Semarang – Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Semarang menggelar Silaturahmi Akbar, Diskusi Hukum dan Focus Group Discussion (FGD) Pengadilan Agama se-Wilayah Hukum PTA Semarang, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Wahid Bandungan Hotel & Resort, Kabupaten Semarang, tersebut menjadi forum bersama untuk memperkuat kualitas putusan sekaligus meningkatkan kompetensi aparatur peradilan agama di wilayah Jawa Tengah. Kegiatan diikuti oleh 370 peserta terdiri dari Hakim Tinggi PTA Semarang serta para Ketua, Wakil Ketua, Hakim, Panitera, dan Sekretaris Pengadilan Agama se-Jawa Thimbayuengah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan acara pembukaan yang meliputi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Himne Mahkamah Agung RI, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa, laporan ketua panitia, serta sambutan Ketua PTA Semarang dan Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI sekaligus pembukaan kegiatan secara resmi.
Dalam sambutan yang disampaikan, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang Dr. Hj. Rokhanah, S.H., M.H. momentum ini agar dimanfaatkan sebaik-baiknya.
“momentum ini kita sebut sebagai silaturrahmi akbar, karena semua bisa ikut dari hakim, panitera, sekretaris dan para pimpinan. untuk menyerap ilmu, menyamakan persepsi dan membedah problematika hukum aktual melalui diskusi hukum. Topik yang diambil sangat krusial peningkatan kualitas putusan dan kompetensi hukum ekonomi syariah. Bukan berarti kualitas putusan Bapak/Ibu Hakim kurang baik, akan tetapi perlu ditingkatkan kualitasnya. Sebagai garda terdepan penegakan hukum, kualitas putusan adalah cerminan profesionalisme, integritas dan rasa keadilan yang kita tawarkan kepada para pencari keadilan. Ditambah lagi pesatnya perkembangan ekonomi syariah di Indonesia menuntut kita semua memperbaiki kompetensi untuk menjawab tantangan hukum yang makin kompleks. Jangan berhenti membaca dan diskusi, tugas kita semakin berat, dengan silaturahmi kita saling menguatkan, ini juga salah satu perwujudan dari judicial well being”

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang Dr. Hj. Rokhanah, S.H., M.H menyampaikan sambutan.
Diskusi mengenai kualitas putusan menjadi bagian penting dalam forum tersebut karena putusan pengadilan merupakan produk utama proses peradilan yang harus mencerminkan ketepatan penerapan hukum, argumentasi yang memadai, serta memberikan kepastian dan keadilan bagi para pencari keadilan. Melalui forum bersama ini, berbagai pengalaman dan persoalan hukum yang dihadapi satuan kerja di lingkungan peradilan agama dapat menjadi bahan untuk memperkaya perspektif dan membangun kesamaan pemahaman dalam pelaksanaan tugas yudisial.
Selain untuk meningkatkan kualitas putusan dan kompetensi, kegiatan ini juga menjadi momentum pembinaan yang dilakukan oleh Plt. Dirjen Badilag Drs. H. Muchlis, S.H., M.H. dalam sambutannya, ia mengajak semuanya untuk senantiasa menjaga integritas sebagai pondasi utama dalam menjalankan amanah.
“Pada kesempatan yang baik ini, kami ingin menekankan satu pondasi utama di atas segalanya, integritas. Kecerdasan para hakim tidak ada artinya jika tercemar rusaknya integritas. Jabatan ini adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada negara, namun juga kepada Allah SWT. Mahkamah Agung tidak akan mentolerir terhadap pelanggaran integritas. Kami integritas kepada para peserta untuk menggunakan momentum ini sebaik-baiknya, jadikan ruang diskusi ini sebagai ajang untuk meningkatkan kualitas putusan yang berkeadilan dan menjadikan aparatur berintregitas.”
Acara kemudian dilanjutkan dengan agenda utama, PTA Semarang menghadirkan Ketua Muda Agama Mahkamah Agung RI, Dr. Drs. H. Yasardin, S.H., M.Hum., sebagai narasumber dalam diskusi bertema “Peningkatan Kualitas Putusan” dan diskusi kedua bertema “Ekonomi Syariah” menghadirkan Hakim Agung Agama, Drs. H. Imron Rosyadi, S.H., M.H., sebagai narasumber kedua.

Hakim Agung YM Dr. H. Imron Rosyadi, S.H., M.H menyampaikan materi “Peningkatan Kompetensi Ekonomi Syariah”
Pemilihan tema ekonomi syariah juga menunjukkan perhatian terhadap penguatan kapasitas aparatur peradilan agama dalam menghadapi perkembangan perkara dan persoalan hukum yang semakin beragam. Forum diskusi diharapkan tidak sekadar menjadi ruang penyampaian materi, selesai dalam bingkai formalitas semata tetapi juga menjadi sarana bertukar pengalaman dan merumuskan pemahaman bersama yang dapat mendukung pelaksanaan tugas peradilan demi meningkatkan kualitas layanan peradilan.
Melalui penyelenggaraan Diskusi Hukum dan FGD tersebut, PTA Semarang menempatkan forum ilmiah dan pertukaran pengetahuan sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi aparatur peradilan. Pembahasan yang melibatkan unsur pimpinan, hakim, panitera, dan sekretaris dari berbagai Pengadilan Agama di Jawa Tengah diharapkan dapat memperkuat kualitas pelaksanaan tugas peradilan sekaligus mendorong lahirnya putusan yang semakin berkualitas dan responsif terhadap perkembangan hukum.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


