Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Menegaskan Batas Upaya Hukum atas Putusan Bebas: PT Kepulauan Riau Terapkan SEMA Nomor 4 Tahun 2026

September 7, 2026

Tekankan Peradilan yang Berkeadilan, Adaptif, dan Visioner dalam Transisi Hukum Pidana Nasional

September 7, 2026

Laporan Kegiatan Penyusunan Naskah Kebijakan Wajib Dilaporkan Secara Menyeluruh

September 7, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Membangun Kecakapan Yudisial Digital Hakim: Optimalisasi Diklat Bukti Elektronik dalam Perkara Waris

Membangun Kecakapan Yudisial Digital Hakim: Optimalisasi Diklat Bukti Elektronik dalam Perkara Waris

Cik BasirCik BasirMarch 4, 20266 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Prolog

Tema tulisan inidiketengahkandalam rangka merespon penyelenggaraan Diklat Teknis Yustisial Sengketa Waris bagi hakim Peradilan Agama se- Indonesia yang saat ini tengah berlangsung di Pusdiklat Teknis MA. Kepala BSDK, Dr. H. Syamsul Arif, S.H., M.H, dalam sambutannya ketika membuka diklat tersebut antara lain menyampaikan bahwa diklat ini merupakan bentuk komitmen MA dalam meningkatkan kompetensi hakim Peradilan Agama dalam menangani perkara waris di tengah semakin meningkat dan kompleksnya sengketa waris yang ditangani Pengadilan Agama/Mahkamah Syari’iah.

Dalam konteks yang disampaikan Kepala BSDK tersebut, merespon kompleksitas sengketa waris terutama terkait aspek transaksi elektronik, dalam diklat ini ditambahkan materi baru yaitu: Bukti Elektronik dalam Perkara Waris. Materi ini dimaksudkan untuk membangun kecakapan yudisial digital hakim terutama terkait dengan eksistensi bukti elektronik yang semakin lazim diajukan dalam sengketa waris di Pengadilan Agama/ Mahkamah Syar’iyah.

Pengakuan terhadap eksistensi bukti elektronik secara normatif telah ditegaskan dalam UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah dua kali diubah dengan UU No.19 Tahun 2016 dan UU No.1 Tahun 2024, yang menyatakan bahwa informasi elektronik, dokumen elektronik dan hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah. Ketentuan ini memperluas cakupan alat bukti dalam hukum acara perdata sebagaimana diatur dalam Pasal 164 HIR juncto Pasal 284 R.Bg, termasuk perkara waris yang menjadi kewenangan Peradilan Agama

Dalam konteks tersebut, transformasi digital telah mengubah lanskap pembuktian dalam perkara waris di Peradilan Agama/ Mahkamah Syar’iyah. Bukti elektronik baik berupa Informasi dan/ atau dokumen elektronik dan/ atau hasil cetaknya, termasuk seperti percakapan digital, percakapan WhatsApp, video, e-mail, dokumen elektronik, dan transaksi perbankan daring dan lain-lain semakin sering diajukan dalam persidangan. Kondisi ini menuntut hakim memiliki kecakapan yudisial digital yang memadai agar mampu memahami, menilai, dan menerapkan bukti elektronik secara tepat dan adil.

Untuk membahas hal tersebut, fokus kajian dalam tulisan ini terutama menganalisis urgensi penguatan kompetensi hakim Peradilan Agama dalam konteks bukti elektronik dalam perkara waris, dan optimalisasi pendidikan dan pelatihan (diklat) teknis yustisial yang responsif terhadap kebutuhan tersebut.

Pergeseran Paradigma Pembuktian dan Dinamika Bukti Elektronik

Perkembangan teknologi informasi telah menggeser paradigma pembuktian dari berbasis dokumen fisik menuju bukti berbasis sistem elektronik. Dalam praktik, bukti elektronik tidak berdiri sendiri, tapi sering dikombinasikan dengan alat bukti lain untuk membentuk keyakinan hakim.

Pengakuan legalitas bukti elektronik dalam sistem hukum pembuktian tidak hanya memperluas jenis alat bukti, tapi juga menuntut perubahan pendekatan dalam menilai kekuatan pembuktiannya. Hakim tidak lagi hanya memahami aspek formal dokumen, melainkan juga harus mempertimbangkan aspek teknis seperti keaslian (authenticity), integritas (integrity), dan keterandalan sistem elektronik yang digunakan.Di lingkungan MA, modernisasi peradilan melalui sistem e-court dan digitalisasi administrasi perkara menunjukkan komitmen terhadap transformasi digital. Namun, transformasi administratif perlu diiringi dengan transformasi kompetensi substantif hakim, khususnya dalam menilai bukti elektronik.

Baca Juga  Mahan Agung, Kota Baru, dan Simpul Sejarah Peradilan Lampung

Perkara waris memiliki karakteristik khusus karena berkaitan dengan hubungan keluarga, keabsahan ahli waris, serta pembagian harta peninggalan. Dalam praktik, bukti elektronik dapat berfungsi antara lain untuk:membuktikan adanya pernyataan kehendak pewaris, membuktikan transaksi hibah atau pengalihan harta sebelum wafat, wasiat, atau menguatkan dalil adanya persetujuan atau penolakan antar ahli waris.

Namun, sejumlah problem muncul, antara lain risiko manipulasi percakapan digital, perubahan metadata dokumen, maupun penggunaan rekaman yang tidak utuh. Dalam kondisi tertentu, hakim memerlukan keterangan ahli digital forensik untuk memastikan validitas bukti tersebut.

Asas bebas pembuktian dalam perkara perdata memberikan ruang bagi hakim untuk menilai kekuatan pembuktian secara independen. Akan tetapi, kebebasan tersebut harus diimbangi dengan kecakapan teknis dan kehati-hatian agar tidak terjadi kekeliruan dalam menilai alat bukti elektronik. Dalam konteks ini upaya penguatan kompetensi kecakapan yudisial digital hakim merupakan sesuatu yang urgen, mendesak dilakukan secara terstruktur, berkelanjutan, massif dan merata kepada seluruh hakim Peradilan Agama. Dan, untuk itu materi diklat bukti elektronik dalam perkara waris menjadi sangat relevan dalam hal ini.

Kecakapan Yudisial Digital Hakim sebuah Keniscayaan

Kecakapan yudisial digital hakim yang dimaksudkan dalam hal ini adalah kemampuan hakim dalam memahami, menguji, dan mengevaluasi bukti elektronik berupa Informasi dan/ atau dokumen elektronik dan/ atau hasil cetaknya secara tepat sesuai prinsip hukum pembuktian. Kecakapan yudisial digital hakim dimaksud dalam hal ini meliputi paling tidak empat dimensi yaitu: Pertama, Kompetensi normatif, yakni penguasaan terhadap regulasi, asas dan sistem hukum pembuktian; Kedua, Kompetensi teknis, yakni pemahaman yang memadai mengenai dasar sistem elektronik, jejak digital dan prinsip-prinsip forensik; Ketiga, Kompetensi analitis-evaluatif, yakni kemampuan menguji konsistensi dan relevansi bukti elektronik dengan alat bukti lain; dan Keempat, Kompetensi Etis, yakni sikap independen, objektif, dan kehati-hatian dalam menghadapi teknologi. Tanpa penguatan keempat dimensi tersebut, risiko kesalahan penilaian bukti elektronik dapat berdampak pada kualitas putusan.

 Dengan keempat kompetensi tersebut, hakim tidak hanya memahami secara komprehensif dasar hukum dan kedudukan bukti elektronik dalam sistem pembuktian perdata, tetapi juga mampu menilai keabsahan formil dan materiil alat bukti elektronik dalam perkara waris, mampu menganalisis kebutuhan dan peran keterangan ahli dalam menguji validitas bukti elektronik pada sengketa waris, dan pada akhirnya mampu merumuskan pertimbangan hukum yang argumentatif, sistematis, dan akuntabel terkait penerimaan atau penolakan bukti elektronik dalam putusan perkara waris.

Dengan demikian kecakapan yudisial digital hakim dalam hal ini bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan bagian integral dari kompetensi profesional hakim. Lebih jauh, penguatan kecakapan yudisial digital merupakan prasyarat bagi terwujudnya peradilan modern yang transparan, efektif, dan akuntabel.

Baca Juga  Penguatan Sistem Pembuktian Pidana dalam KUHAP Baru: Tantangan dan Implementasi bagi Hakim Peradilan Militer

Digitalisasi administrasi perkara, persidangan elektronik, serta sistem informasi peradilan, terlebih terkait bukti elektronik, menuntut hakim untuk adaptif terhadap teknologi tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dan independensi. Di era transformasi digital, kualitas putusan sangat ditentukan oleh kemampuan hakim membaca realitas digital yang melatarbelakangi sengketa. Oleh karena itu, pembangunan kompetensi yudisial digital hakim harus diposisikan sebagai agenda strategis dalam pendidikan dan pelatihan berkelanjutan bagi hakim, demi menjamin tegaknya keadilan yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Optimalisasi Diklat Bukti Elektronik dalam Perkara Waris

Optimalisasi diklat bukti elektronik dalam perkara waris merupakan keniscayaan di tengah transformasi digital peradilan. Katika sengketa waris  melibatkan dokumen digital, terutama bukti elektronik baik berupa informasi dan/ atau dokumen elektroni dan/ atau hasil cetaknya, termasuk pesan singkat, rekaman percakapan, bukti transfer, hingga data kepemilikan aset berbasis elektronik. Tanpa kecakapan yang memadai dalam memahami aspek legalitas, keaslian (autentisitas), integritas, dan relevansi bukti elektronik, hakim berpotensi keliru menilai kekuatan pembuktiannya.

Sehubungan dengan itu, untuk optimalnya diklat bukti elektronik dalam hal ini tidak hanya membahas norma seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, tetapi juga menghadirkan studi kasus konkret perkara waris (Case-Based Learning) yang melibatkan bukti elektronik, simulasi pemeriksaan ahli digital forensik, serta latihan menilai tangkapan layar, email, dan dokumen elektronik sebagai alat bukti. Pendekatan berbasis problem solving akan membantu hakim mengaitkan teori hukum acara perdata dengan dinamika pembuktian digital di persidangan.

Dengan optimalisasi tersebut, hakim Peradilan Agama setelah mengikuti materi diklat bukti elektronik dalam perkara waris ini tidak sekadar memahami bukti elektronik secara normatif, tetapi mampu menilai secara kritis dan proporsional dalam putusan. Hasil akhirnya adalah meningkatnya kualitas pertimbangan hukum, terjaminnya kepastian dan keadilan bagi para pihak, serta terbangunnya peradilan yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan teknologi.

Penutup

Transformasi digital telah mengubah wajah pembuktian dalam perkara waris di Peradilan Agama/ Mahkamah Syar’iah. Bukti elektronik bukan sekadar perluasan alat bukti, melainkan perubahan paradigma yang menuntut redefinisi kompetensi hakim. Kecakapan yudisial digital hakim menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan putusan yang adil, sah, adaptif, responsif  dan berkualitas.

Optimalisasi diklat teknis yustisial merupakan instrumen strategis dalam membangun kecakapan yudisial digital hakim tersebut. Dengan pendekatan berbasis kasus, simulasi praktik, kolaborasi multidisipliner, dan pembelajaran berkelanjutan, Peradilan Agama dapat menghasilkan hakim yang adaptif, profesional, dan responsif terhadap tantangan era digital. Wa Allahu A’lam bi shawab

Cik Basir
Kontributor
Cik Basir
Hakim Yustisial Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Bukti Elektronik Digital Forensik Diklat Hakim Kecakapan Yudisial Digital mahkamah agung Pembuktian Perdata Peradilan Agama Sengketa Waris Transformasi Digital Peradilan UU ITE
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Cermin di Balik Layar Kaca: Filosofi Gawai, Kepribadian, dan Manajemen Peradilan Modern

September 7, 2026

Living Law dalam KUHP Nasional: Ruang Keadilan atau Ancaman bagi Kepastian Hukum?

September 7, 2026

Menelaah Subjek Kalimat dalam Bahasa Hukum

September 4, 2026
Leave A Reply


Demo
Top Posts

Resensi Game: Final Fantasy VII

September 7, 2026

Menanam Nilai, Menjaga Masa Depan

September 1, 2026

Sayap Patah dan Keadilan Yang Tersisa Bagi Elang

August 15, 2026

Secangkir Cocopresso dari Seorang Yang Mulia

August 15, 2026
Don't Miss

Menegaskan Batas Upaya Hukum atas Putusan Bebas: PT Kepulauan Riau Terapkan SEMA Nomor 4 Tahun 2026

By ZulfahmiSeptember 7, 20260

TANJUNGPINANG, 7 September 2026 — Pengadilan Tinggi Kepulauan Riau melalui Putusan Nomor 11/PID.SUS-TPK/2026/PT TPG menyatakan…

Tekankan Peradilan yang Berkeadilan, Adaptif, dan Visioner dalam Transisi Hukum Pidana Nasional

September 7, 2026

Laporan Kegiatan Penyusunan Naskah Kebijakan Wajib Dilaporkan Secara Menyeluruh

September 7, 2026

Resensi Game: Final Fantasy VII

September 7, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Menegaskan Batas Upaya Hukum atas Putusan Bebas: PT Kepulauan Riau Terapkan SEMA Nomor 4 Tahun 2026
  • Tekankan Peradilan yang Berkeadilan, Adaptif, dan Visioner dalam Transisi Hukum Pidana Nasional
  • Laporan Kegiatan Penyusunan Naskah Kebijakan Wajib Dilaporkan Secara Menyeluruh
  • Resensi Game: Final Fantasy VII
  • Cermin di Balik Layar Kaca: Filosofi Gawai, Kepribadian, dan Manajemen Peradilan Modern

Recent Comments

  1. Burhan on Dari Prajurit Hukum ke Mahkamah Agung: Letkol Chk Sudiyo Pesan ‘Menulis dan Menulislah’
  2. Vanimut on Ketua PTA Kepri Buka Pendampingan Monev KIP Tahun 2026
  3. Ekasari on BSDK MA Run 2026: 10 Kilometer Pelari CADAS, Berlari Bersama Menjaga Semangat Pengabdian dan Integritas
  4. Abdul Hafid PP PA Sleman on Alumni Bersuara dari PA Sleman : Diklat Panitera Pengganti Harus Update, Merata, dan Berbasis Praktik
  5. kumalasari on Di Mana Negara Menempatkan, Di Sana Pengabdian Dijalankan: Kisah PNS Non-Homebase Menemukan Arti Ketulusan di Tanah yang Jauh dari Rumah
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Zidny Taqiyya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.