Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI

November 6, 2026

Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda

November 6, 2026

Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”

November 6, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Peran Hakim dan Bukti Ilmiah dalam Pembuktian Perkara Lingkungan Hidup di Indonesia

Peran Hakim dan Bukti Ilmiah dalam Pembuktian Perkara Lingkungan Hidup di Indonesia

Effendi MukhtarBy Effendi MukhtarOctober 13, 2025 · 09:54 WIB8 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Allah SWT berfirman dalam Surat QS Ar-Rum ayat 41 yang artinya : “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”.

Mengutip ayat Quran tersebut, kita sadar bahwa kerusakan akibat perbuatan tangan manusia telah disebutkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW lebih dari 1500 tahun yang lalu. Namun, kesadaran akan pentingnya menjaga alam dengan segala keragaman hayatinya baru muncul sekitar dua dekade terakhir.

Salah satu profesi yang disebutkan Allah dalam Al-Quran dan sekaligus merupakan salah satu Asmaul Husna adalah Hakim. Hakim, sebagai pembuat keputusan akhir, diharapkan dapat memberikan keadilan baik kepada manusia maupun alam dengan segala keragamannya, yang pada hakikatnya juga demi keberlangsungan kehidupan manusia.

Manusia modern terkadang lupa bahwa aktivitasnya dalam mencari sumber daya alam seringkali menghancurkan dan merusak alam. Seringkali hukum kesulitan menemukan bukti yang cukup untuk membawa pelaku kerusakan (poluters) ke pengadilan.

Seiring perkembangan zaman dan kesadaran akan pentingnya menjaga alam sebagai keberlanjutan generasi berikutnya, manusia modern terus mencari cara yang efektif seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membuat pelaku perusakan mempertanggungjawabkan perbuatannya dan memulihkan lingkungan (Polluter pays).

Alat bukti dalam perkara perdata meliputi surat, saksi, persangkaan, pengakuan, dan sumpah sebagaimana diatur dalam KUHPerdata. Namun, alat bukti tersebut tidak lagi cukup untuk menjerat pelaku ke persidangan. Salah satu kekhususan dalam pemeriksaan perkara lingkungan hidup dibandingkan dengan perkara lainnya adalah diadopsinya bukti ilmiah dalam pembuktian perkara lingkungan hidup di pengadilan.

Walaupun tidak disebutkan secara spesifik, dalam perkembangannya, bukti ilmiah dianggap telah terakomodasi dalam frasa ‘alat bukti lain’ dalam Pasal 96 huruf f UUPPLH.

Apa yang dimaksud dengan bukti Ilmiah (Scientific Evident) itu? Bukti Ilmiah adalah penjelasan  hubungan antara dua atau lebih  komponen atau unsur-unsur dalam  lingkungan hidup yang dikemukakan  dalam bentuk tertulis oleh ahli  berdasarkan hasil penelitian atau  hasil keilmuannya dengan atau  tanpa disertai penjelasan di depan persidangan. (Pasal 1 angka 16  Perma 1/2013)

BENTUK BUKTI ILMIAH (PASAL 20 PERMA1/2023) adalah sebagai berikut :

a. keterangan ahli di persidangan; b. pendapat ahli yang dituangkan dalam bentuk tertulis;  c. hasil uji laboratorium;  d. laporan hasil penelitian;  e. hasil forensik, antara lain forensic  lingkungan, hutan, satwa liar; dan/ atau f. bukti lainnya pengetahuan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Pertanyaan yang timbul adalah bagaimana cara penilaian keahlian tersebut? Hakim sebagai tokoh sentral dalam persidangan dapat menilai keahlian seorang ahli dengan memperhatikan disiplin ilmu yang dibuktikan melalui pendidikan formal, ijazah Strata 2, sertifikat pelatihan, pendidikan khusus, pengalaman, karya ilmiah atau penelitian relevan, serta keaktifannya dalam seminar atau lokakarya yang tercantum dalam curriculum vitae.

Bagaimana tata cara penilaian keahlian di persidangan? Jika ahli diajukan ke pengadilan berdasarkan pemeriksaan dan/atau penelitian lapangan, pendapat ahli harus didasarkan pada fakta yang valid dan relevan. Orang yang memiliki keahlian khusus berdasarkan kearifan lokal yang diperoleh dari pengalamannya juga dapat diajukan oleh pihak yang bersangkutan untuk memberikan keterangan keahliannya di persidangan.

Selain itu, diperlukan penalaran hukum, yaitu penerapan prinsip berpikir logis dalam memahami prinsip, aturan, data, fakta, dan proposisi hukum. Penalaran hukum menunjukkan hubungan erat antara logika dan hukum. Logika adalah ilmu tentang bagaimana berpikir secara tepat. Ide, gagasan, dan opini hukum pada dasarnya juga bersifat logis.

Dengan adanya penalaran hukum, hukum tidak hanya dipahami sebagai hafalan pasal belaka. Hukum juga bukan sekadar norma atau aturan yang ditetapkan oleh otoritas tertinggi yang wajib diikuti. Namun, hukum harus didasari pada sifat logis, karena logis adalah salah satu karakter atau sifat dasar hukum.

Menerapkan Asas/Prinsip Dalam Penanganan Perkara LH, Penalaran ilmiah hakim dalam perkara lingkungan melibatkan penerapan prinsip-prinsip atau asas-asas terlait dengan LH Perkara LH menempatkan pembuktian sebagai proses kunci, karena yang dicari adalah kebenaran materil dan perlindungan lingkungan. Beberapa asas penting yang dapat diterapkan dalam pembuktian adalah:

  1. Precautionary Principle (Prinsip Kehati-hatian);
  2. In Dubio Pro Natura
  3. Strict Liability (Tanggung Jawab Mutlak)
  4. Polluter Pays Prinsiples (Prinsip Pencemar Membayar)
  5. Principle of Sustainable Development (Asas Pembangunan  Berkelanjutan)
  6. Principle of Public Participation (Asas Partisipasi)
  7. Principle of Intergenerational Equity (Asas Keadilan Antar Generasi)
  8. Principle of State Sovereignty and Responsibility (Kedaulatan Negara dan Tanggung Jawab Negara) dan  
  9. Precautionary Principle (Prinsip Kehati-hatian):

Asas kehati-hatian adalah prinsip hukum lingkungan yang menuntut pengambil keputusan (negara, pengadilan, badan usaha) untuk bertindak hati-hati dan mencegah kemungkinan risiko serius atau tidak dapat dipulihkan terhadap lingkungan, meskipun belum ada bukti ilmiah lengkap. Intinya, jika ada ancaman terhadap lingkungan  ketidakpastian ilmiah tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak melakukan tindakan pencegahan.

Dasar Hukum Internasional yaitu Deklarasi Rio 1992, Prinsip ke 15  menyebutkan bahwa “Where there are threats of serious or irreversible damage, lack of full scientific certainty shall not be used as a reason for postponing cost-effective measures to prevent environmental degradation”. Konvensi Keanekaragaman Hayati dan Deklarasi Stockholm 1972 juga mengadopsi prinsip ini. Sedangkan Dasar Hukum Nasional diatur dalam Pasal 2 huruf f UUPPLH secara eksplisit menyebutkan asas kehati-hatian sebagai asas wajib dalam pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia. Hakim harus progresif dan menerapkan kehati-hatian terutama saat terdapat ketidakpastian bukti ilmiah di persidangan.

Salah satu asas yang tidak kalah pentingnya dalam Lingkungan hidup adalah asas In Dubio Pro Natura. Asas ini berarti bahwa dalam keadaan ragu atau tidak jelas terkait bukti dalam perkara lingkungan hidup, hakim harus lebih mengutamakan perlindungan dan pelestarian lingkungan daripada kepentingan lain. Prinsip ini menjadi petunjuk bagi hakim untuk “memihak” alam apabila persidangan tidak memberikan bukti yang pasti. Dalam Dasar Hukum Internasional, prinsip atau asas ini merupakan turunan dari Precautionary Principle pada Deklarasi Rio 1992 dan diakui dalam berbagai dokumen lingkungan global.

Dalam lingkungan hidup dikenal juga suatu asas yang disebut Strict Liability (Tanggung  Jawab Mutlak). Strict liability adalah prinsip hukum yang menegaskan bahwa pihak yang melakukan kegiatan berisiko tinggi terhadap lingkungan (misal, menggunakan B3 atau menghasilkan limbah B3) bertanggung jawab atas akibat kerusakan lingkungan tanpa perlu dibuktikan adanya unsur kesalahan. Korban cukup membuktikan kerugian dan adanya hubungan kausal antara tindakan pelaku dan kerusakan—tidak perlu membuktikan niat atau kelalaian. Dalam Dasar Hukum Internasional diterapkan dalam berbagai instrumen seperti Konvensi Basel tentang limbah B3, dan diakui dalam rezim hukum lingkungan global sebagai liability without fault. Sedangkan dalam Dasar Hukum Nasional Indonesia ditemukan dalam Pasal 88 UU PPLH.

Di atas telah disebutkan bahwa adalah sudah sepatutnya Pencemar harus membayar akibat pencemaran yang dilakukannya, ini adalah konsekuensi logis. Asas ini Diadopsi dalam Deklarasi Rio 1992 (Prinsip 16), yang menentukan bahwa pihak yang mencemari lingkungan bertanggung jawab atas biaya pencegahan , pengendalian , dan pemulihan akibat pencemaran. Asas ini diadopsi secara tegas dalam Pasal 2 huruf h UU PPLH yang mewajibkan pencemar menanggung biaya akibat pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup.

Banyak lagi asas yang dikenal dalam lingkungan hidup seperti asas pembangunan berkelanjutan, asas partisipasi publik, asas keadilan antar generasi, asas kedaulatan negara dan tanggungjawab.

Sebagai kesimpulan, dapat dicatat bahwa proses pembuktian perkara lingkungan hidup di Indonesia sangat bergantung pada bukti ilmiah. Kekuatan bukti ilmiah yang dihadirkan bergantung pada keabsahan atau validitas masing-masing bentuk bukti tersebut. Meski dalam prakteknya bukti ilmiah sering dinilai lemah, hakim dianjurkan untuk tetap meyakini dan menjatuhkan pemidanaan dengan mempertimbangkan kepentingan perlindungan lingkungan hidup serta menerapkan prinsip in dubio pro natura yang terkait dengan prinsip kehati-hatian. Terutama jika dampak tindak pidana lingkungan hidup telah nyata terwujud dan menimbulkan kerugian bagi manusia dan lingkungan. Dalam pemeriksaan perkara, prosedur pemeriksaan harus dilaksanakan sesuai dengan prinsip due process of law untuk mencegah kesewenang-wenangan aparat dalam menghukum orang yang tidak bersalah.

Dari uraian di atas, dapat kita jadikan motivasi ketika membahas bukti ilmiah, metode ilmiah, dan bagaimana penalaran ilmiah menjadi fondasi bagi penegakan hukum lingkungan yang berkeadilan. Namun sesungguhnya, inti dari semua itu adalah hati nurani yang tercerahkan oleh pengetahuan. Ilmu memberikan arah, tetapi nurani memberikan makna. Menjadi Hakim Lingkungan bukan sekadar menegakkan pasal, tetapi menjaga denyut kehidupan bumi. Setiap putusan yang dijatuhkan bukan hanya menentukan nasib manusia, tetapi juga nasib sungai, hutan, udara, dan generasi yang belum lahir. Di tangan kita, hukum lingkungan bukan sekadar teks, tetapi nafas bagi keberlanjutan semesta. Karena itu, teruslah berpikir ilmiah—tetapi juga berjiwa arif. Teruslah menggali kebenaran ilmiah—tetapi jangan kehilangan kebenaran moral, dan teruslah berjuang—karena bumi tidak bisa membela dirinya sendiri kecuali melalui keberanian dan kebijaksanaan para Hakim yang berintegritas.

Bila kita lihat negara negara lain, barulah kita bisa menyadari betapa seharusnya kita bersyukur memiliki negara yang kaya, baik dengan sumber dayanya, alamnya yang indah bagaikan sekeping surga yang jatuh ke bumi. Saya jadi tersenyum bila mendengar lagu Koes Plus :

Bukan lautan tapi kolam susu, Kain dan jala cukup menemanimu

Tiada badai tiada hujan kau temui, ikan dan udang menghampiri dirimu

orang bilang tanah kita tanah syurga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman…….. Sayup-sayup terdengar tilawah Alquran di Mesjid  depan rumahku, sehingga menghentikan lamunanku. Fa bia a la irobbikumma tukazziban…….maka nikmat tuhan mana lagi yang kau dustakan.

Effendi Mukhtar
Kontributor
Effendi Mukhtar
Hakim Tinggi Yustisial Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Merawat Etika Hakim di Ruang Sidang Anak

November 5, 2026

Penggunaan Artificial Intelligence dalam Peradilan: Pelajaran dari Pedoman Internasional bagi Mahkamah Agung Indonesia

November 5, 2026

Cepat dan Cermat: Cara Mahkamah Agung Menyelesaikan Perkara

November 4, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini

November 6, 2026

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026
Don't Miss

Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI

By JohanesNovember 6, 20260

Jakarta, 6 November 2026 – Sejumlah pejabat dan pegawai di lingkungan Gedung Sekretariat Mahkamah Agung…

Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda

November 6, 2026

Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”

November 6, 2026

Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini

November 6, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI
  • Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda
  • Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”
  • Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini
  • Ini Empat Lembaga Penting bagi Anak Berhadapan dengan Hukum

Recent Comments

  1. Aman on Kejahatan Siber: Hakim Harus Cermat Menguji Bukti
  2. Dr. Sakwanah on Ketua MS Aceh Apresiasi Pelatihan BSDK, Harapkan Diklat Khusus Hukum Acara Jinayat
  3. Herman on Di Balik Mangrove, Ada Keadilan yang Harus Diperjuangkan
  4. Abdul Mustopa on MOVE!
  5. Rizka on Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Arie Guntoro
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Antok Wibowo
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Dismas Lukito Ornasto
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Engli Thirta Satria
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Humas Pengadilan Negeri Sidoarjo
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ainun Najib
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.