Megamendung, 14 Agustus 2026. Tim e-sport Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta (Dilmilti II Jakarta), PMT II Gaming, sukses menorehkan debut bersejarah dalam Turnamen E-Sport Cabang Mobile Legends yang diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung (BSDK MARI). Kompetisi bergengsi yang mempertemukan tim-tim terbaik dari seluruh penjuru Jabodetabek ini berlangsung selama dua hari, mulai Kamis hingga Jumat, 13-14 Agustus 2026, dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT Mahkamah Agung RI ke-81.
Sebagai debutan, PMT II Gaming langsung memasang target tinggi. Delegasi yang bermarkas di Penggilingan ini mengirimkan 9 utusan terbaiknya, termasuk 6 atlet andalan yang dikenal memiliki dedikasi dan kecintaan mendalam terhadap dunia Mobile Legends.
Langkah tim ini pun diperkuat oleh legitimasi resmi berupa Surat Perintah langsung dari Kepala Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta (Kadilmilti II Jakarta). Sejak awal menghadap pimpinan, misi yang diemban seluruh personel sudah sangat jelas, yakni mendominasi kompetisi dan membawa pulang piala kemenangan.
Sistem turnamen terbagi ke dalam dua fase krusial, yaitu babak grup dan babak final. Di fase grup, tensi pertandingan langsung memuncak karena menggunakan format Best of One (BO1). Tanpa adanya kesempatan kedua, setiap tim wajib memenangkan laga demi poin penuh agar terhindar dari jurang gugur yang terbuka lebar.
Melalui kedisiplinan taktik, PMT II Gaming berhasil mengamankan 6 poin hasil dari dua kemenangan dan dua kekalahan, sekaligus mengunci tiket menuju babak gugur. Ujian mental sesungguhnya dimulai pada babak gugur saat PMT II Gaming harus menantang tim tuan rumah, Menpim MA. Lewat pertarungan yang berlangsung alot dan penuh tekanan, determinasi tinggi membawa PMT II Jakarta keluar sebagai pemenang dan berhak melaju ke babak 8 Besar.
Memasuki babak 8 Besar, aturan permainan berubah menjadi lebih menantang dengan format Best of Three (BO3). Di fase ini, PMT II Gaming dipertemukan dengan lawan tangguh, Kesekretariatan BSDK MARI. Melalui drama pertandingan yang seru dan menegangkan, armada Penggilingan kembali membuktikan taringnya dengan mengamankan tiket menuju babak semifinal.
Langkah impresif PMT II Gaming akhirnya menemui batu sandungan di babak semifinal. Mereka harus berhadapan dengan tim unggulan turnamen yang juga pada akhirnya menjadi juara pada kompetisi, Ini Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. Mengandalkan prinsip kerja sama antarpersonel yang sangat solid, PN Jakarta Utara sukses meredam agresivitas PMT II Gaming dan menyudahi laga dengan skor 2-0. Hasil ini memaksa PMT II Gaming turun ke babak perebutan juara ke-3.

Foto. Dok. Istimewa Penulis (Tim PMT II Gaming menghadapi laga semifinal)
Pada laga perebutan tempat ketiga, PMT II Gaming tampil trengginas layaknya singa terluka demi menghadapi Kesekretariatan II BSDK MARI. Di awal gim pertama, PMT II Gaming sempat unggul dan berhasil membungkam hero-hero dengan daya rusaknya (damage) berbahaya milik lawan. Namun, seiring berjalannya waktu, tim Kesekretariatan II BSDK MARI mampu membaca pola serangan, membalikkan keadaan, dan mengamankan kemenangan di gim pertama.
Merespons kekalahan tersebut, PMT II Gaming mengubah strategi pada gim kedua dengan menurunkan tempo permainan menjadi lebih lambat. Kendati demikian, Kesekretariatan II BSDK MARI enggan mundur. Lewat satu eksekusi serangan mematikan yang rapi, mereka kembali menaklukkan PMT II Gaming dengan skor akhir 2-0.
Dengan hasil tersebut, PMT II Gaming harus puas menyudahi turnamen di peringkat ke-4 dengan status sebagai semifinalis. Catatan ini mengingatkan pada pandangan melankolis mantan bek timnas Belanda, Ron Vlaar, saat menelan kekalahan di semifinal Piala Dunia 2014 silam: “Kami pulang dengan tangan hampa. Ini menyedihkan, karena satu-satunya hal yang dinilai berharga hanyalah gelar juara.”
Kendati harus finis di posisi empat, layaknya drama yang dialami Prancis di ajang Piala Dunia 2026 tentu apresiasi tertinggi patut disematkan kepada seluruh punggawa Penggilingan. Meski trofi utama belum berhasil dibawa pulang, PMT II Gaming telah menunjukkan mentalitas baja khas prajurit sejati sepanjang turnamen.

Foto. Dok. Istimewa Penulis (menjadi ajang silaturahmi antar personel MA) Sesuai dengan nama yang mereka usung, PMT II Gaming tak bergeming sedikit pun. Tidak ada satu pun kepala yang menunduk lesu. Kekalahan hari ini bukanlah akhir segalanya, sebaliknya justru menjadi fondasi kokoh dan bahan evaluasi berharga untuk kembali lebih kuat, lebih solid, dan lebih mematikan pada turnamen-turnamen berikutnya di masa depan. Perjuangan telah usai, tetapi kebanggaan bertarung dengan jiwa pemenang harus tetap tertanam dan tak akan pernah hilang di hati para prajurit dari Penggilingan.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


