Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hamemayu Hayuning Bawana Menjadi Inspirasi Penguatan Sinergi Mahkamah Agung, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan

14 July 2026 • 13:23 WIB

Perkuat Sinergi, MA, BI, dan OJK Gelar Temu Wicara Gelombang II di Yogyakarta untuk Samakan Persepsi Hukum

14 July 2026 • 13:05 WIB

Business Judgment Rule Dalam Keputusan Direksi Badan Usaha Milik Negara Dalam Perspektif Tindak Pidana Korupsi

14 July 2026 • 10:17 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Dari Posner hingga Marxisme: Rocky Gerung Buka Cara Pandang Hakim terhadap Keadilan Substantif
Berita Features

Dari Posner hingga Marxisme: Rocky Gerung Buka Cara Pandang Hakim terhadap Keadilan Substantif

Irvan MawardiIrvan Mawardi21 November 2025 • 12:37 WIB5 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Dalam sesi Pelatihan Filsafat Dan Hukum BSDK, Rocky Gerung mengajak para Hakim Muda membaca keadilan melalui struktur sosial, motif manusia, dan logika rasionalitas ala Posner

Pelatihan Filsafat Dan Hukum yang diselenggarakan Badan Strategi Kebijakan Hukum dan Peradilan (BSDK) Mahkamah Agung kembali menghadirkan narasumber nasional yang memiliki perhatian besar terhadap isu hukum, demokrasi, dan keadilan. Pada sesi yang berlangsung malam tadi, Rocky Gerung hadir memberikan paparan kepada ratusan Hakim Muda dari seluruh Indonesia.

Acara dibuka dengan pengantar dari moderator Irvan Mawardi yang menekankan pentingnya pengayaan perspektif filsafat bagi para hakim, terutama dalam membaca dinamika sosial yang memengaruhi praktik peradilan. Rocky memulai diskusi dengan pendekatan kritis terhadap relasi antara negara, hak, dan keadilan sosial.

Rocky mengangkat sebuah ilustrasi sederhana namun kuat tentang kasus pencurian beras oleh seorang remaja. Menurutnya, tindakan tersebut tidak cukup dibaca sebagai tindak pidana individu, melainkan refleksi dari kegagalan distribusi hak dasar oleh negara. Perspektif ini membawa peserta memasuki kerangka berpikir critical legal studies.

Dalam konteks teori hukum, Rocky merujuk pada pemikiran Richard A. Posner terkait economics of behavior, bahwa setiap tindakan manusia pada dasarnya merupakan respons terhadap kalkulasi biaya dan manfaat. Rocky membedakan pencuri miskin yang beroperasi dalam kondisi survival dengan koruptor yang bertindak secara strategis.

Menurut Rocky, hakim harus mampu membedakan motif tersebut dalam proses menilai pertanggungjawaban pidana. Ia menegaskan bahwa keadilan tidak cukup dibangun dari kepastian bunyi pasal, tetapi dari pemahaman atas motif dan tekanan struktural yang mendorong seseorang melakukan pelanggaran.

Rocky juga menyinggung fenomena pelaku anak dalam tindak kekerasan. Ia menyatakan bahwa perkembangan kognitif anak belum memungkinkan mereka memahami moralitas hukum secara utuh, sehingga pemidanaan terhadap anak harus mempertimbangkan aspek perkembangan psikologis dan sosial.

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu perhatian Rocky. Ia menggambarkan bagaimana di masa depan AI dapat memproses riwayat perilaku seseorang. Namun, ia menegaskan bahwa AI tidak memiliki kapasitas moral sehingga tidak dapat menggantikan fungsi penilaian etik seorang hakim.

Pada bagian lain, isu kesetaraan gender menjadi sorotan. Rocky menjelaskan dasar pemikiran affirmative action bagi perempuan, yaitu untuk mengoreksi ketidakadilan historis dan struktural yang dialami perempuan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk akses terhadap keadilan.

Menurutnya, affirmative action bukanlah bentuk keistimewaan, melainkan langkah korektif terhadap ketidaksetaraan yang berakar panjang. Ia mencontohkan berbagai bentuk silent crimes yang dialami perempuan, seperti kekerasan domestik dan pemiskinan struktural. “Affirmative action bukan keistimewaan. Itu koreksi sejarah bagi mereka yang dimiskinkan oleh struktur sosial.” ujar Rocky Gerung

Rocky juga menguraikan peran hukum acara dalam melindungi kebebasan. Ia menyampaikan bahwa pembelaan oleh pengacara merupakan upaya menjaga martabat manusia melalui mekanisme hukum acara, bukan sekadar membela pelaku.

Masuk pada isu demokrasi, Rocky menyampaikan kritik terhadap lemahnya budaya deliberatif di masyarakat. Menurutnya, banyak persoalan sosial sebenarnya dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah, bukan melalui kriminalisasi atau laporan hukum. Ia menekankan bahwa demokrasi yang tidak berjalan baik akan melahirkan hiper-regulasi. “Semakin banyak hukum dibuat, semakin kecil ruang demokrasi,” ujarnya. Pernyataan ini mengajak peserta melihat hubungan antara kualitas peraturan perundang-undangan dan partisipasi publik.

Rocky juga menyoroti fenomena judicial review yang sering terjadi terhadap undang-undang baru. Menurutnya, frekuensi uji materi menunjukkan bahwa produk legislasi belum melewati proses deliberasi yang cukup memadai. Dalam perspektif sejarah hukum, Rocky menjelaskan bahwa hukum awalnya dibentuk untuk melindungi kebebasan manusia dari rasa sakit dan ketidakadilan. Ia menilai bahwa konstruksi hukum masa kini cenderung terlalu cepat menekankan penghukuman dibanding perlindungan.

Rocky menyambungkan pendekatannya dengan teori Marxisme dan teologi pembebasan untuk menjelaskan akar struktural kemiskinan. Ia menegaskan bahwa kemiskinan bukan persoalan moral individu tetapi hasil konstruksi sosial. Kasus-kasus konkret seperti “nenek Minah” yang mencuri tiga butir kakao ia jadikan contoh bagaimana tekanan struktural membentuk tindakan pidana. Rocky membedakan dengan jelas antara tindak pidana survival dan tindak pidana akumulatif.

Pada sesi tanya jawab, sejumlah Hakim Muda mengajukan pertanyaan yang menggambarkan tantangan nyata di ruang persidangan. Seorang hakim perempuan dari daerah transit perkara narkotika menyampaikan, “Banyak kurir yang kami temui bukan pemakai dan bukan pengedar, hanya terjebak kebutuhan ekonomi. Namun kami terikat minimum khusus. Dalam ruang seperti itu, bagaimana menjaga keadilan substantif?” Rocky merespons dengan menekankan bahwa pelaku kurir adalah bagian dari struktur ekonomi yang timpang. Menurutnya, sebelum melihat beratnya ancaman pidana, hakim perlu membaca tekanan sosial yang menyebabkan seseorang terlibat kasus narkotika. “Pemidanaan itu tidak akan efektif bila fondasi sosialnya belum diperbaiki. Tekanan struktur harus dibaca sebelum menentukan berat ringannya kesalahan,” ujarnya.

Pertanyaan lain datang dari seorang Hakim PN Bengkalis yang menyoroti pergulatan idealisme di tengah tekanan lembaga. “Kami ingin menggunakan penalaran moral, tetapi dalam praktik kami sering kalah oleh tekanan kekuasaan. Bagaimana idealisme itu bisa tetap hidup?” Menanggapi hal ini, Rocky menyampaikan bahwa integritas hakim justru diuji ketika berada dalam tekanan. “Keadilan lahir bukan dari situasi ideal, tetapi dari keberanian berpikir di tengah tekanan. Hakim bekerja di titik paling sempit antara kebenaran logis dan keadilan manusiawi,” tegasnya.

Isu kesetaraan gender juga memunculkan diskusi menarik ketika seorang hakim bertanya, “Jika ada PERMA tentang Perempuan Berhadapan dengan Hukum, mengapa tidak ada PERMA Laki-laki Berhadapan dengan Hukum?” Rocky menjawab bahwa affirmative action tidak ditujukan untuk mengistimewakan, tetapi untuk mengoreksi ketidaksetaraan historis yang dialami perempuan. “Silent crimes seperti kekerasan domestik dan pemiskinan struktural adalah realitas yang tidak dialami laki-laki. Struktur itu yang harus dikoreksi oleh negara, bukan disamakan secara formal,” jelasnya.

Sejumlah pertanyaan lain mengenai kebenaran, moralitas, dan posisi hakim dalam menimbang motif juga direspons dengan perspektif filosofis yang tajam. Rocky kembali menegaskan bahwa hakim tidak cukup memutus perkara berdasarkan apa yang tampak, tetapi perlu memahami mengapa tindakan itu terjadi. “Mens rea itu dibentuk oleh keadaan. Tugas hakim adalah membedakan tindakan yang lahir dari kelaparan dengan tindakan yang lahir dari akumulasi,” kata Rocky.

Acara ditutup dengan pemahaman kolektif bahwa penguatan perspektif filsafat merupakan bagian penting dari proses pembinaan hakim muda. Melalui diskusi ini, para hakim mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran etis dan sosial mereka dalam menjaga keadilan di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks. Hakim bekerja di titik paling tipis antara kebenaran logis dan keadilan manusiawi. Di situ integritas diuji.” pungkas Rocky Gerung (Irvan Mawardi).

Irvan Mawardi
Kontributor
Irvan Mawardi
Hakim Yustisial Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Hamemayu Hayuning Bawana Menjadi Inspirasi Penguatan Sinergi Mahkamah Agung, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan

14 July 2026 • 13:23 WIB

Perkuat Sinergi, MA, BI, dan OJK Gelar Temu Wicara Gelombang II di Yogyakarta untuk Samakan Persepsi Hukum

14 July 2026 • 13:05 WIB

Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia Mempunyai Nakhoda Baru

13 July 2026 • 20:56 WIB
Leave A Reply

Demo
Top Posts

Menepi Sejenak di Tambak Bandeng

11 July 2026 • 09:06 WIB

Prediksi Juara World Cup 2026 Dari Pusdiklat Menpim

6 July 2026 • 21:16 WIB

Meneguhkan Negara Hukum Melalui Perlindungan Sosial: Sinergi Kebijakan Publik dan Lembaga Peradilan bagi Petani dan Pekerja Sektor Informal

1 July 2026 • 14:00 WIB

Peradilan Militer Bukan Ruang Gelap: Menepis Narasi Impunitas dengan Fakta dan Akuntabilitas

9 May 2026 • 18:38 WIB
Don't Miss

Hamemayu Hayuning Bawana Menjadi Inspirasi Penguatan Sinergi Mahkamah Agung, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan

By Taufikurrahman14 July 2026 • 13:23 WIB0

Yogyakarta, Di sebuah kota yang sejak lama dikenal sebagai penjaga kebudayaan dan kearifan Nusantara, perjumpaan…

Perkuat Sinergi, MA, BI, dan OJK Gelar Temu Wicara Gelombang II di Yogyakarta untuk Samakan Persepsi Hukum

14 July 2026 • 13:05 WIB

Business Judgment Rule Dalam Keputusan Direksi Badan Usaha Milik Negara Dalam Perspektif Tindak Pidana Korupsi

14 July 2026 • 10:17 WIB

Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia Mempunyai Nakhoda Baru

13 July 2026 • 20:56 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Hamemayu Hayuning Bawana Menjadi Inspirasi Penguatan Sinergi Mahkamah Agung, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan
  • Perkuat Sinergi, MA, BI, dan OJK Gelar Temu Wicara Gelombang II di Yogyakarta untuk Samakan Persepsi Hukum
  • Business Judgment Rule Dalam Keputusan Direksi Badan Usaha Milik Negara Dalam Perspektif Tindak Pidana Korupsi
  • Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia Mempunyai Nakhoda Baru
  • “Bukan Anak yang Sulit Diatur, Bisa Jadi Baterai Kasih Sayangnya Kosong” : Pesan dr. Aisah Dahlan untuk Para Ibu

Recent Comments

  1. geo163 54 on Fenomena “Cashless Only”: Benturan Regulasi dan Realitas Sosial
  2. digwel 690 on Fenomena “Cashless Only”: Benturan Regulasi dan Realitas Sosial
  3. работа сварщиком в нн сегодня on Irah-Irah Putusan Hakim: Jejak Pancasila dalam Ruang Sidang
  4. skillstaff2 617 on Fenomena “Cashless Only”: Benturan Regulasi dan Realitas Sosial
  5. neftegazlogistica 280 on Fenomena “Cashless Only”: Benturan Regulasi dan Realitas Sosial
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Assc. Prof. Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM., CPArb.
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami, S.H.I., M.H.I.
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Dr. Satria Perdana, S.H., M.H.
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.