Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Waspadai Ragam Kejahatan Siber yang Kian Canggih

October 29, 2026

Perkuat Benteng Integritas, Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan Teguhkan Komitmen Tertib Administrasi Perkara melalui Pembinaan Kadilmiltama

October 29, 2026

Menghadirkan Keadilan Spiritual di Tengah Kekeringan: Sinergi Polres OKU, MUI dan PA Baturaja Turunkan Hujan Berkah

October 29, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Pembubaran Partai Politik: Harmonisasi Putusan Pidana dan Wewenang MK.

Pembubaran Partai Politik: Harmonisasi Putusan Pidana dan Wewenang MK.

Wilmar Ibni RusydanBy Wilmar Ibni RusydanJuly 29, 2026 · 10:53 WIB6 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Kasus korupsi yang melibatkan elite partai politik seolah menjadi hal yang lazim dan terus berulang dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Masyarakat tentu masih ingat kasus yang menyeret nama tokoh sekaligus ketua umum partai politik diproses dan berakhir dipidana penjara karena perkara korupsi. Kejadian demi kejadian seolah tidak mengubah pola bahwa yang duduk di kursi terdakwa adalah pengurusnya, sedangkan partai politik sebagai organisasi tetap berdiri dan menjalankan aktivitas politiknya.

Hal tersebut memunculkan pertanyaan. Mengapa pertanggungjawaban pidana selalu berhenti pada individu? Apakah partai politik sebagai organisasi tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana?

Perkembangan hukum pidana Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Nasional) membuka ruang diskusi baru. Pasal 45 KUHP secara tegas menyatakan bahwa korporasi merupakan subjek tindak pidana. Selanjutnya, Pasal 46 sampai dengan Pasal 48 mengatur syarat kapan suatu tindak pidana dapat dipertanggungjawabkan kepada korporasi. Bahkan, KUHP tidak hanya mengakui korporasi sebagai pelaku tindak pidana, tetapi juga mengatur jenis pidana yang dapat dijatuhkan kepada korporasi. Pasal 120 ayat (1) huruf l secara eksplisit memasukkan pembubaran korporasi sebagai salah satu pidana tambahan yang dapat dijatuhkan kepada korporasi[1].

Lalu, bagaimana status partai politik?

Secara yuridis, partai politik merupakan badan hukum. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 menentukan bahwa partai politik memperoleh status badan hukum setelah disahkan oleh Menteri. Dengan status tersebut, partai politik memiliki kepengurusan, kekayaan yang terpisah, hak dan kewajiban sendiri, serta dapat melakukan tindakan hukum atas nama organisasi. Karakteristik tersebut memperlihatkan bahwa partai politik memiliki ciri-ciri yang lazim dimiliki oleh korporasi[2].

Armansyah berpendapat, bahwa partai politik bisa dipersamakan dengan korporasi dalam konteks tindak pidana korporasi jika menggunakan penafsiran dalam Undang-Undang Tipikor. Demikian pula menurut Donal Fariz, partai politik yang terbukti terlibat dalam tindakan koruptif, dapat dijerat oleh Aparat Penegak Hukum dan dikualifikasikan sebagai korporasi karena dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, korporasi adalah kumpulan orang atau kekayaan yang terorganisasi baik badan hukum maupun bukan badan hukum[3].

Apabila ketentuan Pasal 45 KUHP baru kemudian ditafsirkan mencakup partai politik sebagai badan hukum, maka secara teoritis muncul kemungkinan partai politik dimintai pertanggungjawaban pidana sebagai korporasi. Jika korporasi dapat dijatuhi pidana tambahan berupa pembubaran, apakah ketentuan tersebut juga dapat diterapkan terhadap partai politik?

Baca Juga  Mengintip Sisi “Matrealistik” Negara Dalam Tindak Pidana Korporasi

Jawabannya ternyata tidak sederhana.

Dalam perspektif hukum tata negara, pembubaran partai politik bukan merupakan kewenangan pengadilan pidana. Pasal 24C ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 memberikan kewenangan kepada Mahkamah Konstitusi untuk memutus pembubaran partai politik. Ketentuan tersebut kemudian dijabarkan dalam Undang-Undang Partai Politik yang menyatakan bahwa salah satu sebab berakhirnya partai politik adalah karena dibubarkan oleh Mahkamah Konstitusi. Artinya, pembubaran partai politik merupakan tindakan konstitusional yang tidak dapat dipersamakan dengan pembubaran badan hukum pada umumnya.

Mahkamah Konstitusi melalui PMK nomor 12 tahun 2008 tentang Prosedur Beracara Dalam Pembubaran Partai Politik, menyebutkan bahwa alasan sebuah partai politik dapat dibubarkan apabila mempunyai ideologi, asas, dan program partai politik bertentangan dengan UU 1945 dan/atau kegiatan partai politik atau akibat yang ditimbulkannya bertentangan dengan UUD 1945. Selanjutnya, pihak yang mempunyai legal standing sebagai Pemohon pembubaran partai politik adalah Pemerintah yang dapat diwakili oleh Jaksa Agung dan/atau menteri yang ditugasi oleh Presiden untuk itu, sementara Termohon adalah partai politik yang dapat diwakili oleh pimpinan partai politik yang dimohonkan untuk bubar[4].

KUHP Nasional tidak memberikan pengecualian secara tegas terhadap partai politik sebagai badan hukum korporasi. Di sisi lain, Undang-Undang Partai Politik juga tidak mengatur bahwa partai politik tidak dapat diposisikan sebagai subjek hukum tindak pidana. Di sinilah tampak adanya dua rezim hukum yang belum sepenuhnya terintegrasi. Hukum pidana membuka kemungkinan pertanggungjawaban pidana terhadap partai politik selaku korporasi, bahkan hingga pidana tambahan berupa pembubaran. Sebaliknya, hukum tata negara menempatkan pembubaran partai politik sebagai kewenangan absolut Mahkamah Konstitusi. Ketika objeknya adalah partai politik, kedua rezim tersebut berpotensi bersinggungan.

Dalam pembubaran partai politik di Indonesia selama ini, memang tidak ditemukan partai politik yang dibubarkan karena terbukti telah melakukan pidana. Adapun pembubaran partai politik lebih disebabkan karena adanya perbedaan pandangan ideologis dan politik dengan pemerintah saat itu, seperti yang terjadi pada Partai Masyumi dan Partai Sosialis Indonesia (PSI) pada tahun 1960, atau pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1966 karena di tahun sebelumnya partai tersebut dianggap terlibat dalam gerakan yang membahayakan kedaulatan negara[2].

Namun dengan adanya KUHP baru yang membawa semangat mengakhiri impunitas korporasi dan lebih jauh mendorong seluruh korporasi untuk menerapkan good corporate governance, maka bukan tidak mungkin menghadapkan partai politik ke pertanggungjawaban pidana jika terbukti bahwa partai politik ternyata diuntungkan secara melawan hukum, partai politik membiarkan terjadinya tindak pidana, dan/atau partai politik tidak melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku untuk mencegah terjadinya tindak pidana.

Baca Juga  Urgensi Asas Legalitas bagi Aparat Penegak Hukum dalam KUHP Nasional

Selanjutnya, untuk membuat agar tidak terjadi persoalan konstitusional terkait dengan wewenang Mahkamah Konstitusi, maka sepatutnya putusan pidana tidak serta merta membuat partai politik bubar, model yang lebih tepat adalah membangun hubungan atau harmonisasi antar rezim hukum. Pengadilan pidana berwenang menentukan kesalahan hukum sebagai korporasi. Setelah putusan berkekuatan hukum tetap, Pemerintah dapat menilai apakah tindak pidana tersebut dilakukan secara sistematis, menjadi kebijakan organisasi, memanfaatkan fungsi politik partai, atau mengancam prinsip demokrasi. Apabila memenuhi ambang tersebut, putusan pidana dapat dijadikan dasar faktual dan alat bukti untuk mengajukan pembubaran kepada Mahkamah Konstitusi.

Penutup

Kewenangan yang dimiliki oleh hakim pidana dan kewenangan Mahkamah Konstitusi berbeda. Hakim pidana bertugas menilai ada atau tidaknya tindak pidana serta menjatuhkan pidana kepada pelakunya. Sebaliknya, Mahkamah Konstitusi menjalankan fungsi menjaga konstitusi dan demokrasi, termasuk menilai apakah suatu partai politik masih layak dipertahankan keberadaannya dalam sistem ketatanegaraan.

Karena itu, yang dibutuhkan adalah pembangunan mekanisme atau harmonisasi yang menghubungkan keduanya. Putusan pidana yang telah berkekuatan hukum tetap dapat menjadi dasar hukum bagi Pemerintah khususnya Jaksa Agung untuk mengajukan permohonan pembubaran partai politik kepada Mahkamah Konstitusi. Dengan model demikian, hukum pidana tetap menjalankan fungsi penegakan hukum, sementara keputusan mengenai pembubaran partai politik tetap berada di tangan Mahkamah Konstitusi sebagai amanat konstitusi.

Referensi:

[1]      Presiden Republik Indonesia, Undang-Undang nomor 1 tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. 2023. [Online]. Available: https://peraturan.bpk.go.id/details/234935/uu-no-1-tahun-2023

[2]      M. Safa’at Ali, Pembubaran Partai Politik, Pengaturan dan Praktik Pembubaran Partai Politik Dalam Pergulatan Republik. Rajawali Pers, 2011.

[3]      F. N. H. Yasin, “Mungkinkah Partai Politik Diperlakukan Sebagai Korporasi dalam Kasus Tipikor?,” hukumonline.com. [Online]. Available: https://www.hukumonline.com/berita/a/mungkinkah-partai-politik-diperlakukan-sebagai-korporasi-dalam-kasus-tipikor-lt5ba0c9cc5e3cf/

[4]      Mahkamah Konstitusi, Peraturan Mahkamah Konstitusi nomor 12 tahun 2008 tentang Prosedur Beracara Dalam Pembubaran Partai Politik. 2008. [Online]. Available: https://www.mkri.id/public/content/pmk/PMK_PMK_12.pdf

Wilmar Ibni Rusydan
Kontributor
Wilmar Ibni Rusydan
Hakim Pengadilan Negeri Kotabaru

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

KUHP Nasional Mahkamah Konstitusi Partai Politik Pembubaran Parpol tindak pidana korporasi
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Inspiring Juvenile Law Reform in Wakatobi through the Values of Prophet Ishmael

October 28, 2026

AI dalam Tugas Yudisial: Membantu, Bukan Menggantikan Hakim

October 27, 2026

Transformasi Asas Keterbukaan Pengadilan dan Digitalisasi Peradilan: Perspektif Konstitusionalisme Hak Atas Informasi

October 27, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026
Don't Miss

Waspadai Ragam Kejahatan Siber yang Kian Canggih

By Mohammad Khairul MuqorobinOctober 29, 20260

Jakarta – Pada hari keempat Pelatihan Kecerdasan Artifisial yang diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan dan…

Perkuat Benteng Integritas, Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan Teguhkan Komitmen Tertib Administrasi Perkara melalui Pembinaan Kadilmiltama

October 29, 2026

Menghadirkan Keadilan Spiritual di Tengah Kekeringan: Sinergi Polres OKU, MUI dan PA Baturaja Turunkan Hujan Berkah

October 29, 2026

Pelatihan Ditutup, Pertimbangan Berbasis HAM Menjadi Bekal Hakim Mengadili Perkara Pengadaan Tanah

October 29, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Waspadai Ragam Kejahatan Siber yang Kian Canggih
  • Perkuat Benteng Integritas, Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan Teguhkan Komitmen Tertib Administrasi Perkara melalui Pembinaan Kadilmiltama
  • Menghadirkan Keadilan Spiritual di Tengah Kekeringan: Sinergi Polres OKU, MUI dan PA Baturaja Turunkan Hujan Berkah
  • Pelatihan Ditutup, Pertimbangan Berbasis HAM Menjadi Bekal Hakim Mengadili Perkara Pengadaan Tanah
  • Sinergi, KPA, Forkopimda, Bupati OKU Sambut Kajati Sumsel

Recent Comments

  1. Auzir on KUHAP Baru: Menanggalkan Jubah Interogator, Transformasi Menuju Sistem Adversarial
  2. Budi Santoso on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  3. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  4. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
  5. Abdul Mustopa on Membedah Rahasia Keberhasilan Wakai dan Chotei untuk Mediasi Indonesia
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reynold Mauliate Panggabean
  • Avatar photo Reza Kresna Adipraya
  • Avatar photo Peltu Ricko Rikardo, S.H
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.