Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Evolusi Hukum Keluarga Indonesia: Refleksi Atas Putusan Mahkamah Konstitusi

September 16, 2026

Menelusuri Jejak Uang: Dari Data Intelijen Keuangan hingga Pembuktian di Persidangan

September 16, 2026

Memutus Aliran Dana Kejahatan: 25 Hakim Perdalam Penanganan Perkara TPPU di Depok

September 16, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » MENARA PERADILAN DI TITIK NADIR: MENGUJI EFEKTIVITAS HUKUM DI TENGAH KETIMPANGAN STRUKTURAL

MENARA PERADILAN DI TITIK NADIR: MENGUJI EFEKTIVITAS HUKUM DI TENGAH KETIMPANGAN STRUKTURAL

Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.February 3, 20268 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Palagan

Meja Hijau merupakan sebuah palagan suci tempat keadilan dihadirkan melalui pikiran dan jemari Majelis Hakim dan pena Paniteranya. Di sana, keadilan tidak datang dengan tiba-tiba ia lahir dari dialektika yang melelahkan antara Penuntut Umum, Advokat (Terdakwa), maupun para pihak yang mencari harapan. Gedung pengadilan pun berdiri bukan sekadar sebagai beton dan semen, melainkan rumah pengabdian bagi Panitera, Sekretaris dan para Staff Pengadilan yang menjaga detak nadi administrasinya tetap berdenyut. Namun, di awal tahun ini, Menara tersebut sedang berguncang. Di koridor-koridornya, aroma kesakralan hukum mulai memudar digantikan oleh kegelisahan akibat ketimpangan apresiasi oleh Negara yang dirasa tidak seimbang. Negara kini sedang mempertaruhkan efektivitas penegakan hukumnya pada kebijakan yang dinilai parsial yang mengakibatkan Mahkamah Agung tengah berada di persimpangan resistensi struktural dan turbulensi birokrasi pada aparatur penegak hukum lainnya. 

Belakangan ini Pemerintah sedang berfokus kepada pembangunan dan penegakan hukum yang ditandai dengan diberlakukannya KUHP dan KUHAP baru pada 2 Januari 2026 (legal substance). Pemerintah juga mendorong pemenuhan kesejahteraan Hakim sebagai pejabat negara (berdasarkan Pasal 48 Undang Undang Kekuasaan Kehakiman) sebagaimana yang diamanatkan Konstitusi (Pasal 24 Undang Undang Dasar Negara Tahun 1945) untuk melaksanakan kekuasaan kehakiman yang merdeka dalam menegakkan hukum dan keadilan. Hal tersebut sebagai bentuk pemenuhan hak yang dilakukan oleh Negara kepada Hakim (legal structure) dan diharapkan dapat meningkatkan integritas dan memperkuat indepedensi Hakim yang berada di Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung dan Peradilan di bawahnya dalam memutus perkara (legal culture). 

Causa: Pemantik

Mengacu pada teori Lawrence M. Friedman, hukum bukanlah sebuah monumen statis melainkan sistem yang hidup. Menurutnya, dalam penerapannya, hukum bergantung pada interaksi tiga komponen utama. Pertama: struktur hukum (legal structure), yaitu lembaga penegak hukum (polisi, kejaksaan, pengadilan); Kedua: substansi hukum (legal substance), yaitu peraturan dan norma yang ada (undang-undang, hukum tidak tertulis); dan Ketiga: budaya hukum (legal culture). Jika elemen struktur hukum (legal structure) di dalamnya mengalami disfungsi akibat rasa ketidakadilan yang dirasa tidak merata, maka roda keadilan akan berpotensi berhenti berputar, menyandera hak konstitusional warga negara untuk mendapatkan proses hukum yang adil (due process of law). 

Sebagai benteng terakhir keadilan (the last resort), melalui ketukan palunya para Hakim memegang status hukum yang sakral sebagai seorang pejabat negara. Hakim adalah satu-satunya profesi yang diberi otoritas oleh negara untuk mengubah “fakta administrasi” menjadi “kebenaran hukum” yang dapat mengikat nasib, nyawa maupun harta benda seseorang. Langkah Presiden meningkatkan kesejahteraan (gaji) Hakim hingga 280% (untuk golongan paling rendah) adalah sebuah keberanian visioner, sebagai bentuk inisiatif pemerintah untuk membangun benteng integritas dan memutus rantai korupsi secara fundamental.

Secara sosiologis, pemenuhan finansial tersebut sudah sepantasnya diberikan guna menjaga marwah jabatan yang memikul beban “benteng terakhir keadilan” (the last resort). Namun, dalam kacamata Friedman, memperkuat puncak struktur tanpa menyelaraskan akar penopangnya adalah sebuah anomali. Tanpa harmoni yang sistemik, kenikmatan di puncak berisiko menjadi “integritas yang terisolasi” sebuah menara gading yang indah namun berdiri di atas fondasi yang mulai retak.

Sine Qua Non: Akibat

Friedman menekankan bahwa hukum hanya akan efektif jika seluruh komponen struktur hukum berfungsi dalam satu irama yang sama. Namun, realitas saat ini justru menunjukkan sebuah simfoni yang sedikit sumbang yang ditandai dengan adanya keluhan terbuka di ruang publik digital di sosial media maupun diruang ketatanegaraan seperti di Ruang Parlemen Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia tentang ketimpangan kesejahteraan yang dipicu oleh naiknya Kesejahteraan Hakim (Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi III DPR RI).

  • Panitera & Sekretaris: Resistensi Struktural

Panitera melalui Panitera pengganti di meja hijau persidangan adalah penjaga otentisitas fakta. Kepaniteraan sebagai pelaksana administrasi persidangan, administrasi perkara dan kesekretariatan merupakan pelaksana administrasi umum di pengadilan. Ketimpangan kesejahteraan antara Hakim dengan Panitera dan Sekretaris beserta jajarannya (Panitera Muda, Kepala Sub Bagian) lebih terasa setelah adanya kenaikan kesejahteraan Hakim. Beban kerja di era digitalisasi yang makin meningkat sebagaimana di sampaikan dalam paparannya oleh Ikatan Panitera dan Sekretaris Pengadilan Indonesia (IPASPI) di Rapat Dengar Pendapat Umum bersama DPR-RI dirasa adanya kesenjangan apresiasi oleh Pemerintah. Selain itu keluhan juga disampaikan melalui sosial media. Hal tersebut dapat dimaknai sebagai resistensi struktural yang dapat mempengaruhi administrasi di pengadilan dan mengancam Substansi Hukum (putusan) yang berpotensi kehilangan jiwanya.

  • Kejaksaan: Turbulensi Birokrasi. 

Jaksa atau Penuntut Umum adalah Dominus Litis (pemilik atau pengendali perkara) sang pembuka gerbang keadilan yang mana dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR RI, Jaksa Agung telah meneriakkan urgensi pemenuhan anggaran. Selain itu Komisi Kejaksaan (Komjak) Republik Indonesia juga menyampaikan kepada Tim Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik terkait kesejahteraan jaksa dan pegawai kejaksaan. Hal tersebut bukan sekadar soal angka di slip gaji, melainkan dukungan untuk membangun integritas, independensi, dan profesionalisme aparat penegak hukum. Tanpa anggaran yang tangguh, Jaksa akan menjadi “prajurit di garis depan yang dipaksa berperang dengan peluru hampa” membuat dakwaan yang mudah runtuh bahkan sebelum dialektika dimulai.

Ipso Facto : Suara di Lorong yang Sunyi

Terdapat satu Prajurit yang tertinggal di sudut medan perang, tanpa suara, tanpa jabatan dan tanpa payung organisasi profesi, terpisah jauh dari keluarga karena menandatangani kontrak “siap ditempatkan di mana saja”. Prajurit tersebut adalah para Staf Kepaniteraan & Kesekretariatan. Mereka adalah tangan-tangan yang memastikan setiap berkas terarsip dan setiap data terinput, mulai dari pelimpahan perkara di PTSP hingga minutasi melalui sistem elektronik, mulai dari kebutuhan pekerjaan alat tulis kantor, kebutuhan rumah tangga kantor seperti selembar tissue di toilet hingga pemeliharaan gedung. Jika budaya hukum di lapisan akar rumput ini hancur akibat desakan ekonomi yang mencekik, maka kebocoran integritas akan mengalir deras, tak terbendung oleh palu Hakim yang paling kuat sekalipun.

Risiko Estetika Keadilan yang Semu

Efektivitas penerapan hukum sangat bergantung pada elemen budaya hukum (legal culture). Kritik publik (Gaji Tinggi = Anti Korupsi) seakan menyebut kebijakan ini sebagai “legalisasi upeti” yang mana hal tersebut merupakan sebuah cerminan luka dari kepercayaan masyarakat. Keadilan tidak bisa diproduksi secara parsial di atas panggung sidang. Memperkuat Hakim namun membiarkan elemen pendukungnya (Panitera, Sekretaris, para Staf dan Aparatur Penegak Hukum lainnya) bergelut dalam keterbatasan adalah sebuah kecacatan logika. Integritas merupakan sebuah ekosistem. Jika elemen penunjang diabaikan, maka benteng megah yang dibangun tidak akan pernah berdiri kokoh. Keadilan tetap memiliki risiko tersabotase praktik maladministrasi atau konstruksi dakwaan yang rapuh sebelum sempat dibawa dan diputuskan di meja hijau.

Harmonisasi atau Sunyinya Keadilan

Keadilan kini sedang diuji di hadapan rakyat. Inisiatif mulia pemerintah tidak boleh berhenti pada satu bagian struktur saja. Negara harus segera menemukan titik keseimbangan fungsional: menghormati posisi eksklusif Hakim tanpa memarginalkan mereka yang memutar roda administrasi dan juga sistem lainnya yaitu penuntutan. Jika tidak, Menara Peradilan berpotensi menjadi simbol kemegahan yang rapuh, sebuah tempat di mana keadilan yang tersandera karena ketimpangan struktural, dan efektivitas hukum hanyalah sebuah teori puitis yang gagal mewujudkan harapan para pencari keadilan (masyarakat).

Refleksi Penulis

Sudah saatnya seluruh elemen di bawah naungan Mahkamah Agung, mulai dari staf di pengadilan tingkat pertama hingga pimpinan tertinggi yang berada di Mahkamah Agung memaknai gejolak hari ini bukan sekadar sebagai keluhan administratif, melainkan sebuah Gerakan Perubahan Kolektif. Hal ini merupakan usaha besar untuk memastikan peningkatan kesejahteraan bagi seluruh aparatur lembaga tinggi Mahkamah Agung dan seluruh badan peradilan di bawahnya tanpa terkecuali. Perjuangan ini adalah ikhtiar semesta untuk memastikan bahwa kesejahteraan bukanlah “hadiah” yang turun secara parsial, melainkan hak yang melekat pada setiap aparatur yang menjaga muruah lembaga tinggi negara ini.

Sejarah menuntut Mahkamah Agung untuk menjemput Kemandirian Perencanaan Anggaran yang mutlak (Cetak biru MA-RI 2010-2035). Lembaga Yudisial tidak boleh lagi menjadi subordinasi administratif yang tersandera oleh kebijakan Kementerian Keuangan. Kedaulatan peradilan hanya akan tercipta jika kita memiliki hak penuh untuk menentukan napas finansial kita sendiri. Begitu pula dengan kemandirian tata kelola birokrasi. Mahkamah Agung harus memiliki otoritas penuh untuk mengatur rumah tangganya, memutus rantai keterikatan fungsional dari Kementerian PAN-RB yang sering kali tidak memahami realitas unik di ruang sidang. Tanpa otonomi anggaran dan kedaulatan birokrasi, “Mewujudkan Badan Peradilan yang Agung” hanyalah mitos yang tertulis di atas kertas. 

Momentum ini diharapkan dapat menjadi pemantik untuk Mahkamah Agung berdiri tegak sebagai pilar negara yang mandiri, dan memastikan setiap nyawa yang bertugas di dalamnya, dari garda terdepan di Sabang sampai Merauke, hingga puncak Menara di Medan Merdeka Utara, tegak berdiri dengan merasakan martabat yang sama dalam melayani keadilan.

DAFTAR PUSTAKA

Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

Friedman, L. M. (1975). The legal system: A social science perspective. Russell Sage Foundation.

Prabowo, S. (2025, Juni 15). Pidato kenegaraan: Penguatan fondasi hukum dan integritas peradilan Indonesia. Kantor Staf Presiden.

Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (2025, Juni 12). Presiden Prabowo Umumkan Kenaikan Gaji Hakim 280 Persen, https://setkab.go.id/presiden-prabowo-umumkan-kenaikan-gaji-hakim-280-persen/?TSPD_101_R0=08978305a1ab200064de34c139269e2d040153c9e7c4d93227e1e70e4fab4e31521f48da37ae5f7208f857784c14300082e9a3cb0276febff4f29e91ca1c371a283d391c35ab932936ed0cb7bb2e9ef5c42b5114734148483900453be8fc1611, diakses pada tanggal 30 Januari 2026.

Metro TV. (2026, Januari 20). BREAKING NEWS – KOMISI III DPR RI RAPAT KERJA DENGAN JAKSA AGUNG [Video]. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=sSH5-RRDE8s, diakses pada tanggal 30 Januari 2026.

TVR Parlemen. (2026, Januari 27). KOMISI III DPR RI RDPU DENGAN KETUA UMUM IKATAN PANITERA & SEKRETARIS PENGADILAN INDONESIA (IPASPI) [Video]. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=sSH5-RRDE8s, diakses pada tanggal 30 Januari 2026.

Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
Kontributor
Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Evolusi Hukum Keluarga Indonesia: Refleksi Atas Putusan Mahkamah Konstitusi

September 16, 2026

Meredefinisi Peran Ahli Hukum dalam Persidangan Perkara Pidana

September 16, 2026

Jadi Hakim Tuh Harus Pinter!

September 14, 2026
Leave A Reply


Demo
Top Posts

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,403 Views

Titah Leviathan

September 11, 2026

Di Balik Tradisi ‘Mohon Izin’: Meneguhkan Etika dan Jati Diri Prajurit pada HUT ke-81 TNI AL

September 10, 2026
Don't Miss

Evolusi Hukum Keluarga Indonesia: Refleksi Atas Putusan Mahkamah Konstitusi

By Sri Nurmina Sari, S.HSeptember 16, 20260

PENDAHULUAN Salah satu adagium hukum yang pertama kali diperkenalkan pada telinga penulis saat menjadi mahasiswa…

Menelusuri Jejak Uang: Dari Data Intelijen Keuangan hingga Pembuktian di Persidangan

September 16, 2026

Memutus Aliran Dana Kejahatan: 25 Hakim Perdalam Penanganan Perkara TPPU di Depok

September 16, 2026

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Evolusi Hukum Keluarga Indonesia: Refleksi Atas Putusan Mahkamah Konstitusi
  • Menelusuri Jejak Uang: Dari Data Intelijen Keuangan hingga Pembuktian di Persidangan
  • Memutus Aliran Dana Kejahatan: 25 Hakim Perdalam Penanganan Perkara TPPU di Depok
  • Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe
  • Meredefinisi Peran Ahli Hukum dalam Persidangan Perkara Pidana

Recent Comments

  1. Masjudul Haq on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
  2. Ahmad Satiri on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
  3. Burhan on Dari Prajurit Hukum ke Mahkamah Agung: Letkol Chk Sudiyo Pesan ‘Menulis dan Menulislah’
  4. Vanimut on Ketua PTA Kepri Buka Pendampingan Monev KIP Tahun 2026
  5. Ekasari on BSDK MA Run 2026: 10 Kilometer Pelari CADAS, Berlari Bersama Menjaga Semangat Pengabdian dan Integritas
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Sri Nurmina Sari, S.H
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Zidny Taqiyya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.