Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kepedulian Sebagai Wujud Nyata Pembangunan Zona Integritas (ZI) di Lingkungan Pengadilan Militer

November 1, 2026

MOVE!

November 1, 2026

Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian

October 31, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Perbandingan KUHAP Lama dengan KUHAP Baru serta Implikasi SEMA Nomor 2 Tahun 2026

Perbandingan KUHAP Lama dengan KUHAP Baru serta Implikasi SEMA Nomor 2 Tahun 2026

Mohammad Khairul MuqorobinBy Mohammad Khairul MuqorobinJuly 31, 2026 · 18:53 WIB8 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Pendahuluan

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP baru) yang berlaku sejak 2 Januari 2026 mengubah beberapa ketentuan penting dalam hukum acara pidana. Perubahan signifikan terjadi pada pengaturan pembacaan putusan pengadilan tinggi dan tenggang waktu permohonan kasasi. Pasal 243 dan Pasal 245 KUHAP Lama pada pokoknya menentukan bahwa tenggang waktu kasasi dihitung sejak putusan pengadilan tinggi diberitahukan oleh panitera pengadilan negeri kepada terdakwa. Sebaliknya, Pasal 298 dan Pasal 300 KUHAP Baru telah menggeser titik awal penghitungan pada saat putusan pengadilan tinggi dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum.

Pada masa awal pemberlakuan KUHAP Baru, Mahkamah Agung menemukan bahwa dalam praktiknya banyak putusan pengadilan tinggi yang dibacakan di sidang terbuka namun belum mencantumkan kehadiran para pihak dalam redaksi akhirnya, sehingga dianggap menimbulkan ketidakpastian hukum bagi para pihak. Untuk itu, Mahkamah Agung mengeluarkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2026 yang menentukan adanya dua tahap pemberlakuan. Mulai per 1 Agustus 2026, seluruh pengadilan tinggi dan pengadilan negeri wajib menerapkan sepenuhnya ketentuan Pasal 298 dan Pasal 300 KUHAP baru. Tulisan ini akan membandingkan kedua rezim KUHAP tersebut dan menjelaskan kewajiban yang harus dipersiapkan oleh pengadilan tinggi.

Pembahasan

Perbandingan KUHAP Lama dan KUHAP Baru

Pasal 243 KUHAP Lama pada pokoknya mengatur bahwa salinan putusan pengadilan tinggi beserta berkas perkara dikirim ke pengadilan negeri dalam waktu tujuh hari setelah putusan dijatuhkan. Isi putusan diberitahukan kepada terdakwa dan penuntut umum oleh panitera pengadilan negeri. Dari sini terlihat jelas, bahwa dalam rezim KUHAP Lama Tidak ada ketentuan yang mewajibkan pengadilan tinggi membacakan putusan dalam sidang terbuka. Lebih lanjut dalam Pasal 245 KUHAP Lama pada pokoknya menentukan bahwa permohonan kasasi disampaikan dalam waktu 14 hari sesudah putusan pengadilan yang dimintakan kasasi itu diberitahukan kepada terdakwa. Dari aturan tersebut dapat dipahami bahwa awal penghitungan tenggang waktu pengajuan permohonan kasasi sepenuhnya bergantung pada pemberitahuan yang dilakukan oleh pengadilan negeri.

Dengan diberlakukannya KUHAP Baru, maka ketentuan mengenai pengajuan kasasi pada KUHAP Lama di atas berubah dengan adanya penambahan beberapa hal sebagai berikut. Pasal 298 ayat (1), (2), dan (5) KUHAP Baru mewajibkan pengadilan tinggi memberitahukan tanggal sidang pembacaan putusan kepada terdakwa dan penuntut umum, membacakan putusan dalam sidang terbuka untuk umum, serta memungkinkan kehadiran secara langsung maupun elektronik. Menarik untuk dikaji lebih lanjut bahwa kata “dapat” dalam ayat (5) tersebut menunjukkan bahwa kehadiran para pihak ini bersifat opsional, bukan syarat yang bersifat imperatif. Namun yang perlu digarisbawahi dalam putusan pengadilan tinggi tersebut pada bagian akhirnya harus mencantumkan perihal kehadiran para pihak (penuntut umum dan terdakwa) untuk mengetahui apakah para pihak tersebut hadir atau tidak. Lebih lanjut dalam Pasal 300 ayat (1) KUHAP Baru menentukan bahwa permohonan kasasi disampaikan dalam jangka waktu paling lama 14 hari terhitung sejak putusan pengadilan yang dimintakan kasasi itu dibacakan dalam sidang yang terbuka untuk umum. Dari ketentuan ini maka dapat dipahami bahwa titik awal penghitungan jangka waktu pengajuan permohonan kasasi berubah dari yang semula dihitung sejak pemberitahuan oleh pengadilan negeri beralih menjadi pada saat pembacaan putusan oleh pengadilan tinggi.

Perbedaan mendasar ini mengubah proses administrasi perkara banding menjadi lebih transparan dan terukur. Para pihak tidak lagi menunggu pemberitahuan dari pengadilan negeri untuk menghitung batas waktu kasasi, melainkan langsung mengetahuinya dari tanggal pembacaan putusan yang telah diinformasikan sebelumnya melalui penetapan pengadilan tinggi.

Baca Juga  Tolak Permohonan Plea Bargaining, PN Wangi-Wangi Perintahkan Sidang Pemeriksaan Biasa

Pedoman SEMA 2/2026: Dua Tahap Pemberlakuan

SEMA ini pada dasarnya diterbitkan dengan maksud untuk memberikan kepastian hukum selama masa transisi. Berdasarkan penelitian Mahkamah Agung terhadap berkas permohonan kasasi, masih terdapat putusan pengadilan tinggi yang dibacakan secara terbuka namun belum dihadiri para pihak dan bagian akhir putusannya belum mencantumkan perihal kehadiran tersebut. Untuk itu, SEMA mengatur dua tahap berikut ini.

  1. Tahap Transisi. Pada tanggal 2 Januari 2026 hingga 31 Juli 2026, tenggang waktu permohonan kasasi pada masa transisi ini masih menggunakan rezim KUHAP lama, dimana jangka waktu pengajuan kasasi dihitung 14 hari sejak putusan pengadilan tinggi diberitahukan oleh pengadilan negeri kepada terdakwa dan/atau penuntut umum.
  2. Tahap Efektif. Mulai 1 Agustus 2026, berlaku penuh ketentuan Pasal 298 dan Pasal 300 KUHAP baru. Tenggang waktu permohonan kasasi adalah 14 hari sejak putusan pengadilan tinggi dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum. Petikan putusan wajib diunggah pada hari yang sama di laman sistem informasi pengadilan yakni melalui e-Berpadu (elektronik Berkas Pidana Terpadu). Selanjutnya, salinan putusan Tingkat banding dan berkas perkara tersebut tetap dikirim dalam waktu tujuh hari kepada pengadilan negeri.

Terkait hal di atas, Mahkamah Agung memerintahkan seluruh pengadilan tinggi untuk segera melaksanakan ketentuan tersebut secara efektif pada tanggal 1 Agustus 2026 dengan mempersiapkan sarana dan prasarana persidangan elektronik. Dengan demikian, terhitung tanggal tersebut, baik pengadilan tinggi maupun pengadilan negeri harus menerapkan KUHAP baru sesuai amanat SEMA 2/2026.

Kewajiban Pengadilan Tinggi yang Harus Disiapkan

Agar pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan, pengadilan tinggi wajib mempersiapkan dua hal utama:

  1. Penerbitan Penetapan Hari Sidang Pembacaan Putusan: Berdasarkan Pasal 298 ayat (1) KUHAP Baru, majelis hakim pengadilan tinggi harus menetapkan hari sidang pembacaan putusan dan memerintahkan panitera pengadilan tinggi untuk mengirimkan penetapan tersebut kepada Kejaksaan Negeri yang menangani perkara pada tingkat pertama. Di dalam penetapan tersebut, majelis hakim juga harus memerintahkan Penuntut Umum pada kejaksaan negeri tersebut untuk menyampaikan penetapan hari sidang kepada terdakwa dan/atau advokatnya. Apabila terjadi perubahan tanggal pembacaan putusan sebagaimana dimaksud Pasal 298 ayat (3), prosedur yang sama masih berlaku. Majelis hakim menerbitkan penetapan perubahan tanggal pembacaan putusan, kemudian panitera mengirimkannya kepada kejaksaan negeri, dan Penuntut Umum menyampaikannya kepada terdakwa dan/atau advokat. Mekanisme ini berbeda dari KUHAP lama yang tidak mengatur pembacaan putusan di pengadilan tinggi, sehingga pengadilan tinggi tidak memiliki kewajiban melakukan pemberitahuan seperti ini.
  2. Pemahaman terhadap Sifat Opsional Kehadiran dan Implikasinya terhadap Penghitungan Kasasi: Pasal 298 ayat (5) KUHAP baru menentukan bahwa sidang pembacaan putusan dapat dihadiri oleh terdakwa dan/atau penuntut umum, baik secara langsung maupun elektronik. Kata “dapat” dapat dimaknai bahwa kehadiran para pihak memanglah bukan suatu kewajiban. Namun, pemberitahuan tanggal pembacaan yang telah dikirim sebelumnya memungkinkan para pihak mengetahui secara pasti kapan putusan itu diucapkan. Pengetahuan ini penting karena Pasal 300 ayat (1) menetapkan bahwa tenggang waktu 14 hari untuk mengajukan kasasi dihitung sejak putusan dibacakan. Meskipun para pihak tidak hadir, mereka tetap dapat menghitung sendiri batas akhir pengajuan kasasi tanpa harus menunggu pemberitahuan dari pengadilan negeri.
  3. Penyiapan Sarana dan Prasarana Ruang Persidangan Elektronik : SEMA 2/2026 secara tegas memerintahkan seluruh pengadilan tinggi untuk mempersiapkan sarana dan prasarana persidangan elektronik paling lambat 1 Agustus 2026. Perintah ini merupakan konsekuensi dari ketentuan Pasal 298 ayat (5) KUHAP Baru yang membuka kemungkinan kehadiran secara elektronik dalam sidang pembacaan putusan, Untuk memenuhi amanat tersebut, pengadilan tinggi sekurang-kurangnya harus menyediakan Perangkat keras dan perangkat lunak untuk penyelenggaraan sidang secara daring, petugas teknis atau administrator yang bertugas mengelola jalannya persidangan elektronik serta melakukan simulasi atau uji coba internal sebelum tanggal pemberlakuan efektif agar potensi kendala teknis dapat diantisipasi. Kesiapan sarana ini tidak hanya mendukung hak para pihak untuk hadir secara elektronik, tetapi juga menjamin bahwa asas keterbukaan peradilan tetap terpenuhi meskipun para pihak tidak berada di ruang sidang secara fisik. Tanpa kesiapan infrastruktur yang memadai, ketentuan Pasal 298 dan Pasal 300 berisiko tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan maksud pembentuk undang-undang.
Baca Juga  Closing Meeting Focus Group Discussion Tim Pokja Penyesuaian Template Penetapan, Berita Acara, Putusan & Alur Proses Perkara Pidana

Peran Pengadilan Negeri per 1 Agustus 2026

Pasal 298 ayat (7) KUHAP Baru tetap mewajibkan pengadilan tinggi mengirimkan salinan putusan dan berkas perkara dalam waktu tujuh hari setelah putusan dijatuhkan kepada pengadilan negeri. Pengadilan negeri pada dasarnya masih mencatat putusan dalam buku register dan memberitahukan isinya kepada para pihak sebagaimana Pasal 243 ayat (1) KUHAP Lama. Namun, pemberitahuan putusan banding yang dilakukan oleh Pengadilan negeri tersebut tidak lagi menjadi dasar penghitungan tenggang waktu kasasi.

Pengadilan negeri harus memastikan bahwa penerimaan berkas berjalan cepat dan tepat agar salinan putusan dapat diakses para pihak tanpa menunda hak mereka. Ketentuan tentang bantuan pemberitahuan kepada terdakwa yang berada di luar daerah hukum atau di luar negeri  tetap berlaku, tetapi tidak memengaruhi penghitungan tenggang waktu kasasi. Selain itu, publikasi petikan putusan melalui laman sistem informasi pengadilan (e-Berpadu) pada hari pembacaan putusan sebagaimana Pasal 298 ayat (6) KUHAP Baru ini justru menambah aksesibilitas sehingga para pihak dapat segera mengetahui isi putusan dan menyatakan sikapnya.

Penutup

Terhitung mulai 1 Agustus 2026, ketentuan Pasal 298 dan Pasal 300 KUHAP Baru berlaku efektif sehingga titik awal penghitungan tenggang waktu permohonan kasasi tidak lagi didasarkan pada pemberitahuan oleh pengadilan negeri, melainkan sejak pembacaan putusan pengadilan tinggi dalam sidang terbuka untuk umum. Perubahan ini memberikan kepastian hukum karena para pihak dapat menghitung sendiri batas waktu pengajuan kasasi setelah mengetahui jadwal pembacaan yang telah diberitahukan sebelumnya melalui penetapan pengadilan tinggi. Di sisi lain, pengadilan negeri perlu menyesuaikan perannya sebagai penerima dan pencatat putusan tanpa lagi menjadi penentu awal jangka waktu pengajuan permohonan kasasi, serta memastikan penerimaan berkas berjalan cepat agar salinan putusan dapat segera diakses para pihak. Dengan pelaksanaan yang tertib sesuai pedoman SEMA 2/2026, peralihan dari rezim KUHAP lama ke KUHAP baru ini dapat berjalan lancar tanpa mengorbankan hak para pencari keadilan dalam melakukan Upaya hukum.

Mohammad Khairul Muqorobin
Kontributor
Mohammad Khairul Muqorobin
Hakim Pengadilan Negeri Pulang Pisau

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

E-Berpadu KUHAP Baru KUHAP Lama Pengadilan Negeri Pengadilan Tinggi SEMA 2 Tahun 2026 Tenggang Waktu Kasasi
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian

October 31, 2026

Di Balik Asap Karhutla: Menelusuri Potensi Pencucian Uang dalam Green Financial Crime

October 31, 2026

Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak

October 30, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026
Don't Miss

Kepedulian Sebagai Wujud Nyata Pembangunan Zona Integritas (ZI) di Lingkungan Pengadilan Militer

By Bagus Partha WijayaNovember 1, 20260

Sebagai implementasi nyata sekaligus inisiasi program kepedulian dilingkungan Pengadilan Militer dibawah kepemimpinan Kolonel Laut (H)…

MOVE!

November 1, 2026

Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian

October 31, 2026

Lompatan Mutu Kebijakan Peradilan: BSDK MA RI Evaluasi 30 Naskah Rekomendasi Strategis di Jakarta

October 31, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Kepedulian Sebagai Wujud Nyata Pembangunan Zona Integritas (ZI) di Lingkungan Pengadilan Militer
  • MOVE!
  • Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian
  • Lompatan Mutu Kebijakan Peradilan: BSDK MA RI Evaluasi 30 Naskah Rekomendasi Strategis di Jakarta
  • Di Balik Asap Karhutla: Menelusuri Potensi Pencucian Uang dalam Green Financial Crime

Recent Comments

  1. Rizka on Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak
  2. Auzir on KUHAP Baru: Menanggalkan Jubah Interogator, Transformasi Menuju Sistem Adversarial
  3. Budi Santoso on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  4. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  5. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Antok Wibowo
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Engli Thirta Satria
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reynold Mauliate Panggabean
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.