Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI

November 6, 2026

Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda

November 6, 2026

Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”

November 6, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Ketika Hakim Harus Membaca Bahasa Sains

Ketika Hakim Harus Membaca Bahasa Sains

Muamar Azmar Mahmud FarigBy Muamar Azmar Mahmud FarigAugust 7, 2026 · 18:35 WIB8 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Putusan pengadilan dituntut mengakhiri sengketa melalui kesimpulan yang jelas. Sains bekerja dengan watak yang berbeda. Ia bergerak melalui pengujian, probabilitas, koreksi, dan kemungkinan berubah ketika data baru ditemukan. Dalam perkara lingkungan hidup, dua cara kerja tersebut bertemu secara langsung. Hakim harus mengambil keputusan, sementara bukti yang dinilainya sering kali tidak menawarkan kepastian mutlak.

Pertemuan antara hukum dan sains tersebut menjadi pokok pembahasan pada hari ketiga Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Peradilan Militer, dan Peradilan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII Tahun 2026. Dalam sesi kedua kelas A pada Rabu, 5 Agustus 2026, para peserta menerima materi “Pengantar Pembuktian Ilmiah” yang disampaikan oleh Windu Kisworo, S.H., LL.M., Ph.D.

Sesi ini tidak dimaksudkan untuk menjadikan hakim sebagai ilmuwan. Tujuannya ialah memberikan kerangka kerja agar hakim yang sebagian besar berlatar belakang hukum mampu membaca, menguji, dan menempatkan informasi saintifik secara tepat dalam proses pembuktian dan penyusunan putusan. Setelah beberapa sesi sebelumnya membahas persoalan teknis kehutanan, industri, dan air, pemaparan kali ini diarahkan pada cara menilai apakah suatu bukti layak disebut ilmiah dan seberapa besar bobotnya di persidangan.

Ketika Kepastian Hukum Bertemu Ketidakpastian Sains

Windu menjelaskan bahwa perkara lingkungan memiliki karakter multidimensional, kompleks secara ilmiah, dan hampir selalu mengandung ketidakpastian. Sebuah pencemaran tidak hanya menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang melakukan perbuatan, tetapi juga mengenai jenis zat, jalur penyebaran, tingkat paparan, perubahan kondisi alam, serta hubungan antara paparan tersebut dan kerugian yang dialami manusia atau ekosistem.

Ia mencontohkan kebocoran limbah beracun dari sebuah truk ke sungai. Air sungai kemudian dikonsumsi warga yang setelah itu mengalami gangguan kesehatan. Secara kronologis, kedua peristiwa tampak berdekatan. Namun, kedekatan waktu belum dengan sendirinya membuktikan bahwa penyakit warga disebabkan oleh zat yang bocor. Hubungan kausal itu masih harus dijelaskan melalui data, metode pengujian, serta penalaran ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Di sinilah perbedaan mendasar antara hukum dan sains menjadi penting. Hukum memerlukan penyelesaian yang mengikat dalam batas waktu tertentu. Sains justru dibangun dari derajat kemungkinan dan terbuka terhadap pengujian kembali. Menurut Windu, ketidakpastian bukan tanda bahwa suatu pendapat ilmiah tidak valid, melainkan salah satu sifat dasar sains. Persoalannya bagi hakim bukan menuntut kepastian seratus persen, tetapi memahami tingkat kepastian yang tersedia dan menilai apakah dasar ilmiahnya memadai untuk menopang suatu kesimpulan hukum.

Windu membedakan penilaian epistemik dan penilaian normatif. Penilaian epistemik berkaitan dengan kebenaran pengetahuan: apakah data benar, metode tepat, dan kesimpulan dapat ditarik dari hasil pengujian. Wilayah ini terutama diterangkan oleh ahli. Adapun penilaian normatif menyangkut konsekuensi moral, sosial, dan hukum yang harus ditentukan oleh hakim. Ahli dapat menerangkan apa yang kemungkinan terjadi, tetapi keputusan mengenai arti hukum dan akibatnya tetap berada pada pengadilan.

Bukti Ilmiah Tidak Cukup Hanya Terlihat Ilmiah

Keterangan yang menggunakan istilah teknis, grafik, rumus, atau hasil laboratorium belum tentu otomatis memiliki bobot ilmiah yang kuat. Hakim perlu melihat proses yang melahirkan kesimpulan tersebut. Karena itu, literasi sains tidak berarti menghafal seluruh cabang ilmu, melainkan memahami prinsip dasar yang dapat digunakan untuk menguji keandalan suatu pendapat.

Beberapa prinsip yang ditekankan dalam sesi ini ialah objektivitas, transparansi, replikabilitas, penelaahan sejawat, independensi, dan presisi. Objektivitas menuntut penilaian yang tidak diarahkan untuk membenarkan hasil tertentu. Transparansi mengharuskan data dan metode dibuka agar dapat diperiksa. Replikabilitas berarti pengujian dengan metode dan data yang sama dapat diulang oleh pihak lain dengan hasil yang relatif konsisten.

Baca Juga  Membaca Rantai Pencegahan Kerusakan Lingkungan dari Hulu

Penelaahan sejawat menunjukkan bahwa suatu temuan telah diuji oleh komunitas keilmuan, sedangkan independensi mengharuskan ahli terbebas dari benturan kepentingan yang dapat memengaruhi pendapatnya. Presisi berkaitan dengan ketepatan metode, tingkat akurasi, serta margin kesalahan. Keenam prinsip tersebut membantu hakim membedakan pendapat yang sekadar disampaikan dengan bahasa ilmiah dari pendapat yang benar-benar lahir melalui proses ilmiah.

Windu juga menguraikan tahapan umum metode ilmiah, mulai dari observasi, penyusunan hipotesis, pengujian dengan data, hingga penarikan kesimpulan. Dalam perkara perubahan iklim, misalnya, ahli dapat menghitung emisi gas rumah kaca dari suatu kegiatan untuk menilai kontribusinya terhadap kenaikan suhu. Setiap kesimpulan harus dapat ditelusuri kembali: data apa yang digunakan, bagaimana data dikumpulkan, asumsi apa yang dipakai, dan apakah kesimpulan melampaui apa yang sebenarnya dapat diterangkan oleh data.

Dari Bukti Ilmiah Menjadi Bukti Hukum

Tugas hakim bukan hanya menerima bukti ilmiah, melainkan mengubahnya menjadi bukti hukum melalui proses penilaian yang dapat dijelaskan dalam putusan. Dalam proses itu, hakim perlu menentukan relevansi, validitas, dan bobot pembuktian. Bukti yang secara teknis benar belum tentu relevan terhadap unsur yang harus dibuktikan. Sebaliknya, bukti yang relevan tidak dapat diberi bobot tinggi apabila metode atau datanya bermasalah.

Ketika dua ahli menyampaikan pendapat yang bertentangan, jalan keluarnya tidak selalu memilih ahli dengan gelar paling tinggi atau penjelasan paling meyakinkan. Hakim dapat kembali kepada fondasi pendapat masing-masing: apakah data dasarnya dibuka, apakah metode yang digunakan sesuai, apakah prosedur pengambilan sampel dijalankan dengan benar, dan apakah ahli memiliki kompetensi yang relevan dengan isu yang diterangkan.

Windu menekankan bahwa data yang tidak disampaikan atau sengaja disembunyikan akan menurunkan bobot transparansi suatu pendapat. Perbedaan kesimpulan ahli sering kali bersumber dari metodologi yang berbeda, kesalahan penerapan prosedur, atau ketidaksesuaian kompetensi. Hakim memang dapat memanggil ahli ketiga apabila belum memperoleh keyakinan. Namun, penambahan ahli tidak akan menyelesaikan persoalan apabila masalah utamanya tetap tidak disentuh, yakni kelemahan data dan metode.

Menguji Ahli, Bukan Menyerahkan Putusan kepada Ahli

Keterangan ahli membantu pengadilan memahami persoalan yang berada di luar pengetahuan umum hakim. Akan tetapi, bantuan tersebut tidak berarti penilaian perkara diserahkan kepada ahli. Hakim tetap perlu menguji dasar pendapatnya. Latar belakang pendidikan, pelatihan, pengalaman, sertifikasi, dan independensi merupakan titik awal, bukan akhir pemeriksaan.

Dalam pemaparan, Windu merujuk pada modul pelatihan Environmental Law Institute di Amerika Serikat yang dirancang untuk membantu hakim memahami persoalan sains. Ia juga menjelaskan kriteria dalam standar Daubert, antara lain apakah teori atau metode dapat diuji, apakah tingkat kesalahannya diketahui, apakah telah melalui penelaahan sejawat, dan apakah diterima secara umum oleh komunitas ilmiah.

Kriteria tersebut memperlihatkan bahwa penilaian ahli tidak cukup berhenti pada siapa yang berbicara. Pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana kesimpulan itu dibentuk. Windu turut menyinggung kerangka yang dikembangkan Justice Brian Preston dari Land and Environment Court Australia dalam membedakan penilaian epistemik dan normatif. Kerangka semacam ini membantu hakim menjaga batas: tidak mengambil alih pekerjaan ilmuwan, tetapi juga tidak menerima pendapat ilmiah tanpa pemeriksaan kritis.

Perubahan Iklim dan Gelombang Perkara Baru

Kebutuhan terhadap literasi sains semakin mendesak seiring meningkatnya litigasi perubahan iklim. Berdasarkan data yang dipaparkan narasumber dari laporan Sabin Center dan UNEP tahun 2025, jumlah perkara perubahan iklim secara global telah mencapai sekitar 3.000 perkara, meningkat dari sekitar 1.500 perkara pada tahun 2020. Di Indonesia, ia menyebut terdapat sekitar 15 perkara yang dapat dikategorikan sebagai litigasi perubahan iklim, dengan sebagian besar menggunakan konstruksi perbuatan melawan hukum dan melibatkan bukti ilmiah dalam jumlah besar.

Baca Juga  Meluruskan Penerapan Prinsip Kehati-hatian (Precautionary Principle) oleh Hakim dalam Penanganan Perkara Lingkungan Hidup

Beberapa contoh global disampaikan untuk menunjukkan berkembangnya ruang litigasi tersebut. Windu menyinggung gugatan warga terhadap perusahaan terkait emisi, serta inisiatif negara-negara kepulauan Pasifik, termasuk Vanuatu, yang meminta pendapat International Court of Justice mengenai tanggung jawab negara terhadap perubahan iklim. Dalam paparannya, ia menyebut bahwa pengakuan normatif terhadap realitas perubahan iklim bertumpu pada data ilmiah yang dihimpun antara lain oleh IPCC.

Perkara semacam ini menghadirkan persoalan kausalitas yang tidak sederhana. Kontribusi satu perusahaan atau satu kegiatan terhadap perubahan iklim global mungkin sangat kecil apabila dilihat secara terpisah, tetapi dapat menjadi signifikan ketika ditempatkan dalam akumulasi emisi. Hakim akan berhadapan dengan model ilmiah, data lintas waktu, perhitungan kontribusi, serta argumen mengenai risiko masa depan. Tanpa kerangka penilaian yang memadai, pengadilan berisiko menerima klaim ilmiah secara berlebihan atau menolaknya hanya karena tidak menawarkan kepastian mutlak.

Kausalitas, Kearifan Lokal, dan Bukti yang Terus Berubah

Sesi tanya jawab memperlihatkan bahwa persoalan pembuktian ilmiah tidak berhenti pada teori. Para peserta mengangkat pertanyaan mengenai cara menghubungkan tindakan suatu entitas perusahaan dengan kerusakan lingkungan, penerapan ketentuan mengenai persyaratan ahli, posisi kearifan lokal dalam pembuktian, serta pembuktian terhadap kondisi lingkungan yang berubah secara aktual dari waktu ke waktu.

Windu mengembalikan berbagai persoalan tersebut kepada kerangka metodologi. Hakim perlu memeriksa transparansi data, kelayakan metode, validitas hasil, serta kompetensi dan independensi ahli. Ketika prinsip-prinsip ilmiah tidak dijalankan, hakim berwenang mempertanyakan hasil pengujian yang diajukan di persidangan.

Jawaban tersebut sekaligus menunjukkan batas penting. Kearifan lokal, pengamatan masyarakat, maupun perubahan kondisi lapangan dapat memiliki arti dalam pembuktian, tetapi sumber pengetahuan itu tetap perlu ditempatkan secara terang: apa yang diamati, kapan pengamatan dilakukan, bagaimana konsistensinya, dan sejauh mana dapat mendukung kesimpulan yang hendak dibuktikan. Metodologi bukan hanya milik laboratorium; ia merupakan cara memastikan bahwa suatu kesimpulan tidak melampaui dasar pengetahuannya.

Literasi Sains sebagai Kecakapan Mengadili

Literasi sains bagi hakim pada akhirnya bukan tuntutan untuk menguasai seluruh rincian teknis perkara lingkungan. Yang diperlukan adalah kemampuan mengajukan pertanyaan yang tepat. Dari mana data berasal? Apakah metode dapat diuji ulang? Berapa tingkat kesalahannya? Apakah sampel mewakili kondisi yang dinilai? Adakah benturan kepentingan? Apakah kesimpulan ahli benar-benar mengikuti data, atau justru melampauinya?

Kemampuan tersebut penting karena terdapat dua risiko yang sama besarnya. Risiko pertama adalah menerima begitu saja pendapat ahli karena dibungkus terminologi teknis. Risiko kedua adalah menolak bukti ilmiah karena mengandung ketidakpastian. Keduanya dapat menjauhkan putusan dari dasar pembuktian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pelatihan ini menegaskan bahwa kualitas putusan lingkungan tidak hanya bergantung pada penguasaan norma, tetapi juga pada kemampuan membaca pengetahuan yang digunakan untuk menerapkan norma tersebut. Hakim tidak harus menjadi ilmuwan. Namun, ia harus cukup memahami cara kerja sains agar dapat mengetahui kapan suatu pendapat layak dipercaya, kapan harus diuji lebih jauh, dan bagaimana menerjemahkannya menjadi pertimbangan hukum yang jernih.

Di tengah perkara lingkungan dan perubahan iklim yang semakin kompleks, kecakapan semacam itu bukan lagi pelengkap. Ia menjadi bagian dari tanggung jawab mengadili: memastikan bahwa putusan tidak hanya memberikan kepastian bagi para pihak, tetapi juga bertumpu pada bukti yang valid, terbuka untuk diuji, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun hukum.

Muamar Azmar Mahmud Farig
Kontributor
Muamar Azmar Mahmud Farig
Hakim Pengadilan Negeri Poso

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Hukum Lingkungan Litigasi Perubahan Iklim Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup Pembuktian Ilmiah Pembuktian Perkara Perubahan Iklim
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI

November 6, 2026

Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda

November 6, 2026

Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”

November 6, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini

November 6, 2026

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026
Don't Miss

Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI

By JohanesNovember 6, 20260

Jakarta, 6 November 2026 – Sejumlah pejabat dan pegawai di lingkungan Gedung Sekretariat Mahkamah Agung…

Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda

November 6, 2026

Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”

November 6, 2026

Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini

November 6, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI
  • Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda
  • Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”
  • Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini
  • Ini Empat Lembaga Penting bagi Anak Berhadapan dengan Hukum

Recent Comments

  1. Aman on Kejahatan Siber: Hakim Harus Cermat Menguji Bukti
  2. Dr. Sakwanah on Ketua MS Aceh Apresiasi Pelatihan BSDK, Harapkan Diklat Khusus Hukum Acara Jinayat
  3. Herman on Di Balik Mangrove, Ada Keadilan yang Harus Diperjuangkan
  4. Abdul Mustopa on MOVE!
  5. Rizka on Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Arie Guntoro
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Antok Wibowo
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Dismas Lukito Ornasto
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Engli Thirta Satria
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Humas Pengadilan Negeri Sidoarjo
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ainun Najib
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.