Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Evolusi Hukum Keluarga Indonesia: Refleksi Atas Putusan Mahkamah Konstitusi

September 16, 2026

Menelusuri Jejak Uang: Dari Data Intelijen Keuangan hingga Pembuktian di Persidangan

September 16, 2026

Memutus Aliran Dana Kejahatan: 25 Hakim Perdalam Penanganan Perkara TPPU di Depok

September 16, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Mewujudkan Peradilan yang Aman, Setara, dan Bermartabat

Mewujudkan Peradilan yang Aman, Setara, dan Bermartabat

SuaraBSDKSuaraBSDKOctober 19, 20258 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Tidak semua tawa di tempat kerja berarti menyenangkan. Ada kalanya, gurauan yang terdengar lucu bagi sebagian orang, justru bisa menjadi sumber ketidaknyamanan bagi yang lain. Sayangnya, ketika seseorang berani menegur, sering kali malah dianggap terlalu sensitif, nggak asyik atau tidak bisa diajak santai. Lebih parahnya lagi, tempat kerja berusaha menutupi dan melarang korban melapor dan tidak membesar-besarkan apa yang dialami korban.

Bercanda Kok Bikin Nggak Nyaman?  Saat Gurauan di Tempat Kerja Jadi Bentuk Pelecehan

Pernahkah nggak sih kita merasa nggak nyaman dengan candaan atau sentuhan yang justru dianggap “biasa-biasa saja” di tempat kerja?  Nah sobat BSDK, terkadang hal-hal kecil yang dianggap sepele itu ternyata bisa menjadi bentuk pelecehan seksual lho. Pelecehan seksual di lingkungan kerja bukan hanya soal tindakan fisik, tetapi juga bisa muncul dalam bentuk kata-kata, isyarat, pesan, atau sikap yang berkonotasi seksual dan membuat seseorang merasa direndahkan atau terancam. Misalnya, komentar tentang tubuh rekan kerja, gurauan bernada menggoda, atau bahkan tekanan halus dari atasan yang memanfaatkan posisi kekuasaan. Nah yang  menyedihkan adalah korban kerap merasa bersalah atau takut melapor karena khawatir akan dianggap “berlebihan” atau “tidak bisa diajak bercanda”. Bahkan, ketika berani melawan, sering kali justru dianggap lebay, sensitif, atau terlalu serius menghadapi hal yang dianggap “cuma gurauan”. Padahal, batas kenyamanan setiap orang itu kan berbeda-beda, dan tidak ada yang berhak menyepelekan perasaan orang lain. Dalam lingkungan kerja yang sehat di mana batas pribadi dihormati, dan setiap orang berani bersuara ketika ada yang melanggar. Pencegahan pelecehan seksual dimulai dari kesadaran. Menjaga perilaku bukan hanya soal etika, tapi merupakan bentuk penghormatan terhadap martabat sesama. Maka menjadi renungan kita bersama Apakah kita sudah benar-benar menciptakan ruang kerja yang aman, nyaman, dan bebas dari pelecehan?

Towards a harassment-free Judiciary

Terkait dengan hal tersebut, pada pagi hari ini diselenggarakan Webinar Nasional yang berlangsung secara online diikuti oleh seluruh jajaran peradilan di Indonesia, dengan mengusung tema “Towards a Harassment-Free Judiciary” atau “Menuju Peradilan yang Bebas dari Pelecehan”. Kegiatan ini merupakan gagasan Badan Perhimpunan Hakim Perempuan Indonesia (BPHPI) bekerja sama dengan Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI), sebagai wujud komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan peradilan yang aman, berintegritas, dan berkeadilan gender.

Webinar dibuka oleh Ketua IKAHI, Dr. Yasardin, S.H., M.Hum., yang juga Ketua Muda Kamar Agama Mahkamah Agung RI. Dalam sambutan singkatnya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah penting menuju peradilan yang aman, bermartabat, dan bebas dari pelecehan. Dr. Yasardin menegaskan pentingnya keteladanan, integritas, dan kesetaraan di lingkungan peradilan serta mengajak seluruh aparatur untuk tidak menoleransi perilaku diskriminatif. Selanjutnya Beliau menutup dengan harapan agar seminar ini menjadi ruang refleksi dan komitmen bersama menuju peradilan yang bebas dari kekerasan dan pelecehan.

Menyingkap Realitas Pelecehan Seksual di Dunia Kerja

Webinar yang dipandu oleh Moderator Camila Bani Alawiya, SH. Hakim PN Metro, dengan narasumber pertama – Imelda Riris dari Never Okay Project (NOP) adalah seorang peneliti yang menaruh perhatian besar pada isu-isu perempuan dan gender, khususnya kasus pelecehan seksual di tempat kerja. Dalam berbagai temuannya, Imelda menegaskan bahwa pelecehan seksual tidak hanya menimpa perempuan, tetapi juga lelaki. Meski demikian, perempuan tetap menjadi kelompok yang paling rentan. Bentuk pelecehan pun beragam — mulai dari fisik, verbal, tertulis, visual, isyarat, hingga online. Tak jarang, tindakan ini terjadi berulang bahkan dilakukan secara berkelompok, menciptakan tekanan hebat yang membuat korban tak berdaya untuk melapor. Melalui penelitiannya, Imelda menawarkan sejumlah indikator untuk menilai keberpihakan tempat kerja terhadap korban pelecehan seksual, seperti aspek gender, posisi dan status kerja, senioritas, disabilitas, ras, agama, karakteristik industri, lingkungan kerja, representasi perempuan, keberadaan peraturan internal, serta peran serikat pekerja. Pesannya jelas: tempat kerja yang aman bukan hanya bebas dari pelecehan, tetapi juga aktif berpihak dan melindungi korban dari ketidakadilan struktural. Jangan menormalisasi pelecehan seksual. Dalam kesimpulannya Imelda Riris menegaskan bahwa pelecehan seksual di tempat kerja merupakan masalah serius yang sering berakar pada relasi kuasa yang timpang. Bentuknya beragam Dari fisik hingga online,  dan kerap terjadi berulang karena budaya diam dan ketimpangan struktural. Ia menyoroti pentingnya keberpihakan institusi terhadap korban, melalui kebijakan yang jelas, mekanisme pelaporan yang aman, serta budaya kerja yang menghormati kesetaraan. Diakhir sesi Imelda menegaskan “Pelecehan seksual bukan sekadar tindakan individu, tapi cerminan budaya organisasi. Kita semua bertanggung jawab menciptakan ruang kerja yang aman, setara, dan bebas dari pelecehan.”

Hakim Ashleigh Parker – Menegakkan Keadilan dengan Hati dan Integritas Narasumber kedua adalah Hakim Ashleigh Parker, sosok inspiratif dari Pengadilan Distrik Wake County, Carolina Utara, Amerika Serikat, yang dikenal karena komitmennya terhadap keadilan, kesetaraan, dan pendidikan hukum. Di luar ruang sidang, Hakim Parker aktif membimbing generasi muda calon pengacara melalui program Law Day dan kegiatan mentoring. Filosofi kepemimpinannya terangkum dalam satu kata: “R.E.A.L” — Respectful, Efficient, Active in the community, and Learned in the law.

The Elephant in the Courtroom

Mengawali presentasinya dari Comand Center BSDK MARI, Hakim Ashleigh Parker mengajak audiensi untuk berpikir kritis dengan sebuah pertanyaan sederhana namun tajam: “Menurut Anda, pelecehan seksual seperti apa yang paling sering terjadi di tempat kerja?” Dari berbagai jawaban yang muncul, sebagian besar peserta menyebut “bercandaan dengan muatan seksual yang tidak pada tempatnya”, disusul oleh body shaming dan cat calling. Hakim Parker menegaskan bahwa akar dari sebagian besar kasus pelecehan seksual adalah relasi kuasa — ketika posisi atau jabatan digunakan untuk menekan, merendahkan, atau membungkam pihak lain. Beliau kemudian menyinggung tulisannya tahun 2020 berjudul “Sexism: The Elephant in the Courtroom”, yang membuka mata publik bahwa bahkan di Amerika Serikat termasuk di ruang sidang, pelecehan dan bias gender tetap nyata terjadi. Dengan nada reflektif, beliau kembali bertanya kepada audiensi: “Ketika Anda mendengar kata seksisme, apa yang terlintas dalam pikiran Anda? Dan seperti apa bentuk seksisme di Indonesia?”

Hakim Parker menjelaskan bahwa seksisme adalah prasangka dan diskriminasi berbasis gender, sering kali bersifat halus namun berdampak panjang. Ia menegaskan, alasan kita harus peduli terhadap isu ini sangat jelas — karena dampaknya sungguh besar dan sistemik. Di tempat kerja yang toksik akibat pelecehan dan seksisme, produktivitas menurun, korban sering mengalami kecemasan, stres kronis, kehilangan fokus, bahkan depresi berat yang kadang memerlukan intervensi medis atau terapeutik. Tak hanya itu, pelecehan juga merusak reputasi lembaga, mengikis kepercayaan pada pimpinan, dan menggoyahkan kredibilitas institusi. Lebih jauh, ketika pimpinan memilih diam atau mengabaikan kasus pelecehan, yang terjadi adalah normalisasi diskriminasi. Lingkungan kerja kehilangan keragaman dan inklusivitas, dan para pemimpin yang gagal bertindak pun kehilangan otoritas moral di mata timnya. Akhirnya, lahirlah budaya penularan perilaku beracun — ketika diam menjadi bentuk bertahan, dan perilaku salah justru dianggap biasa.

Dengan gaya bicara yang tenang namun menggugah, Hakim Parker menutup bagiannya dengan pesan yang kuat: “Ketika pelecehan dan seksisme dibiarkan, kita bukan hanya kehilangan rasa hormat namun kehilangan kemanusiaan di tempat kerja.”  Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas dari pelecehan seksual bukan sekadar tanggung jawab individu, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen organisasi. Beliau menekankan 4 langkah penting yang harus menjadi komitmen nyata setiap lembaga:

  1. Menetapkan kebijakan yang tegas untuk menangani dan mencegah pelecehan seksual.
  2. Memberikan edukasi berkelanjutan kepada seluruh karyawan mengenai kebijakan dan etika perilaku di tempat kerja.
  3. Melindungi pelapor dan korban, agar mereka merasa aman untuk berbicara tanpa takut akan pembalasan.
  4. Menangani setiap laporan secara cepat dan transparan, demi menegakkan keadilan dan menjaga kepercayaan publik.

Beliau menyampaika  pesan moral: “Untuk melindungi masyarakat, kita juga harus saling melindungi dari setiap bentuk pelecehan yang melanggar hukum.” Pesan ini menjadi pengingat bahwa keadilan dan keselamatan tidak akan terwujud hanya dengan aturan, tetapi dengan kepedulian dan keberanian untuk bertindak.

Penutup

Mengakhiri sesi webinar, Hakim Agung Dr. Nani Indrawati, S.H., M.Hum. menyampaikan refleksi mendalam bahwa dari berbagai tanggapan peserta, tampak jelas bahwa pengadilan kita pun belum sepenuhnya bebas dari pelecehan seksual. Beliau mengingatkan, hakim adalah pencari dan penemu kebenaran, tidak hanya di ruang sidang, tetapi juga dalam cara kita memperlakukan sesama. Kepada para Ketua Pengadilan, beliau berpesan agar pimpinan hadir dan berperan aktif dalam menjamin lingkungan kerja yang bebas dari pelecehan, serta memberikan dukungan nyata kepada korban. Dan kepada para hakim, beliau mengajak untuk saling menghormati, menjaga batas, dan menumbuhkan kepekaan, agar tercipta lingkungan kerja yang aman, sehat, dan saling menghargai. Dr. Nani menutup dengan harapan sederhana namun kuat: “Kita ingin setiap warga pengadilan berangkat bekerja dengan rasa aman dan pulang dengan rasa bangga.” Beliau menegaskan bahwa BPHPI bersama IKAHI akan terus berkomitmen dalam mewujudkan lingkungan peradilan yang bebas dari pelecehan dan penuh rasa hormat. Mari kita ingat, tempat kerja yang sehat bukan hanya tempat kita mencari nafkah, tetapi ruang di mana setiap orang berhak merasa aman, dihargai, dan dihormati. Menghapus pelecehan seksual dan memperjuangkan kesetaraan gender bukan sekadar isu perempuan, melainkan tanggung jawab kemanusiaan. Setiap langkah kecil  menegur perilaku yang salah, mendengarkan korban, atau berani bersuara adalah bentuk nyata dari keberanian dan empati.  “Ketika kita menghormati satu sama lain, kita bukan hanya menjaga martabat orang lain, tapi juga menjaga kemanusiaan kita sendiri.” Mari bersama mewujudkan lingkungan yang bebas dari pelecehan, berkeadilan, dan berjiwa saling menghargai.

SuaraBSDK
Kontributor
SuaraBSDK

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 2026

Titah Leviathan

September 11, 2026
Leave A Reply


Demo
Top Posts

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,402 Views

Titah Leviathan

September 11, 2026

Di Balik Tradisi ‘Mohon Izin’: Meneguhkan Etika dan Jati Diri Prajurit pada HUT ke-81 TNI AL

September 10, 2026
Don't Miss

Evolusi Hukum Keluarga Indonesia: Refleksi Atas Putusan Mahkamah Konstitusi

By Sri Nurmina Sari, S.HSeptember 16, 20260

PENDAHULUAN Salah satu adagium hukum yang pertama kali diperkenalkan pada telinga penulis saat menjadi mahasiswa…

Menelusuri Jejak Uang: Dari Data Intelijen Keuangan hingga Pembuktian di Persidangan

September 16, 2026

Memutus Aliran Dana Kejahatan: 25 Hakim Perdalam Penanganan Perkara TPPU di Depok

September 16, 2026

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Evolusi Hukum Keluarga Indonesia: Refleksi Atas Putusan Mahkamah Konstitusi
  • Menelusuri Jejak Uang: Dari Data Intelijen Keuangan hingga Pembuktian di Persidangan
  • Memutus Aliran Dana Kejahatan: 25 Hakim Perdalam Penanganan Perkara TPPU di Depok
  • Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe
  • Meredefinisi Peran Ahli Hukum dalam Persidangan Perkara Pidana

Recent Comments

  1. Masjudul Haq on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
  2. Ahmad Satiri on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
  3. Burhan on Dari Prajurit Hukum ke Mahkamah Agung: Letkol Chk Sudiyo Pesan ‘Menulis dan Menulislah’
  4. Vanimut on Ketua PTA Kepri Buka Pendampingan Monev KIP Tahun 2026
  5. Ekasari on BSDK MA Run 2026: 10 Kilometer Pelari CADAS, Berlari Bersama Menjaga Semangat Pengabdian dan Integritas
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Sri Nurmina Sari, S.H
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Zidny Taqiyya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.