Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dua Kajian Tajam Warnai Terbitan Terbaru Jurnal Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung

3 August 2026 • 18:41 WIB

Ketika KUHP Nasional Bersinggungan dengan UU Khusus

3 August 2026 • 16:00 WIB

PTA Kepri Gelar Pertemuan Ketujuh Bimtek Pembangunan Pengadilan Berpredikat Informatif Tahun 2026

3 August 2026 • 15:50 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Ketika KUHP Nasional Bersinggungan dengan UU Khusus
Berita

Ketika KUHP Nasional Bersinggungan dengan UU Khusus

Ahmad JunaediAhmad Junaedi3 August 2026 • 16:00 WIB4 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Badan Strajak Diklat Kumdil Mahkamah Agung RI kembali menjadi ruang akademik bagi para hakim untuk menguji pemahaman terhadap perubahan hukum pidana nasional. Senin, 3 Agustus 2026, dalam Pelatihan Teknis Yudisial Implementasi KUHAP dan Pendalaman Pasal Tertentu KUHP bagi hakim lingkungan peradilan umum dan hakim Mahkamah Syar’iyah Aceh yang berjumlah 215 peserta.  Dr. Ahmad Irzal Fardiansyah, S.H., M.H., Dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung, menyampaikan materi mengenai tindak pidana dalam undang-undang khusus yang terdampak KUHP Nasional. Sebagai fasilitator sekaligus penulis, saya menangkap satu pesan penting: perubahan hukum pidana tidak cukup dipahami dengan membaca pasal, tetapi harus ditempatkan dalam konstruksi pembaruan hukum pidana secara utuh.

Menurut pemaparan narasumber, terdapat dua kelompok tindak pidana yang mengalami perubahan. Pertama, tindak pidana yang diambil secara parsial dari undang-undang khusus dan kemudian ditempatkan dalam KUHP Nasional. Kedua, tindak pidana baru, termasuk perbuatan yang sebelumnya belum dipidana atau pernah ditiadakan kemudian kembali dikriminalisasi. Pada kelompok pertama berlaku prinsip lex posterior derogat legi priori, sehingga ketentuan yang lebih baru mengesampingkan ketentuan lama yang sederajat sepanjang mengatur hal yang sama. Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor, misalnya, dialihkan menjadi Pasal 603 dan Pasal 604 KUHP Nasional. Namun, pemindahan tersebut tidak berarti seluruh UU khusus kehilangan daya berlaku; ketentuan yang tidak diatur dalam KUHP tetap berlaku.

Di titik inilah hakim dituntut lebih cermat. Perubahan kodifikasi tidak boleh dimaknai sebagai penghapusan otomatis seluruh ketentuan pidana di luar KUHP. Sebaliknya, hakim harus mampu memilah norma yang telah diintegrasikan dengan norma khusus yang masih berdiri sendiri. Pemahaman tersebut menjadi semakin penting karena KUHP Nasional juga membawa kebijakan kriminalisasi terhadap sejumlah perbuatan. Kriminalisasi, sebagaimana ditegaskan dalam materi, tidak boleh menjadikan hukum pidana sebagai tempat menampung seluruh persoalan sosial, administrasi maupun bisnis. Hukum pidana harus digunakan secara terukur dengan memperhatikan cost and benefit analysis, dukungan publik, risiko overcriminalisation, serta bahaya pembatasan kebebasan warga negara.

Baca Juga  Direktur National Judicial Academy India Sambut Delegasi Hakim Indonesia: “Kita Bukan Hanya Mengajar, Kita Belajar Bersama”

Prinsip tersebut membawa hakim pada persoalan yang lebih mendasar: kapan suatu perbuatan layak dipidana? Asas legalitas tetap menjadi fondasi utama. Tidak ada perbuatan yang dapat dipidana tanpa dasar undang-undang yang telah ada sebelumnya. Karena itu, kebijakan kriminalisasi harus memenuhi tuntutan lex certa, tidak menggunakan analogi secara serampangan, tidak berlaku surut, serta menjamin kepastian mengenai jenis pidana dan tata cara penuntutan. Di samping itu, asas subsidiaritas menempatkan hukum pidana sebagai ultimum remedium, bukan primum remedium. Pendekatan ini penting agar kewenangan pemidanaan tidak berkembang menjadi instrumen yang berlebihan dalam menyelesaikan setiap persoalan masyarakat.

Beberapa contoh yang disampaikan memperlihatkan bagaimana KUHP Nasional berusaha merespons persoalan sosial yang kompleks. Tindak pidana hidup bersama atau cohabitation dalam Pasal 412, misalnya, dibatasi sebagai delik aduan absolut. Demikian pula penghinaan terhadap Presiden dan Wakil Presiden dalam Pasal 218 dan Pasal 219 tetap memberikan ruang bagi kritik yang dilakukan untuk kepentingan umum atau pembelaan diri. Pengaturan pawai dan unjuk rasa dalam Pasal 256 juga memperlihatkan bahwa persoalannya bukan sekadar ada atau tidak adanya pemberitahuan, tetapi juga akibat berupa terganggunya kepentingan umum, keonaran, atau huru-hara. Artinya, hakim harus membaca norma secara utuh, tidak berhenti pada bunyi tekstual semata.

Menarik pula ketika pembahasan memasuki hukum yang hidup dalam masyarakat (living law), tindak pidana santet, dan tindak pidana agama. Pengakuan terhadap living law dibatasi oleh syarat bahwa hukum tersebut masih hidup, sesuai perkembangan masyarakat, sesuai prinsip NKRI, dan diatur dalam undang-undang. Sementara itu, kriminalisasi santet diarahkan bukan untuk membuktikan kekuatan gaib, melainkan mencegah penipuan atau ancaman dengan kedok kekuatan gaib sekaligus menghindari penghakiman massal. Pada titik ini, hukum pidana tampak tidak semata-mata bekerja dalam ruang normatif, tetapi juga berhadapan dengan nilai, keyakinan, ketertiban, dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat.

Baca Juga  Pendididikan Filsafat dan Keadilan seri-3 kembali digelar: “Keadilan Butuh Hakim yang Berpikir”

Bagi saya sebagai hakim sekaligus fasilitator pelatihan, materi tersebut memberikan perspektif bahwa implementasi KUHP Nasional bukan pekerjaan administratif mengganti nomor pasal. Ia merupakan pekerjaan intelektual untuk memastikan agar setiap pemidanaan tetap berada dalam batas legalitas, rasionalitas, kemanfaatan, dan keadilan. Hakim tidak boleh terjebak pada dua kutub: terlalu tekstual hingga mengabaikan tujuan hukum, atau terlalu bebas hingga mengabaikan kepastian hukum. Justru di antara keduanya terdapat tanggung jawab yudisial untuk menafsirkan perubahan hukum secara hati-hati, tajam, dan berkeadilan. Di situlah sesungguhnya kualitas pembaruan hukum pidana diuji: bukan pada banyaknya norma baru, melainkan pada kemampuan hakim menerapkannya secara tepat.

Ahmad Junaedi
Kontributor
Ahmad Junaedi
Hakim Yustisial Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

asas legalitas Kriminalisasi KUHP Nasional Living Law Pelatihan Hakim Peradilan Umum Undang Undang Khusus
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Dua Kajian Tajam Warnai Terbitan Terbaru Jurnal Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung

3 August 2026 • 18:41 WIB

PTA Kepri Gelar Pertemuan Ketujuh Bimtek Pembangunan Pengadilan Berpredikat Informatif Tahun 2026

3 August 2026 • 15:50 WIB

Hakim Dituntut Kuasai Bukti Ilmiah dan Utamakan Prinsip Keadilan Ekologis dalam Menerima, Memeriksa dan Mengadili Perkara Lingkungan Hidup

3 August 2026 • 15:11 WIB
Leave A Reply


Demo
Top Posts

Dari Monitoring Hingga Titik Nol: Sebuah Perjalanan Tentang Pengabdian

30 July 2026 • 15:00 WIB55 Views

Sebelum Karangan Bunga Berikutnya Dikirim

27 July 2026 • 12:12 WIB38 Views

Menepi Sejenak di Tambak Bandeng

11 July 2026 • 09:06 WIB2 Views

Prediksi Juara World Cup 2026 Dari Pusdiklat Menpim

6 July 2026 • 21:16 WIB0 Views
Don't Miss

Dua Kajian Tajam Warnai Terbitan Terbaru Jurnal Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung

By Redpel SuaraBSDK3 August 2026 • 18:41 WIB31 Views0

Jurnal Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung kembali menerbitkan edisi terbaru sebagai bagian dari upaya penyebarluasan…

Ketika KUHP Nasional Bersinggungan dengan UU Khusus

3 August 2026 • 16:00 WIB

PTA Kepri Gelar Pertemuan Ketujuh Bimtek Pembangunan Pengadilan Berpredikat Informatif Tahun 2026

3 August 2026 • 15:50 WIB

Hakim Dituntut Kuasai Bukti Ilmiah dan Utamakan Prinsip Keadilan Ekologis dalam Menerima, Memeriksa dan Mengadili Perkara Lingkungan Hidup

3 August 2026 • 15:11 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Dua Kajian Tajam Warnai Terbitan Terbaru Jurnal Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung
  • Ketika KUHP Nasional Bersinggungan dengan UU Khusus
  • PTA Kepri Gelar Pertemuan Ketujuh Bimtek Pembangunan Pengadilan Berpredikat Informatif Tahun 2026
  • Hakim Dituntut Kuasai Bukti Ilmiah dan Utamakan Prinsip Keadilan Ekologis dalam Menerima, Memeriksa dan Mengadili Perkara Lingkungan Hidup
  • Menteri Lingkungan Hidup: Hakim Lingkungan adalah Penjaga Konstitusi dan Keadilan Ekologis

Recent Comments

  1. Ahmad on Anak yang Tak Ikut Mutasi
  2. Isty on Sebelum Karangan Bunga Berikutnya Dikirim
  3. Abdul Kasim on Sebelum Karangan Bunga Berikutnya Dikirim
  4. Agus A on Sebelum Karangan Bunga Berikutnya Dikirim
  5. Sarmin syukur on Sebelum Karangan Bunga Berikutnya Dikirim
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Dr. Satria Perdana, S.H., M.H.
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.