Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI

November 6, 2026

Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda

November 6, 2026

Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”

November 6, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Hakim Lingkungan sebagai Penjaga Amanah Ciptaan Tuhan: Refleksi atas Pertanggungjawaban Hukum, Moral, dan Spiritual dalam Perkara Lingkungan Hidup

Hakim Lingkungan sebagai Penjaga Amanah Ciptaan Tuhan: Refleksi atas Pertanggungjawaban Hukum, Moral, dan Spiritual dalam Perkara Lingkungan Hidup

Catatan monev hakim lingkungan hidup di pengadilan militer I-01 Banda Aceh
Andro Riski PradiptaBy Andro Riski PradiptaJuly 31, 2026 · 07:53 WIB7 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Pendahuluan

Perkara lingkungan hidup merupakan salah satu jenis perkara yang menghadirkan tantangan paling kompleks dalam sistem peradilan modern. Berbeda dengan perkara pidana atau perdata pada umumnya, perkara lingkungan hidup tidak hanya menyangkut hubungan hukum antara para pihak, tetapi juga menyentuh kepentingan publik, keberlangsungan ekosistem, kesehatan masyarakat, serta hak generasi yang akan datang. Oleh karena itu, hakim yang memeriksa dan memutus perkara lingkungan hidup memikul beban yang jauh lebih besar daripada sekadar menerapkan norma hukum secara mekanis.

Dalam konteks Indonesia, beban tersebut memperoleh dimensi yang lebih mendalam karena sistem peradilan nasional menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar penyelenggaraan kekuasaan kehakiman. Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman menegaskan bahwa “Peradilan dilakukan Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.” Rumusan tersebut menunjukkan bahwa setiap putusan hakim bukan hanya tindakan yuridis, melainkan juga tindakan moral yang mengandung pertanggungjawaban transendental. Dalam perkara lingkungan hidup, dimensi transendental tersebut menjadi sangat relevan karena yang dipertaruhkan bukan hanya hak para pihak, tetapi juga kelestarian ciptaan Tuhan dan keberlangsungan kehidupan manusia.

Lingkungan Hidup sebagai Amanah Konstitusional

Konstitusi Indonesia memberikan landasan yang kuat mengenai pentingnya perlindungan lingkungan hidup. Pasal 28H ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjamin hak setiap orang untuk memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat, sedangkan Pasal 33 ayat (3) menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Kedua ketentuan tersebut menunjukkan bahwa lingkungan hidup bukan sekadar objek ekonomi, tetapi merupakan hak konstitusional warga negara sekaligus amanah negara yang harus dikelola secara bertanggung jawab.

Amanat konstitusional tersebut dijabarkan lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang menempatkan perlindungan lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Undang-undang tersebut mengadopsi berbagai prinsip penting, antara lain prinsip kehati-hatian (precautionary principle), prinsip pencemar membayar (polluter pays principle), prinsip partisipasi masyarakat, dan prinsip tanggung jawab negara. Dengan demikian, penegakan hukum lingkungan bukan hanya bertujuan menghukum pelaku pencemaran atau perusakan, tetapi juga menjamin keberlangsungan fungsi lingkungan hidup bagi masyarakat luas.

Beban Epistemik Hakim dalam Perkara Lingkungan

Salah satu karakteristik utama perkara lingkungan hidup adalah tingginya kompleksitas pembuktian. Hakim harus berhadapan dengan data ilmiah, hasil uji laboratorium, analisis kualitas air, udara, dan tanah, kajian toksikologi, citra satelit, pemodelan hidrologi, hingga pendapat para ahli dari berbagai disiplin ilmu. Dalam banyak perkara, kerusakan lingkungan tidak terjadi secara instan, melainkan merupakan akumulasi dari berbagai aktivitas manusia dalam rentang waktu yang panjang.

Di sinilah muncul apa yang dapat disebut sebagai beban epistemik hakim. Hakim dituntut memahami dan menilai bukti ilmiah yang sering kali berada di luar bidang keahliannya. Ia harus menentukan apakah suatu metodologi ilmiah dapat dipercaya, apakah data yang diajukan memiliki validitas, serta apakah terdapat hubungan sebab akibat (causal link) antara tindakan pelaku dengan kerusakan lingkungan yang terjadi. Penilaian tersebut bukan pekerjaan sederhana, karena kesalahan dalam memahami bukti ilmiah dapat berujung pada putusan yang keliru dan berdampak luas terhadap masyarakat maupun lingkungan.

Baca Juga  Lima Hakim Yustisial MA Ikuti Forum Ahli Lingkungan Hidup 2026 di Bali

Kompleksitas tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya sertifikasi hakim lingkungan. Peningkatan kapasitas melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan merupakan instrumen strategis untuk memperkuat kemampuan hakim dalam memahami karakteristik perkara lingkungan, teknik pembuktian ilmiah, serta perkembangan hukum lingkungan nasional dan internasional. Dengan kompetensi yang memadai, hakim diharapkan mampu menghasilkan putusan yang lebih berkualitas, konsisten, dan berorientasi pada perlindungan lingkungan hidup.

Keadilan Lingkungan dan Keadilan Antargenerasi

Dalam teori environmental justice, keadilan tidak hanya dipahami sebagai perlakuan yang sama di hadapan hukum, tetapi juga sebagai distribusi yang adil terhadap manfaat dan beban lingkungan. Masyarakat yang hidup di sekitar kawasan industri, pertambangan, atau daerah yang tercemar sering kali menanggung beban ekologis yang tidak sebanding dengan manfaat ekonomi yang diperoleh. Oleh karena itu, hakim dalam perkara lingkungan hidup tidak cukup hanya mempertimbangkan kerugian individual, tetapi juga harus melihat dampak kolektif terhadap komunitas dan lingkungan.

Lebih jauh lagi, perkara lingkungan hidup mengandung dimensi keadilan antargenerasi (intergenerational equity). Prinsip ini menegaskan bahwa generasi sekarang tidak berhak menghabiskan atau merusak sumber daya alam sedemikian rupa sehingga mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya. Setiap putusan yang membiarkan kerusakan hutan, pencemaran sungai, atau degradasi ekosistem pada hakikatnya berpotensi mengurangi hak anak cucu bangsa untuk menikmati lingkungan yang baik dan sehat.

Dengan demikian, hakim lingkungan sesungguhnya tidak hanya mengadili masa lalu, tetapi juga menentukan arah masa depan. Putusannya dapat mempengaruhi kualitas air yang akan dikonsumsi masyarakat, udara yang akan dihirup anak-anak, serta ekosistem yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya. Tanggung jawab seperti ini menjadikan perkara lingkungan hidup memiliki dimensi moral yang jauh lebih luas daripada banyak perkara lainnya.

Hakim sebagai Khalifah: Perspektif Spiritual atas Lingkungan

Dalam perspektif teologis, alam semesta dipandang sebagai ciptaan Tuhan yang memiliki keteraturan dan keseimbangan. Manusia ditempatkan sebagai khalifah atau pengelola bumi, sebagaimana tercermin dalam ajaran Islam dan berbagai tradisi keagamaan lainnya. Konsep khalifah tidak memberikan hak eksploitasi tanpa batas, melainkan mengandung amanah untuk memelihara, mengelola, dan menjaga keseimbangan ciptaan Tuhan.

Kerusakan lingkungan pada hakikatnya merupakan bentuk penyimpangan dari amanah tersebut. Ketika hutan ditebang secara liar, sungai dicemari, laut dirusak, atau tanah dieksploitasi tanpa pemulihan, maka yang terjadi bukan hanya pelanggaran terhadap hukum positif, tetapi juga pengingkaran terhadap tanggung jawab manusia sebagai penjaga bumi. Dalam konteks ini, hakim yang memutus perkara lingkungan hidup berada pada posisi yang unik: ia bukan hanya penafsir undang-undang, tetapi juga penjaga amanah yang berkaitan dengan kelestarian ciptaan Tuhan.

Kesadaran spiritual semacam ini tidak berarti hakim mengesampingkan objektivitas hukum. Sebaliknya, ia justru memperkuat integritas hakim. Hakim yang menyadari bahwa setiap putusannya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan akan lebih berhati-hati dalam menilai alat bukti, lebih jujur dalam mempertimbangkan fakta, dan lebih berani menegakkan hukum meskipun menghadapi tekanan ekonomi, politik, atau kekuasaan. Dengan demikian, dimensi spiritual menjadi sumber kekuatan etis bagi independensi dan integritas peradilan.

Baca Juga  Pembuktian Ilmiah Illegal Logging: Hutan Indonesia Tergerus 50 Juta Hektar, Kerugian Negara Rp30.000 Triliun

Relevansi bagi Hakim Peradilan Militer

Dalam lingkungan peradilan militer, perspektif hukum lingkungan juga memiliki relevansi yang semakin penting. Pelaksanaan tugas yang berkaitan dengan pengamanan kawasan hutan, wilayah pesisir, daerah perbatasan, objek vital nasional, penanggulangan bencana, maupun kegiatan lain yang bersinggungan dengan pengelolaan sumber daya alam dapat menghadirkan persoalan hukum lingkungan dalam kondisi tertentu sesuai dengan kewenangan yang ditentukan oleh peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, hakim militer yang memiliki pemahaman mengenai prinsip-prinsip hukum lingkungan akan lebih siap memahami dimensi ekologis suatu perkara dan memberikan pertimbangan hukum yang lebih komprehensif.

Peningkatan kapasitas melalui pendidikan dan sertifikasi hukum lingkungan bukan hanya memperkuat kompetensi profesional, tetapi juga memperluas kesadaran bahwa perlindungan lingkungan merupakan bagian dari pengabdian kepada bangsa dan tanggung jawab moral kepada Tuhan. Seorang hakim militer yang memahami hukum lingkungan tidak hanya menjaga tertib hukum dalam lingkup yurisdiksinya, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya nasional dalam menjaga kelestarian sumber daya alam Indonesia.

Penutup

Hakim dalam perkara lingkungan hidup memikul pertanggungjawaban yang berlapis. Ia bertanggung jawab kepada hukum, kepada konstitusi, kepada masyarakat, kepada negara, kepada generasi yang akan datang, dan pada akhirnya kepada Sang Pencipta. Setiap putusan yang dijatuhkan bukan hanya menentukan nasib para pihak, tetapi juga mempengaruhi keberlangsungan ekosistem yang menopang kehidupan manusia.

Frasa “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa” seharusnya dipahami bukan sebagai formalitas dalam kepala putusan, melainkan sebagai pengingat bahwa kekuasaan kehakiman adalah amanah. Dalam perkara lingkungan hidup, amanah tersebut menjadi semakin berat karena yang dijaga bukan hanya ketertiban hukum, tetapi juga keseimbangan ciptaan Tuhan. Oleh sebab itu, memperkuat kapasitas hakim melalui pendidikan, sertifikasi, dan pengembangan wawasan hukum lingkungan merupakan investasi strategis bagi masa depan peradilan Indonesia.

Ketika seorang hakim mengetukkan palu dalam perkara lingkungan hidup, sesungguhnya ia sedang memutus lebih dari sekadar sengketa hukum. Ia sedang menentukan apakah hukum akan menjadi alat eksploitasi atau alat perlindungan, apakah keadilan hanya berhenti pada kepentingan manusia hari ini, atau juga menjangkau hak generasi esok, dan apakah amanah Tuhan terhadap bumi akan dijaga atau diabaikan. Di sanalah letak kemuliaan sekaligus beratnya tugas seorang hakim lingkungan: menjadi penjaga keadilan, penjaga kelestarian alam, dan penjaga amanah ciptaan Tuhan.

Daftar Pustaka

  1. Brown Weiss, Edith. In Fairness to Future Generations: International Law, Common Patrimony, and Intergenerational Equity. Tokyo: United Nations University, 1989.
  2. Quraish Shihab, M. Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Bandung: Mizan, 1992.
  3. Rahmadi, Takdir. Hukum Lingkungan di Indonesia. Edisi Kedua. Jakarta: Rajawali Pers, 2015.
  4. Soemarwoto, Otto. Ekologi, Lingkungan Hidup, dan Pembangunan. Jakarta: Djambatan, 2001.
  5. United Nations Environment Programme (UNEP). Environmental Rule of Law: First Global Report. Nairobi: UNEP, 2019.
  6. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
  7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
  8. Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.
Andro Riski Pradipta
Kontributor
Andro Riski Pradipta
Hakim Pengadilan Militer I - 01 Banda Aceh

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Ekologi Hukum Lingkungan Kajian Hukum Keadilan Lingkungan Pembangunan Berkelanjutan Peradilan Militer Perlindungan Lingkungan
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI

November 6, 2026

Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda

November 6, 2026

Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”

November 6, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini

November 6, 2026

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026
Don't Miss

Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI

By JohanesNovember 6, 20260

Jakarta, 6 November 2026 – Sejumlah pejabat dan pegawai di lingkungan Gedung Sekretariat Mahkamah Agung…

Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda

November 6, 2026

Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”

November 6, 2026

Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini

November 6, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI
  • Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda
  • Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”
  • Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini
  • Ini Empat Lembaga Penting bagi Anak Berhadapan dengan Hukum

Recent Comments

  1. Aman on Kejahatan Siber: Hakim Harus Cermat Menguji Bukti
  2. Dr. Sakwanah on Ketua MS Aceh Apresiasi Pelatihan BSDK, Harapkan Diklat Khusus Hukum Acara Jinayat
  3. Herman on Di Balik Mangrove, Ada Keadilan yang Harus Diperjuangkan
  4. Abdul Mustopa on MOVE!
  5. Rizka on Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Arie Guntoro
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Antok Wibowo
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Dismas Lukito Ornasto
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Engli Thirta Satria
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Humas Pengadilan Negeri Sidoarjo
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ainun Najib
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.