Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian

October 31, 2026

Lompatan Mutu Kebijakan Peradilan: BSDK MA RI Evaluasi 30 Naskah Rekomendasi Strategis di Jakarta

October 31, 2026

Di Balik Asap Karhutla: Menelusuri Potensi Pencucian Uang dalam Green Financial Crime

October 31, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Mewujudkan Peradilan yang Aman, Setara, dan Bermartabat

Mewujudkan Peradilan yang Aman, Setara, dan Bermartabat

SuaraBSDKBy SuaraBSDKOctober 19, 2025 · 11:12 WIB8 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Tidak semua tawa di tempat kerja berarti menyenangkan. Ada kalanya, gurauan yang terdengar lucu bagi sebagian orang, justru bisa menjadi sumber ketidaknyamanan bagi yang lain. Sayangnya, ketika seseorang berani menegur, sering kali malah dianggap terlalu sensitif, nggak asyik atau tidak bisa diajak santai. Lebih parahnya lagi, tempat kerja berusaha menutupi dan melarang korban melapor dan tidak membesar-besarkan apa yang dialami korban.

Bercanda Kok Bikin Nggak Nyaman?  Saat Gurauan di Tempat Kerja Jadi Bentuk Pelecehan

Pernahkah nggak sih kita merasa nggak nyaman dengan candaan atau sentuhan yang justru dianggap “biasa-biasa saja” di tempat kerja?  Nah sobat BSDK, terkadang hal-hal kecil yang dianggap sepele itu ternyata bisa menjadi bentuk pelecehan seksual lho. Pelecehan seksual di lingkungan kerja bukan hanya soal tindakan fisik, tetapi juga bisa muncul dalam bentuk kata-kata, isyarat, pesan, atau sikap yang berkonotasi seksual dan membuat seseorang merasa direndahkan atau terancam. Misalnya, komentar tentang tubuh rekan kerja, gurauan bernada menggoda, atau bahkan tekanan halus dari atasan yang memanfaatkan posisi kekuasaan. Nah yang  menyedihkan adalah korban kerap merasa bersalah atau takut melapor karena khawatir akan dianggap “berlebihan” atau “tidak bisa diajak bercanda”. Bahkan, ketika berani melawan, sering kali justru dianggap lebay, sensitif, atau terlalu serius menghadapi hal yang dianggap “cuma gurauan”. Padahal, batas kenyamanan setiap orang itu kan berbeda-beda, dan tidak ada yang berhak menyepelekan perasaan orang lain. Dalam lingkungan kerja yang sehat di mana batas pribadi dihormati, dan setiap orang berani bersuara ketika ada yang melanggar. Pencegahan pelecehan seksual dimulai dari kesadaran. Menjaga perilaku bukan hanya soal etika, tapi merupakan bentuk penghormatan terhadap martabat sesama. Maka menjadi renungan kita bersama Apakah kita sudah benar-benar menciptakan ruang kerja yang aman, nyaman, dan bebas dari pelecehan?

Towards a harassment-free Judiciary

Terkait dengan hal tersebut, pada pagi hari ini diselenggarakan Webinar Nasional yang berlangsung secara online diikuti oleh seluruh jajaran peradilan di Indonesia, dengan mengusung tema “Towards a Harassment-Free Judiciary” atau “Menuju Peradilan yang Bebas dari Pelecehan”. Kegiatan ini merupakan gagasan Badan Perhimpunan Hakim Perempuan Indonesia (BPHPI) bekerja sama dengan Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI), sebagai wujud komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan peradilan yang aman, berintegritas, dan berkeadilan gender.

Webinar dibuka oleh Ketua IKAHI, Dr. Yasardin, S.H., M.Hum., yang juga Ketua Muda Kamar Agama Mahkamah Agung RI. Dalam sambutan singkatnya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah penting menuju peradilan yang aman, bermartabat, dan bebas dari pelecehan. Dr. Yasardin menegaskan pentingnya keteladanan, integritas, dan kesetaraan di lingkungan peradilan serta mengajak seluruh aparatur untuk tidak menoleransi perilaku diskriminatif. Selanjutnya Beliau menutup dengan harapan agar seminar ini menjadi ruang refleksi dan komitmen bersama menuju peradilan yang bebas dari kekerasan dan pelecehan.

Menyingkap Realitas Pelecehan Seksual di Dunia Kerja

Webinar yang dipandu oleh Moderator Camila Bani Alawiya, SH. Hakim PN Metro, dengan narasumber pertama – Imelda Riris dari Never Okay Project (NOP) adalah seorang peneliti yang menaruh perhatian besar pada isu-isu perempuan dan gender, khususnya kasus pelecehan seksual di tempat kerja. Dalam berbagai temuannya, Imelda menegaskan bahwa pelecehan seksual tidak hanya menimpa perempuan, tetapi juga lelaki. Meski demikian, perempuan tetap menjadi kelompok yang paling rentan. Bentuk pelecehan pun beragam — mulai dari fisik, verbal, tertulis, visual, isyarat, hingga online. Tak jarang, tindakan ini terjadi berulang bahkan dilakukan secara berkelompok, menciptakan tekanan hebat yang membuat korban tak berdaya untuk melapor. Melalui penelitiannya, Imelda menawarkan sejumlah indikator untuk menilai keberpihakan tempat kerja terhadap korban pelecehan seksual, seperti aspek gender, posisi dan status kerja, senioritas, disabilitas, ras, agama, karakteristik industri, lingkungan kerja, representasi perempuan, keberadaan peraturan internal, serta peran serikat pekerja. Pesannya jelas: tempat kerja yang aman bukan hanya bebas dari pelecehan, tetapi juga aktif berpihak dan melindungi korban dari ketidakadilan struktural. Jangan menormalisasi pelecehan seksual. Dalam kesimpulannya Imelda Riris menegaskan bahwa pelecehan seksual di tempat kerja merupakan masalah serius yang sering berakar pada relasi kuasa yang timpang. Bentuknya beragam Dari fisik hingga online,  dan kerap terjadi berulang karena budaya diam dan ketimpangan struktural. Ia menyoroti pentingnya keberpihakan institusi terhadap korban, melalui kebijakan yang jelas, mekanisme pelaporan yang aman, serta budaya kerja yang menghormati kesetaraan. Diakhir sesi Imelda menegaskan “Pelecehan seksual bukan sekadar tindakan individu, tapi cerminan budaya organisasi. Kita semua bertanggung jawab menciptakan ruang kerja yang aman, setara, dan bebas dari pelecehan.”

Hakim Ashleigh Parker – Menegakkan Keadilan dengan Hati dan Integritas Narasumber kedua adalah Hakim Ashleigh Parker, sosok inspiratif dari Pengadilan Distrik Wake County, Carolina Utara, Amerika Serikat, yang dikenal karena komitmennya terhadap keadilan, kesetaraan, dan pendidikan hukum. Di luar ruang sidang, Hakim Parker aktif membimbing generasi muda calon pengacara melalui program Law Day dan kegiatan mentoring. Filosofi kepemimpinannya terangkum dalam satu kata: “R.E.A.L” — Respectful, Efficient, Active in the community, and Learned in the law.

The Elephant in the Courtroom

Mengawali presentasinya dari Comand Center BSDK MARI, Hakim Ashleigh Parker mengajak audiensi untuk berpikir kritis dengan sebuah pertanyaan sederhana namun tajam: “Menurut Anda, pelecehan seksual seperti apa yang paling sering terjadi di tempat kerja?” Dari berbagai jawaban yang muncul, sebagian besar peserta menyebut “bercandaan dengan muatan seksual yang tidak pada tempatnya”, disusul oleh body shaming dan cat calling. Hakim Parker menegaskan bahwa akar dari sebagian besar kasus pelecehan seksual adalah relasi kuasa — ketika posisi atau jabatan digunakan untuk menekan, merendahkan, atau membungkam pihak lain. Beliau kemudian menyinggung tulisannya tahun 2020 berjudul “Sexism: The Elephant in the Courtroom”, yang membuka mata publik bahwa bahkan di Amerika Serikat termasuk di ruang sidang, pelecehan dan bias gender tetap nyata terjadi. Dengan nada reflektif, beliau kembali bertanya kepada audiensi: “Ketika Anda mendengar kata seksisme, apa yang terlintas dalam pikiran Anda? Dan seperti apa bentuk seksisme di Indonesia?”

Hakim Parker menjelaskan bahwa seksisme adalah prasangka dan diskriminasi berbasis gender, sering kali bersifat halus namun berdampak panjang. Ia menegaskan, alasan kita harus peduli terhadap isu ini sangat jelas — karena dampaknya sungguh besar dan sistemik. Di tempat kerja yang toksik akibat pelecehan dan seksisme, produktivitas menurun, korban sering mengalami kecemasan, stres kronis, kehilangan fokus, bahkan depresi berat yang kadang memerlukan intervensi medis atau terapeutik. Tak hanya itu, pelecehan juga merusak reputasi lembaga, mengikis kepercayaan pada pimpinan, dan menggoyahkan kredibilitas institusi. Lebih jauh, ketika pimpinan memilih diam atau mengabaikan kasus pelecehan, yang terjadi adalah normalisasi diskriminasi. Lingkungan kerja kehilangan keragaman dan inklusivitas, dan para pemimpin yang gagal bertindak pun kehilangan otoritas moral di mata timnya. Akhirnya, lahirlah budaya penularan perilaku beracun — ketika diam menjadi bentuk bertahan, dan perilaku salah justru dianggap biasa.

Dengan gaya bicara yang tenang namun menggugah, Hakim Parker menutup bagiannya dengan pesan yang kuat: “Ketika pelecehan dan seksisme dibiarkan, kita bukan hanya kehilangan rasa hormat namun kehilangan kemanusiaan di tempat kerja.”  Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas dari pelecehan seksual bukan sekadar tanggung jawab individu, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen organisasi. Beliau menekankan 4 langkah penting yang harus menjadi komitmen nyata setiap lembaga:

  1. Menetapkan kebijakan yang tegas untuk menangani dan mencegah pelecehan seksual.
  2. Memberikan edukasi berkelanjutan kepada seluruh karyawan mengenai kebijakan dan etika perilaku di tempat kerja.
  3. Melindungi pelapor dan korban, agar mereka merasa aman untuk berbicara tanpa takut akan pembalasan.
  4. Menangani setiap laporan secara cepat dan transparan, demi menegakkan keadilan dan menjaga kepercayaan publik.

Beliau menyampaika  pesan moral: “Untuk melindungi masyarakat, kita juga harus saling melindungi dari setiap bentuk pelecehan yang melanggar hukum.” Pesan ini menjadi pengingat bahwa keadilan dan keselamatan tidak akan terwujud hanya dengan aturan, tetapi dengan kepedulian dan keberanian untuk bertindak.

Penutup

Mengakhiri sesi webinar, Hakim Agung Dr. Nani Indrawati, S.H., M.Hum. menyampaikan refleksi mendalam bahwa dari berbagai tanggapan peserta, tampak jelas bahwa pengadilan kita pun belum sepenuhnya bebas dari pelecehan seksual. Beliau mengingatkan, hakim adalah pencari dan penemu kebenaran, tidak hanya di ruang sidang, tetapi juga dalam cara kita memperlakukan sesama. Kepada para Ketua Pengadilan, beliau berpesan agar pimpinan hadir dan berperan aktif dalam menjamin lingkungan kerja yang bebas dari pelecehan, serta memberikan dukungan nyata kepada korban. Dan kepada para hakim, beliau mengajak untuk saling menghormati, menjaga batas, dan menumbuhkan kepekaan, agar tercipta lingkungan kerja yang aman, sehat, dan saling menghargai. Dr. Nani menutup dengan harapan sederhana namun kuat: “Kita ingin setiap warga pengadilan berangkat bekerja dengan rasa aman dan pulang dengan rasa bangga.” Beliau menegaskan bahwa BPHPI bersama IKAHI akan terus berkomitmen dalam mewujudkan lingkungan peradilan yang bebas dari pelecehan dan penuh rasa hormat. Mari kita ingat, tempat kerja yang sehat bukan hanya tempat kita mencari nafkah, tetapi ruang di mana setiap orang berhak merasa aman, dihargai, dan dihormati. Menghapus pelecehan seksual dan memperjuangkan kesetaraan gender bukan sekadar isu perempuan, melainkan tanggung jawab kemanusiaan. Setiap langkah kecil  menegur perilaku yang salah, mendengarkan korban, atau berani bersuara adalah bentuk nyata dari keberanian dan empati.  “Ketika kita menghormati satu sama lain, kita bukan hanya menjaga martabat orang lain, tapi juga menjaga kemanusiaan kita sendiri.” Mari bersama mewujudkan lingkungan yang bebas dari pelecehan, berkeadilan, dan berjiwa saling menghargai.

SuaraBSDK
Kontributor
SuaraBSDK

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026
Don't Miss

Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian

By Wilmar Ibni Rusydan and Daniel H. NapitupuluOctober 31, 20260

Kabar meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Pemalang pada awal Oktober 2026 cukup menyita perhatian…

Lompatan Mutu Kebijakan Peradilan: BSDK MA RI Evaluasi 30 Naskah Rekomendasi Strategis di Jakarta

October 31, 2026

Di Balik Asap Karhutla: Menelusuri Potensi Pencucian Uang dalam Green Financial Crime

October 31, 2026

Merawat Janji 1928: Pengadilan Agama Jakarta Pusat Gelar Upacara Sumpah Pemuda Ke-98 Bersama BSDK MA RI

October 31, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian
  • Lompatan Mutu Kebijakan Peradilan: BSDK MA RI Evaluasi 30 Naskah Rekomendasi Strategis di Jakarta
  • Di Balik Asap Karhutla: Menelusuri Potensi Pencucian Uang dalam Green Financial Crime
  • Merawat Janji 1928: Pengadilan Agama Jakarta Pusat Gelar Upacara Sumpah Pemuda Ke-98 Bersama BSDK MA RI
  • 90 Warga di Gugat, Hakim PN Dataran Hunipopu Cek Langsung Objek Sengketa

Recent Comments

  1. Rizka on Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak
  2. Auzir on KUHAP Baru: Menanggalkan Jubah Interogator, Transformasi Menuju Sistem Adversarial
  3. Budi Santoso on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  4. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  5. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Antok Wibowo
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Engli Thirta Satria
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reynold Mauliate Panggabean
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.