Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Perluas Cakrawala Hakim Niaga, Pakar JICA Ulas Kerangka HKI Internasional

September 14, 2026

Jadi Hakim Tuh Harus Pinter!

September 14, 2026

Urgensi Restitusi dalam Mekanisme Keadilan Restoratif

September 14, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Hakim Tunggal: Jawaban Krisis Regenerasi Hakim?

Hakim Tunggal: Jawaban Krisis Regenerasi Hakim?

A Judge, is a law student who marks his own examination papers - H.L. Mencken
Febby FajrurrahmanFebby FajrurrahmanJuly 27, 20265 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Pendidikan Filsafat Keadilan Gelombang 3, yang dilaksanakan Pusat Pendidikan & Pelatihan Teknis BSDK Mahkamah Agung, telah selesai pada 10 Juli 2026 lalu. Antusiasme peserta pelatihan cukup yang tinggi, dapat dilihat dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan via Zoom Meeting ini, yang stabil di atas angka 300-an meskipun dilaksanakan sampai larut malam. Begitu juga dengan beragam pertanyaan yang diajukan para peserta, menunjukkan bahwa di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai pengadil, Korps Cakra ini juga masih haus akan sudut pandang yang berbeda mengenai konsepsi dan implementasi keadilan dari praktisi maupun akademisi bidang hukum.

Persoalan Umum: Beban Perkara dan Disparitas Putusan

Pada sesi ke-14 di tanggal 10 Juli 2026, dengan narasumber Feri Amsari, akademisi Universitas Andalas, muncul satu gagasan yang memberikan sudut pandang cukup revolusioner dan dapat menjawab kebutuhan keadilan formal dan substantif yang selama ini menjadi persoalan faktual atas penegakan hukum oleh pengadilan, yakni efisiensi dan beban penanganan perkara, serta disparitas putusan.

Menanggapi pertanyaan dan respon beberapa peserta yang merupakan hakim di daerah, Feri Amsari menegaskan bahwa salah satu solusi atas persoalan kekurangan Hakim di Pengadilan yang bertugas di daerah maupun beban kerja yang tinggi, terobosan yang bisa dilakukan adalah mengubah sistem (dan hukum acara) dari pemeriksaan oleh Majelis Hakim, menjadi Hakim Tunggal. “Tiga orang hakim dalam suatu Majelis, tentu memiliki latar belakang berbeda, ditambah dengan kondisi sosiologis seperti adanya rasa hormat atau sungkan, senioritas atau keseganan. Hal tersebut menyebabkan adanya ruang untuk dapat mempengaruhi anggota Majelis lain dalam putusan yang dihasilkannya” ujarnya.

Demikian pula mengenai disparitas putusan, Feri Amsari juga menegaskan bahwa Hakim harus memilih standing berhukum dalam rangka menghadirkan keadilan di tengah masyarakat: apakah menganut positivisme, judicial activism, progresif atau sosiologis. Bila undang-undang “menghalangi” untuk mendapatkan keadilan, maka sepatutnya hakim bisa breaking the law, namun hal tersebut tidak berarti hakim tidak menegakkan Undang-undang, kecuali undang-undang gagal menegakkan keadilan atau tidak mampu menjawab pertanyaan tentang keadilan. Sehingga, di samping harus memiliki kecerdasan, hakim juga dituntut memiliki keberanian.

Baca Juga  Kadilmiltama Tutup Training Center  dan Lepas Kontingen Tim Tenis PTWP Peradilan Militer Menuju Malang 2026

Disparitas putusan yang disebabkan perubahan paradigma berpikir hakim, harus dapat dijelaskan di dalam putusannya. “Akan sangat kentara bila terdapat disparitas putusan, tanpa ada penjelasan yang logis mengenai perubahan sikapnya tersebut” pungkasnya. Persoalan tersebut menurutnya, dapat dihindari dan diminimalisir, bila pemeriksaan perkara dilakukan oleh Hakim Tunggal.

Majelis Hakim menjadi Hakim Tunggal

Kecuali dalam hal atau perkara tertentu, sistem pemeriksaan di Pengadilan yang dianut oleh Mahkamah Agung memang dilakukan oleh Majelis Hakim dengan sekurang-kurangnya 3 orang hakim. Hal ini, secara historis memiliki keterkaitan dengan sistem hukum dari Belanda yang diterapkan secara konkordansi dan diadopsi dalam sistem hukum nasional, hingga saat ini.

Permasalahan mengenai kekurangan hakim di daerah, khususnya di Peradilan Umum dan Peradilan Agama memang aktual dan faktual. Hal yang berkaitan langsung dengan sistem Majelis Hakim dalam pemeriksaan perkara. Kendati secara praktis, Mahkamah Agung telah memberikan dispensasi dan kemudahan melalui Peraturan Mahkamah Agung yang mengatur mengenai pemeriksaan perkara dengan Hakim Tunggal, seperti dalam Small Claim Courts, Peradilan Anak, maupun pemeriksaan perkara perdata yang bersifat voluntair. Namun dalam jangka panjang, usulan perubahan mengenai pemeriksaan dengan Hakim Tunggal, sangat logis dan solutif.

Kelebihan pemeriksaan dengan Hakim Tunggal secara prospektif dapat dianalisa, diantaranya adalah:

  1. Optimalisasi Sumber Daya Manusia. Beban perkara di Indonesia sering kali tidak seimbang dengan jumlah hakim yang tersedia, terutama di daerah. Pemberlakuan hakim tunggal pada perkara tertentu, berdampak pengadilan dapat mendistribusikan hakim secara merata untuk menangani lebih banyak perkara sekaligus;
  2. Prosedur Administrasi yang Ringkas: Pengambilan keputusan, penyusunan berita acara sidang, hingga penyelesaian salinan putusan menjadi lebih ringkas karena hanya melibatkan satu pemikiran dan satu otoritas tanda tangan, meminimalisir hambatan birokrasi di internal pengadilan;
  3. Peningkatan kapabilitas dan konsistensi Hakim dalam putusan. Tanggung jawab personal Hakim akan lebih tinggi sekaligus menuntut peningkatan kemampuan, pengetahuan dan keteraturan penanganan perkara. Pandangan hukum dalam putusan akan konsisten, sebab tidak mengalami pertentangan atau dipertentangkan dengan pendapat hakim lainnya;
  4. Proses Persidangan Lebih Cepat (Asas Sederhana & Cepat). Tanpa perlu mencocokkan jadwal tiga hakim atau melakukan musyawarah majelis yang panjang, persidangan dapat berjalan jauh lebih cepat. Hal ini memangkas waktu tunggu dari satu persidangan ke persidangan berikutnya.
Baca Juga  Semarak Setelah Garis Finis: Apresiasi bagi Para Pelari CADAS BSDK MA Run 2026

Sebagai komparasi, pada negara dengan sistem Common Law, persidangan di pengadilan tingkat pertama dilakukan oleh Hakim Tunggal, baik perkara perdata maupun pidana, dengan opsi adanya Jury System untuk perkara pidana yang berat. Negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Singapura dan Malaysia, menggunakan Hakim Tunggal.

Di sisi lain, Belanda sebagai patron awal sistem hukum Indonesia, Prancis, Jerman maupun Norwegia yang bertendensi sebagai penganut Civil Law, juga menggunakan Hakim Tunggal dalam perkara-perkara regular, baik pidana maupun perdata.

Untuk perkara administrasi negara atau TUN? Di negara Civil Law, masih bertendensi diselesaikan oleh Majelis (Panel) kecuali untuk sengketa administrasi ringan. Demikian pula di negara Common Law yang mengalami pergeseran penyelesaian melalui lembaga semi-peradilan (tribunal), juga menerapkan pemeriksaan oleh Hakim Tunggal dalam sengketa administrasi tertentu.

Secara global, tren modernisasi peradilan memang mengarah pada perluasan wewenang hakim tunggal di tingkat pertama untuk mengatasi backlog (penumpukan perkara), beban perkara yang tidak proporsional. Sementara sistem majelis (3 hakim atau lebih) dipertahankan khusus untuk pengadilan tingkat banding (Court of Appeal) dan kasus-kasus dengan komplesitas tinggi.

Persoalan keterbatasan, baik berkenaan dengan jumlah dan sebaran hakim di pengadilan tingkat pertama, terlebih mengenai anggaran, secara simultan bisa dijawab dengan perubahan revolusioner ini. Tentu harus disertai dengan aturan dan kebijakan yang revolusioner juga. Output yang diharapkan tentu adalah krisis regenerasi hakim dapat terurai dan dijawab, dengan mengoptimalkan potensi yang telah ada, dibanding menambah personil yang tentu perlu kajian mendalam dari aspek teknis yudisial maupun manajerial dan finansial.

Sebaik-baik sistem, tentu terdapat kelemahan dan kekurangan. Pun demikian dengan mekanisme pemeriksaan oleh Hakim Tunggal. Akan tetapi dengan sokongan teknologi informasi maupun tuntutan percepatan penyelesaian perkara, hal ini dirasa masuk akal mengingat kian derasnya sorotan dan tuntutan akan pemenuhan keadilan oleh masyarakat.

Febby Fajrurrahman
Kontributor
Febby Fajrurrahman
Hakim Yustisial BSDK MA RI

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

BSDK MA RI Disparitas Putusan Feri Amsari Hakim Tunggal Krisis Regenerasi Hakim Mahkamah Agung RI Modernisasi Peradilan Pendidikan Filsafat Keadilan
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Jadi Hakim Tuh Harus Pinter!

September 14, 2026

Urgensi Restitusi dalam Mekanisme Keadilan Restoratif

September 14, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 2026
Leave A Reply


Demo
Top Posts

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,280 Views

Titah Leviathan

September 11, 2026

Di Balik Tradisi ‘Mohon Izin’: Meneguhkan Etika dan Jati Diri Prajurit pada HUT ke-81 TNI AL

September 10, 2026

Resensi Game: Final Fantasy VII

September 7, 2026
Don't Miss

Perluas Cakrawala Hakim Niaga, Pakar JICA Ulas Kerangka HKI Internasional

By Ari GunawanSeptember 14, 20260

MEGAMENDUNG, BOGOR — Hari pertama Pelatihan Sertifikasi Hakim Niaga Bidang Kekayaan Intelektual (Kelas B) di…

Jadi Hakim Tuh Harus Pinter!

September 14, 2026

Urgensi Restitusi dalam Mekanisme Keadilan Restoratif

September 14, 2026

Syamsul Arief: Hakim Niaga Harus Menghubungkan Pengetahuan Hukum dengan Nilai Kemanusiaan

September 14, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Perluas Cakrawala Hakim Niaga, Pakar JICA Ulas Kerangka HKI Internasional
  • Jadi Hakim Tuh Harus Pinter!
  • Urgensi Restitusi dalam Mekanisme Keadilan Restoratif
  • Syamsul Arief: Hakim Niaga Harus Menghubungkan Pengetahuan Hukum dengan Nilai Kemanusiaan
  • PN Tapaktuan Catat Putusan Pemaafan Hakim Pertama di Era KUHP Nasional

Recent Comments

  1. Masjudul Haq on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
  2. Ahmad Satiri on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
  3. Burhan on Dari Prajurit Hukum ke Mahkamah Agung: Letkol Chk Sudiyo Pesan ‘Menulis dan Menulislah’
  4. Vanimut on Ketua PTA Kepri Buka Pendampingan Monev KIP Tahun 2026
  5. Ekasari on BSDK MA Run 2026: 10 Kilometer Pelari CADAS, Berlari Bersama Menjaga Semangat Pengabdian dan Integritas
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Zidny Taqiyya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.