Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Di Balik Mangrove, Ada Keadilan yang Harus Diperjuangkan

November 4, 2026

Amanah Baru di Balik Ruang Sidang, Pelda Fikriansyah Resmi Dilantik dan Disumpah sebagai Panitera Pengganti Dilmil IV-16 Balikpapan

November 4, 2026

Tingkatkan Kualitas Dan Profesionalitas: Para Ketua dan Panitera Mahkamah Syar’iyah sewilayah Hukum Mahkamah Syar’iyah Aceh Ikuti Pelatihan Singkat Eksekusi di Hotel Hermes Palace Banda Aceh

November 4, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Hakim Dituntut Kuasai Bukti Ilmiah dan Utamakan Prinsip Keadilan Ekologis dalam Menerima, Memeriksa dan Mengadili Perkara Lingkungan Hidup

Hakim Dituntut Kuasai Bukti Ilmiah dan Utamakan Prinsip Keadilan Ekologis dalam Menerima, Memeriksa dan Mengadili Perkara Lingkungan Hidup

Mohammad Khairul MuqorobinBy Mohammad Khairul MuqorobinAugust 3, 2026 · 15:11 WIB7 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Megamendung, Bogor – Memasuki sesi pertama Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Peradilan Militer, dan Peradilan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII Tahun 2026, para peserta dari kelas gabungan Hakim Peradilan Umum dan Hakim Peradilan Tata Usaha Negara mendapatkan materi perdana bertajuk “Permasalahan Lingkungan Hidup” pada Senin, 3 Agustus 2026. Materi disampaikan oleh Wiwiek Awiati, S.H., M.H., Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang juga menjabat sebagai Penasehat Tim Pembaruan Mahkamah Agung (2010–sekarang), serta pernah menjadi Direktur Eksekutif ICEL (2001–2003). Sesi ini difasilitasi oleh Raden Heru Wibowo Sukaten, S.H., M.H., Hakim Tinggi Yustisial pada Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK) Mahkamah Agung RI.

Dalam pemaparannya, Wiwiek Awiati mengupas tuntas dilema antara pembangunan dan perlindungan lingkungan, krisis kualitas udara, ancaman perubahan iklim, hingga tantangan pembuktian kasus pencemaran. Sementara itu, Raden Heru Wibowo Sukaten memperkuat materi dengan menguraikan dasar konstitusional, tugas pokok hakim, empat posisi strategis hakim lingkungan, delapan kompetensi dasar, serta prinsip-prinsip utama penegakan hukum lingkungan.

Pembangunan dengan Perlindungan Lingkungan: Dilema yang Tak Kunjung Usai

Wiwiek Awiati memulai pemaparan dengan menyoroti visi besar Indonesia untuk menjadi negara makmur pada 2045. Namun, ia mengingatkan bahwa pemanfaatan wilayah gambut yang tersebar di hampir seluruh pelosok negeri, meskipun memiliki potensi ekonomi besar, juga membawa risiko lingkungan yang signifikan. “Muncul dilema antara kemajuan pembangunan dan perlindungan lingkungan, di mana perlindungan lingkungan sering kali tertinggal,” ujarnya.

Ia mencontohkan pada awal tahun 2025, berbagai bencana seperti banjir dan longsor melanda wilayah Aceh hingga Sumatera Utara. Meskipun kerugian yang ditimbulkan sangat besar, penanganan kasus-kasus lingkungan ini dinilai sangat lambat untuk sampai ke tahap persidangan.

Krisis Kualitas Udara dan Dampak Kesehatan Global

Wiwiek memaparkan data mengkhawatirkan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menunjukkan bahwa 7 juta kematian setiap tahunnya diakibatkan oleh paparan partikel halus dalam udara yang tercemar. Sebanyak 91% populasi dunia tinggal di tempat dengan kualitas udara yang melampaui batas panduan WHO. Indonesia berada di peringkat ke-17 sebagai negara dengan tingkat polusi terbesar di dunia, dengan Jakarta, Bandung, Pontianak, dan kawasan Tangerang Raya sebagai kota-kota paling berpolusi.

Ia menyarankan para peserta untuk menggunakan aplikasi pemantau kualitas udara seperti IQAir setiap hari guna menentukan apakah perlu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Ancaman Perubahan Iklim dan Planetary Boundaries

Wiwiek menyampaikan prediksi ancaman cuaca panas ekstrem akibat fenomena El Nino Godzilla yang diperkirakan berlangsung hingga April 2027. Panas ekstrem telah berdampak langsung pada sektor pertanian, menyebabkan tanaman mati meranggas meskipun telah disiram secara rutin. Ia mengibaratkan fenomena gas rumah kaca seperti bumi yang terperangkap, panas matahari dapat masuk tetapi tidak dapat keluar kembali, sehingga memicu pemanasan global.

Berdasarkan konsep Planetary Boundaries (Batas Planet) yang diperkenalkan pada tahun 2009, enam dari sembilan batas variabel penentu keseimbangan bumi telah terlampaui, meliputi hilangnya keanekaragaman hayati, perubahan iklim, perubahan sistem lahan, penipisan ozon, serta polusi bahan kimia sintetis seperti plastik dan pestisida.

Baca Juga  Enforcing Environmental Law In The Framework Of A Shared Future For Mankind

Tantangan Pembuktian Kasus Pencemaran: Tidak Cukup dengan Mata Telanjang

Wiwiek menekankan bahwa dalam konteks hukum, hakim dan pemeriksa tidak boleh menyimpulkan adanya pencemaran hanya berdasarkan penilaian visual seperti warna atau bau. “Warna air sungai yang memerah bisa jadi merupakan proses alamiah, seperti sedimen tanah muda di Red River (Amerika Serikat) atau proses vulkanik di Kawah Ijen dan Danau Kelimutu,” jelasnya. Namun, air merah juga bisa menjadi indikator pencemaran parah, seperti kasus limbah tambang (acid mine drainage) di Sungai Rio Tinto (Spanyol) atau fenomena algae bloom akibat limbah domestik dan pertanian. Oleh karena itu, penilaian perkara lingkungan yang objektif mutlak membutuhkan bukti ilmiah, pengujian laboratorium, serta keterangan dari ahli.

Dasar Konstitusional dan Perenungan Tugas Hakim

Raden Heru Wibowo Sukaten membuka sesinya dengan mengingatkan bahwa kekuasaan kehakiman dan mandat hakim secara konstitusional tertuang jelas dalam Pasal 24 ayat (1) UUD 1945. Ia mengajak para hakim untuk menyediakan waktu merenungkan kembali esensi tugas dan posisinya, ibarat mengingat kembali komitmen saat membuka buku nikah. “Perkara lingkungan hidup sangat kompleks, berdimensi luas, dan tidak boleh dianggap sebagai perkara bisnis biasa atau rutinitas persidangan semata,” tegasnya.

Tugas Pokok Hakim dalam Menangani Perkara Lingkungan

Raden Heru menguraikan empat tugas pokok hakim dalam menangani perkara lingkungan. Pertama, menerima perkara. Hakim dilarang menolak perkara, termasuk gugatan lingkungan baru yang mungkin belum jelas aturan dasarnya, seperti gugatan terkait pencemaran udara. Kedua, memeriksa perkara. Pembuktian sangat bergantung pada bukti ilmiah (scientific evidence) untuk memastikan fakta pencemaran, bukan sekadar pengamatan visual. Ketiga, memutus perkara. Putusan harus mencerminkan keadilan dan kepastian hukum, terutama saat dihadapkan pada persimpangan antara tuntutan pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Keempat, menggali nilai yang hidup. Hakim wajib memahami kearifan lokal, regulasi adat yang positif, dan nilai-nilai masyarakat yang mungkin berbeda dengan hukum formal.

Empat Posisi Strategis Hakim Lingkungan

Raden Heru kemudian memaparkan empat posisi strategis hakim lingkungan berikut ini. 

  1. Penegak hukum lingkungan. hakim harus mampu menafsirkan peraturan dengan mempertimbangkan kepentingan sosial dan ekosistem. 
  2. Instrumen pencegahan kerusakan. Putusan hakim berfungsi mencegah kegiatan pembangunan yang merusak lingkungan. 
  3. Penggerak pemulihan lingkungan. Tujuan utama dalam penegakan hukum pidana lingkungan hidup bukan sekadar menghukum pelaku, melainkan memastikan tercapainya pemulihan fungsi lingkungan hidup. 
  4. Pelopor perubahan hukum (judicial activism). Hakim harus berani berinovasi dan mengambil peran aktif dalam menafsirkan hukum, selama tetap berada dalam koridor konstitusi dan Pancasila.

Delapan Kompetensi Dasar Hakim Lingkungan

Raden Heru juga mengidentifikasi delapan kompetensi dasar yang harus dimiliki hakim lingkungan, meliputi pemahaman dasar ilmu lingkungan, etika lingkungan, perlindungan dan pengelolaan lingkungan, pemahaman hukum lingkungan, hukum acara dan bukti ilmiah, integritas, kemampuan judicial activism, serta pemahaman perubahan iklim dan keberlanjutan.

Prinsip Utama dan Preseden Penegakan Hukum Lingkungan

Raden Heru menekankan beberapa prinsip utama, yaitu prinsip kehati-hatian (precautionary principle) bahwa ketiadaan kepastian ilmiah mutlak tidak boleh menunda tindakan pencegahan; prinsip pencemar membayar bahwa pihak yang menyebabkan pencemaran wajib menanggung biaya pemulihan; prinsip keadilan antargenerasi bahwa sumber daya alam harus dikelola untuk generasi mendatang; serta prinsip partisipasi publik.

Baca Juga  Kepala BSDK Dorong Wali Lingkungan Hidup, Pelatihan Hakim Harus Menjangkau Pemulihan Ekologis

Ia juga mengutip preseden penting, seperti pengakuan Prof. Dr. Paulus Effendi Lotulung (Mantan Hakim Agung) terhadap entitas lingkungan hidup (Guardian of Nature) dalam menerima gugatan organisasi lingkungan, serta preseden Hakim Hilario Davide di Filipina yang mengakui hak generasi masa depan dalam mengajukan gugatan terkait kerusakan lingkungan. “Setiap putusan yang dibuat oleh hakim lingkungan pada hakikatnya adalah keputusan yang menentukan masa depan bumi,” pungkasnya.

Sesi Tanya Jawab: Partisipasi Publik, Tanggung Jawab Pencemar, dan Ketahanan Pangan

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan tiga pertanyaan kritis dari para peserta. Pertama, terkait konteks partisipasi publik dan UU Cipta Kerja. Seorang hakim dari Pengadilan Negeri Simalungun menanyakan bagaimana prinsip partisipatif berlaku jika UU Cipta Kerja justru mengurangi keterlibatan masyarakat dalam proses AMDAL. Narasumber merespons bahwa perubahan regulasi memang mengurangi partisipasi langsung masyarakat, namun penegakan prinsip kehati-hatian (precautionary principle) dan peran aktif hakim (judicial activism) menjadi sangat penting. Hakim harus memastikan keputusan diambil dengan mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan hidup, bukan sekadar mematuhi aspek prosedural formal.

Kedua, terkait tanggung jawab dan pelibatan masyarakat terhadap pencemaran. Hakim dari Pengadilan Negeri Kabanjahe menanyakan siapa pihak yang paling bertanggung jawab dan bagaimana hakim bisa menggunakan putusan pengadilan asing sebagai rujukan. Narasumber menjelaskan bahwa pertanggungjawaban utama terletak pada pihak yang menyebabkan pencemaran (pelaku usaha atau industri), dan pihak yang memberi izin juga harus dilibatkan jika terjadi kelalaian pengawasan. Putusan pengadilan luar negeri dapat dijadikan rujukan (persuasive precedent) jika nilai-nilai keberlanjutan dan keadilan antargenerasi dalam putusan tersebut sejalan dengan konstitusi dan Pancasila.

Ketiga, terkait isu ketahanan pangan versus lingkungan hidup. Hakim dari Pengadilan Negeri Marabahan mempertanyakan apakah alat ukur ekonomi seperti PDB sudah mempertimbangkan “modal lingkungan” (natural capital), dan apakah alat ukur saat ini sudah tepat untuk menyeimbangkan ekonomi dan lingkungan. Wiwiek Awiati menambahkan bahwa isu ketahanan pangan sering disalahpahami dengan hanya memfokuskan pada beras. Ketika seluruh wilayah dipaksa menjadi sawah, ketahanan pangan justru merusak ekosistem lokal dan tidak memperhitungkan kelayakan wilayah, daya dukung lingkungan, serta dampak sosialnya. Evaluasi lingkungan tidak boleh hanya berfokus pada hitungan ekonomi seperti PDB, melainkan harus memperhitungkan daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Penutup

Sesi pertama ini pelatihan ditutup dengan pembagian kelompok diskusi untuk mendalami persoalan-persoalan yang telah dikemukakan. Para peserta diharapkan mampu mengintegrasikan pemahaman tentang permasalahan lingkungan, prinsip-prinsip hukum lingkungan, dan kompetensi hakim lingkungan dalam setiap putusan yang dibuat. Sebagaimana disimpulkan oleh narasumber, setiap putusan hakim lingkungan adalah keputusan yang menentukan masa depan bumi dan generasi mendatang.

Mohammad Khairul Muqorobin
Kontributor
Mohammad Khairul Muqorobin
Hakim Pengadilan Negeri Pulang Pisau

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Bukti Ilmiah hakim lingkungan Hukum Lingkungan keadilan ekologis Sertifikasi Lingkungan
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Di Balik Mangrove, Ada Keadilan yang Harus Diperjuangkan

November 4, 2026

Amanah Baru di Balik Ruang Sidang, Pelda Fikriansyah Resmi Dilantik dan Disumpah sebagai Panitera Pengganti Dilmil IV-16 Balikpapan

November 4, 2026

Tingkatkan Kualitas Dan Profesionalitas: Para Ketua dan Panitera Mahkamah Syar’iyah sewilayah Hukum Mahkamah Syar’iyah Aceh Ikuti Pelatihan Singkat Eksekusi di Hotel Hermes Palace Banda Aceh

November 4, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026
Don't Miss

Di Balik Mangrove, Ada Keadilan yang Harus Diperjuangkan

By TaufikurrahmanNovember 4, 20260

Hukum lingkungan tidak cukup dipahami melalui teks dan norma. Ia juga harus dibaca melalui kenyataan…

Amanah Baru di Balik Ruang Sidang, Pelda Fikriansyah Resmi Dilantik dan Disumpah sebagai Panitera Pengganti Dilmil IV-16 Balikpapan

November 4, 2026

Tingkatkan Kualitas Dan Profesionalitas: Para Ketua dan Panitera Mahkamah Syar’iyah sewilayah Hukum Mahkamah Syar’iyah Aceh Ikuti Pelatihan Singkat Eksekusi di Hotel Hermes Palace Banda Aceh

November 4, 2026

Cepat dan Cermat: Cara Mahkamah Agung Menyelesaikan Perkara

November 4, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Di Balik Mangrove, Ada Keadilan yang Harus Diperjuangkan
  • Amanah Baru di Balik Ruang Sidang, Pelda Fikriansyah Resmi Dilantik dan Disumpah sebagai Panitera Pengganti Dilmil IV-16 Balikpapan
  • Tingkatkan Kualitas Dan Profesionalitas: Para Ketua dan Panitera Mahkamah Syar’iyah sewilayah Hukum Mahkamah Syar’iyah Aceh Ikuti Pelatihan Singkat Eksekusi di Hotel Hermes Palace Banda Aceh
  • Cepat dan Cermat: Cara Mahkamah Agung Menyelesaikan Perkara
  • Kodiklat TNI Kunjungi BSDK MA, Pelajari Sistem Pendidikan dan Pembentukan Kompetensi Hakim Militer

Recent Comments

  1. Abdul Mustopa on MOVE!
  2. Rizka on Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak
  3. Auzir on KUHAP Baru: Menanggalkan Jubah Interogator, Transformasi Menuju Sistem Adversarial
  4. Budi Santoso on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  5. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Arie Guntoro
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Antok Wibowo
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Engli Thirta Satria
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ainun Najib
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.