Janji itu suci, tapi realisasi butuh proses yang elegant. Anggaran harus feasible, measurable, dan… tidak mengganggu existing programs.”

Beruang mengetukkan cakarnya yang besar ke meja. “Setuju (seperti kalimat template yang sering diucapkan dalam ruang rapat)! Kita harus prioritaskan program yang lebih visioner. Seperti proyek “Pengeras Auman Nasional” untuk Sang Singa, agar wibawanya terdengar hingga ke sarang semut. Atau program “Peningkatan Kapasitas Cakar Berpikir” untuk para staf dewan saya. Itu baru investasi jangka panjang!”

“Tapi” bantah Kambing.

Tidak ada tapi!” sela Singa tiba-tiba, matanya menyala. “Bagaimana dengan program “Makan Daging Gratis untuk Anak-Anak Karnivora”? Itu sangat populis dan mendesak daripada melipatgandakan rumput kalian! Atau kau sudah tidak peduli pada generasi penerus?”

Baca Juga  Ketika Kemerdekaan Berhenti di Tiang Bendera

Proposal anggaran rumput Kambing hanya naik satu ton saja tahun depan. Alasan resminya: “Efisiensi Anggaran dan Pemprioritasan Program Strategis Nasional.” Sebagai gantinya, disetujui dana fantastis untuk proyek “Peningkatan Ketajaman Indera Para Serigala sang Pembasmi kejahatan dan para macan tutul sang eksekutor” yang lebih jauh di atas pasokan kambing. Aksi mereka lebih nyata di hadapan para hewan. Baru-baru ini macan tutul berhasil menyelamatkan kerugian kerajaan dan memulihkannya di hadapan Singa sang penguasa. Di sisi lain, serigala yang citranya kian memburuk karena represifitasnya tetap dinaikan pasokan dagingnya untuk tahun depan. Ya karena mereka mudah dikontrol oleh singa sang penguasa dan secara struktur jadi alat penguasa.

Babak 2: Pengadilan dan Timbangan yang Dijungkirbalikkan

Seekor Kelinci tua dengan bulu kusam dan mata sembap menghadap Sang Kambing, yang sedang duduk di Balai Yustisia.

“Yang Mulia,” ratap Kelinci sambil membungkuk. “Lahan warisan keluarga kami, yang penuh wortel terbaik, dirampas paksa oleh Ceetah! Dia bilang, itu sudah menjadi wilayah perburuan kerajaan atas perintah Sang Singa!”

Kambing memeriksa bukti dengan cermat. Ada peta warisan, kesaksian para tupai, bahkan coretan anak kelinci di tanah. Setelah berhari-hari merenung, dengan hati berat ia memutuskan: “Ceetah terbukti melakukannya dan bersalah. Lahan dikembalikan kepada Kelinci. Ceetah harus menjalani hukuman kurungan di Gua Gelap selama 14 hari karena perbuatannya yang sewenang-wenang!”

Keputusan itu mengguncang Alasnusa. Tapi, sebelum Keluci sempat mengangkat wortel sebagai rasa syukur, Sang Singa sudah berdiri gagah di atas Hak Prerogatif.

“Warga Alasnusa” aumnya, disiarkan langsung oleh Burung Gagak dari  NNC Alasnusa. “Keputusan ini… PICIK! Tidak mencerminkan rasa keadilan hewani dan berpotensi mengganggu stabilitas nasional! Maka, dengan berat hati… saya ANULIR! Saya bebaskan Ceetah dari hukuman”

Langsung, kerumunan hewan bersorak, “HIDUP SINGA! PAHLAWAN KITA!”

Media sosial ramai. Tagar #KambingTidakAdil,  dan #SingaPenyelamat menjadi trending. Tak ada yang peduli pada dokumen putusan Kambing yang detail dan penuh makna. Yang mereka lihat adalah Singa yang “berani membela ceetah yang tak bersalah” Kambing pun kembali ke habitatnya yang sederhana. Jatah rumputnya jadi berkurang, jangankan janji lipatganda pasokan direalisasi, yang ada justru dipotong lagi, dengan alasan “kinerja tidak memuaskan”. Ia memandang lesu ke padang rumput yang kian gersang, sambil berpikir bagaimana memberi makan anaknya yang sakit dengan gajinya yang habis untuk “kebutuhan sehari-hari, bayar hutan, sewa kendang dan lain sebagainya”.

Baca Juga  Petani, Pisang dan Monyet

Babak 3: Sekolah Malam dan Kebenaran yang Diterbangkan Angin

Di atas Pohon Kebijaksanaan, di Sekolah Malam Burung Hantu, sang Guru yang tua dan bijak bertanya pada murid-muridnya yang bersinar matanya dalam gelap.

“Anak-anakku”, sang Burung Hantu mengembangkan sayapnya. “Sang Singa dan Sang Beruang sengajaa mendudukkan Kambing di kursi keadilan, lalu mengikatnya dengan tali anggaran. Mereka menyuruhnya berlari cepat, sambil merantai kakinya. Mereka memaksamu melihat keseimbangan diantara mereka, dimana yang ada hanya ketundukan satu dengan lainnya. Inilah yang disebut… ILUSI KEKUASAAN!”

“Lalu apa solusinya, Guru?” tanya salah satu anak Burung Hantu.

Suasana hening sejenak sebelum sang Guru menjawab, suaranya bergetar penuh keyakinan:

“POTONG KUKU SINGA YANG TELAH TERLALU PANJANG MENCENGKRAM PARA MUSUH YANG TIDAK TERMASUK GOLONGANNYA! TUMPULKAN TARING BERUANG YANG TAJAM NAMUN TIDAK MENDENGAR ANSPIRASI PARA HEWAN YANG ADA MENGUNTUNGKAN KRONI-KRONINYA! DAN… ASAH TANDUK KAMBING HINGGA RUNCING DAN BERKILAU, AGAR IA TAK LAGI BISA DIREMEHKAN. ITU LAH KEKUASAAN YANG IDEAL!”

Saat Fajar Menyingsing, dan Rumput Tetap Menguap

Dan demikianlah, roda waktu berputar tanpa peduli. Di padang savana yang semakin gersang, janji-janji yang pernah bergema di Batu Orationis akhirnya benar-benar menguap, tertiup angin panas musim kemarau dan dilupakan dalam hiruk-pikuk proyek mercusuar baru. Sang Singa dan Beruang tetap perkasa. Proyek lain tetap berjalan mulus, suara auman kini menggema hingga ke liang tikus, membungkus semua keluhan dalam balutan wibawa yang tak terbantahkan.  Sang Kambing? Ia masih duduk di kursi keadilannya, tetapi tanduknya mulai terasa gatal. Dalam kesunyian malam, ia memandangi bulan dan mengingat nasihat Burung Hantu. Mungkin suatu saat nanti, ia harus mempertajam tanduknya bukan untuk menyerang, tetapi untuk membela kebenaran yang semakin terpojok. Atau mungkin, ia akan tetap menjadi simbol keadilan yang tak berdaya, diikat oleh tali pasokan makanan dan dibungkam oleh auman kekuasaan. Pada akhirnya janji tetaplah janji yang tak tahu kapan terealisasi.

Mohammad Khairul Muqorobin
Kontributor
Mohammad Khairul Muqorobin
Hakim Pengadilan Negeri Pulang Pisau

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

satire
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Ketika Kemerdekaan Berhenti di Tiang Bendera

August 17, 2026

Bentrokan Dua Tekad :  Harapan Naruto ditengah Tirani Danzo

August 10, 2026

Part II Babak Baru Kisah Dua Serigala : Saga Abadi Para Penjaga hingga Lumbung yang Kian Membusuk

August 2, 2026
Leave A Reply


Demo
Top Posts

Titah Leviathan

September 11, 2026

Di Balik Tradisi ‘Mohon Izin’: Meneguhkan Etika dan Jati Diri Prajurit pada HUT ke-81 TNI AL

September 10, 2026

Resensi Game: Final Fantasy VII

September 7, 2026

Menanam Nilai, Menjaga Masa Depan

September 1, 2026
Don't Miss

Titah Leviathan

By Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan KebangsaanSeptember 11, 20260

Semua marah pada semua. Itu suasana republik hari ini. Kemarahan memang tidak perlu diorkestrasi. Semua…

Peserta Antusias Bahas Persoalan Praktik, BSDK MA Tutup Dua Pelatihan di Batam

September 11, 2026

Tim Pusdiklat Teknis Peradilan Laksanakan Monev Pelatihan Sertifikasi Hakim Mediator di PN Palembang

September 10, 2026

BSDK MA RI Terima Sertifikat Lahan Hibah di Bali

September 10, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Titah Leviathan
  • Peserta Antusias Bahas Persoalan Praktik, BSDK MA Tutup Dua Pelatihan di Batam
  • Tim Pusdiklat Teknis Peradilan Laksanakan Monev Pelatihan Sertifikasi Hakim Mediator di PN Palembang
  • BSDK MA RI Terima Sertifikat Lahan Hibah di Bali
  • Terbukti Bantu Sembunyikan Jasad Chelsea alias Santi dalam Karung, Dua Pemuda di Halmahera Utara Divonis 8 Bulan Penjara

Recent Comments

  1. Burhan on Dari Prajurit Hukum ke Mahkamah Agung: Letkol Chk Sudiyo Pesan ‘Menulis dan Menulislah’
  2. Vanimut on Ketua PTA Kepri Buka Pendampingan Monev KIP Tahun 2026
  3. Ekasari on BSDK MA Run 2026: 10 Kilometer Pelari CADAS, Berlari Bersama Menjaga Semangat Pengabdian dan Integritas
  4. Abdul Hafid PP PA Sleman on Alumni Bersuara dari PA Sleman : Diklat Panitera Pengganti Harus Update, Merata, dan Berbasis Praktik
  5. kumalasari on Di Mana Negara Menempatkan, Di Sana Pengabdian Dijalankan: Kisah PNS Non-Homebase Menemukan Arti Ketulusan di Tanah yang Jauh dari Rumah
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Zidny Taqiyya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.