Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hakim Tunggal: Jawaban Krisis Regenerasi Hakim?

27 July 2026 • 18:01 WIB

Pengadilan Negeri Namlea Terapkan Keadilan Restoratif dalam Perkara Pencurian Perhiasan

27 July 2026 • 16:14 WIB

Tolak Permohonan Plea Bargaining, PN Wangi-Wangi Perintahkan Sidang Pemeriksaan Biasa

27 July 2026 • 16:08 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Prof. Komarudin hidayat: Membicarakan Kematian Membuat Hidup Lebih Produktif
Berita

Prof. Komarudin hidayat: Membicarakan Kematian Membuat Hidup Lebih Produktif

SyihabuddinSyihabuddin21 November 2025 • 12:35 WIB6 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Semua Ada Batasnya

Sesi filsafat kali ini membahas “kematian”, topik yang mungkin bagi kebanyakan orang absurd untuk dibicarakan, tetapi bersama Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, ratusan Hakim muda mendengarkan dan mendiskusikan dengan cukup antusias dan tajam menghunjam selama lebih dari 3 jam.

Mengawali paparan, Prof. Komar mengajukan pertanyaan menggelitik: “Kapan waktu belajar paling produktif?” Jawabannya adalah saat waktu belajar dibatasi, atau saat kita hanya punya sedikit waktu untuk menghadapi ujian. Melalui Sistem Kebut Semalam, kita lebih produktif dalam belajar. Dalam lari marathon, ada garis finish. Pada permainan sepakbola, ada batasan waktu. Garis finish dan waktu 2 x45 menit tersebut, membuat pelari beradu sprint dan pemain bola bekerja sama dan berjuang keras bagiamana bisa mencetak gol ke gawang lawan.

Demikian juga hidup ada batasnya. Orang menyebutnya dengan kematian. Kematian adalah misteri yang memunculkan banyak pertanyaan, diantaranya apakah hidup ini layak dijalani? Apa yang berharga dari hidup? Mengapa kematian ditakuti? Apakah ada kehidupan setelah kematian? Di sinilah kemudian muncul Filsafat Kematian, cabang filsafat yang mengkaji makna kematian dan dampaknya pada kehidupan manusia serta cara menghadapinya secara rasional dan bermakna. Pandangan umum menyatakan bahwa kematian adalah kepastian yang tidak pasti, yang mendorong kita untuk menghargai hidup, mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian, dan memotivasi kita untuk menjalani kehidupan yang autentik. 

Pandangan Pesimis terhadap Kehidupan

Namun, tidak sedikit orang memaknai hidup ini sebagai kesengsaraan, selalu bergelut dengan masalah dan berakhir dengan kematian yang menyedihkan, sehingga ada orang yang memandang bahwa Live is terrible joke, hidup adalah lelucon yang mengerikan. Kehidupan penuh penderitaan, sia-sia, dan absurditas. “Lelucon yang mengerikan” bisa diartikan sebagai ironi eksistensial –bahwa  hidup “diberi hadiah” eksistensi, tapi eksistensi itu sendiri terasa seperti siksaan atau simulasi tanpa maksud yang indah. Mengenang masa lalu memunculkan penderitaan dan penyesalan, dan sebaliknya menatap masa depan, terbayang keadaan udzur, kelemahan, hilang ketampanan/kecantikan, sirna segala kekayaan dan berbagai macam pernghormatan dan perghargaan.

Pandangan Hidup Masih Ada Harapan

Kelompok lain memandang bahwa hidup adalah kesempatan dan harapan untuk menikmati kebahagiaan. Lebih lanjut, Guru Besar UIN Syarif Hidaytullah ini menjelaskan pandangan terhadap kebahagiaan, yaitu mulai dari Physical happiness (kebahagiaan dengan terpenuhinya kebutuhan fisikn), estetical happiness (konsep yang mengacu pada perasaan senang, kepuasan, atau kenikmatan yang timbul dari pengalaman estetika, yaitu mengapresiasi keindahan), intellectual happiness (seperti kebahagiaan saat mengajar, membaca buku, dll), moral happiness (merasa bahagia saat bisa berbagi dan memberi manfaat pada orang lain), dan puncaknya adalah spiritual happiness (adanya harapan kebahagiaan dari kehidupan yang berdimensi spiritual, yaitu pada kehidupan setelah kehidupan, live after live).

Istilah Kematian

Baca Juga  Nuansa Ramadhan, Pengadilan Negeri Rangkasbitung Berhasil Mendamaikan Para Pihak Melalui Keadilan Restoratif

Prof. Komar memaparkan beberapa istilah tentang kematian, yaitu: (1) maut/mati: terminilogi yang menunjuk kepada berpisahnya ruh dengan jasad, sehingga jasad manusia yang mati disebut jenazah; (2) ‘ajal: ada batasnya, bahwa usia setiap manusia (ummat) ada batasnya, setelah sampai pada batasnya sampailah ‘ajalnya; (3) wafat: bermakna panen, disempurnakan. Orang yang wafat berarti sempurna. Orang yang telah lulus kuliah dan yudisium disebut wafat, telah memanen hasilnya dan telah sempurna pendidikannya; (4) raaji’un/berpulang: berpulang kepada Tuhannya. Orang yang berjumpa dengan kekasihnya tentu akan Bahagia, sebagaimana disitir  dalam QS. Al-Fajr ayat 27-28 yang artinya: “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya”.

Pemikiran Komarudin Hidayat tentang kematian mengubah perspektif dari ketakutan menjadi optimisme. Ia menganggap kematian sebagai “pulang” ke Allah, pintu gerbang menuju kehidupan yang lebih indah, dan hari panen atas segala amal perbuatan selama hidup di dunia. Bagi orang beriman, kematian bukanlah akhir, melainkan proses mendekat kembali kepada Sang Pencipta yang merupakan asal dan tujuan akhir. 

Konsep utama tentang kematian

Penulis buku Psikologi Kematian ini, kemudian memaparkan beberapa konsep utama tentang kematian, yaitu Pertama: Kematian sebagai “pulang”: Kematian diibaratkan seperti pulang dari perantauan untuk kembali ke rumah orang tua atau mudik saat berlebaran. Karena itu, kematian dipandang sebagai peristiwa yang dinantikan, damai, dan menyejukkan bagi orang yang beriman.

Kedua: Kematian sebagai pintu gerbang: Kematian adalah pintu gerbang menuju kehidupan baru yang lebih berkualitas. Kematian dianggap sebagai momen untuk menyempurnakan perjalanan dan meneruskan ke kehidupan abadi. Ketiga: Kematian sebagai hari panen: Bagi para sufi, kematian adalah hari di mana semua hasil dari perbuatan di dunia akan dituai. Ini menjadi motivasi untuk melakukan kebaikan agar mendapatkan hasil yang melimpah di akhirat. Dunia adalah tempat berladang, dan akhirat merupakan tempat menuai hasilnya;

Ketiga: Mengubah ketakutan menjadi optimisme: Komarudin Hidayat berupaya mengubah cara pandang manusia dari ketakutan akan kematian menjadi optimisme. Ia melihat bahwa rasa takut seringkali datang dari ketidaktahuan tentang apa yang akan terjadi setelah kematian dan hanya melihat sisi negatifnya saja, berdasarkan bayangan, imanjinasi, atau keyakinan masing-masing; dan Keempat: Setiap hari adalah hari kelahiran dan kematian: Ia juga berpendapat bahwa jika manusia dapat menghayati makna kehidupan secara intens, maka setiap hari adalah hari kelahiran (saat bangun tidur) dan kematian (saat tidur yang tidak sadar). Ini menjadi momen untuk bersyukur dan bertaubat, sehingga dengan demikian kehidupan manusia diliputi oleh ketenangan, kedamaian, keindahan, kebahagiaan, dan sikap optimis.

Baca Juga  Pustrajak MA RI ke FSH UIN Sunan Gunung Djati Perkuat RUU Peradilan Tata Usaha Negara

Kehidupan yang Optimis dan Produktif

Pada akhir diskusi, pria kelahiran Muntilan yang ditinggal ibunya sejak usia 9 tahun menyampaikan bahwa Tuhan mempunyai desain dan rencana dalam hidup kita. “Saya pernah merasakan hopeless, karena ditinggal orang tua tercinta, hingga saya  tidak betah tinggal di rumah dan akhirnya merantau ke Jakarta. Keadaan tersebut ternyata membahwa blessing in disgue. Saya melihat dari sisi lain, jadi tidak terpenjara dengan masalah. Pendidikan saya jadikan sebagai pelampiasan dan tangga menuju kesuksesan, sehingga saya bisa seperti saat ini.”

Lebih lanjut, Prof. Komar berpesan, hidup tidak berakhir dengan kematian. Live after live akan terwujud pada kehidupan paska kematian. Peristiwa mati hanya konstruksi saja, sejatinya hanya berpindah kehidupan. Ada Hakim yang Maha Adil yang akan memberikan keadilan yang hakiki. Reward and punishment pun akan diberikan. Rekaman amal kebajikan kita akan menjadi saksi. Oleh karenanya, apa saja yang dimiliki, investasikan dan pergunakan untuk kebaikan, menolong dan memberi manfaat untuk sesama. Pahit getir hidup dijalani, kita tumbuh dan berkembang karena ditempa oleh masalah. Pelaut ulung tidak lahir dari laut yang tenang. Jadikan problem sebagai guru dan teman yang akan menjadi batu bata yang menopang kesuksesan, dan jangan lupa jalan pulang.

Saat memberikan closing statemen, Pria yang hobi membaca dan menulis tersebut berpesan: “Sebagai wakil Tuhan, Hakim harus memiliki hati yang bersih, memperbanyak bacaan yang sehat dan menjauhkan dari konten hoaks. Kecerdasan intelektual penting, tetapi lebih penting lagi adalah ketajaman Nurani. Carilah rizki yang halal yang membawa kebaikan dan keberkahan. Hindarkan pendapatan yang tidak halal, karena itu akan menjerumuskan dan membawa mala petaka.” Bravo Hakim Indonesia! Salam Cadas!

Syihabuddin
Kontributor
Syihabuddin
Hakim Yustisial Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

berita
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Pengadilan Negeri Namlea Terapkan Keadilan Restoratif dalam Perkara Pencurian Perhiasan

27 July 2026 • 16:14 WIB

Tolak Permohonan Plea Bargaining, PN Wangi-Wangi Perintahkan Sidang Pemeriksaan Biasa

27 July 2026 • 16:08 WIB

PTA Kepri Gelar Pertemuan Keenam Bimtek Pembangunan Pengadilan Berpredikat Informatif Tahun 2026

27 July 2026 • 15:49 WIB
Leave A Reply

Demo
Top Posts

Sebelum Karangan Bunga Berikutnya Dikirim

27 July 2026 • 12:12 WIB

Menepi Sejenak di Tambak Bandeng

11 July 2026 • 09:06 WIB

Prediksi Juara World Cup 2026 Dari Pusdiklat Menpim

6 July 2026 • 21:16 WIB

Meneguhkan Negara Hukum Melalui Perlindungan Sosial: Sinergi Kebijakan Publik dan Lembaga Peradilan bagi Petani dan Pekerja Sektor Informal

1 July 2026 • 14:00 WIB
Don't Miss

Hakim Tunggal: Jawaban Krisis Regenerasi Hakim?

By Febby Fajrurrahman27 July 2026 • 18:01 WIB0

Pendidikan Filsafat Keadilan Gelombang 3, yang dilaksanakan Pusat Pendidikan & Pelatihan Teknis BSDK Mahkamah Agung,…

Pengadilan Negeri Namlea Terapkan Keadilan Restoratif dalam Perkara Pencurian Perhiasan

27 July 2026 • 16:14 WIB

Tolak Permohonan Plea Bargaining, PN Wangi-Wangi Perintahkan Sidang Pemeriksaan Biasa

27 July 2026 • 16:08 WIB

PTA Kepri Gelar Pertemuan Keenam Bimtek Pembangunan Pengadilan Berpredikat Informatif Tahun 2026

27 July 2026 • 15:49 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Hakim Tunggal: Jawaban Krisis Regenerasi Hakim?
  • Pengadilan Negeri Namlea Terapkan Keadilan Restoratif dalam Perkara Pencurian Perhiasan
  • Tolak Permohonan Plea Bargaining, PN Wangi-Wangi Perintahkan Sidang Pemeriksaan Biasa
  • PTA Kepri Gelar Pertemuan Keenam Bimtek Pembangunan Pengadilan Berpredikat Informatif Tahun 2026
  • Sidang Perdana Perkara Korupsi Digelar di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta

Recent Comments

  1. Jefferylog on Ketika Kontrak Diputus Sepihak: Pelanggaran Biasa atau Perbuatan Melawan Hukum?
  2. BruceFieda on Ketika Kontrak Diputus Sepihak: Pelanggaran Biasa atau Perbuatan Melawan Hukum?
  3. Georgeharce on Menafsirkan Ketentuan Pemeriksaan yang Dibuka Kembali dalam KUHAP Baru
  4. Albertoselve on Ketika Kontrak Diputus Sepihak: Pelanggaran Biasa atau Perbuatan Melawan Hukum?
  5. Georgeharce on Fenomena “Cashless Only”: Benturan Regulasi dan Realitas Sosial
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Dr. Satria Perdana, S.H., M.H.
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.