Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ketua Kamar Pembinaan MA: “Denpasar Principles dan kerahasiaan sebagai fondasi layanan psikososial bagi hakim”.

September 19, 2026

Perdamaian yang Tumbuh di Ruang Mediasi: PA Baturaja Sukses Selesaikan Sengketa Waris Yang Fantastis

September 18, 2026

Dorong Peningkatan Kualitas Putusan dan Kompetensi Ekonomi Syariah, PTA Semarang Gelar Diskusi Hukum

September 18, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » RUU Jabatan Hakim dan Pertaruhan Konstitusional Rekrutmen Hakim Pertama di Peradilan Agama

RUU Jabatan Hakim dan Pertaruhan Konstitusional Rekrutmen Hakim Pertama di Peradilan Agama

Itsnaatul LathifahBy Itsnaatul LathifahJanuary 24, 2026 · 22:31 WIB7 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Apresiasi setinggi-tingginya patut disampaikan kepada Komisi III DPR RI yang telah memulai pembahasan Rancangan Undang-Undang Jabatan Hakim (RUU JH) pada hari Rabu, 21 Januari 2026. Langkah ini menunjukkan keberpihakan nyata terhadap penguatan lembaga peradilan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara atas peradilan yang adil dan efektif.

RUU JH versi terbaru ini memiliki muatan yang lebih mutakhir dan berbeda dibandingkan rancangan-rancangan sebelumnya karena tidak semata-mata mengulang pola lama, melainkan berupaya merespons kebutuhan zaman, dinamika beban perkara, serta aspirasi para hakim sendiri terkait status, karier, dan independensi kelembagaan.

Dalam konteks ini, RUU JH menjadi arena utama untuk menata ulang secara sistemik bagaimana negara mengelola profesi hakim sebagai jabatan publik yang terbuka, terhormat, dan akuntabel. RDP hari Rabu kemarin, yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPR RI, Dr. Habiburokhman, S.H., M.H., menandai babak baru yang sangat penting dalam sejarah pembaruan kekuasaan kehakiman di Indonesia.

Pembenaran ini memiliki arti strategis bagi pembenahan sistem rekrutmen hakim tingkat pertama yang lebih terbuka, meritokratis, dan konstitusional, terutama dalam menjawab krisis hakim di lingkungan peradilan agama yang berkepanjangan.

Krisis Hakim dan Pentingnya Rekrutmen Hakim Pertama yang Terbuka

Kekurangan hakim pertama di Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya, khususnya di lingkungan Peradilan Agama, sudah menjadi persoalan krusial yang menyentuh inti penyelenggaraan kekuasaan kehakiman. Moratorium pengadaan hakim selama bertahun-tahun, yang disertai pengurangan alami akibat pensiun, wafat, sakit permanen, dan pensiun dini, telah menciptakan jarak yang lebar antara jumlah hakim yang tersedia dan ledakan perkara yang harus diselesaikan di tingkat pertama.

Data per Desember 2024 menunjukkan sebanyak 71% peradilan tingkat pertama pada lingkungan Peradilan Agama telah mengajukan izin bersidang hakim tunggal. Dari 412 peradilan tingkat pertama, terdapat 292 peradilan yang melaksanakan persidangan dengan hakim tunggal.

Meskipun pada Bulan Juni 2025 Mahkamah Agung melantik 362 hakim peradilan agama, jumlah tersebut dirasa belum mampu menutup kebutuhan hakim secara riil. Akibatnya, krisis hakim tetap terjadi dan merata di berbagai daerah.

Sampai saat ini, krisis hakim masih terjadi, hal ini tercermin dari komposisi hakim pada 93 satuan kerja pengadilan agama yang memiliki tiga orang hakim, termasuk Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan. Bahkan, masih terdapat 15 satuan kerja yang hanya memiliki dua orang hakim, seperti Pengadilan Agama Jayapura dan Pengadilan Agama Amurang.

Realitas ini pada dasarnya bertentangan dengan prinsip majelis hakim, sebagaimana diatur dalam Pasal 11 ayat (1) Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, yang menegaskan bahwa pemeriksaan perkara dilakukan oleh majelis hakim yang sekurang-kurangnya terdiri atas tiga orang hakim, kecuali undang-undang menentukan lain.

Penggunaan hakim tunggal secara masif dan berkepanjangan pada akhirnya akan menyentuh jantung peradilan, profesionalisme, dan akuntabilitas peradilan menjadi taruhan. Ketika hakim tunggal harus memikul beban perkara sendirian, yang seharusnya dipikul oleh majelis hakim, maka akan berdampak pada persepsi publik terhadap lamanya proses penyelesaian perkara, kualitas putusan, kehati-hatian, dan legitimasi putusan.

Baca Juga  Menjaga Ruang Privasi Digital: Jaminan Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Peradilan Pidana Modern (Era KUHAP Baru)

Keadaan tersebut berpotensi mengikis perenapan asas peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan sebagaimana diamanatkan Pasal 2 ayat (4) Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009, serta berdampak pada terlanggarnya hak konstitusional pencari keadilan atas kepastian hukum sebagaimana dijamin Pasal 28D ayat (1) UUD 1945.

Dalam titik ini, rekrutmen hakim pertama yang terbuka bagi seluruh putra-putri terbaik bangsa menjadi kebutuhan konstitusional, bukan sekadar pilihan kebijakan administratif.

Keterbatasan Rekrutmen Internal dan Pertaruhan Konstitusi

Untuk mengatasi krisis hakim, Mahkamah Agung telah menerbitkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pengadaan Hakim Pengadilan Tingkat Pertama yang memberi ruang pengadaan hakim pertama dari unsur pegawai Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya.

Langkah tersebut patut dipahami sebagai upaya darurat menjawab krisis jangka pendek, namun tidak dapat dijadikan pola permanen dalam pengelolaan jabatan hakim. Jabatan hakim secara hakiki adalah jabatan publik yang seharusnya dapat diakses oleh semua warga negara yang memenuhi syarat objektif, sehingga pembatasan rekrutmen hakim hanya dari pegawai internal Mahkamah Agung bertentangan dengan prinsip non-diskriminasi dan persamaan kedudukan warga negara di depan hukum, sebagaimana dijamin Pasal 27 UUD 1945.

Selain itu, model yang terlalu eksklusif menutup peluang bagi profesi hukum lain, seperti advokat, akademisi, jaksa, dan praktisi independen, yang justru dapat memperkaya perspektif dan kualitas putusan melalui keragaman pengalaman dan tradisi intelektual.

Dari sudut pandang konstitusi, rekrutmen hakim yang tertutup dan bersumber dari lingkungan yang homogen juga berisiko menimbulkan kesan nepotisme, politik balas budi, dan ketimpangan akses informasi, yang akhirnya menggerus kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.

Di saat yang sama, kontradiksi juga terjadi, sebanyak 339 jabatan panitera muda dan jurusita di Pengadilan Agama masih kosong hingga saat ini, pengalihan pegawai teknis dan non-teknis menjadi calon hakim tanpa penguatan simultan pada jabatan panitera, panitera muda, dan juru sita, justru dapat memperparah gangguan sistem dan bisnis proses peradilan, dari administrasi perkara hingga eksekusi putusan.

Karena itu, desain rekrutmen hakim pertama yang diletakkan dalam RUU Jabatan Hakim harus mampu mengoreksi pola eksklusif ini dan mengembalikannya pada prinsip meritokrasi, keterbukaan, dan kesetaraan akses bagi seluruh warga negara yang memenuhi kualifikasi profesional dan integritas.

RUU Jabatan Hakim sebagai Jawaban Kebutuhan Zaman

Dalam kerangka “pertaruhan konstitusi” rekrutmen hakim pertama, RUU Jabatan Hakim yang tengah dibahas Komisi III DPR RI membawa harapan besar karena secara substansi diproyeksikan lebih maju dibanding draft-draft sebelumnya.

Baca Juga  Berpikir Liar Dari Kacamata Penegakan Hukum Di Indonesia

RUU ini didorong untuk tidak hanya mengatur status dan jenjang karier hakim, tetapi juga merumuskan standar rekrutmen yang transparan, berbasis kompetensi, serta mampu menjaring talenta terbaik dari seluruh penjuru profesi hukum di Indonesia.

Dengan demikian, hakim tingkat pertama tidak lagi diposisikan sebagai “perpanjangan birokrasi”, melainkan sebagai jabatan publik yang merupakan hasil seleksi ketat, terbuka, dan diawasi secara akuntabel.

Lebih jauh, RUU Jabatan Hakim yang baru diharapkan mampu merespons tantangan zaman berupa kompleksitas perkara, perkembangan teknologi informasi, tuntutan akuntabilitas publik, dan kebutuhan peningkatan kesejahteraan hakim agar independensi mereka terlindungi secara nyata.

Pengaturan yang komprehensif mengenai pola karier, perlindungan profesi, dan mekanisme evaluasi berkala juga diperlukan untuk memastikan bahwa hakim tidak sekadar “diangkat”, tetapi terus dibina, diawasi, dan didukung untuk menjaga standar etik dan profesionalitas setinggi-tingginya.

Dalam konteks peradilan agama, pengaturan ini semakin penting karena pengadilan agama menangani perkara-perkara keperdataan yang menyentuh langsung aspek keluarga, waris, dan ekonomi umat, yang membutuhkan hakim dengan kompetensi substantif dan sensitivitas sosial yang tinggi.

Harapan Pengesahan Segera dan Dampaknya Bagi Rekrutmen Hakim Peradilan Agama

Berangkat dari seluruh persoalan dan kebutuhan tersebut, harapan besar patut disematkan agar RUU Jabatan Hakim dapat diselesaikan pembahasannya dan disahkan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Pengesahan RUU ini akan menjadi fondasi hukum baru yang lebih kuat dan responsif untuk mengatur rekrutmen hakim pertama, sehingga segala kebijakan pengadaan hakim, termasuk di lingkungan Peradilan Agama, dapat segera beralih dari basis regulasi sementara menuju landasan undang-undang yang jelas, konsisten, dan sejalan dengan amanat konstitusi.

Dengan begitu, skema rekrutmen hakim pertama yang terbuka bagi seluruh putra-putri terbaik Indonesia dapat segera dijalankan, distribusi hakim dapat dibenahi secara lebih rasional, dan praktik darurat seperti penggunaan hakim tunggal secara massif dapat secara bertahap dikurangi hingga kembali pada prinsip majelis hakim sebagaimana diatur undang-undang.

Pada akhirnya, RDP Komisi III hari ini, RUU Jabatan Hakim yang baru, dan seluruh agenda pembenahan rekrutmen hakim pertama merupakan satu rangkaian pertaruhan konstitusional: apakah Indonesia bersedia menjadikan jabatan hakim sebagai jabatan publik yang sungguh-sungguh terbuka, meritokratis, dan berpihak pada kepentingan pencari keadilan, atau tetap bertahan dalam pola rekrutmen sempit yang melemahkan peradilan dari dalam.

Dengan apresiasi setinggi-tingginya kepada Komisi III DPR RI, dan dorongan agar RUU Jabatan Hakim segera disahkan, harapannya peradilan agama, dan seluruh lingkungan peradilan, dapat memasuki babak baru, sejarah di mana rekrutmen hakim pertama bukan lagi menjadi sumber masalah, melainkan kunci solusi bagi tegaknya keadilan dan konstitusi.

Itsnaatul Lathifah
Itsnaatul Lathifah
Hakim Pengadilan Agama Rembang
Khoiruddin Hasibuan
Khoiruddin Hasibuan
Hakim Pengadilan Agama Soreang
Itsnaatul Lathifah
Kontributor
Itsnaatul Lathifah
Hakim Pengadilan Agama Rembang

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

artikel Pengadilan agama RUU Jabatan Hakim
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Motivasi Kerja Hakim: Refleksi atas Hasil Penelitian Magister Manajemen Dr. Hasanuddin, S.H.,M.H., M.M.

September 18, 2026

Resensi Buku: Cacat Administrasi Pembatalan Sertifikat Tanah oleh BPN Tanpa Putusan Pengadilan

September 17, 2026

Evolusi Hukum Keluarga Indonesia: Refleksi Atas Putusan Mahkamah Konstitusi

September 16, 2026
Leave A Reply


Demo
Top Posts

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,439 Views

Titah Leviathan

September 11, 2026

Di Balik Tradisi ‘Mohon Izin’: Meneguhkan Etika dan Jati Diri Prajurit pada HUT ke-81 TNI AL

September 10, 2026
Don't Miss

Ketua Kamar Pembinaan MA: “Denpasar Principles dan kerahasiaan sebagai fondasi layanan psikososial bagi hakim”.

By Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.September 19, 20260

Jakarta Ketua Kamar Pembinaan Mahkamah Agung Republik Indonesia, Yang Mulia Syamsul Ma’arif, S.H., LL.M., Ph.D.,…

Perdamaian yang Tumbuh di Ruang Mediasi: PA Baturaja Sukses Selesaikan Sengketa Waris Yang Fantastis

September 18, 2026

Dorong Peningkatan Kualitas Putusan dan Kompetensi Ekonomi Syariah, PTA Semarang Gelar Diskusi Hukum

September 18, 2026

Motivasi Kerja Hakim: Refleksi atas Hasil Penelitian Magister Manajemen Dr. Hasanuddin, S.H.,M.H., M.M.

September 18, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Ketua Kamar Pembinaan MA: “Denpasar Principles dan kerahasiaan sebagai fondasi layanan psikososial bagi hakim”.
  • Perdamaian yang Tumbuh di Ruang Mediasi: PA Baturaja Sukses Selesaikan Sengketa Waris Yang Fantastis
  • Dorong Peningkatan Kualitas Putusan dan Kompetensi Ekonomi Syariah, PTA Semarang Gelar Diskusi Hukum
  • Motivasi Kerja Hakim: Refleksi atas Hasil Penelitian Magister Manajemen Dr. Hasanuddin, S.H.,M.H., M.M.
  • WJP Soroti Fluktuasi Rule of Law Global, Independensi Peradilan Jadi Perhatian

Recent Comments

  1. Masjudul Haq on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
  2. Ahmad Satiri on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
  3. Burhan on Dari Prajurit Hukum ke Mahkamah Agung: Letkol Chk Sudiyo Pesan ‘Menulis dan Menulislah’
  4. Vanimut on Ketua PTA Kepri Buka Pendampingan Monev KIP Tahun 2026
  5. Ekasari on BSDK MA Run 2026: 10 Kilometer Pelari CADAS, Berlari Bersama Menjaga Semangat Pengabdian dan Integritas
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Zidny Taqiyya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.