Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Uji Kelayakan Calon Hakim Ad Hoc Tipikor, Letkol Chk Sudiyo Tampil Perdana di Komisi III DPR RI

12 August 2026 • 19:17 WIB

Hakim Agung Lulik: Hakim Harus Cermat Membedakan Tindakan Faktual dan Keputusan Tertulis

12 August 2026 • 19:05 WIB

Pergeseran Paradigma Kuasa Asuh Anak Pasca-Perceraian pada Masyarakat Bali Modern dalam Perspektif Sosiologi Hukum

12 August 2026 • 13:03 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Menata Ulang Marwah Mahkamah lewat Penguatan Disiplin Kinerja Hakim

Menata Ulang Marwah Mahkamah lewat Penguatan Disiplin Kinerja Hakim

Achmad PratomoAchmad Pratomo13 May 2026 • 10:25 WIB10 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

1. Pengadilan Tinggi Medan

Medan — Pengadilan Tinggi Medan menerima kunjungan tim Pustrajak Kumdil Mahkamah Agung dalam rangka audiensi dan wawancara penyusunan naskah urgensi perubahan PERMA Nomor 7 Tahun 2016 tentang disiplin hakim dan aparatur peradilan, Senin (11/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Pengadilan Tinggi Medan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Medan beserta para hakim tinggi dan aparatur pengadilan. Dalam sambutannya, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Medan menyampaikan apresiasi atas kedatangan tim peneliti dan menegaskan kesiapan jajaran Pengadilan Tinggi Medan untuk memberikan masukan terhadap implementasi PERMA Nomor 7 Tahun 2016.

Perwakilan tim Pustrajak Kumdil Mahkamah Agung, Bapak Sikti, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengumpulan data dan masukan di sejumlah wilayah, antara lain Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Utara, guna mengevaluasi implementasi PERMA Nomor 7 Tahun 2016.

Dalam sesi diskusi, para hakim menyampaikan berbagai persoalan yang ditemui dalam pelaksanaan aturan disiplin, khususnya terkait mekanisme presensi, izin, cuti sakit, fleksibilitas jam kerja, serta pemotongan tunjangan jabatan hakim.

Bapak Syamsul Komar menyoroti adanya perbedaan penerapan aturan di masing-masing satuan kerja, khususnya mengenai ketentuan izin dua hari yang dinilai masih multitafsir. Menurutnya, perlu penegasan apakah izin tersebut berlaku dalam hitungan bulanan atau tahunan.

Sementara itu, Bapak Ahmad Sayuti menekankan pentingnya fleksibilitas jam kerja hakim mengingat tugas hakim tidak semata-mata diukur dari kehadiran fisik di kantor, melainkan dari produktivitas penyelesaian perkara dan kualitas putusan.

Pandangan serupa disampaikan oleh Ibu Rosmina yang menilai pekerjaan hakim membutuhkan konsentrasi tinggi sehingga terkadang lebih efektif dilakukan di luar kantor. Menurutnya, pengukuran kinerja hakim sebaiknya berbasis produktivitas dan bukan hanya absensi.

Selain itu, sejumlah peserta juga menyampaikan keberatan terhadap kebijakan pemotongan tunjangan jabatan akibat cuti sakit atau ketidakhadiran tertentu. Para hakim menilai tunjangan jabatan melekat pada status jabatan hakim sehingga perlu pengaturan yang lebih adil dan manusiawi.

Dalam pembahasan tersebut juga muncul usulan agar mekanisme disiplin mempertimbangkan karakteristik masing-masing pengadilan, termasuk beban perkara dan distribusi hakim yang tidak merata di berbagai daerah.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, tim Pustrajak Kumdil Mahkamah Agung menyampaikan bahwa seluruh pendapat dan pengalaman peserta akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan naskah urgensi perubahan PERMA Nomor 7 Tahun 2016.

Audiensi ditutup oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Medan dengan harapan agar hasil diskusi dapat memberikan kontribusi positif bagi penyempurnaan regulasi disiplin hakim dan aparatur peradilan di lingkungan Mahkamah Agung.


2. Pengadilan Tata Usaha Negara Medan

Medan — Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan menyampaikan sejumlah masukan strategis dalam audiensi dan wawancara penyusunan naskah urgensi perubahan PERMA Nomor 7 Tahun 2016 tentang disiplin hakim dan aparatur pengadilan yang berlangsung pada 11 Mei 2026.

Dalam pemaparannya, tim penyusun dari Pustrajak Mahkamah Agung menjelaskan bahwa revisi PERMA diperlukan karena sejumlah ketentuan sudah tidak selaras dengan PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil serta perkembangan sistem administrasi berbasis teknologi informasi.

Salah satu isu yang menjadi perhatian ialah pemanfaatan aplikasi SIKEP yang saat ini dinilai masih terbatas sebagai sarana presensi masuk dan pulang kerja. Tim penyusun menyampaikan bahwa ke depan SIKEP direncanakan dikembangkan untuk mendukung administrasi kepegawaian yang lebih luas.

Selain itu, tim juga menyoroti belum sinkronnya sejumlah ketentuan dalam PERMA Nomor 7 Tahun 2016, khususnya terkait cuti sakit, klasifikasi sanksi disiplin, mekanisme pemeriksaan, dan kewenangan penanganan perkara disiplin.

Dalam sesi diskusi, peserta dari lingkungan PTTUN Medan menyampaikan berbagai pengalaman dan kendala di lapangan. Salah satu persoalan yang paling sering terjadi ialah gangguan aplikasi SIKEP pada jam sibuk menjelang pukul 08.00 WIB maupun menjelang jam pulang kerja.

Peserta mengusulkan agar SIKEP dikembangkan menjadi sistem digital yang lebih komprehensif, termasuk untuk pengajuan izin keluar kantor, pencatatan waktu keluar dan kembali, hingga notifikasi otomatis kepada pimpinan.

Selain persoalan teknis, peserta juga menyoroti karakteristik pekerjaan hakim yang dinilai berbeda dengan ASN pada umumnya. Menurut peserta, hakim sering membawa pekerjaan ke rumah, menyusun konsep putusan di luar kantor, hingga menjalankan sidang yang berlangsung sampai malam hari.

Karena itu, peserta mengusulkan agar pengaturan jam kerja hakim lebih fleksibel dan tidak semata-mata diukur berdasarkan presensi pukul 08.00 sampai 16.30 WIB. Peserta menilai penilaian kinerja hakim seharusnya mempertimbangkan beban kerja, kualitas putusan, serta tanggung jawab penyelesaian perkara.

Baca Juga  Sistem Pengawasan “No Mercy” Untuk Melayakkan Kesejahteraan Finansial Hakim

Dalam diskusi juga berkembang wacana penerapan sistem kerja fleksibel atau work from anywhere bagi hakim, khususnya dalam penyusunan konsep putusan yang dapat dilakukan dari rumah selama hakim tetap hadir saat diperlukan untuk persidangan.

Peserta turut mengusulkan agar pelanggaran disiplin ringan cukup diselesaikan di internal satuan kerja, sementara pelanggaran sedang dan berat tetap ditangani oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung. Usulan tersebut dinilai dapat mempercepat penyelesaian persoalan disiplin sederhana agar tidak berlarut-larut.

Pembahasan lain yang mendapat perhatian besar ialah rencana penghapusan mekanisme izin tidak masuk kantor selama satu atau dua hari. Tim penyusun menjelaskan bahwa dalam ketentuan administrasi kepegawaian terbaru, izin dua hari pada dasarnya sudah tidak dikenal lagi karena cuti tahunan kini dapat digunakan hanya untuk satu hari.

Penjelasan tersebut memunculkan kekhawatiran dari peserta, terutama bagi hakim yang ditempatkan jauh dari keluarga. Peserta menilai penggunaan cuti tahunan untuk seluruh kebutuhan pribadi dapat menyebabkan hak cuti cepat habis sebelum akhir tahun.

Beberapa peserta menyampaikan pengalaman harus pulang ke daerah asal untuk menemui keluarga dan mendampingi anak sekolah. Menurut mereka, kondisi penempatan hakim yang berjauhan dengan keluarga memerlukan solusi khusus agar tidak mengurangi hak cuti tahunan secara signifikan.

Dalam diskusi tersebut juga muncul usulan pemberian cuti mutasi bagi hakim yang berpindah tugas, sekitar tujuh hari tanpa memotong hak cuti tahunan. Tim penyusun menyampaikan bahwa usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan awal dan akan dipertimbangkan lebih lanjut.

Menutup kegiatan, tim penyusun menegaskan bahwa seluruh masukan dari satuan kerja akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan perubahan PERMA Nomor 7 Tahun 2016, khususnya terkait fleksibilitas kerja hakim, pengaturan cuti dan izin, optimalisasi teknologi informasi, serta mekanisme penegakan disiplin yang lebih adaptif dan selaras dengan regulasi nasional.


3. Pengadilan Tinggi Agama Medan

Medan — Pengadilan Tinggi Agama Medan menerima kunjungan tim Pustrajak Mahkamah Agung RI dalam rangka audiensi dan wawancara penyusunan naskah urgensi perubahan PERMA Nomor 7 Tahun 2016 tentang disiplin hakim dan aparatur peradilan, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat PTA Medan tersebut dibuka oleh Sekretaris PTA Medan dan dihadiri Ketua PTA Medan, para hakim tinggi, pejabat struktural, serta tim penyusun dari Mahkamah Agung RI.

Dalam sambutannya, Ketua PTA Medan menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim Pustrajak dan berharap revisi PERMA Nomor 7 Tahun 2016 dapat menciptakan keseragaman dalam pelaksanaan penegakan disiplin hakim dan aparatur peradilan di seluruh Indonesia.

Ketua tim Pustrajak, Bapak Sikti, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memotret kondisi aktual penerapan PERMA Nomor 7 Tahun 2016 di lapangan. Menurutnya, hasil pengumpulan data dari berbagai wilayah, termasuk Surabaya, Medan, dan Manado, akan menjadi dasar dalam penyusunan rumusan perubahan PERMA yang baru.

Dalam pemaparannya, tim penyusun menyoroti sejumlah isu utama, antara lain presensi berbasis teknologi informasi, mekanisme izin dua hari, cuti sakit, klasifikasi sanksi disiplin, pemotongan tunjangan jabatan, hingga kewenangan tim pemeriksa disiplin.

Selain itu, tim juga mengangkat wacana mengenai fleksibilitas kerja hakim, termasuk apakah pengukuran disiplin lebih tepat didasarkan pada jam kerja atau produktivitas penyelesaian perkara.

Auditor Mahkamah Agung, Bapak Nur, menjelaskan bahwa mekanisme izin dua hari pada dasarnya sudah tidak dikenal lagi dalam administrasi kepegawaian nasional setelah dicabutnya PermenPAN yang lama dan digantikan dengan regulasi baru. Namun demikian, ia mengakui bahwa mekanisme tersebut selama ini sangat membantu hakim yang bertugas di daerah.

Dalam sesi diskusi, Ibu Erpi menyampaikan bahwa PERMA Nomor 7 Tahun 2016 masih relevan, khususnya bagi hakim tingkat pertama dengan beban perkara yang sangat tinggi. Ia menggambarkan kondisi hakim di pengadilan tertentu yang harus menangani hingga puluhan perkara setiap hari dengan keterbatasan jumlah hakim dan kondisi usia yang tidak lagi muda.

Ibu Erpi juga menyoroti kendala teknis penggunaan aplikasi SIKEP, khususnya persoalan sinyal dan keterbatasan titik koordinat absensi elektronik. Menurutnya, beberapa area di lingkungan kantor bahkan tidak terjangkau sistem sehingga hakim harus berpindah tempat hanya untuk melakukan absensi.

Keluhan serupa disampaikan pejabat kepegawaian PTA Medan yang menjelaskan bahwa area basement parkir tidak terdeteksi sistem SIKEP dan sering muncul notifikasi bahwa pengguna berada di luar koordinat kantor.

Baca Juga  Pagi Terakhir di Bhopal: Antara Bekal, Zoom, dan Kepulangan

Menanggapi hal tersebut, tim Pustrajak menjelaskan bahwa titik koordinat absensi ditentukan oleh satuan kerja dan disetujui oleh Biro Kepegawaian Mahkamah Agung. Persoalan beban server saat jam sibuk juga diakui masih menjadi kendala dan telah dilaporkan kepada pimpinan Mahkamah Agung untuk dilakukan perbaikan.

Dalam pembahasan mengenai cuti sakit, sejumlah peserta meminta agar mekanisme administrasi dipermudah. Salah seorang hakim menyampaikan bahwa sakit merupakan kehendak Tuhan dan bukan kesalahan yang disengaja sehingga hakim yang sakit seharusnya diberikan kemudahan dan rasa tenang dalam menjalani masa pemulihan.

Isu lain yang mengemuka ialah usulan pemberian kelonggaran waktu bagi hakim yang melaksanakan ibadah haji agar tidak langsung diwajibkan kembali bekerja sesaat setelah pelaksanaan ibadah selesai.

Sementara itu, terkait sanksi disiplin, tim penyusun menyampaikan adanya wacana penerapan sanksi ganda bagi hakim yang melakukan pelanggaran berat, yakni berupa pemotongan tunjangan sekaligus penurunan pangkat.

Menanggapi hal tersebut, Ibu Erpi berpendapat bahwa penerapan sanksi ganda sebaiknya mempertimbangkan dampak pelanggaran dan tingkat pengulangannya. Menurutnya, hakim tetap manusia biasa yang dapat melakukan kesalahan sehingga penjatuhan sanksi harus mempertimbangkan aspek proporsionalitas dan keadilan.

Audiensi ditutup oleh Sekretaris PTA Medan yang menyampaikan terima kasih atas berbagai masukan dan diskusi yang telah berlangsung terkait draft perubahan PERMA Nomor 7 Tahun 2016. Seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan regulasi baru mengenai disiplin hakim dan aparatur peradilan.


4. Pengadilan Militer Tinggi I Medan

Medan — Dilmilti I Medan menerima kunjungan Tim Pustrajak yang terdiri dari penyusun Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI dalam rangka audiensi dan penjaringan masukan terkait revisi PERMA Nomor 7 Tahun 2016 tentang Disiplin Kerja Hakim, Selasa, 12 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pegawai dan pejabat Dilmilti I Medan. Dalam sambutannya, pihak Dilmilti I Medan menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim Mahkamah Agung serta kesiapan memberikan dukungan data dan masukan yang dibutuhkan dalam proses revisi regulasi tersebut.

Perwakilan tim peneliti, Tri Joko, menjelaskan bahwa revisi PERMA dilakukan karena sejumlah ketentuan dinilai sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan sistem administrasi dan regulasi kepegawaian saat ini.

“PERMA Nomor 7 Tahun 2016 perlu diselaraskan dengan perkembangan aturan terbaru, termasuk PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS dan sistem presensi digital yang sudah diterapkan di lingkungan Mahkamah Agung,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, tim peneliti menyoroti sejumlah isu utama yang menjadi perhatian dalam revisi PERMA, di antaranya digitalisasi presensi hakim, ketidakjelasan aturan izin 2 hari, ketentuan cuti sakit hakim, klasifikasi sanksi disiplin, hingga tumpang tindih kewenangan pemeriksaan disiplin.

Selain itu, tim juga mengangkat wacana fleksibilitas jam kerja hakim, khususnya pada pengadilan dengan beban perkara tinggi yang menyebabkan persidangan berlangsung hingga malam hari.

“Beberapa masukan dari responden sebelumnya mengusulkan agar pengaturan kerja hakim tidak hanya berbasis kehadiran fisik, tetapi juga produktivitas dan capaian kinerja,” jelas tim peneliti.

Dalam sesi diskusi, jajaran Dilmilti I Medan memberikan sejumlah masukan substantif. Salah satunya terkait perlunya harmonisasi PERMA dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer mengingat hakim militer berstatus sebagai prajurit TNI.

Menurut peserta audiensi, penjatuhan sanksi disiplin terhadap hakim militer harus mempertimbangkan kewenangan Ankum (Atasan yang Berhak Menghukum) sesuai ketentuan disiplin militer.

Selain itu, ketentuan izin tidak masuk selama 2 hari dalam setahun dinilai sudah tidak relevan dan berpotensi bertentangan dengan prinsip akuntabilitas kinerja.

“Kalau tidak masuk kerja, sebaiknya menggunakan mekanisme cuti sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi dan kinerja,” ungkap salah satu peserta.

Masukan lain yang disampaikan meliputi perlunya penguatan sistem pengawasan, pengaturan lebih jelas mengenai tim pemeriksa disiplin, serta penyesuaian jam kerja berdasarkan kondisi wilayah dan waktu tertentu seperti bulan Ramadan.

Audiensi berlangsung interaktif dan menjadi bagian dari upaya Mahkamah Agung menghimpun masukan dari berbagai lingkungan peradilan guna menyempurnakan revisi PERMA Nomor 7 Tahun 2016 agar lebih adaptif terhadap perkembangan regulasi dan kebutuhan organisasi peradilan.

Achmad Pratomo
Kontributor
Achmad Pratomo
Penata Layanan Operasional Pusat Strategi Kebijakan Hukum dan Peradilan

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Disiplin Hakim Peradilan Indonesia pustrajak Reformasi Peradilan
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Uji Kelayakan Calon Hakim Ad Hoc Tipikor, Letkol Chk Sudiyo Tampil Perdana di Komisi III DPR RI

12 August 2026 • 19:17 WIB

Mengakhiri Mediasi yang Efektif, Peserta Pelatihan Mediasi Dilatih Penyusunan Kesepakatan Perdamaian

12 August 2026 • 10:14 WIB

Simposium Syariah Sabah, Malaysiah 2026: Menguji Hukum Pengangkatan Anak dari Perspektif Kepentingan Terbaik Anak

12 August 2026 • 09:19 WIB
Leave A Reply


Demo
Top Posts

Dari Monitoring Hingga Titik Nol: Sebuah Perjalanan Tentang Pengabdian

30 July 2026 • 15:00 WIB

Sebelum Karangan Bunga Berikutnya Dikirim

27 July 2026 • 12:12 WIB

Menepi Sejenak di Tambak Bandeng

11 July 2026 • 09:06 WIB

Prediksi Juara World Cup 2026 Dari Pusdiklat Menpim

6 July 2026 • 21:16 WIB
Don't Miss

Uji Kelayakan Calon Hakim Ad Hoc Tipikor, Letkol Chk Sudiyo Tampil Perdana di Komisi III DPR RI

By Ahmad Junaedi12 August 2026 • 19:17 WIB0

Jakarta — Rangkaian uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon hakim agung, calon…

Hakim Agung Lulik: Hakim Harus Cermat Membedakan Tindakan Faktual dan Keputusan Tertulis

12 August 2026 • 19:05 WIB

Pergeseran Paradigma Kuasa Asuh Anak Pasca-Perceraian pada Masyarakat Bali Modern dalam Perspektif Sosiologi Hukum

12 August 2026 • 13:03 WIB

Mengakhiri Mediasi yang Efektif, Peserta Pelatihan Mediasi Dilatih Penyusunan Kesepakatan Perdamaian

12 August 2026 • 10:14 WIB
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Uji Kelayakan Calon Hakim Ad Hoc Tipikor, Letkol Chk Sudiyo Tampil Perdana di Komisi III DPR RI
  • Hakim Agung Lulik: Hakim Harus Cermat Membedakan Tindakan Faktual dan Keputusan Tertulis
  • Pergeseran Paradigma Kuasa Asuh Anak Pasca-Perceraian pada Masyarakat Bali Modern dalam Perspektif Sosiologi Hukum
  • Mengakhiri Mediasi yang Efektif, Peserta Pelatihan Mediasi Dilatih Penyusunan Kesepakatan Perdamaian
  • Simposium Syariah Sabah, Malaysiah 2026: Menguji Hukum Pengangkatan Anak dari Perspektif Kepentingan Terbaik Anak

Recent Comments

  1. cindy on Putusan untuk Bumi: Refleksi Hakim di Tengah Triple Planetary Crisis
  2. Jeje on Putusan untuk Bumi: Refleksi Hakim di Tengah Triple Planetary Crisis
  3. asyrof on Dapatkah Pemeriksaan Setempat Menjadi Bagian dari Mediasi di Pengadilan?
  4. AI API Directory on Sistem Pembuktian KUHAP 2025: Dr. Chairul Huda Tegaskan Hakim Harus Berani Menolak Alat Bukti Ilegal
  5. Syihabuddin on Sebelum Karangan Bunga Berikutnya Dikirim
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Dr. Satria Perdana, S.H., M.H.
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.