Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI

November 6, 2026

Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda

November 6, 2026

Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”

November 6, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Ketua Kamar Pidana MA: Penegakan Hukum Pidana Lingkungan di Era KUHP Baru

Ketua Kamar Pidana MA: Penegakan Hukum Pidana Lingkungan di Era KUHP Baru

Layla Windy Puspita SariBy Layla Windy Puspita SariAugust 5, 2026 · 16:20 WIB6 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Megamendung, Bogor – Memasuki sesi keempat hari kedua Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Peradilan Militer, dan Peradilan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII Tahun 2026, para peserta kelas gabungan dari Hakim Peradilan Umum dan Peradilan Militer mendapatkan materi bertajuk “Penegakan Hukum Pidana Lingkungan Hidup dan SDA” pada Selasa, 4 Agustus 2026. Materi disampaikan oleh Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung RI, Dr. H. Prim Haryadi, S.H., M.H., yang memaparkan secara mendalam transformasi normatif, tantangan pembuktian, serta penerapan pidana lingkungan dalam rezim KUHP dan KUHAP baru.

Dalam pemaparannya, Prim Haryadi menekankan bahwa hukum pidana lingkungan di Indonesia telah mengalami pergeseran paradigma yang signifikan. Sebelum berlakunya Undang-Undang Cipta Kerja dan KUHP baru, pendekatan pidana dalam UU PPLH bersifat ultimum remedium (upaya terakhir). Kini, dalam rezim baru, pidana ditempatkan sebagai primum remedium (upaya utama) untuk jenis tindak pidana lingkungan tertentu, khususnya delik materiil berat seperti pencemaran dan perusakan lingkungan yang menimbulkan akibat nyata.

Delik Formil vs Delik Materiil: Perbedaan Beban Pembuktian

Prim Haryadi menjelaskan perbedaan mendasar antara delik formil dan delik materiil dalam UU PPLH. Delik formil (Pasal 100 UU PPLH) hanya mensyaratkan adanya pelanggaran terhadap baku mutu atau izin lingkungan tanpa harus membuktikan akibat nyata dari pencemaran. Sementara itu, delik materiil (Pasal 98 dan 99 UU PPLH) mewajibkan adanya hubungan kausalitas yang nyata antara perbuatan terdakwa dan dampak lingkungan yang timbul.

“Di delik formil, jaksa cukup membuktikan adanya pelanggaran administratif terhadap baku mutu. Namun di delik materiil, harus ada perbuatan, ada akibat, dan ada hubungan sebab-akibat di antara keduanya,” jelas Prim Haryadi.

Ia mencontohkan bahwa Pasal 98 UU PPLH dengan ancaman pidana 3 hingga 10 tahun merupakan delik materiil yang mensyaratkan pembuktian kausalitas, berbeda dengan Pasal 100 yang merupakan delik formil tanpa keharusan membuktikan akibat nyata.

Ultimum Remedium vs Primum Remedium dalam UU PPLH

Prim Haryadi menegaskan bahwa Pasal 613 ayat (3) KUHP baru jo. UU Penyesuaian Pidana Tahun 2026 mewajibkan sanksi administratif didahulukan sebelum penerapan sanksi pidana untuk Pasal 100 UU PPLH (delik formil). Namun, untuk delik materiil berat seperti Pasal 98 dan 99, berlaku primum remedium sanksi pidana dapat langsung diterapkan tanpa perlu didahului sanksi administratif.

“Ini yang dipergang oleh kesepakatan kamar pidana. Pasal 613 ayat (3) KUHP berlaku untuk Pasal 100, tetapi untuk delik materiil berat itu tidak berlaku. Tidak mengharuskan terlebih dahulu adanya sanksi administratif,” tegasnya.

Hilangnya Ancaman Minimum dan Diskresi Hakim

Prim Haryadi juga menyoroti perubahan mendasar dalam sistem pemidanaan pasca berlakunya UU Penyesuaian Pidana Tahun 2026. Ancaman pidana minimum khusus dihapuskan untuk semua tindak pidana kecuali empat jenis kejahatan luar biasa: HAM berat, terorisme, korupsi, dan TPPU.

Baca Juga  Ultra Positivism to Transcendental Justice: A Socio-Legal Reconstruction of Judicial Conviction in Modern and Islamic Criminal Law

“Hilangnya batas minimum membuka ruang diskresi yang lebih luas bagi hakim dalam memutus pidana yang proporsional sesuai dengan keadaan perkara,” ujarnya.

Ia mencontohkan bahwa dalam perkara narkotika, hakim tidak lagi terikat pada ancaman minimum, sehingga dapat menjatuhkan pidana yang lebih ringan sesuai dengan fakta persidangan, termasuk mempertimbangkan kondisi lembaga pemasyarakatan yang overkapasitas.

Pertanggungjawaban Pidana Korporasi dan Pelaku Fungsional

Prim Haryadi memaparkan bahwa UU PPLH telah mengakui korporasi sebagai subjek hukum pidana sejak awal, jauh sebelum KUHP baru mengaturnya. Dalam UU PPLH, penuntutan dan sanksi pidana dapat dijatuhkan kepada korporasi sebagai entitas, individu pengurus, atau keduanya sekaligus.

Ia menjelaskan teori pelaku fungsional yang memungkinkan pemberi perintah atau pemimpin di lingkungan korporasi bertanggung jawab pidana meskipun tidak secara fisik melakukan perusakan. “Orang yang melakukan perusakan lingkungan atas dasar kontrak kerja dari pemberi kontrak pemberi kerjanya bisa kena, walaupun yang melakukan perusakan adalah orang yang menerima pekerjaan,” jelasnya.

Ia mencontohkan kasus PT Kalista Alam di Aceh sebagai contoh penerapan pertanggungjawaban pidana korporasi murni, di mana dakwaan dan pemidanaan ditunjukkan seluruhnya kepada entitas korporasi tanpa menjerat pengurus individu.

Pemulihan Lingkungan sebagai Pidana Tambahan

Prim Haryadi menekankan bahwa dalam PERMA Nomor 1 Tahun 2023 tentang Penanganan Perkara Lingkungan Hidup, hakim hanya dapat menjatuhkan pidana tambahan pemulihan lingkungan jika jaksa penuntut umum mengajukannya dalam tuntutan.

“Kalau JPU-nya tidak mengajukan pemulihan lingkungan dalam tuntutannya, Anda tidak bisa masuk kepada pidana tambahan pemulihan lingkungan. Tapi kalau JPU-nya dalam tuntutannya mengajukan, para hakim baru bisa menjatuhkan pidana pemulihan lingkungan,” tegasnya.

Ia mencontohkan kasus PT. Indo Barat Rayon di PN Purwakarta, di mana hakim menjatuhkan denda Rp1,5 miliar dan mewajibkan pembersihan limbah B3 di Sungai Citarum hingga seperti sediakala, sungai dapat dilalui perahu, airnya bersih, dan ikannya hidup kembali.

Evolusi Alat Bukti dan Scientific Evidence

Prim Haryadi menjelaskan transformasi alat bukti dari KUHAP 1981 ke KUHAP 2025. KUHAP 1981 hanya mengenal 5 alat bukti: keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa. KUHAP 2025 menambahkan bukti elektronik, pengamatan hakim, dan klausul terbuka (segala sesuatu yang dapat digunakan sepanjang diperoleh secara sah).

“Di UU PPLH, alat bukti elektronik seperti dokumen digital, peta, dan citra satelit telah diakomodasi untuk mengatasi resistensi terhadap bukti non-konvensional,” ujarnya.

Ia menekankan peran hakim sebagai gatekeeper dalam mengubah bukti ilmiah (scientific evidence) menjadi bukti hukum (legal evidence). Hakim harus menguji metode pengambilan sampel, akreditasi laboratorium, dan kompetensi ahli.

Baca Juga  Kepala BSDK Laporkan Pelaksanaan Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup dan Mediasi

Ia mencontohkan kasus PT NXP di mana triangulasi bukti ahli, citra satelit MODIS, dan uji laboratorium membuktikan kelalaian yang melampaui baku mutu. Dalam kasus PT JJP, konduktivitas citra satelit dan uji lab terbukti mengalahkan bukti konvensional berupa titik api.

Anti-SLAPP dan Perlindungan Pembela Lingkungan

Prim Haryadi menyoroti pentingnya perlindungan bagi pembela lingkungan hidup melalui mekanisme Anti-SLAPP (Strategic Lawsuits Against Public Participation) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 UU PPLH. Ketentuan ini melindungi pegiat lingkungan dari kriminalisasi atas partisipasi publik dan kebenaran ilmiah yang mereka sampaikan.

Ia mencontohkan kasus Robandi dan kawan-kawan di Bangka Belitung yang dibebaskan di tingkat banding setelah sebelumnya dihukum di PN setempat. Pembebasan tersebut menjadi preseden penting bagi perlindungan aktivis lingkungan.

Kasus PT ADEI: Tantangan Eksekusi Pemulihan Lingkungan

Dalam sesi tanya jawab, Marmi Limura dari Pengadilan Negeri Pelawan mengangkat kasus PT ADEI yang telah diputus pada tahun 2014 dengan pidana tambahan pemulihan lahan seluas 40 hektare yang terbakar. Namun, setelah 10 tahun, eksekusi pemulihan belum dilaksanakan karena lahan telah diduduki oleh masyarakat setempat.

Prim Haryadi menanggapi bahwa amar putusan seharusnya mencantumkan jangka waktu pemulihan, pihak yang bertanggung jawab melaksanakan, dan mekanisme pengawasan yang jelas. Ia menekankan bahwa eksekusi pemulihan lingkungan adalah ranah kejaksaan, namun hakim dapat memberikan petunjuk dalam amar putusan mengenai siapa yang melaksanakan pemulihan (misalnya pegiat lingkungan atau dinas terkait) dan berapa lama waktu yang diberikan.

“Yang bisa dilakukan adalah mengembalikan uang pemulihan ke kas negara dan menggunakannya untuk pemulihan di lokasi lain yang masih tersisa, tetapi itu memerlukan koordinasi dengan kejaksaan,” ujarnya.

Penutup

Prim Haryadi mengakhiri pemaparan dengan mengingatkan para hakim untuk tidak terburu-buru melepaskan dakwaan hanya karena kompleksitas pembuktian, tetapi juga tidak terjebak dalam formalitas yang mengabaikan pemulihan lingkungan. Ia juga mengingatkan bahwa upaya hukum terhadap putusan bebas akan segera diatur dalam surat edaran Mahkamah Agung untuk memastikan konsistensi dan kepastian hukum.

Pemahaman terhadap transformasi normatif pidana lingkungan, perbedaan delik formil dan materiil, serta penerapan strict liability dan pertanggungjawaban korporasi menjadi bekal penting bagi hakim lingkungan dalam menangani perkara yang semakin kompleks. Dengan menguasai alat bukti ilmiah dan mekanisme pemulihan lingkungan, para hakim diharapkan mampu menghasilkan putusan yang tidak hanya menjatuhkan pidana, tetapi juga memulihkan kerusakan lingkungan dan memberikan efek jera yang proporsional. Pelatihan ini menjadi momentum bagi penguatan kapasitas hakim dalam menegakkan keadilan ekologis di Indonesia

Layla Windy Puspita Sari
Kontributor
Layla Windy Puspita Sari
Hakim Pengadilan Negeri Pulang Pisau

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

ketua kamar pidana kuhp prim haryadi Sertifikasi Hakim Lingkungan Hidup sertifikasi lingkungan hidup angkatan XVII
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI

November 6, 2026

Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda

November 6, 2026

Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”

November 6, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini

November 6, 2026

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026
Don't Miss

Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI

By JohanesNovember 6, 20260

Jakarta, 6 November 2026 – Sejumlah pejabat dan pegawai di lingkungan Gedung Sekretariat Mahkamah Agung…

Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda

November 6, 2026

Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”

November 6, 2026

Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini

November 6, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI
  • Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda
  • Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”
  • Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini
  • Ini Empat Lembaga Penting bagi Anak Berhadapan dengan Hukum

Recent Comments

  1. Aman on Kejahatan Siber: Hakim Harus Cermat Menguji Bukti
  2. Dr. Sakwanah on Ketua MS Aceh Apresiasi Pelatihan BSDK, Harapkan Diklat Khusus Hukum Acara Jinayat
  3. Herman on Di Balik Mangrove, Ada Keadilan yang Harus Diperjuangkan
  4. Abdul Mustopa on MOVE!
  5. Rizka on Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Arie Guntoro
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Antok Wibowo
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Dismas Lukito Ornasto
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Engli Thirta Satria
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Humas Pengadilan Negeri Sidoarjo
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ainun Najib
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.