Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Menjaga Hutan, Melindungi Masyarakat, Menegakkan Keadilan: Dua Institusi Siapkan Sinergi

10 August 2026 • 20:29 WIB

Pelatihan Prisma Menjadi Bukti Nyata MA RI Dalam Meraih Kembali Kepercayaan Publik

10 August 2026 • 19:40 WIB

Dari Kandang Rehabilitasi ke Langit Jawa: Perjalanan Panjang Penyelamatan Elang Jawa di PSSEJ

10 August 2026 • 19:30 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Ironi Jubah Keadilan: ‘Kegilaan’ Abu Nawas dan Beban Etis Kekuasaan

Ironi Jubah Keadilan: ‘Kegilaan’ Abu Nawas dan Beban Etis Kekuasaan

AmanAman11 May 2026 • 08:30 WIB6 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Pendahuluan

Kekuasaan sering menjadi panggung bagi narasi yang riuh, namun di baliknya, ada sunyi yang menuntut pertanggungjawaban moral paling dalam. Sejarah telah mewariskan kepada kita sosok Abu Nawas bukan sekadar sebagai figur jenaka, melainkan seorang pemikir yang memilih kegilaan sebagai benteng terakhir integritasnya.

Melalui tulisan ini, saya mencoba menelusuri kembali fragmen sejarah tersebut sebagai sebuah pernyataan etis tentang beratnya memikul timbangan keadilan. Di tengah arus zaman yang sering  terjebak dalam formalisme hukum yang kaku, narasi Abu Nawas hadir sebagai cermin filosofis bagi kita semua, khususnya dalam melihat hubungan antara integritas pribadi dan jabatan publik.

Artikel yang berjudul “Ironi Jubah Keadilan: ‘Kegilaan’ Abu Nawas dan Beban Etis Kekuasaan“ ini mencoba membedah bagaimana dialektika antara hukum formal dan etika batin bekerja melalui pendekatan yang cair namun tetap berbobot.

Dalam ingatan kolektif masyarakat, Abu Nawas hanya dianggap sebagai pelawak istana yang cerdik. Namanya seolah sepaket dengan lelucon ringan yang kita dengar saat kecil. Tapi, kalau kita tengok lebih dalam. Di balik tawa itu, ada seorang intelektual yang memakai humor sebagai senjata tajam untuk mengiris ketimpangan sosial. Abu Nawas itu bukan sekadar tukang omon omon  dia adalah manifestasi hidup dari filsafat yang paling jujur (Nasr, 2020: 45).

Tingkah aneh yang dia lakukan sebenarnya adalah pantulan dari kegelisahan batin melihat realitas politik zamannya. Salah satu momen paling menggetarkan dalam sejarah hidupnya adalah ketika dia nekat berpura-pura kehilangan akal sehat. Kenapa? Karena dia ingin lari dari mandat jabatan Qadi atau hakim agung. Pilihan ini menunjukkan jurang lebar antara ambisi manusia biasa dengan ketakutan seorang sufi akan beratnya beban kekuasaan. Kegilaannya, adalah perlawanan diam-diam terhadap otoritas (Hadi, 2019: 112).

Mandat Sultan dan Timbangan yang Berat

Semuanya bermula waktu Khalifah Harun Al Rasyid butuh sosok berintegritas untuk menjadi hakim. Sultan langsung menunjuk Abu Nawas. Bagi kebanyakan orang, ini jackpot. Jabatan Qadi itu kursi basah status naik, harta terjamin, dan dekat dengan penguasa. Namun, bagi Abu Nawas, jabatan itu justru seperti lonceng kematian bagi kedamaian jiwanya. Dia melihat kursi hakim bukan sebagai tahta, melainkan ujian berat yang bisa menyeretnya ke jurang kezaliman jika dia sampai salah langkah (Zaidan, 2021: 88).

Dalam tradisi Islam, menjadi hakim itu risikonya nyawa dan akhirat. Ada beban metafisika di sana. Abu Nawas paham betul kalau memutus perkara itu bukan hanya soal pasal-pasal di atas kertas, tetapi persoalan mempertanggungjawabkan setiap ketukan palu di hadapan Tuhan. Dia merasa, satu saja kesalahan kecil dalam memutus keadilan, itu akan menjadi beban abadi yang dia bawa sampai mati (Al-Attas, 2018: 34).

Baca Juga  Menyeimbangkan Rasa dan Rasio sebagai Seni Merasakan Keadilan

Filsafat di Balik ‘Kegilaan’

Begitu mandat itu turun, Abu Nawas tidak membuat demo atau pidato politik. Dia justru memilih cara yang sangat absurd dia ambil pelepah kurma, menungganginya seperti kuda, lalu lari-lari di pasar sambil teriak tidak karuan. Dia sengaja menghancurkan martabatnya sendiri demi menyelamatkan nuraninya. Ini adalah langkah filosofis yang sangat ekstrem untuk menjaga kesucian hati dari racun ambisi (Fakhry, 2022: 156).

Dengan akting gila itu, Abu Nawas sebenarnya sedang menyindir kewarasan orang-orang di sekitarnya. Dia seolah berteriak bahwa di dunia yang penuh intrik dan kepalsuan ini, menjadi ‘gila’ adalah satu-satunya cara supaya batin tetap waras. Dia rela dianggap tidak waras oleh manusia asalkan tidak kehilangan kompas moral di depan Sang Pencipta. Ini adalah harga mahal yang dia bayar demi sebuah prinsip (Armstrong, 2019: 210).

Ironi Getir Kekuasaan

Ada sesuatu yang sangat perih di balik cerita ini. Orang-orang tertawa melihat Abu Nawas, termasuk Sultan. Tetapi tawa itu sebenarnya menutupi kenyataan yang pahit. Abu Nawas sedang menertawakan sebuah sistem yang gampang sekali menyerahkan timbangan keadilan kepada manusia yang penuh cacat. Dia sadar kekuasaan mempunyai daya rusak yang bisa mematikan nurani, makanya dia pilih menjauh supaya bisa tetap jujur memandang kebenaran (Soroush, 2021: 77).

Keputusan menjadi “orang gila” ini membuktikan kalau integritas itu harganya sangat mahal. Abu Nawas lebih suka dihina dan dianggap sampah oleh orang banyak daripada harus duduk di kursi hakim tapi hatinya terikat kepentingan penguasa. Ini sindiran keras bagi siapa saja yang haus jabatan tanpa mempunyai nyali untuk memikul tanggung jawab moralnya (Mernissi, 2020: 129).

Relevansi Moral di Era Modern

Kisah Abu Nawas ini masih sangat relevan kalau kita bawa ke konteks hari ini. Kita sekarang hidup di zaman di mana jabatan dikejar mati-matian seperti piala. Jarang ada orang yang merasa gemetar atau takut saat dikasih kekuasaan besar. Moralitas Abu Nawas mengajarkan kita untuk mawas diri. Dia menunjukkan kalau tindakan yang kelihatannya konyol bisa jadi sebagai bentuk keteguhan prinsip yang paling tinggi (Hardiman, 2023: 201).

Berani menolak kemewahan jabatan demi ketenangan batin adalah sikap yang sangat langka sekarang. Cerita ini juga mengingatkan kalau keadilan itu bukan hanya persoalan administrasi negara, tetapi persoalan getaran nurani. Kalau seseorang merasa tidak sanggup, mundur adalah langkah ksatria. Abu Nawas membuktikan kalau lebih baik menjadi rakyat jelata yang bebas merdeka daripada pejabat tinggi yang jiwanya terpenjara (Suseno, 2019: 92).

Dialektika Hukum dan Etika

Secara teoretis, apa yang dilakukan Abu Nawas menggambarkan benturan antara hukum formal dan hukum moral. Sebagai calon hakim, dia tahu hukum sering kali hanya menjadi alat penguasa untuk mencari pembenaran. Dengan menjaga jarak dari jabatan tersebut lewat cara yang satir, dia sebenarnya sedang menegakkan hukum yang lebih tinggi, yaitu jujur pada diri sendiri (Rahardjo, 2020: 144). Dia menolak menjadi stempel bagi kepentingan elite yang bertentangan dengan batinnya.

Baca Juga  Kancing Kemeja

Fenomena pura-pura gila ini juga bisa kita baca sebagai kritik terhadap formalisme yang kaku. Kadang, jabatan membuat orang kehilangan sisi akal sehatnya karena terlalu sibuk dengan protokol dan harga diri. Abu Nawas, dengan gaya nyelenehnya, tetap menjaga kemurnian jiwanya sebagai manusia biasa. Dia tidak mau jubah hakim yang mentereng menutupi segala kekurangan dan kerapuhannya sebagai hamba (Madjid, 2018: 256).

Kesimpulan

Abu Nawas telah mengubah cara kita melihat apa itu kebijaksanaan. Ternyata bijaksana itu tidak harus pakai baju rapi atau bicara formal. Kadang, dia muncul lewat tawa dan perilaku yang dianggap aneh oleh orang umum. Pura-pura gila ini adalah monumen kejujuran seorang intelektual. Dia tidak mau membohongi diri sendiri atau rakyat banyak dengan menjadi hakim yang terpaksa.

Lewat aksinya, dia menyelamatkan dua hal yaitu  wibawa hukum itu sendiri dan keselamatan jiwanya dari fitnah kekuasaan. Maka apabila kita dengar nama Abu Nawas, jangan hanya siap-siap buat tertawa. Kita juga harus siap untuk merenung. Di balik banyolannya, ada cermin besar yang memaksa kita bertanya: Berani tidak sejujur Abu Nawas saat jabatan dan kemewahan ada di depan mata?” (Nasution, 2022: 118).

Daftar Pustaka

Al-Attas, S. M. N. (2018). Prolegomena to the Metaphysics of Islam. Kuala Lumpur: ISTAC.

Armstrong, K. (2019). Islam: A Short History. London: Modern Library.

Fakhry, M. (2022). A History of Islamic Philosophy. New York: Columbia University Press.

Hadi, A. (2019). Sufisme dan Kritik Sosial. Jakarta: Pustaka Jaya.

Hardiman, F. B. (2023). Seni Memahami. Yogyakarta: Kanisius.

Madjid, N. (2018). Islam, Kemodernan, dan Keindonesiaan. Bandung: Mizan.

Mernissi, F. (2020). The Veil and the Male Elite. Reading: Addison-Wesley.

Nasr, S. H. (2020). Living Sufism. Cambridge: Islamic Texts Society.

Nasution, H. (2022). Falsafah dan Mistisisme dalam Islam. Jakarta: Bulan Bintang.

Rahardjo, S. (2020). Ilmu Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Soroush, A. (2021). Reason, Freedom, and Democracy in Islam. Oxford: Oxford University Press.

Suseno, F. M. (2019). Etika Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Zaidan, J. (2021). History of Islamic Civilization. New Delhi: Kitab Bhavan.

Aman
Kontributor
Aman
Wakil Ketua Pengadilan Agama Baturaja

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

artikel hukum Etika Kekuasaan Filsafat Hukum integritas keadilan Moralitas pemikiran islam
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Innovation in the Supreme Court’s CPNS Basic Training Program in the Age of Artificial Intelligence: A Glimpse into Six Emerging Challenges

10 August 2026 • 15:54 WIB

Mengungkap Kecurangan di Balik Angka Bersih: Catatan Penting Pembuktian Ilmiah terhadap Limbah Industri

10 August 2026 • 10:25 WIB

“Koneksitas Jinayat dan Persamaan di Hadapan Hukum”

10 August 2026 • 09:02 WIB
Leave A Reply


Demo
Top Posts

Dari Monitoring Hingga Titik Nol: Sebuah Perjalanan Tentang Pengabdian

30 July 2026 • 15:00 WIB

Sebelum Karangan Bunga Berikutnya Dikirim

27 July 2026 • 12:12 WIB

Menepi Sejenak di Tambak Bandeng

11 July 2026 • 09:06 WIB

Prediksi Juara World Cup 2026 Dari Pusdiklat Menpim

6 July 2026 • 21:16 WIB
Don't Miss

Menjaga Hutan, Melindungi Masyarakat, Menegakkan Keadilan: Dua Institusi Siapkan Sinergi

By Syihabuddin10 August 2026 • 20:29 WIB0

Megamendung, 10 Agustus 2026 — Hutan bukan sekadar hamparan pepohonan. Ia adalah ruang kehidupan, rumah…

Pelatihan Prisma Menjadi Bukti Nyata MA RI Dalam Meraih Kembali Kepercayaan Publik

10 August 2026 • 19:40 WIB

Dari Kandang Rehabilitasi ke Langit Jawa: Perjalanan Panjang Penyelamatan Elang Jawa di PSSEJ

10 August 2026 • 19:30 WIB

BSDK Mahkamah Agung Gelar Outbound, Perkuat Kebersamaan Peserta Sertifikasi Mediator dan Lingkungan Hidup

10 August 2026 • 19:21 WIB
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Menjaga Hutan, Melindungi Masyarakat, Menegakkan Keadilan: Dua Institusi Siapkan Sinergi
  • Pelatihan Prisma Menjadi Bukti Nyata MA RI Dalam Meraih Kembali Kepercayaan Publik
  • Dari Kandang Rehabilitasi ke Langit Jawa: Perjalanan Panjang Penyelamatan Elang Jawa di PSSEJ
  • BSDK Mahkamah Agung Gelar Outbound, Perkuat Kebersamaan Peserta Sertifikasi Mediator dan Lingkungan Hidup
  • Bentrokan Dua Tekad :  Harapan Naruto ditengah Tirani Danzo

Recent Comments

  1. cindy on Putusan untuk Bumi: Refleksi Hakim di Tengah Triple Planetary Crisis
  2. Jeje on Putusan untuk Bumi: Refleksi Hakim di Tengah Triple Planetary Crisis
  3. asyrof on Dapatkah Pemeriksaan Setempat Menjadi Bagian dari Mediasi di Pengadilan?
  4. AI API Directory on Sistem Pembuktian KUHAP 2025: Dr. Chairul Huda Tegaskan Hakim Harus Berani Menolak Alat Bukti Ilegal
  5. Syihabuddin on Sebelum Karangan Bunga Berikutnya Dikirim
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Sadana
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Dr. Satria Perdana, S.H., M.H.
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.