Jakarta,29 Juli 2025 – Suarabsdk.com – Di tengah pusaran dinamika dunia kerja modern yang semakin kompleks dan sarat akan ketidakpastian, kemampuan teknis (hard skills) tidak lagi menjadi satu-satunya penentu kesuksesan seorang. Merespons tantangan dan kebutuhan industri tersebut, Pusdiklat Manajemen & Kepemipinan BSDK MA RI, menyelenggarakan pengembangan kompetensi kepada seluruh asesor pada Mahkamah Agung RI, mulai dari Asesor Pertama, Muda, Madya dan Utama.
Pelatihan Situational Judgement Test (SJT), dirasa menjadi sangat penting bagi para Asesor yang menjadi garda terdepan dalam penyelenggaraan proses assessment dan pengukuran kompetensi aparatur peradilan. Menghadapi tantangan era modern, kemampuan kognitif atau akademis saja dinilai tidak lagi cukup untuk menentukan keberhasilan seseorang dalam memimpin tim atau menangani krisis. Situational Judgement Test (SJT) kini menjadi instrumen krusial yang banyak digunakan oleh berbagai institusi untuk mengukur respons perilaku, empati, serta etika profesional seseorang ketika dihadapkan pada situasi dilematis di tempat kerja. Pelatihan ini dirancang khusus untuk memberikan pemahaman mendalam tentang cara kerja instrumen tersebut, sekaligus melatih peserta memberikan respons terbaik.

Kepala Pusdiklat Manajemen & Kepemimpinan BSDK MA RI, DY Witanto, mengatakan bahwa Asesor tidak hanya dituntut sekadar untuk menilai peserta, tetapi juga wajib memastikan bahwa proses asesmen tersebut dapat berjalan secara adil, transparan, dan berdasarkan pada prinsip-prinsip profesionalisme. Kemudian Asesor berfungsi sebagai jembatan antara kompetensi yang dimiliki seorang individu dengan pengakuan formal yang dibutuhkan oleh dunia industri, institusi pendidikan, dan masyarakat luas. Oleh karena alasan tersebut, pelatihan ini tidak sekadar ditujukan sebagai pemenuhan syarat administratif belaka. Pelatihan ini dirancang sebagai titik tolak perubahan cara pandang terhadap bagaimana institusi membentuk SDM Aparatur Peradilan yang benar-benar berkompetensi. Tujuan utamanya adalah membekali para peserta dengan sikap, keterampilan, dan pengetahuan sebagai seorang profesional dalam melaksanakan tugas asesmen kompetensi.

Sementara itu Dekan Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah, Yunita Faela Nisa, mengapresiasi langkah Pusdiklat Manajemen & Kepemimpinan BSDK MA RI, dalam pengembangan kompetensi Asesor di MA RI. Yunita menambahkan, bahwa yang dilakukan MA RI ini merupakan wujud nyata dari Lembaga terhadap proses penjaringan sumber daya manusia yang berkualitas untuk masa depan. Penjaringan SDM yang berkualitas tersebut, tidak akan bisa hadir tanpa ada nya peran Asesor yang berkompeten dalam menjalankan proses Asessment. Sistem Meritokrasi yang dibangun menjadi hilang tujuannya jika tidak adanya proses assessment yang profesional.

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


