Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI

November 6, 2026

Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda

November 6, 2026

Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”

November 6, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » TEMPUS COMPUTANDI MAKNA “HARI” DALAM TINDAK PIDANA MILITER (KETIDAKHADIRAN TANPA IZIN)

TEMPUS COMPUTANDI MAKNA “HARI” DALAM TINDAK PIDANA MILITER (KETIDAKHADIRAN TANPA IZIN)

K.G. RaegenBy K.G. RaegenOctober 13, 2025 · 22:09 WIB7 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp
Wakil Kepala Pengadilan Militer I-03 Padang

Secara etimologis makna dari tempus computandi berasal dari 2 (dua) kata, yaitu tempus yang memiliki arti waktu dan computandi yang berarti perhitungan. Tempus computandi juga dikenal dengan computus, yang berarti sistem perhitungan yang digunakan oleh pihak gereja di masa abad pertengahan untuk menentukan hari perayaan paskah. Apabila diartikan secara harfiah maka memiliki arti cara atau metode perhitungan waktu. Dalam ilmu hukum, “waktu” yang direfleksikan dalam wujud “hari” adalah hal yang penting demi menjamin asas kepastian hukum (rechtssicherheit) dan asas keadilan (gerechtigkeit), terutama dalam konteks hukum pidana militer, mengapa? dikarenakan sebagai parameter penegak hukum untuk menentukan awal mula, lamanya hingga akhir suatu waktu yang memiliki konsekuensi hukum (seperti perhitungan lamanya ketidakhadiran tanpa izin seorang prajurit TNI di kesatuan). Dalam hukum acara pidana perhitungan waktu pun menjadi hal yang penting guna menentukan batas sah atau tidaknya suatu tindakan hukum (seperti lamanya penahanan, batas waktu pengajuan upaya hukum hingga lamanya pemeriksaan perkara).

Kepastian hukum mengandung makna bahwa perhitungan waktu akan memudahkan aparat penegak hukum menghitung ketidakhadiran tersangka/terdakwa di kesatuan dan bagi tersangka/terdakwa sebagai bukti yang dapat digunakan untuk membuktikan ketidakhadirannya di kesatuan. Sedangkan keadilan mengandung makna bagi aparat penegak hukum maupun bagi tersangka/terdakwa memahami kapan hak dan kewajibannya dimulai hingga berakhir, tanpa membingungkan karena adanya perbedaan tafsir yang ujungnya akan merugikan kedua belah pihak.

Ketidakhadiran tanpa izin di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer (KUHPM) diatur pada Bab III Kejahatan-Kejahatan Yang Merupakan Suatu Cara Bagi Seseorang Militer Menarik Diri Dari Pelaksanaan Kewajiban-Kewajiban Dinas. Jenis kejahatan ketidakhadiran tanpa izin bagi seorang prajurit TNI merupakan perbuatan yang tidak boleh terjadi dalam kehidupan militer, sehingga penyelesaiannya juga melalui mekanisme hukum pidana, walaupun dalam perkembangannya dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer, khususnya pada penjelasan Pasal 8 huruf b menyebutkan “ketidakhadiran tanpa izin yang dilakukan oleh seorang prajurit TNI dalam waktu damai paling lama 4 (empat) hari” dapat diselesaikan menurut mekanisme hukum disiplin militer, dikarenakan termasuk dalam perbuatan yang melanggar perundang-undangan pidana yang sedemikian ringan sifatnya. Namun satu yang harus disepakati, dalam kehidupan militer “disiplin” adalah roh dari prajurit TNI.

“Hari” dalam beberapa aturan perundang-undangan menyebutkan adalah hari kalender, sedangkan di dalam Pasal 97 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) lama mendefinisikan secara rigid pengertian “1 (satu) hari” adalah “24 (dua puluh empat) jam”. Lalu bagaimana makna perhitungan 1 (satu) hari dalam hukum pidana militer?

S.R. Sianturi, S.H. dalam bukunya yang berjudul “Hukum Pidana Militer Di Indonesia” telah mengupasnya dalam pembahasan “Awal dan akhir penghitungan hari untuk ketidakhadiran dalam waktu damai” halaman 263-264. 1 (satu) hari yang dimaksud dalam KUHPM ini senafas dengan KUHP, namun terdapat sifat yang lebih spesifik dalam pandangannya, dikarenakan aturan disiplin yang strict makna 24 (dua puluh empat) jam tersebut haruslah dimaknai awal perhitungannya dimulai dari jam berapa seorang prajurit TNI seharusnya berada di kesatuan tempat ia berdinas, sampai keesokan harinya setelah 24 (dua puluh empat) jam prajurit TNI tersebut berada di kesatuannya (walaupun lintas hari, tergantung pengecekan awal hingga pengecekan esok harinya).

Yang dimaksud “jam berapa seorang prajurit TNI seharusnya berada di kesatuan tempat ia berdinas” ialah dibuktikan dengan jam pengecekan kehadiran (apel pagi, siang, sore atau malam) oleh pihak kesatuan yang dalam prakteknya dilakukan oleh petugas yang mengisi buku/daftar absensi, maka jam pengecekan itulah yang dihitung sebagai “awal” perhitungan “kehadiran dan ketidakhadiran” sampai dengan jam pengecekan kehadiran (apel pagi, siang, sore atau malam) oleh pihak kesatuan pada hari berikutnya sebagai “akhir” perhitungan 24 (dua puluh empat) jam. Dengan demikian 1 (satu) hari ketidakhadiran seorang prajurit TNI yang dilakukan tanpa izin dihitung dari awal pengecekan (apel pagi, siang, sore atau malam) sampai dengan pengecekan (apel pagi, siang, sore atau malam) esok harinya, sehingga norma 1 (satu) hari adalah 24 (dua puluh empat) jam sebagaimana dalam hukum pidana terpenuhi.

Contohnya:

Prada Sholeh pada hari Senin tanggal 3 Februari 2025 sekira pukul 07.00 WIB tidak mengikuti apel pagi di Yonif A tanpa izin dari atasan dan tanpa keterangan (TK), hal ini diketahui setelah Serda Budi yang bertugas sebagai pemeriksa absensi di Yonif A memeriksa daftar ebsensi apel pagi, lalu saat dilakukan apel sore sekira pukul 15.00 WIB hingga apel malam sekira 21.00 WIB masih di hari Senin tanggal 3 Februari 2025 ternyata Prada Sholeh tetap tidak hadir tanpa keterangan (TK), selanjutnya ketika dilakukan pengecekan apel pagi di hari Selasa tanggal 4 Februari 2025 sekira pukul 07.00 WIB Prada Sholeh tetap tidak hadir tanpa keterangan (TK). Dengan mendasari teori S.R. Sianturi, S.H. maka 1 (satu) hari atau 24 (dua puluh empat) jam ketidakhadiran tanpa izin yang dilakukan oleh Prada Sholeh di Yonif A dihitung 1 (satu) hari setelah pengecekan apel pagi di tanggal 4 Februari 2025, bukan pada saat apel malam di tanggal 3 Februari 2025.

Selanjutnya, bagaimana tempus computandi dari unsur “lebih lama dari 30 (tiga puluh) hari” sebagaimana yang ada pada Pasal 87 ayat (1) ke-2 KUHPM, kapan tepatnya seorang prajurit TNI melakukan ketidakhadiran tanpa izin melewati waktu 30 (tiga puluh) hari dengan pendekatan doktrin hukum menurut S.R. Sianturi, S.H. dan norma hukum Pasal 97 KUHP?

Contohnya:

Serda Agung pada hari Senin tanggal 3 Februari 2025 sekira pukul 07.00 WIB tidak mengikuti apel pagi di Yonif Konoha tanpa izin dari atasan dan tanpa keterangan (TK), hal ini diketahui setelah Pelda Putra yang bertugas sebagai pemeriksa absensi di Yonif Konoha memeriksa daftar ebsensi apel pagi, hingga saat dilakukan apel sore hingga apel malam masih di hari Senin tanggal 3 Februari 2025 ternyata Serda Agung tetap tidak hadir tanpa keterangan (TK), selanjutnya ketika dilakukan pengecekan apel pagi di hari Rabu tanggal 5 Maret 2025 sekira pukul 07.00 WIB Serda Agung tetap tidak hadir tanpa keterangan, sehingga menjadi genap 30 (tiga puluh) hari Serda Agung meninggalkan kesatuan tanpa izin secara berturut-turut (Desersi). Lalu saat dilaksanakannya apel malam hari Rabu tanggal 5 Maret 2025 sekira pukul 21.00 WIB Serda Agung datang ke Yonif Konoha untuk kembali dan menyerahkan diri. Dari sisi perhitungan waktu ketidakhadiran yang dilakukan oleh Serda Agung adalah 30 (tiga puluh) hari + 14 (empat belas) jam.

Dengan mendasari teori S.R. Sianturi, S.H. maka 30 (tiga puluh) hari ketidakhadiran tanpa izin yang dilakukan oleh Serda Agung di Yonif Konoha dihitung setelah pengecekan apel pagi di tanggal 5 Maret 2025, lalu bagaimana sisa 14 (empat belas) jam ketidakhadiran tanpa izin dari Serda Agung tersebut?

Dalam perkembangan pemikiran S.R. Sianturi, S.H. selanjutnya yang masih terdapat pada buku yang sama telah memberikan penjelasannya yang berbeda dengan makna Pasal 97 KUHP, sebagai berikut “sedangkan untuk hari yang kedua (walaupun kurang dari 24 jam, tetap dianggap lebih dari satu hari)”, dengan mencontohkan penerapan pasal 85 ke-1 dan Pasal 86 ke-1 KUHPM.

Sedangkan pengertian “hari” sebagaimana dimaksud dalam pasal 97 KUHP yang telah menjelaskan 1 (satu) hari normanya adalah 24 (dua puluh empat) jam, dikorelasikan dengan unsur pasal yang bunyinya adalah “lebih lama dari tiga puluh hari”, yang menjadi penekanan dalam unsur pasal tersebut adalah diksi “hari”.

Untuk menjawab tempus computandi seperti contoh kasus di atas diperlukan pemikiran yang holistic dengan prinsip kehati-hatian. Satu sisi apabila menggunakan doktrin hukum yang telah dijelaskan oleh S.R. Sianturi, S.H. maka Serda Agung telah memenuhi unsur pasal lebih lama dari 30 (tiga puluh) hari dengan perhitungan apel pagi tanggal 3 Februari 2025 sampai dengan apel pagi tanggal 5 Maret 2025 adalah 30 (tiga puluh) hari + setelah apel pagi tanggal 5 Maret 2025 sampai dengan apel malam tanggal 5 Maret 2025 pukul 21.00 WIB (yang berarti 14 jam dan belum genap 24 jam) adalah digenapkan menjadi 1 (satu) hari, sehingga Serda Agung terbukti melakukan ketidakhadiran tanpa izin dari komandan kesatuan di Yonif Konoha selama 31 (tiga puluh satu) hari. Sedangkan, di sisi lain apabila kita strict menggunakan pendekatan norma hukum yang tertera di dalam Pasal 97 KUHP dan diksi “hari” yang ada di dalam Pasal 87 ayat (1) ke-2 KUHPM, maka waktu 14 (empat belas) jam Serda Agung belum genap 24 (dua puluh empat) jam atau belum genap sehari, sehingga ketidakhadiran tanpa izin yang dilakukan oleh Serda Agung dari hari Senin tanggal 3 Februari 2025 sekira pukul 07.00 WIB saat apel pagi sampai dengan kembali pada hari Rabu tanggal 5 Maret 2025 sekira pukul 21.00 WIB saat apel malam adalah 30 (tiga puluh) hari dengan kata lain ketidakhadiran tanpa izin yang dilakukan oleh Serda Agung belum melebihi waktu 30 (tiga puluh) hari.

Dalam kesimpulannya terhadap tindak pidana ketidakhadiran tanpa izin yang dilakukan oleh prajurit TNI, penerapan tempus computandi mutlak harus dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dengan mengedepankan asas kepastian hukum dan keadilan oleh para aparat penegak hukum, utamanya bagi hakim yang sering disebut sebagai “wakil Tuhan” di dunia.

K.G. Raegen
Kontributor
K.G. Raegen
Wakil Kepala Pengadilan Militer I-03 Padang

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Merawat Etika Hakim di Ruang Sidang Anak

November 5, 2026

Penggunaan Artificial Intelligence dalam Peradilan: Pelajaran dari Pedoman Internasional bagi Mahkamah Agung Indonesia

November 5, 2026

Cepat dan Cermat: Cara Mahkamah Agung Menyelesaikan Perkara

November 4, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini

November 6, 2026

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026
Don't Miss

Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI

By JohanesNovember 6, 20260

Jakarta, 6 November 2026 – Sejumlah pejabat dan pegawai di lingkungan Gedung Sekretariat Mahkamah Agung…

Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda

November 6, 2026

Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”

November 6, 2026

Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini

November 6, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI
  • Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda
  • Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”
  • Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini
  • Ini Empat Lembaga Penting bagi Anak Berhadapan dengan Hukum

Recent Comments

  1. Aman on Kejahatan Siber: Hakim Harus Cermat Menguji Bukti
  2. Dr. Sakwanah on Ketua MS Aceh Apresiasi Pelatihan BSDK, Harapkan Diklat Khusus Hukum Acara Jinayat
  3. Herman on Di Balik Mangrove, Ada Keadilan yang Harus Diperjuangkan
  4. Abdul Mustopa on MOVE!
  5. Rizka on Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Arie Guntoro
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Antok Wibowo
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Dismas Lukito Ornasto
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Engli Thirta Satria
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Humas Pengadilan Negeri Sidoarjo
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ainun Najib
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.